Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
bab 32


__ADS_3

Alex dan naisa akhirnya sudah sampai di sebuah kontrakan yang sangat naisa kenal sekali.


"apa ibu ku ada di sini?" tanya naisa


"iya, Ayuk kita ke sana!!" ucap Alex. Alex dan naisa langsung turun dan mendekati kontrakan tersebut


tok...


tok..


tok...


"iya sebentar!!" ucap wanita paruh baya dari dalam rumah. saat mendengar suara itu naisa langsung menangis sejadi jadinya, ia sangat merasa bersalah sekali kepada ibunya. saat ibu membuka pintu, ibu juga sangat terkejut ternyata tamu nya adalah orang yang ia rindukan selama ini.


"naisa!!" ucap ibu


"ibu!!" ucap naisa langsung memeluk ibunya. naisa dan ibu langsung menangis sejadi jadinya, ibu tidak menyangka akhirnya anak nya bisa datang kembali.


"ibu maafkan naisa!!" ucap naisa masih memeluk ibu


"tidak nak, ibu yang minta maaf selalu bikin naisa sedih!!" ucap ibu. di situ juga Alex hanya menjadi penonton film itu, bahkan kini ia pun meneteskan air matanya melihat kejadian yang ada di depan matanya.


"Ayuk masuk nak!!" ucap ibu melepaskan pelukannya. naisa dan ibu langsung masuk ke dalam


"buset dah, udah gue yang bawa dia ke sini malah gue nunggu di luar!!" gerutu Alex kesal


saat di dalam naisa baru ingat ia datang kemari dengan Alex tapi Alex masih di luar, naisa langsung menyusul Alex lagi ke luar rumah.


"bang Ayuk masuk!!" ucap naisa


"masih ingat sama aku?" tanya Alex


"maaf bang!!" ucap naisa. tanpa basa basi Alex langsung masuk ke dalam rumah itu dan duduk di sofa itu, ibu sangat heran dengan laki laki yang ada dalam rumahnya itu, ia bahkan tidak pernah melihat pria itu.


"naisa siapa dia?" tanya ibu kepada naisa


"hmmmmmmm"

__ADS_1


"aku calon suami nya buk!!" ucap Alex dengan santai nya


"calon suami?" tanya ibu heran


"maaf sebelumnya buk, saya ke sini ingin minta izin kepada ibu untuk menikahi anak ibu, karena anak ibu memiliki hutang yang banyak kepada ku!!" ucap Alex. naisa langsung terkejut saat ia ingin berbicara lagi Alex langsung menginjak kaki naisa hingga naisa tidak berani berkata kata lagi


"hutang? hutang apa?" tanya ibu sangat terkejut


"anak ibu berhutang pada ku sebesar 200 juta, dan dia tidak bisa menggantinya, untuk itu aku akan menikahinya!!" ucap Alex, naisa hanya menunduk ia tidak berani berkata kata lagi. ibu sangat tidak menyangka bahwa naisa memiliki hutang, tapi ibu sama sekali tidak marah. bahkan ia sangka bahwa naisa berhutang karena dirinya yang hanya sedikit memberikan jajan lewat bik Rara.


"bisa kah aku minta tolong pada mu nak?" tanya ibu kepada Alex


"tentu saja!!"ucap Alex


"aku akan mengizinkan mu untuk menikah dengan putri ku, tapi ku mohon sayangi dia jangan pernah sakiti dia!!" ucap ibu


"tenang saja buk, aku akan menjadi suami yang terbaik buat naisa!!" ucap Alex. tadinya naisa yang takut kini malah baper dengan kata kata itu, bahkan ia menunduk dan senyum senyum sendiri.


"kapan kalian akan menikah?" tanya ibu


"besok buk, dan acara nya hanya kecil kecilan saja!!" ucap Alex


"ibu datang ya ke acara nya besok!!" ucap naisa


"maaf nak, ibu tidak sanggup di perjalanan. apalagi ibu masih sakit. tapi ibu usaha kan datang nak!!" ucap ibu memeluk putrinya.


"ya sudah, kalau ibu sakit tidak usah datang ya. doakan saja semua nya bisa berjalan dengan lancar!!" ucap naisa


"iya nak!!" ucap ibu. sepanjang hari naisa hanya di rumah ibu saja sambil memeluk ibunya, karena sebentar lagi ia akan menjadi istri orang mangkanya ia ingin menghabiskan waktunya di sini untuk sehari.


"apa cita cita mu?"tanya Alex kepada Andi. di ruang tamu hanya ada Alex dan Andi, dan Andi baru saja tadinya pulang sekolah


"aku hanya ingin kerja di kantoran kak!!" ucap andi


"kalau gitu belajar lah yang rajin, nanti akan ku berikan pekerjaan di kantor untuk mu!!" ucap Alex


"benarkah kak? apa kakak juga di kantoran?" tanya andi

__ADS_1


"iya, aku juga kerja di kantoran!!" ucap Alex


"wah.....aku akan giat belajar kak biar bisa jadi kakak!!" ucap andi. Alex hanya tersenyum manis ke arah Andi, seperti nya Andi adalah lelaki yang suka bekerja keras.


seharian telah berlalu, kini sudah pukul 8 malam, setelah makan malam bersama Alex dan naisa langsung pamit saat itu.


"ibu, naisa pamit dulu. doakan naisa ya!!" ucap naisa memeluk sang ibu


"iya nak, baik baik di rumah orang, nanti kalau ada kesempatan ibu akan datang!!" ucap ibu.


setelah berpamitan Alex dan naisa langsung berangkat untuk pulang, selama di dalam mobil naisa hanya memikirkan bagaimana nasib ibu tanpa ayah, sedangkan Andi masih sekolah. dan naisa punya rencana untuk bekerja keras untuk ibu dan Andi.


"kamu kenapa?" tanya Alex


"tidak ada bang, hanya mengantuk saja!!" ucap naisa


"ya sudah tidur lah!!" ucap Alex. naisa langsung menutup matanya, memang ia sudah mengantuk saat itu.


tak lama kemudian akhirnya mereka sudah sampai di apartemen, naisa masih saja tertidur di karenakan Alex tidak mau menganggu, akhirnya ia langsung menggendong naisa untuk masuk ke kamar.


Alex langsung merebahkan tubuh naisa di atas ranjang, dan menutup tubuhnya dengan selimut. saat melihat dari dekat Alex tidak tahan dengan bibir naisa yang sangat imut dan menggugah selera para lelaki.


Alex langsung menyingkirkan pikiran kotor nya, ia langsung pergi dari kamar itu dan kembali ke rumah nya. tadinya ia punya rencana untuk tidur juga di apartemen nya itu, tapi Alex mengurungkan niatnya karena itu bisa saja membuat nya tidak bisa lepas kendali.


meli asik menangis sedari tadi di dalam kamarnya, ia sudah tau tentang berita Alex dan naisa akan menikah, ia sangat benci sekali ada orang ketiga di dala. hubungan nya.


"sudah nak, mungkin dia bukan jodohmu!!" ucap mamanya


"ma, Alex itu hanya cinta sama aku, dia itu cinta nya sama aku bukan naisa. dan naisa kan hanya cewek kampungan mana mungkin Alex menyukai nya!!" ucap meli masih menangis


"ya kan namanya jodoh kita tidak tau siapa jodoh kita!!" ucap mamanya lagi


"ma........Alex itu jodoh meli!!" teriak meli. mama meli sangat kesal sekali dengan meli yang sedari tadi memarahi dia padahal mama meli berusaha untuk membujuk putrinya itu.


akhirnya mama meli memutuskan untuk pergi dari kamar meli, ia sudah muak sekali dari tadi membujuk anaknya itu.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2