Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
meli marah


__ADS_3

Alex masih mengintip dari dapur, jujur saja ekspresi naisa dan Budiman sangat lucu sekali di mata Alex. Alex langsung mengeluarkan nafas kasarnya perlahan ia mengatur nafasnya agar tidak tertawa lagi. setelah itu Alex kembali ke tempat semula.


Budiman asik memeluk putrinya itu begitu juga dengan naisa yang tak pernah menyangka akan bertemu dengan ayah kandung nya. mereka di sana berbincang bincang banyak. pada saat siang hari mereka semua langsung bubar karena pekerjaan masing masing.


"sayang bahagia gak?" tanya Alex saat berada di dalam mobil


"bahagia banget bang!!" ucap naisa


"kalau bahagia kasih Abang jatah dong!!" ucap Alex tersenyum licik,


"jatah apa?" tanya naisa bingung. alex langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan ia langsung memepet naisa di dalam mobil


"Abang mau ngapain?" tanya naisa panik


"kan Abang minta jatah!!" ucap Alex mencium pipi naisa


"jangan di sini Abang!!" ucap naisa tidak mau


"kenapa memang?" tanya Alex


"nanti kita kepergok warga, trus nanti di bilang zina, malah gara gara itu kita viral bang!!" ucap naisa tidak ingin semua itu terjadi


Alex menahan tawanya, istri nya itu sungguh membuat Alex merasa sangat gemes


"jadi kita lakukan di mana?" tanya Alex


"nanti malam saja ya di rumah!!" ucap naisa


"Abang gak mau di rumah!!" ucap Alex duduk di posisi nya semula


"jadi?" tanya naisa semakin heran


"di hotel!!" ucap Alex tersenyum mesum ke arah naisa


"terserah lah!!" ucap naisa mengikuti apa kata Alex saja.


------------------------


"kamu mau kemana?" tanya Celine kepada pria tersebut


"aku ingin mencari ikan, apa kamu suka ikan?" tanya pria tersebut

__ADS_1


"bukan kah masih ada daging rusa!!" ucap Celine


"aku takut kamu bosan memakan nya!!" ucap pria itu


"tidak, bahkan aku sangat suka!!" ucap Celine jujur. pria itu langsung tersenyum baru kali ini ada seorang wanita yang suka dengan makanan nya, tapi sebenarnya baru kali ini juga pria itu memberikan makanan kepada seorang wanita


"kalau boleh tau nama mu siapa?" tanya pria tersebut


"Celine!! kalau kamu?" tanya Celine


"Alvin!!" ucap Alvin duduk di dekat Celine


jein tampak asik dengan kayu yang di berikan oleh Alvin, bahkan jein tidak rewel di sana.


"apa kamu tinggal sendiri?" tanya Celine


"iya, aku tinggal sendiri di sini semenjak aku berumur 5 tahun!!" ucap Alvin. Celine heran tenyata ada juga orang yang bisa bertahan hidup di hutan tersebut.


"kalau boleh tau apa kamu hilang? atau gimana?" tanya Celine sangat penasaran


"aku tidak hilang. memang aku lahir di sini, dulu aku dan kedua orang tua ku tinggal di sini karena kami tidak sanggup hidup di kota yang harus memiliki uang, apalagi ayah ku seorang pemburu jadi dia memilih tinggal di hutan bahkan ibu ku juga sangat bahagia tinggal di sini. tapi takdir berkata lain ayah dan ibu ku meninggal di saat aku berusia 5 tahun. yang perlu ibu ku dulu yang meninggal sebulan kemudian batu ayah ku!!" ucap Alvin senang jika memiliki teman curhat


seketika Celine merasa sangat sedih dengan cerita Alvin, bahkan Celine bersyukur dengan kehidupan nya walau pun sekarang ia tidak bisa pulang ke rumah.


----------------


"brengsek kalian!!!!" teriak meli murka


meli baru mendapatkan kabar jika jein dan seorang pengasuhnya telah kabur dari sana, kini meli menyuruh semua anak buah nya untuk mencari jein dan pengasuh nya.


ia sangat kesal sekali ia tidak menyangka jika pengasuh nya itu bisa kabur dari sana.


"sebenarnya siapa pengasuh nya itu, kenapa dia malah kabur bukan kah aku memberi nya gaji!!" ucap meli bertanya tanya


memang anak buah meli di bayar dengan harga yang tinggi, bahkan mereka tidak akan berpaling dari meli karena gaji yang sangat tinggi itu.


meli merasa ada kejanggalan dari dulu semua anak buahnya akan siap mati demi dirinya baru kali ini ia mendapatkan kasus jika anak buahnya hilang dan membawa bayi yang telah ia culik satu tahun lalu.


"apa dia tidak di beri gaji?" ucap meli berbicara sendiri


seketika ekspresi meli langsung berubah seperti orang yang ingin membunuh saja. ia langsung pergi ke ruangan di mana biasanya orang itu lah yang membagikan gaji untuk semua anak buahnya.

__ADS_1


brak........


meli mendorong pintu yang tidak di kunci itu dengan kasar, semua yang ada di sana terkejut dan ketakutan.


"kemana perginya pengasuh bayi itu?" tanya meli dengan suara dingin. seketika pria yang biasa memberi gaji langsung ketakutan


"ka kami tidak tau bos!!" ucap pria itu ketakutan


"jujur saja, berapa kau kasih gajinya?" tanya meli dengan tatapan tajam


pria itu langsung terkejut lagi dengan pertanyaan meli benar saja memang ia tidak memberi gaji kepada pengasuh bayi tersebut.


"katakan!!" teriak meli dan memukul meja yang ada di sana


hening tidak ada jawaban dari pria tersebut, meli benar benar kesal dengan semua anak buahnya.


"katakan, atau kau sekarang Akan mati bahkan keluarga mu juga akan mati!!" ucap meli mengancam pria tersebut. anak buah meli yang lain sudah berada di belakang meli, mereka siap menerkam pria itu jika sudah ada izin dari meli.


"maaf bos, aku minta maaf jangan bunuh aku dan jangan bunuh keluarga ku!!" ucap pria itu memegang kaki meli untuk meminta ampun


"apa kau memberi nya gaji?" tanya meli dingin


"tidak bos, maaf aku memang tidak memberi nya gaji semenjak pertama kali bayi itu di culik!!" ucap pria tersebut


meli sangat kesal ia langsung mendorong lelaki itu hingga tersungkur ke lantai.


"kenapa kau tak memberi nya gaji?" teriak meli marah


"pertama memang dia tidak seperti anak buah yang lain, bahkan seperti nya dia tidak tau kalau di sini di berikan gaji, semenjak itu aku sangat penasaran dengan dia bos. bahkan sampai 5 bulan dia di sini, tetap saja dia tidak pernah meminta gajinya padahal jika anak buah yang lain pasti akan langsung memintanya pada ku!!!" ucap pria itu jujur


meli langsung mengerutkan keningnya, benar saja yang di katakan pria itu tidak pernah anak buah meli seperti itu


"trus?" tanya meli


"jadi semenjak itu aku ingin lihat wajah orang itu, setelah 8 bulan dia di sini baru aku bisa melihat wajahnya, ternyata dia perempuan bos!!" ucap pria itu jujur. memang ia sudah tau jika pengasuh jein adalah perempuan tapi lelaki itu tidak tau bahwa wanita itu adalah Celine. dan Celine tidak tau jika gerak geriknya di ketahui oleh pria itu, tapi pria itu tidak pernah melaporkan hal tersebut karena jein sangat nyaman dengan wanita itu mangkanya pria itu membiarkan nya begitu saja.


di rumah meli memang tidak ada penjaga yang perempuan semua nya lelaki. meli langsung terkejut setelah itu ia langsung pergi dari sana.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw

__ADS_1


~happy reading~


__ADS_2