
perlahan Alex membuka matanya, saat membuka mata langsung terlihat wajah sanga istri di sana. Alex langsung tersenyum ke arah istri nya itu.
"sayang bangun!!" ucap Alex dengan suara parau nya
"sayang!!" ucap Alex dengan lembut
"hmmmmm.....!!" naisa belum bergerak sama sekali
"bangun yuk, kan hari ini kita berangkat ke Jepang!!" ucap Alex lembut.
"oh ya kita hari ini berangkat!!" ucap naisa langsung bangun dari tidur nya
"semangat banget ya!!" ucap Alex
"jelas sekali, aku ingin mengunjungi bunga Sakur!!" ucap naisa sangat senang
"ayo bang kita mandi!!" ucap naisa mengajak Alex mandi
"mandi berdua ya!!" ucap Alex
"ayok!!" ucap naisa antusias
akhirnya mereka langsung mandi berdua pagi itu, naisa sudah tidak sabar lagi akan menginjakkan kaki di negara Jepang.
setelah mandi mereka langsung bersiap siap dan setelah itu mereka langsung sarapan pagi dulu.
"hello nona cantik dan tuan muda!!" ucap joki dan Riko di sana
"iya!!" ucap Alex singkat.riko dan joki sangat antusias sekali untuk ikut ke Jepang.
"apa kalian sudah siap?" tanya Alex
"sudah bos tam-fan!!" ucap joki
"kak joki, kenapa kak joki memanggil bang Alex dengan sebutan bos tam-fan?" tanya naisa heran
"ya memang kenapa?" tanya Alex balik
"tidak boleh, hanya naisa yang bisa manggil bang Alex dengan sebutan bos tam-fan!!" ucap naisa penuh dengan penekanan
"ada dengar kamu joki?" tanya Alex
"iya ada tuan muda!!" ucap joki dengan ekspresi kesalnya
"ya udah yuk kita berangkat!!" ajak Alex.
mereka langsung berangkat ke bandara di antar oleh pak satpam yang ada di rumah Alex. rumah Alex akan di jaga oleh beberapa anak buahnya.
tak alma kemudian mereka akhirnya sampai di Bandara. joki dan Riko malah asik berfoto Poto, Alex malah tidak menghiraukan mereka berdua
Alex langsung menggandeng tangan naisa, naisa juga tidak sabar untuk sampai ke sana.
"bang apakah di pesawat nanti lama?" tanya naisa
__ADS_1
"sekitar 7 jam sampai 7 jam lewat 20 menit!!" ucap Alex
"lama banget!!" ucap naisa
"ya memang jauh!!" ucap Alex.
Tak lama kemudian akhirnya mereka sudah berangkat dengan pesawat.
----------------
hari ini Budiman ingin sekali bertemu dengan naisa lagi, ia membeli kan makanan kesukaan Ririn siapa tau naisa juga suka. tak lama kemudian Budiman sudah sampai di depan rumah Alex.
"pak naisa atau Alex nya ada?" tanya Budiman kepada satpam itu
"maaf pak, mereka hari ini berangkat bulan madu ke negara Jepang!!" ucap satpam itu
"owalah, kalau begitu terima kasih banyak pak!!" ucap Budiman
"iya pak sama sama!!" ucap satpam itu.
Budiman agak sedih karena naisa dan Alex tidak pamit kepada nya, akhirnya ia pun pulang dengan ekspresi lesunya.
----------
hari ini Ririn ingin sekali ke taman di mana dulu ia sering ke sana bersama Budiman. bayangkan Budiman saat di restoran itu masih terngiang ngiang di pikiran Ririn. ia masih saja merindukan Budiman dan ia pun berdoa semoga Budiman hidup bahagia.
Tak lama kemudian Ririn sudah sampai di taman tersebut, taman itu tidak terlalu ramai hari itu, ia duduk di bangku yang biasa ia duduki dengan Budiman.
--------------
Budiman yang tak semangat lagi, ia langsung saja pergi ke taman, di mana di taman itu ia sering bersama Ririn di sana.
tak lama kemudian Budiman juga sudah sampai di taman itu, makanan tadi masih ada di tangan Budiman. dia tidak membuang makanan itu melainkan ia akan memakannya sendiri.
deg.......
saat Budiman ingin duduk di bangku taman, ia langsung terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Budiman memukul pipinya dengan pelan, ia tidak ingin semua itu hanya mimpi.
tak terasa air mata Budiman sudah membasahi pipinya. ia melihat seseorang yang sangat ia kenal, dan dia adalah seorang wanita yang bernama Ririn.
"apakah aku mimpi!!" gumam Budiman. ia masih tidak menyangka jika di depan matanya adalah Ririn yang ia cari selama ini.
perlahan Budiman langsung mendekati wanita yang sedang duduk di bangku taman itu, Budiman langsung bergetar hebat, semakin dekat wajah wanita itu semakin jelas bahwa itu adalah Ririn.
"RI RI Ririn!!" ucap Budiman dengan lembut
Ririn yang masih menangis langsung menghapus air mata nya karena ada yang memanggil namanya. setelah menghapus air matanya, ia langsung melihat ke arah suara
deg......
betapa terkejutnya Ririn saat melihat lelaki di depan matanya itu, ia masih tidak menyangka dan menganggap itu sebuah mimpi.
"apakah aku sedang bermimpi?atau kah aku sedang berhalusinasi!!" ucap Ririn. malah Budiman semakin menangis, ia pikir dirinya saja yang tidak menyangka bisa bertemu dengan Ririn ternyata Ririn juga sama dengan nya.
__ADS_1
"Ririn!!" ucap Budiman lembut. Budiman langsung bertekuk lutut di hadapan Ririn
"apakah aku sedang berhalusinasi?" tanya Ririn lagi. Budiman langsung menggeleng pelan
"tidak mungkin, aku pasti sedang berhaluan!!" ucap Ririn tidak percaya jika itu kenyataan
"aku merindukan mu!!" ucap Budiman lembut
kata kata itu membuat tangis Ririn semakin deras, Riri. Langsung menutup kedua matanya dengan tangan nya, ia masih tidak percaya jika di depan nya adalah Budiman.
Budiman langsung memeluk Ririn, tangis mereka berdua semakin pecah, kini Ririn sudah mulai percaya jika dia tidak bermimpi atau berhalusinasi, karena Budiman memeluk nya.
Ririn langsung melihat lagi ke arah Budiman, perlahan ia mengusap air mata Budiman, semua ini bagaikan mimpi.
"apakah ini Budiman?" tanya Ririn dengan berlinang air mata
"iya, aku Budiman!!" ucap Budiman masih dalam keadaan menangis
Ririn langsung memeluk Budiman, sudah sangat lama ia merindukan Budiman.
"kenapa kamu semakin tua Budiman?" tanya Ririn masih dalam keadaan menangis
ekspresi Budiman langsung berubah menjadi kesal, lagi sedih kok bisa bisa nya Ririn mengejek Budiman
"kamu juga sudah tua Ririn!!" ucap Budiman
"benarkah? apakah aku tidak cantik lagi?" tanya Ririn memegang pipinya
"udah gak usah drama!!" ucap Budiman kesal
"aku masih tidak percaya jika kamu Budiman!!" ucap Ririn lagi
"sekarang sinetron apa yang kamu suka Ririn? kenapa banyak sekali drama mu!!" ucap Budiman semakin kesal
"oh matahari, apakah benar dia Budiman!!" ucap Ririn bagaikan membaca puisi. Budiman langsung terkekeh sendiri. sudah lama ia tidak melihat aksi bobrok dari Ririn.
"aku pulang dulu ya!!" ucap Budiman putar pura ingin pulang.
"e e ee tidak boleh pulang dulu!!" ucap Ririn memegang tangan Budiman
"jadi?" tanya Budiman
"kita temanin dulu author nya buat novel!!" ucap Ririn
"what, okeh deh. kita pelukan lagi aja ya, kan masih kangen!!" ucap Budiman.
mereka berdua malah langsung berpelukan di taman itu, karena mereka masih sama sama rindu.
terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏
jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw
~happy reading~
__ADS_1