Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
alex sangat marah


__ADS_3

meli langsung mengambil ponselnya, ia akan menghubungi naisa saat itu.


di tempat lain mereka sedang bercanda tawa di rumah kedua orang tua Alex, naisa hanya menemani kenzi untuk bermain malam itu.


dret...... dret........


ponsel naisa berbunyi tapi ponsel tersebut sedang berada di kantong Alex, Alex langsung mengambil ponsel tersebut di sana tidak ada namanya, Alex jadi penasaran siapa kah nomor baru itu. Alex langsung pergi sebentar ke depan rumah untuk mengangkat telepon tersebut.


saat Alex sendiri, ia langsung mengangkat telepon tersebut tapi Alex tidak berbicara sama sekali.


pembicaraan lewat telepon


"hei naisa apa kabar, senang bisa berbicara dengan mu. oh ya aku ingin sekali memberitahu jika ibu mu sedang bersama ku, jadi aku ingin kau sekarang ke sini untuk menjemput ibu mu atau ibu mu dalam bahaya!!" ucap meli tersenyum tipis


Alex sangat kenal dengan suara itu, itu sudah pasti meli. Alex langsung mengepal tangannya ia sangat kesal kenapa meli bisa tau nomor ponsel naisa.


Alex hanya diam saja. bahkan meli mengira jika naisa shok saat itu


"kenapa diam? apa kamu takut? kalau ingin ibu mu selamat jadi sekarang Tolong tinggal kan Alex saat ini!!" ucap meli penuh penekanan


semakin lama Alex sangat geram sekali, kenapa meli bisa bisa mengancam naisa. Alex langsung mematikan ponsel tersebut.


kini Alex sangat marah sekali bahkan ia ingin sekali menghajar meli saat itu juga.


pembicaraan lewat telepon


"tolong cari kan alamat meli, aku akan mengirimkan nomor nya kepada mu!!" ucap Alex dingin


"baik tuan!!" ucap anak buah Alex. Alex langsung mematikan ponsel tersebut.


Alex sangat geram sekali, untung saja tadinya bukan naisa yang mengangkat telepon tadi. ia tidak akan memberitahu tentang hal ini. ia akan memberitahu naisa jika ibu sudah di selamatkan.


Alex langsung masuk lagi ke dalam rumah, ia ingin minta izin kepada orang yang ada di rumah itu.


"om pa, Alex keluar sebentar ada urusan yang mendadak ni!!" ucap Alex ingin pamit


"ya udah, nanti balik lagi kan?" tanya papa Rendi


"iya pa!!" ucap Alex. Alex langsung menghampiri naisa yang sedang bermain Dengan kenzi.


"sayang, Abang bentar keluar ya sebentar lagi baik kok!!" ucap Alex izin kepada naisa


"mau kemana?" tanya naisa


"ada urusan mendadak di kantor!!" ucap Alex bohong

__ADS_1


"ooooo ya udah bang, hati hati ya!!" ucap naisa. Alex tersenyum dan langsung mengecup kening naisa. Celine yang ada di sana malah kesal melihat aksi bucin itu


"plis deh, ada yang jomblo di sini!!" ucap Celine kesal


naisa dan Alex langsung melihat ke arah Celine dan mereka terkekeh sendiri, entah kenapa naisa tidak terlalu malu lagi.


"ya udah maaf ya adik ku sayang!!" ucap Alex mencium ubun ubun Celine, setelah itu Alex langsung pergi dari sana.


kini ia sudah berada di perjalanan, Anak buahnya sudah melacak meli, dan tentunya lokasi itu di tempat yang kosong.


---------


"seperti nya anak mu akan kemari ibu!!" ucap meli tersenyum miring, meli sangat yakin pasti naisa akan ke sana. tapi tiba tiba meli berpikir bagaimana bisa naisa ke sana padahal naisa belum tau alamat rumah itu.


"jangan pernah kau sakiti putri ku!!" teriak Ririn sangat kesal dengan meli.


meli tidak menghiraukan Ririn dan ia langsung keluar dari dalam ruangan itu, ia ingin menghubungi naisa lagu agar naisa tau alamat tersebut.


Dret........dret.....


ponsel naisa berbunyi lagi, Alex langsung mengambil ponselnya, dan ia melihat meli lagi yang menelpon nya. Alex tidak mengangkat telepon itu ia membiarkan nya begitu saja.


"loh kok gak di angkat sih!!" ucap meli kesal.


"aku tunggu kau di tempat ********** alamat ********. ku tunggu sampai jam 10, kalau tidak datang juga ibu mu akan dalam keadaan bahaya" pesan yang di kirim kan oleh meli ke ponsel naisa


Alex langsung melihat pesan itu, ia hanya tersenyum tipis saja melihat pesan itu. menurut Alex begitu bodohnya meli saat itu.


tak lama kemudian Alex sudah sampai di tempat tujuan, di sana sudah banyak anak buah Alex yang sedang menunggu kedatangan Alex.


"tuan bagaimana apakah kita langsung masuk?" tanya anak buah Alex


"kalian tunggu saja di luar, biar aku saja yang masuk!!" ucap Alex dingin


"baik tuan!!" ucap anak buah Alex.


Alex Langsung mendekati rumah tersebut, ia ingin sekali menghajar meli tapi meli adalah seorang wanita jadi bukan lah tandingan nya.


tok....


tok....


tok....


meli mendengar ketokan itu, meli langsung menyuruh anak buahnya untuk membuka pintu. Alex juga menyuruh anak buah nya untuk siaga jika anak buah meli menyerang nya.

__ADS_1


anak buah meli langsung membuka pintu tersebut. Alex hanya menyapanya dengan senyuman


"bisa kah saya bertemu dengan bos mu?" tanya alex dingin


"siapa kau?" tanya anak buah Alex


"aku anak dari ibu Ririn yang telah kalian culik!!" ucap Alex dingin. anak buah meli langsung heran bukan kah yang di jebak seorang wanita tapi kenapa lelaki yang datang kemari.


tanpa aba aba Alex langsung masuk ke dalam rumah itu, ia melihat ada meli dan beberapa anak buahnya di sana.


meli sangat terkejut pastinya kenapa ada Alex di sana, sedangkan ia ingin menjebak naisa.


"loh Alex kok ada di sini?" tanya meli


"seharusnya aku yang bertanya, untuk apa kau sendiri wanita di sini? kenapa kau bermain dengan lelaki di malam hari?" tanya Alex dingin tanpa melihat ke arah meli.


meli langsung menelan salivanya, ia tertangkap oleh Alex sendiri, memang di sana hanya meli sendiri lah wanita di sana.


"kenapa diam? apa kah ini Yang akan menjadi nyonya di perusahaan LA grup?" tanya Alex dingin


"ini bukan yang seperti kau bayangkan Alex!!" ucap meli


"aku sudah lihat dengan mata kepala ku sendiri dan aku juga sudah mendengar dengan telinga ku sendiri. jadi sekarang di mana kau sembunyikan mertuaku!!" bentak Alex. kini Alex tidak bisa menahan emosi nya lagi.


"apa maksud mu?" tanya meli pura pura tidak paham dengan perkataan Alex


"kalian cepat cari mertua ku di rumah ini!!" ucap Alex kepada anak buahnya, anak buah Alex langsung menggeledah semua ruangan yang ada di sana.


"apa maksud mu, kenapa kau menuduh ku menculik mertua mu!!" ucap meli


"karena kau Sendiri yang memberi tahu!!" ucap Alex


meli sangat terkejut ternyata yang mengangkat telepon nya tadi adalah Alex bukan naisa. kini meli sangat takut sekali, dengan secepat kilat meli langsung kabur dari sana.


anak buah meli juga ikutan kabur dari sana, anak buah Alex ingin mengejar nya tapi Alex menghentikan nya.


"jangan di kejar biarkan saja!!" ucap Alex.


"baik tuan!!" ucapnya. mereka langsung menggeledah ruangan yang ada di sana untuk mencari ibu Ririn.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~

__ADS_1


__ADS_2