Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
bab 13


__ADS_3

Tak lama kemudian akhirnya naisa sudah siap membuat bubur yang di maksud oleh joki.


"Sudah siap ni kak!"ucap naisa


"Oke deh, yuk kita ke kamar mama!"ucap joki


"Kakak aja deh, naisa mau pulang aja!!"ucap naisa masih canggung


"Jangan dong, Ayuk pokonya harus ikut!!"ucap joki. Akhirnya naisa mengikuti langkah kaki joki menuju kamar mamanya.


Tok...


Tok..


Tok...


"Ma, ini ada bubur untuk mama, makan dulu ya!"ucap joki


Mama langsung beranjak dari ranjang dan membuka pintu. Saat membuka pintu mama sangat terkejut ada seorang wanita di belakang joki.


"Siapa dia joki?"tanya mama


"Ma, dia calon OB di perusahaan, trus tadi mama gak mau sarapan jadi joki nyuruh dia buat tin bubur untuk mama!"ucap joki


"Nama kamu siapa nak?"tanya mama joki


"Nama saya naisa buk!!"ucap naisa


"Ya udah, Ayuk kita ke ruang tamu!" Ucap mama joki Sangat ramah. Mama joki adalah seorang janda, ayah joki sudah meninggal saat joki masih SMP.


"Ayuk, duduk di sini!!"ucap mama joki ( nama aslinya Arin ) menyuruh naisa duduk


Naisa Benar benar masih sangat canggung sekali, tapi ia mengikuti apa yang di katakan mama Arin.


"nama panjang kamu apa nak?"tanya mama


"Naisa Kirana buk!"ucap naisa


"Jangan panggil buk, panggil saja mama arin!"ucap mama Arin


"Baik mama Arin!!"ucap naisa canggung


"Ma, makan dulu buburnya, nanti keburu dingin!!"ucap joki yang duduk di sebelah mamanya


Mama Arin Langsung makan masakan naisa, jujur saja mama Arin juga kepingin sekali mendapatkan anak perempuan, tapi ia tidak mau juga menikah lagi.


"Hmmmmm...... Masakan kamu enak nak, buburnya enak banget!!" Puji mama Arin


Naisa hanya senyum saja, jujur ia sangat canggung sekali. Padahal mereka baru kenal, tapi joki dan mamanya begitu baik kepada naisa.


"Naisa tinggal di mana?"tanya mama Arin

__ADS_1


"Naisa tinggal di kontrakan kampung sebelah buk!"ucap naisa


"Oh....naisa tinggal di kontrakan sama keluarga?"tanya mama Arin


Seketika raut wajah naisa berubah, ia tidak tau akan berbicara apa dengan mama Arin. Tidak mungkin Anisa langsung jujur kan mereka baru saja kenal beberapa menit yang lalu.


"Ma ....jangan tanya seperti itu!"bisik joki. Joki memberikan isyarat agar mamanya tidak menanyakan hal hal itu dulu, joki yakin bahwa naisa punya masalah keluarga.


"Maaf nak, kalau mama salah tanya!"ucap mama Arin. Naisa hanya senyum saja kepada mama Arin.


"Joki, kamu ajak dia makan di luar ya!" Bisik mama kepada joki. Joki mengangguk dan paham apa yang di katakan mamanya.


Kemudian joki mengajak naisa untuk makan di luar, naisa hanya ikut saja apa yang di katakan oleh joki.


Saat di dalam mobil hanya ada naisa dan joki saja, kali ini joki yang menyetir mobil, naisa hanya diam saja karna ia tidak tau akan berbicara apa.


Dret....


Tiba tiba ponsel joki berbunyi, joki langsung mengangkat telepon itu.


"Halo, ada apa sayang!"ucap joki lembut. Naisa terkejut, seakan akan jiwa jomblo nya meronta ronta.


Apes banget gue yang jomblo, dengar gitu aja langsung nyesek, batin naisa tertawa sendiri


"Oke deh, baik sayang!"ucap joki menutup telponnya.


"Naisa ingin makan apa?"tanya joki


"Pengen makan nasi kak!"ucap naisa memang lapar sekali


"Apa aja deh kak, naisa akan makan kok!"ucap naisa. Joki Sangat senang sekali dengan kesederhanaan naisa.


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah warung yang sangat sederhana.


"Ambil saja apa yang naisa mau, nanti biar kakak yang bayar!"ucap joki


"Wah.....makasih kak!"ucap naisa Langsung memesan apa yang ia suka.


Aku akan mencari identitas mu lagi, batin joki


Hari itu juga persidangan antara ririn dan Yanto sudah selesai.


"Kau ingin ikut siapa andi?"tanya Yanto saat sudah di luar


"Aku ikut ibu!"ucap andi


"Andi Andi.. kalau kau ikut ibu mu pasti kau akan kemiskinan!"ucap Yanto terkekeh


"Walau pun ibu ku miskin, dia tetap ibuku, aku tidak akan meninggalkan orang yang ku cintai karna harta. Ingat ayah harta itu tidak segalanya. Mungkin ayah bangga dengan istri ayah yang sangat kaya. Tapi ingat Andi akan berusaha membahagiakan ibu!!" Ucap andi langsung pergi dari hadapan ayahnya.


Deg.....

__ADS_1


Entah kenapa hati Yanto begitu sakit saat anak kandung nya berbicara seperti itu, jujur Yanto masih mencintai ririn cuman karna harta ia malah meninggalkan Ririn dan putranya itu.


Akhirnya indah ikut Yanto dan Andi ikut Ririn. Andi sama sekali tidak menyesal jika ikut dengan ibunya karna Andi bukan lah pecinta harta.


Naisa makan sangat lahap sekali, bahkan joki kenyang melihat naisa yang makan seperti itu.


"Kakak tidak makan?"tanya naisa


"Kakak sudah kenyang lihat naisa yang makan dengan lahap!"ucap joki. Naisa malah malu ternyata sedari tadi joki melihat nya makan.


"Naisa boleh kakak ngomong sesuatu!!"ucap joki serius


"Boleh kak!"ucap naisa


"Gini, jujur kakak itu adalah anak tunggal, entah kenapa semenjak bertemu naisa kemarin, Kakak ingin sekali mempunyai adik seperti naisa!" Ucap joki


"Trus, gimana kak?"ucap naisa bingung


"Jadi maukah naisa menjadi adik kakak? Kakak akan selalu ada jika naisa membutuhkan kakak!"ucap joki. Naisa sangat ragu untuk menjawab itu, karna mereka masih baru kenal.


"Kalau naisa masih ragu, tidak apa apa, tapi kakak akan lindung in naisa!"ucap joki


"Tapi...... Kita baru kenal kak, bagaimana bisa kakak langsung sebaik itu dengan naisa!"ucap naisa tidak yakin


"Naisa, kan kakak hanya ingin dulu naisa sebagai adik kakak, nah selanjutnya akan kita bicarakan lagi oke!"ucap joki


Naisa benar benar tidak paham sama sekali, tapi naisa hanya mengangguk saja.


Setelah makan joki mengajak naisa ke mall untuk membeli beberapa pakaian untuk naisa.


"Kak gak usah beli baju ya!"ucap naisa


"Pokonya kita harus beli baju dulu, dan celana, nanti kalau sudah kerja tidak perlu lagi beli!"ucap joki. Lagi lagi naisa hanya pasrah saja ia mengikuti apa yang di katakan joki saja.


Tak Lama kemudian mereka sampai di sebuah mall, joki menyuruh naisa memilih baju yang ia sukai.


1 jam berlalu naisa sudah siap berbelanja dan kembali ke dalam mobil.


"Kak, ini terlalu banyak!"ucap naisa masih canggung


"Ini semua adalah gaji karna sudah membuatkan bubur untuk mama tadi!!!"ucap joki


"Hanya buat bubur saja , langsung dapet gaji segini?"tanya naisa heran


"Iya, benar sekali!!"ucap joki


"Makasi kakak!"ucap naisa tersenyum. Joki juga tersenyum kepada naisa, dan setelah itu joki mengantar naisa pulang ke kontrakan.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote, like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw

__ADS_1


maaf kalau up nya lama, author usaha in sehari/ bab ya . dan jangan lupa juga baca novel aku yang lainnya ya, judulnya MY LOVE CEO dan TERNYATA DIA SELALU BERSAMAKU


~happy reading~


__ADS_2