
hari hati telah berlalu kini perusahaan Alex mulai bangkit kembali, Alex juga sudah tambah semangat karena naisa yang juga sudah mulai ceria.
"sayang!!" ucap Alex mendekati naisa
"iya bang!!" ucap naisa
"gimana perasaan nya sekarang?" tanya Alex
"selama ada Abang di samping adek, adek berusaha untuk kuat. maaf selama ini gara gara adek Abang tambah down!!" ucap naisa
"iya gak papa sayang, kita mulai dari awalnya!!" ucap Alex. naisa langsung mengangguk
malam itu mereka akan pergi ke kedai es cream yang ada di taman, tapi mereka tidak bersama Riko, mereka berbeda tempat dari Riko.
naisa membantu Alex untuk berjualan es cream, malam itu sangat ramai sekali orang yang datang untuk membeli es cream Alex.
"ehem.......!!" ucap seorang pria mendekati Alex dan naisa yang sedang istirahat tadinya
naisa langsung terkejut dengan pria itu, karena pria itu tidak asing mata naisa begitu juga dengan Alex.
"apa kabar tuan muda Alex rendiansyah, kabar nya perusahaan mu kini menurun ya!!" ucap pria itu bagaikan merendahkan Alex
"maaf mas ingin pesan apa? kami di sini berjualan bukan untuk ngegosip!!" ucap Alex tidak suka dengan pria yang ada di hadapannya itu
"hei nona yang cantik kini suami mu telah jatuh miskin. mau kah kamu menikah dengan ku?" ucap pria itu tersenyum licik ke arah naisa
naisa langsung menjauh dan bersembunyi di belakang Alex. Alex sangat geram sekali dengan pria tersebut.
"pergi dari sini tolong jangan buat onar di sini. dan tolong jangan ganggu istri ku!!" ucap Alex penuh penekanan
"ha ha ha ha apa kau takut jika istri mu ku ambil!!" ucap pria itu
"pergi dari sini!!" ucap Alex lagi
"ingat akan ku rebut istri mu yang cantik jelita itu!!" ucap pria tersebut langsung pergi dari kedai Alex
naisa langsung memeluk Alex dari belakang, ia takut jika bertemu lagi dengan pria berensek itu.
"aku takut jika bertemu lagi dengan nya!!" ucap naisa masih memeluk Alex
__ADS_1
Alex langsung balik arah dan memeluk naisa agar naisa tidak terlalu takut lagi.
"tenang saja ya, Abang ada di sini kok. Abang akan selalu bersama adek!!" ucap Alex
--------------------------
jein kini masih di tempat yang sama, untung nya selama setahun Celine tidak pernah ketahuan jika dia adalah adik dari Alex. bahkan jein paling nempel bersama Celine.
Celine tidak tau apa rencana dari meli yang mengurung mereka di tengah hutan bahkan Celine tidak tau sama sekali dia ada di mana.
meli datang ke tempat itu sebulan sekali, jadi Celine merasa sangat bebas untuk menjaga jein. tapi Celine sebenarnya ingin pulang bahkan bangku SMA nya saja ia tinggalkan begitu saja.
"aku ingin pulang!!" ucap Celine berbicara sendiri di dalam kamar tersebut, di sana jein sudah tertidur pulas, Celine masih memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kembali ke rumah.
"apa aku harus kabur ya?" ucap Celine bertanya tanya.
Celine langsung memikirkan ide agar dia bisa kabur dari sana, untung nya satu tahun di sana Celine sudah hafal tempat tempat mana yang tidak ada orang jika malam hari. bahkan penjaga di sana terkadang di tukar tukar oleh meli.
"aku harus pulang!!" ucap Celine menemukan ide. akhirnya Celine memutuskan untuk tidur ia akan memikirkan rencana besok lagi.
--------------------
beberapa jam kemudian Budiman telah sampai di tanah kelahirannya itu, ia sangat senang sekali bisa kembali ke sana. ia langsung memesan taksi untuk menuju ke alamat rumah Ririn.
pukul 2 siang Budiman telah sampai di depan rumah Ririn, ia langsung meneteskan air matanya. ia takut jika Ririn akan berpaling darinya karena 1 tahun ini Budiman tidak menghubungi ririn. tapi jujur saja sebenarnya Budiman melakukan hal itu karena ada hal yang membuat dirinya tidak bisa pulang.
tok....
tok....
tok....
Ririn yang sedang berada di kamarnya langsung keluar untuk membuka kan pintu.
saat membuka pintu Ririn langsung terkejut dan sekaligus tak percaya dengan pria yang ada di hadapannya saat ini.
"mas!!" ucap Ririn lembut
Budiman langsung mendorong pelan Ririn agar masuk ke dalam rumah. Budiman langsung memeluk Ririn, ia sangat merindukan wanita yang selalu ada di dalam hatinya itu.
__ADS_1
"aku merindukan mu, maafkan aku !!" ucap Budiman menangis. Ririn juga menangis jujur saja Ririn merindukan Budiman.
"dari mana saja mas?" tanya Ririn melepaskan pelukannya
Budiman langsung bertekuk lutut di hadapan Ririn, ia ingin sekali Ririn memaafkannya.
"maafkan aku, aku terkena musibah. ayah ku meninggalkan satu tahun yang lalu, dan musuh ayah ku sudah membakar semua harta milik ayah ku. bahkan mereka merebut semua kekayaan ayah ku, selama ini aku sedang mencari uang untuk bisa kembali ke sini. maafkan aku tidak bisa mengabari mu, ponsel ku sudah ku jual agar aku bis makan!!" ucap Budiman menangis di hadapan Ririn
Ririn langsung terkejut, ia tidak pernah menyangka akan terjadi hal yang menyakitkan untuk Budiman. Ririn langsung membantu Budiman untuk berdiri dan mengajak Budiman untuk duduk di sofa.
Ririn langsung memeluk Budiman, Ririn seakan akan merasakan apa yang telah di alami oleh Budiman.
"terkahir kali mas bilang, mas butuh Pelukan ku kan. sekarang aku akan memeluk mas!!" ucap Ririn lembut
Budiman langsung memeluk erat Ririn. memang kata kata itu lah yang di katakan Budiman kepada Ririn. sambil menangis Ririn masih mengelus lembut rambut Budiman hingga Budiman tertidur di pelukan Ririn.
Ririn langsung mencubit pipinya dan terasa masih sakit, karena Ririn belum percaya sama sekali jika Budiman kini sudah berada di dalam pelukan nya.
---------------------
"bik kira kira jein sekarang masih hidup gak ya? dan bagaimana keadaan Celine!!" ucap naisa yang sedang duduk duduk bersama bik uni
"bibi sih berharap mereka masih hidup dan selalu dalam lindungan Allah non!!" ucap bik uni
"jika jein masih hidup pasti giginya sudah tumbuh kan bik, lucu banget pasti. jein pasti imut kan bik!!" ucap naisa
"iya non itu sudah pasti. tapi ku mohon sama non jangan sedih lagi ya, mungkin tuan Alex dan non naisa belum punya rezeki untuk memiliki anak!!" ucap bik uni menasehati naisa
"iya bik bahkan naisa merasa bersalah kepada bang Alex. perusahaan nya hancur karena aku juga!!" ucap naisa
"jangan menyalahkan diri sendiri non, yang jelas semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah!!" ucap bik uni
naisa dan bik uni langsung mencari pembahasan yang lain agar naisa tidak terlalu sedih lagi.
ingat gaes semua yang kita miliki hanya lah titipan dari Allah SWT, jadi kita tidak perlu sombong ya gaes๐ค
terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua ๐ค๐
jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw
__ADS_1
~happy reading~