
mereka menaiki angkutan umum selama setengah jam setelah itu mereka turun, Alvin mengajak Celine untuk makan terlebih dahulu, Celine juga merasa sangat lapar saat itu.
"kalau boleh tau apa nama kota mu?" tanya Alvin
"kota c!!" ucap Celine. Alvin sedikit berpikir seperti nya kota itu lumayan jauh dari sana, masalahnya Alvin tidak banyak uang lagi.
"kota itu seperti nya sangat jauh dari sini, kalau kamu jalan kaki mau tidak?" tanya Alvin
"kamu bilang jauh, masak iya kita jalan kaki!!" ucap Celine sebenarnya tidak sanggup jalan kaki
"maafkan aku uang ku tidak akan cukup untuk bayar angkutan umum jika ke kota itu!!!" ucap Alvin merasa bersalah. Celine tidak pernah berpikir akan hal itu, Alvin tinggal di hutan mana mungkin banyak uang
"bagaimana kalau kita cari?" tanya Celine
"cari kemana? kalua cari uang dulu kalian akan lama sampai ke rumah. aku takut jika kalian akan di intip oleh orang yang menculik kalian!!" ucap Alvin. Celine melihat ke arah sekeliling nya di sana sangat ramai sekali orang yang sedang makan bahkan banyak orang mengantri untuk mendapatkan makanan.
"aku punya ide, bentar ya jagain ponakan aku!!" ucap Celine. Alvin hanya mengangguk saja ia tidak tau apa yang akan di kerjakan oleh Celine
di warung tersebut memang sangat ramai orang, Celine langsung saja pergi ke tempat orang yang punya warung tersebut.
"maaf pak sebelum nya seperti nya warung ini sangat ramai, jadi saya sedang cari pekerjaan pak, mungkin di sini ada pekerjaan?" tanya Celine dengan sopan
"wah.......nak untung saja kamu mau menawarkan diri. gini jadi banyak sekali piring kotor di dalam, jadi dari tadi saya bolak balik untuk mencuci piring, jadi apa kah kamu mau cuci piring?" tanya bapak itu
"tentu saja pak!!" ucap Celine sangat senang
Celine langsung ke belakang untuk mencuci piring walaupun sebelumnya ia belum pernah cuci piring tapi Celine akan berhati hati.
Alvin yang sedari tadi melihat Celine kini Alvin paham jika Celine mau ngapain. Alvin langsung melihat ke arah luar dari warung itu, ia juga ingin mencari pekerjaan seperti Celine.
"menyanyi!!" ucap Alvin saat melihat ada beberapa pengamen di sana.
alvin langsung menggendong jein dan menggendong nya dengan kain panjang. Alvin langsung mendekati pengamen yang ada di sana.
"hei dek kenapa kalian tidak menyanyi!!" ucap Alvin saat melihat pengamen itu hanya duduk saja di sana.
"capek bang dari tadi pagi gak ada orang yang mau lihat kami nyanyi!!" ucap pengamen itu putus asa
"gimana kalau kita kerja sama, kalian main musik trus aku yang nyanyi. tapi nanti hasil bagi dua gimana?" tanya Alvin
"emang Abang bisa nyanyi?" tanya pengamen itu
"bisa, insya Allah rezeki kita ya!!" ucap Alvin
__ADS_1
pengamen itu langsung saja mengikuti apa yang di katakan oleh Alvin. Alvin langsung mengeluarkan suara merdunya di sana.
semua orang di sana sangat takjub saat mendengar Alvin yang sedang bernyanyi, bahkan beberapa orang mulai merapat ke sana.
20 menit Alvin bernyanyi kini sudah banyak sekali orang yang melihat mereka. bahkan para pengamen itu langsung semangat
senyumanmu
buat ku tersenyum malu
lirikanmu
memberi panahan kalbu
oh sayangku
dengarlah bahawa diriku ku perlu kamu
ku tak mahu
engkau pergi dariku
diri ini amat menyukai kamu
dengarlah bahwa diriku ku perlu kamu
semua orang langsung bertepuk tangan, Alvin Sangat senang sekali bahkan semua orang menyumbang untuk para pengamen di sana.
Celine yang mendengar lagu terakhir itu langsung senyum senyum sendiri, entah kenapa Celine sangat suka dengan suara Alvin yang sangat merdu, Celine tidak pernah menyangka jika Alvin bisa menyanyi.
Celine juga tidak pernah menyangka jika Alvin bisa berubah juga seperti orang kota, ia pikir Alvin tidak akan nyaman dengan keramaian ternyata dugaan Celine salah besar.
Alvin langsung membagi dua hasil dengan pengamen yang ada di sana, pengamen itu langsung berterima kasih kepada Alvin. Alvin langsung menghampiri Celine yang ada di depan warung tersebut.
"nak ini untuk mu ya, dan makan yang tadi tidak usah bayar!!" ucap bapak yang punya warung tersebut
"terima kasih banyak pak!!" ucap Celine senang
setelah itu Alvin dan Celine pergi dari sana, terlebih dahulu mereka menghitung uang untuk ongkos pulang ke rumah Celine.
-------------------------
hari itu Andi dan beberapa anak buah Alex sudah sampai di depan rumah meli, Andi langsung masuk dan di sambut hangat oleh ayah meli walaupun sebenarnya ayah meli tidak tau siapa Andi.
__ADS_1
"apa kabar om?" tanya andi
"baik, kalau boleh tau kalian ini siapa?" tanya ayah meli
"maaf sebelumnya om, saya ke sini hanya ingin bertemu dengan meli!!" ucap Andi
"oh tentu saja boleh, sebentar saya akan memanggil kan meli!!" ucap ayah meli langsung memanggil meli
tak lama dari situ meli langsung datang ke ruang tamu, ia sama sekali tidak kenal dengan Andi
"kamu siapa?" tanya meli duduk di hadapan Andi begitu juga dengan ayah meli duduk lagi di tempat semula.
"tidak usah berpura pura lagi, di mana anak Alex?" tanya anak buah Alex dengan suara dingin
meli langsung terkejut begitu juga dengan ayah meli. sebenarnya ayah meli juga tau akan penculikan anak Alex, ia sudah melarang anak nya itu untuk menculik bayi alex tapi meli malah tidak mendengar kan apa yang di katakan ayah nya.
selama ini ayah meli tidak berani mengatakan hal tersebut kepada Rendi karena takut jika meli dalma keadaan bahaya.
mangkanya selama satu tahun kebelakang meli hanya sesekali saja menjenguk anak Alex karena ayah meli sendiri yang melarang nya.
"siapa kalian? kenapa kalian menuduh ku!!" ucap meli menyembunyikan ekspresi terkejut nya.
"bawa dia kemari!!" ucap anak Buah alex dingin
anak buah yang lain langsung datang membawa salah satu anak buah meli yaitu orang yang tidak pernah memberikan Celine gaji.
ternyata beberapa hari lalu meli langsung memecat anak buahnya itu, maka dari itu anak buah meli sangat kesal dengan meli yang telah memecatnya. jadi ia menemui anak buah Alex agar di beri pekerjaan dengan syarat ia akan membuka rahasia yang amat besar
sialan, batin meli kesal
meli ingin kabur, ia langsung berlari ke arah belakang tapi sayang nya rumah meli sudah di kepung oleh anak buah Alex dan beberapa polisi yang sudah di hubungi oleh Andi.
Andi langsung mengejar meli, bagi Andi mengejar meli tidak kah susah, Andi langsung memborgol tangan meli.
"lepaskan aku!!" ucap meli kesal
"aku tidak akan melepaskan mu nona cantik!" ucap Andi membisikkan hal tersebut ke telinga meli.
terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏
jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw
~happy reading~
__ADS_1