Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
Budiman menangis


__ADS_3

hari itu Budiman ingin bertemu lagi dengan Ririn, entah kenapa Budiman masih tetap rindu dengan Ririn.


"assalamu Alaikum!!" salam Budiman


tok....


tok....


tok.....


"iya bentar!!" ucap Ririn dari dalam rumah. tak lama kemudian Ririn langsung membuka pintu dan ia pun terkejut dengan kedatangan Budiman


"ada apa mas?" tanya Ririn


"mau bersilaturahmi!!" ucap Budiman


"masuk mas!!" ucap Ririn mempersilahkan Budiman untuk masuk ke dalam rumah


Ririn langsung membuatkan minuman untuk Budiman. Budiman menatapi semua yang ada di ruang tamu itu, dan di sana tidak terdapat Poto apa pun. biasanya di rumah orang pasti ada Poto Poto di dinding.


tak lama dari situ Ririn datang membawa kan minuman untuk Budiman.


"di minum mas!!" ucap Ririn


"iya terima kasih banyak!!" ucap Budiman


"oh ya, anak mu yang kemarin kemana?" tanya Budiman bermaksud menanyai Andi


"dia lagi sekolah mas!!" ucap Ririn


"oh....gitu ya!!" ucap Budiman langsung menyicipi kopi buatan Ririn. sudah lama sekali budiman tidak menyicipi kopi buatan Ririn


kenapa mas Budiman gak nanya anak nya ya, batin ririn


"Ririn sebenarnya aku ke sini ingin sekali curhat, atau cerita dengan mu!!" ucap Budiman membuka pembahasan nya. Ririn seakan akan paham dengan Budiman, bahkan Ririn juga ingin sekali curhat dengan Budiman


"tentu saja boleh mas!!" ucap Ririn dengan lembut


"kalau boleh tau apakah Andi anak kandung mu?" tanya Budiman. Ririn langsung mengangguk, karena Andi memang darah dagingnya sendiri


deg.........


hati Budiman bagaikan tersayat pisau, tapi bagaimana pun itu salah Budiman sendiri yang meninggal kan Ririn.


"kalau boleh tanya lagi, apakah putri ku masih hidup?" tanya Budiman dengan mata berkaca kaca


Ririn langsung menatap Budiman, seakan akan Ririn tau jika Budiman sangat merasa bersalah dengan Ririn. Ririn langsung mengangguk pelan, bertanda putri Budiman masih hidup.

__ADS_1


Budiman langsung menangis tak menyangka jika putrinya masih hidup bahkan dari dulu ia berpikir yang tidak tidak tentang keselamatan Ririn dan putri nya.


Budiman langsung bertekuk lutut di hadapan Ririn, ia merasa lelaki yang tidak berguna sama sekali, membiarkan istri dan anaknya terlantar.


perlahan Budiman memegang kedua tangan Ririn, ia sangat menyesal sekali, andai ia tidak lalai mungkin hari itu Budiman tidak akan di bawa oleh ayah nya sendiri.


"maaf kan aku, aku lelaki yang tidak berguna. aku ayah yang jahat. aku suami yang jahat!!" ucap Budiman penuh penyesalan


Ririn juga tidak tahan melihat Budiman yang menangis seperti itu, perlahan Ririn langsung mengusap air mata Budiman.


"tidak apa apa, ini bukan salah mas!!" ucap Ririn juga ikutan menangis. selama ini bahkan Ririn memang tidak pernah menyalahkan Budiman melainkan Ririn menyalahkan dirinya sendiri yang terkadang tidak becus mengurus naisa.


semakin lama tangisan Budiman semakin deras, Ririn langsung menyuruh Budiman duduk di sebelah nya. Ririn juga langsung memeluk Budiman. Budiman benar benar nangis di dalam dekapan Ririn.


"aku lelaki yang tidak berguna!!" ucap Budiman


"tidak mas, mas adalah orang yang baik!!" ucap Ririn


"bisa kah aku bertemu dengan putri ku?" tanya Budiman


"aku hanya ingin melihat nya saja. karena aku takut jika putri ku akan membenci ku!!" ucap Budiman lagi


"putri kita tidak tinggal di sini mas, tapi nanti kita akan bertemu dengan nya!!" ucap Ririn. Budiman langsung duduk lagi seperti biasa


"apakah dia tau tentang ku? apa dia akan membenci ku?" tanya Budiman


Budiman langsung memeluk Ririn lagi, jujur saja rasa rindu nya belum terobati begitu juga dengan Ririn. lama kelamaan akhirnya Budiman tertidur di pangkuan Ririn.


-------------


siang itu, joki, Riko, naisa, dan Alex sedang makan bersama. mereka sangat senang sekali bisa menikmati pemandangan yang indah di sana.


"bentar ke toilet ya!!" ucap naisa pamit ke toilet


"Perlu di temani?" tanya Alex


"gak usah bang, kan cuman dekat!!" ucap naisa. Alex langsung mengangguk dan naisa juga langsung ke toilet.


Taka lama kemudian naisa sudah siap, dan ia pun keluar dari toilet tersebut, saat berjalan 4 langkah tiba tiba ada seorang lelaki yang menabraknya.


brak............


"eh....maaf!!" ucap naisa dalam bahasa Jepang


lelaki itu sangat terkejut saat tau siapa yang menabraknya, yang menabraknya adalah wanita yang sangat cantik di mata lelaki itu.


"hei cantik, siapa nama mu?" tanya lelaki itu dalam bahasa Jepang

__ADS_1


"naisa !!" ucap naisa dalam bahasa Jepang


"kamu cantik sekali, mau kah berkencan dengan ku?" tanya lelaki itu lagi dalam bahasa Jepang. naisa langsung heran baru saja melihat lelaki itu tiba tiba ia langsung mengajak naisa untuk berkencan


"maaf tidak bisa!!" ucap naisa dengan bahasa Jepang, ia langsung pergi dari sana. lelaki itu sangat kesal saat naisa menolak permintaan nya.


akhirnya lelaki itu malah mengikuti naisa, ia mengikuti naisa hingga sampai di sebuah tempat duduk bersantai di sana. dan seperti nya mereka baru saja makan bersama. lelaki itu sangat heran kenapa naisa bersama tiga lelaki.


"apa dia ja********Ng ?" tanya lelaki itu dengan bahasa Jepang


"jika ia ja**********Ng maka aku akan menyicipinya!!" gumam lelaki itu dengan bahasa Jepang. setelah itu lelaki itu langsung pergi dari sana.


"bos nanti kita main lah!!" ucap joki malas jika hanya jalan jalan di taman hotel itu


"tenang saja!!" ucap Alex


joki dan Riko langsung merasa sangat senang sekali, kali ini mereka sangat beruntung bisa di traktir oleh Alex. tapi keberadaan itu pasti tidak akan datang dua kali.


---------------


Budiman kini masih tidur di sofa sedangkan Ririn langsung masak untuk Budiman. andi juga sudah pulang sekolah, Andi sangat heran dengan lelaki yang ada di rumah nya. Abid sangat penasaran siapa kah Budiman itu


"mas..... bangun!!" ucap Ririn membangunkan Budiman


Budiman langsung terbangun, ia ketiduran tadinya. ia langsung mengucek kedua matanya


"apa aku ketiduran?" tanya Budiman


"iya mas, ya udah kita makan dulu yuk!!" ucap Ririn. Budiman langsung mengangguk dan pergi ke kamar mandi.


siang itu mereka makan bersama, saat makan Andi masih penasaran dengan Budiman.


apakah dia ayah baru ku lagi, batin Andi bertanya tanya


Budiman sangat senang karena masih bisa menikmati masakan buatan Ririn. ia sangat menikmati makanan tersebut.


setelah makan siang, akhirnya Budiman ingin pamit kepada Ririn, ia masih ada pekerjaan lain nya


"aku pamit dulu untuk pulang, masih ada urusan yang haru ku lakukan. oh ya bisa kah aku meminta nomor ponsel mu?" ucap Budiman. Ririn langsung mendikte nomor telepon nya dan di simpan oleh Budiman.


akhirnya Budiman langsung pulang saat itu. Ririn Sangat senang Budiman mau berkunjung ke rumah nya.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~

__ADS_1


__ADS_2