Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
Alex tak peduli kepada naisa


__ADS_3

Alvin dan naisa langsung menuju ke pesawat papa rendi tapi di perjalanan ke sana naisa sangat takut sekali, ia juga heran kenapa bukan Alex yang menjemput nya.


"kak Alex nunggu di sana kak!!" ucap Alvin kepada naisa.


naisa langsung pergi ke sana, di sana hanya ada Alex yang sedang menikmati secangkir kopi. saat naisa datang bahkan Alex tidak mau menatap naisa.


naisa langsung takut saat melihat wajah Alex yang begitu sangat, walau pun takut naisa tetap duduk di sebelah Alex.


20 menit pesawat tersebut sudah terbang, tapi Alex masih diam saja tidak berbicara sepatah kata pun.


"bang!!" ucap naisa mengawali pembicaraan


"ada apa?" tanya Alex tanpa melihat ke arah naisa


"naisa takut saat di culik!!" ucap naisa tidak tau akan berbicara apa


"oh....!!" ucap Alex singkat. sontak naisa langsung kaget karena baru kali ini Alex bertingkah tidak peduli terhadap naisa.


tanpa basa basi Alex langsung pergi dari sana meninggalkan naisa sendirian.


"Abang mau kemana?" tanya naisa saat Alex sudah agak menjauh. Alex malah tidak menjawab pertanyaan naisa, ia pergi trus tanpa berbalik badan.


naisa takut sekali, ia juga tidak tau kenapa Alex marah seperti itu.


"apa dia lihat yang tadi!!" ucap naisa bertanya tanya.


dari pada sendirian naisa langsung mencari Alvin, dan di sana ternyata ada Alvin dan juga joki.


"apa ada yang luka dek??" tanya joki menghampiri naisa


"tidak kak !" ucap naisa langsung duduk di samping Alvin


"syukurlah!!" ucap joki duduk di depan naisa


"apa kalian tau Alex kenapa?" tanya naisa kepada joki dan juga Alvin


"memang nya kak Alex kenapa kak?" tanya Alvin


"dia sangat cuek, wajahnya sangat sangar membuat ku takut saja!!" ucap naisa

__ADS_1


"apa saja yang kakak omongin tadi?" tanya Alvin


"tidak ada!! bahkan dia tidak melihat ku sama sekali!!" ucap naisa merasa sedih


"mungkin Alex cemburu, tadi naisa kan di pegang oleh lelaki itu. jadi kakak ingin tanya kamu di culik atau memang ingin kabur bersama lelaki itu?" tanya joki


"aku tidak kabur kak, tapi aku memang di culik oleh dia!!" ucap naisa


"trus kenapa dia mengantarkan mu ke bandara?" tanya joki lagi


"jadi sebenarnya aku memang di culik kak, trus dia hampir ingin menikahi ku tapi akhirnya tidak jadi, karena aku tidak mau, trus dia minta tolong kepada ku untuk membantu dia balikan dengan mantannya, dan akhirnya dia akan menikah dengan kekasihnya mangkanya aku pulang ke Indonesia!!" ucap naisa menjelaskan


"kenapa tadi dia memegang tangan mu?" tanya joki lagi


"tadi aku hampir jatuh tapi di bantu oleh dia!!" ucap naisa


"trus kenapa kamu tidak memberontak saat di pegang?" tanya joki lagi.


naisa langsung diam, memang tadi ia tidak memberontak karena jika memberontak Pasti pria itu akan memaksa, naisa takut jika tadi akan memancing keributan di bandara. naisa langsung menunduk sekarang ia tau kenapa Alex bersikap tidak peduli terhadap nya.


"aku salah!!" ucap naisa sambil menunduk. joki tersenyum melihat naisa yang memang sangat baik di mata joki.


"sudah jangan di pikir kan, lebih baik naisa istirahat dulu ya!!" ucap joki. naisa hanya mengangguk saja.


"naisa gak papa kan sayang!!" ucap mama Alex memeluk naisa


"gak papa kok ma!!" ucap naisa. mama Alex melihat kedua tangan naisa yang terluka


"ya Allah tangan kamu nak!!" ucap mam Alex sangat khawatir


"tidak papa kok ma, bentar lagi juga sembuh!!" ucap naisa menyembunyikan lukanya.


Alex malah memilih untuk duduk di depan rumah utama, ia malas untuk masuk ke dalam apalagi jika bertemu dengan naisa.


2 jam berada di rumah utama, naisa langsung pulang bersama Alex. jein sudah tidur di dekapan naisa.


di dalam perjalanan Alex hanya diam saja, bahkan ia hanya fokus untuk menyetir. naisa benar benar merasa bersalah tapi sebenarnya ia juga tidak menginginkan itu. naisa malah tidak berani lagi berbicara dengan Alex karena wajah Alex yang begitu sangar.


selama menikah baru kali ini Alex seperti itu kepada naisa membuat naisa benar benar takut. naisa sengaja tidur di dalam mobil agar nantinya Alex berbicara kepada nya.

__ADS_1


tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di rumah, naisa belum tidur tapi ia sengaja menutup matanya. Alex yang melihat naisa tidur malah tidak suka.


"bangun!!" ucap Alex hanya pelan


naisa mendengar suara Alex tapi ia tidak mau membuka matanya, yang jelas naisa sengaja. melihat naisa yang tak bangun Alex langsung turun dari mob dan membiarkan naisa untuk tidur di sana.


naisa berpikir Alex akan menggendong nya, ia sengaja tidak bangun dari sana. Alex malah masuk ke kamar untuk mandi dan tidur.


1 jam berlalu naisa masih di dalam mobil, naisa heran kenapa Alex tidak kembali lagi ke mobil.


"apa dia benar benar marah!!" ucap naisa sedih


naisa merasa sedih dan sangat bersalah perlahan ia keluar dari dalam mobil, ia masuk ke dalam rumah dengan hati hati agar jein tidak terbangun.


Klek.....


naisa membuka pintu kamarnya, ia melihat Alex yang sudah tertidur di atas ranjang naisa langsung sedih Alex benar benar tidak peduli padanya.


naisa langsung menidurkan jein di atas ranjang, ia sengaja menidurkan jein di samping Alex. naisa langsung membersihkan diri di kamar mandi.


setelah mandi naisa langsung duduk di balkon kamarnya, ia merasa sangat sedih, naisa juga sedang memikirkan bagaimana caranya untuk berbicara dengan Alex nanti pagi.


naisa benar benar pusing memikirkan untuk nanti pagi bahkan kini air matanya telah menetes, ia takut jika Alex marah besar kepada nya.


"bagaimana ini ya Allah!!" ucap naisa menangis


naisa hany menatapi langit langit malam itu sambil memikirkan untuk nanti pagi. naisa tidak bisa tidur jika Alex masih bersikap tak peduli kepada nya.


jam 3 malam naisa mencoba untuk tidur di antar ranjang tapi naisa malah tidak bisa tidur. naisa kembali ke balkon ia menatapi langit lagi.


"bagaimana caranya aku tidur!!" ucap naisa sangat lelah


naisa duduk di kursi yang ada di sana, ia pun bershalawat dalam hati sambil menatap langit yang di penuhi oleh bintang.


naisa juga berzikir agar ia tidak bosan. Pukul 5 pagi naisa kembali ke atas ranjang nya, sementara ia melupakan masalah nya dengan Alex agar naisa bisa tidur. perlahan naisa pun mulai tertidur.


pukul 6 pagi Alex bangun ia melihat ke samping ada anak dan istri nya tapi ia tidak peduli sama sekali. Alex langsung bangun dan membersihkan diri untuk berangkat ke kantor.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2