Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
bab 10


__ADS_3

"kamu dan ibu mu sama saja!"teriak ayah


"Pergi kalian berdua dari rumah ini!"bentak ayah lagi


"Karna sudah ada ibu baru! Mangkanya ayah ngusir ibu"teriak andi


Ririn membulatkan matanya, ia tidak paham dengan apa yang di katakan oleh putranya.


Yanto juga ikutan terkejut, bagaimana bisa putranya tau masalah itu.


"Apa maksud mu Andi?"tanya ririn bingung


"Asal ibu tau, ayah sudah menikah kemarin dengan janda kaya, akibat hutangnya menumpuk, dan juga akibat kak naisa pergi!"teriak andi kesal dengan ayahnya sendiri.


Ternyata kejadian kemarin Andi melihatnya, Yanto memang menikah tanpa sepengetahuan ririn atau yang lainnya.


"Baiklah kita cerai"ucap ririn mengambil semua barangnya


"Aku ikut ibu!"ucap andi


"Kemasi barang mu nak!"ucap ririn menahan air matanya.


Yanto hanya diam saja,ia tidak tau berkata apa apa lagi


Andi dan ririn akhirnya pergi dari rumah itu, selama di perjalanan ririn hanya menangis saja, ia tidak menyangka akan seperti ini.


"Ibu jangan sedih ya, ada Andi di sini!"ucap andi menggenggam tangan ibunya.


Ririn tersenyum ke arah putra semata wayangnya itu.


Ririn mengajak andi untuk pergi ke kontrakan yang di tempati naisa.


"Ibu, kak naisa pasti tidak ada di sana!"ucap andi sedih


Ririn tidak sanggup berkata kata lagi, ia langsung masuk ke dalam kontrakan itu. Ternyata ririn juga sudah membeli kontrakan itu setahun lalu, karna di rumah itu banyak sekali kenangan dengan Budiman.


Saat ririn masuk ke dalam kamar, ia menangis sejadi jadinya. Pertama ia kehilangan Budiman kali ini malah ia kehilangan putri kesayangannya.


Andi juga ikutan menangis melihat ibu yang sangat sedih sekali. Andi langsung memeluk ibu untuk menenangkannya.


Andi memapah ibu untuk naik ke atas ranjang, Andi langsung merebahkan ibu di atas ranjang.


"Ibu jangan sedih ya, nanti kita cari kak naisa!"ucap andi mengelus rambut ibunya.


Lama kelamaan akhirnya ibu tertidur, Andi melihat kamar itu cukup berantakan. Andi membuka lemari dan di sana masih utuh semua baju naisa.


Andi membereskan baju baju bik Rara yang tinggal di sana. Saat andi membuka laci Andi melihat ada kotak kecil di sana.


Andi sangat penasaran pastinya, ia langsung mengambil kotak itu dan membukanya. Awalnya Andi menebak pasti itu punya kak naisa. Tapi saat andi membuka di sana malah ada beberapa Poto.


Andi mengangkat salah satu alisnya, ia melihat poto ibunya sewaktu remaja dan berfoto dengan seorang lelaki. Tapi lelaki itu bukan lah ayah.

__ADS_1


"Kok ada foto mantan ibu!"ucap andi merasa aneh, Andi langsung menyimpan kembali kotak itu, ia tidak mau ambil pusing. Tapi yang jelas besok ia akan tanyakan kepada ibu.


Andi keluar dari kamar, dan ia tidur di sofa.


Pagi yang cerah ini Alex sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor.


"Gue ganteng banget ya!"ucap Alex memuji dirinya saat berkaca.


Malah kini alex senyum senyum sendiri, entah apa yang ada di pikiran nya.


Alex turun dari lantai dua, di sana sudah ada joki yang menunggunya.


"gitu lah, jangan telat bangun!"ucap joki


"Gue kan gak sengaja kalau telat bangun!"ucap Alex


"Udah ah, males gue, nanti malah berdebat kita!"ucap joki


"Kan Lo Luan tadi!"ucap Alex


Joki tidak berbicara lagi, ia takut akan berdebat pagi ini bersama Alex, karna itu akan membuat mood joki hilang.


Pagi ini ibu Susi memberikan makanan untuk naisa.


"Terima kasih buk!"ucap naisa tersenyum


"Sama sama nak!"ucap buk Susi


Setelah buk Susi pulang, naisa langsung makan, ia berencana untuk mencari pekerjaan hari ini agar ia bisa bertahan hidup di sana.


Naisa tidak mau jauh jauh dulu dari kontrakan itu, karna ia takut akan lupa jalan pulang.


Bahkan naisa menulis alamat rumah tersebut, jika ia tersesat ia bisa bertanya kepada orang lain.


"ibu di foto ini siapa?"tanya andi menunjukkan foto yang ia dapatkan semalam.


Saat melihat foto itu air mata Ririn semakin deras, ia merasa bersalah tidak bisa menjaga putri kesayangannya.


Ibu langsung memeluk Andi, hanya Andi lah tempat sandaran nya saat ini.


Andi merasa bersalah karna sudah bertanya masalah itu, Andi sudah membuat ibu menangis.


"Dia adalah ayah kandung kak naisa"ucap ririn mulai terbuka


Andi sangat bingung, ia tidak paham apa yang di katakan ibunya.


"Dulu ibu menikah dengan ayah kak naisa, karna tidak ada restu jadi kami berpisah, trus ibu menikah dengan ayah Andi!"ucap ibu


"Berarti kak naisa sama kami beda ayah buk?"tanya andi


Ririn mengangguk, ia benar benar merindukan Budiman, ia belum bisa melupakan budiman. Hanya ada Budiman di dalam hatinya.

__ADS_1


Andi seakan-akan paham dengan keadaan ibunya, ia memeluk ibu sangat erat, ia akan menjaga ibu sampai kapan pun.


"Ibu tenang saja, Andi akan mencari kak naisa dan juga ayah kandung kak naisa!"ucap andi


Ririn menangis mendengar perkataan itu, putranya ini sungguh mengerti perasaan ibunya.


"Terima kasih sayang!"ucap ibu memeluk andi


Sampai siang ini naisa belum menemukan pekerjaan, ia sangat lapar dan lelah. Ia memutuskan untuk mencari tempat istrirahat agar bisa makan pasti nya.


Naisa melihat dari kejauhan banyak sekali orang berkerumunan di depan sebuah kantor yang sangat besar.


"LA grup !"naisa membaca nama perusahaan itu.


Naisa pergi ke sana, ia sangat penasaran dengan orang yang sedang rame di sana.


Saat naisa sudah sampai di sana ternyata ada buka pendaftaran untuk OB di kantor itu. Yang pastinya khusus untuk tamatan SMA.


Ini adalah kesempatan untuk naisa, dan naisa ingin ikut mendaftar.


Masalahnya naisa tidak membawa apa apa, bahkan jika di tanya berkas naisa juga tidak punya.


"Maaf mana berkas kamu?"tanya karyawan itu


"Maaf pak, saya tidak punya berkas!"ucap naisa sedih


"Kalau gitu tolong mundur dulu, di sini daftar harus ada berkas berkas yang telah di tetapkan!"ucap karyawan itu.


Naisa sangat sedih sekali tidak bisa mendaftarkan diri.


Naisa akhirnya memutuskan untuk duduk dulu di depan kantor itu, ia sangat lelah dan lapar, tapi ia belum mendapatkan pekerjaan itu.


"Kamu kenapa ?"tanya seorang pria yang menggunakan jas hitam dan celana hitam.


"Maaf pak, saya hanya ingin duduk di sini!"ucap naisa


"Jangan duduk di situ! Di situ kotor kita cari tempat lain ya!"ucap pria itu


Naisa hanya mengangguk dan mengikuti langkah pria itu.


"Mau kemana pak?"tanya naisa


"Kita makan di caffe ini!"ucap pria itu


"Maaf pak, saya tidak memiliki uang untuk makan di sini!"ucap naisa


"Tidak masalah, saya yang akan bayar!"ucap pria itu


Awalnya naisa ragu, tapi pria itu meyakinkan naisa, akhirnya naisa menyetujuinya.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2