Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
ayah


__ADS_3

perlahan mata Celine mulai terbuka, ia masih setengah sadar melihat langit langit rumah yang tidak di kenal oleh Celine.


"aku di mana?" tanya Celine lirih


Celine melihat ke kanan dan ke kiri, di sana tidak ada orang sama sekali. tapi yang jelas tempat itu bukan lah rumah meli yang mengurung mereka selama satu tahun.


"sayang!!" ucap Celine kaget saat jein tidak ada di sana


Celine langsung terbangun ia mencari cari jein, Celine sangat panik sekali di dalam gubuk kecil itu tidak ada siapa siapa. Celine langsung keluar dan ia pun terkejut dengan pemandangan yang ada di sana.


Celine juga terkejut saat melihat jein sedang di gendong oleh pria yang tidak ia kenal bahkan pria tersebut tidak memakai baju hanya memakai celana yang pendek seperti pria pada umumnya.


"siapa kamu?" tanya Celine panik


pria itu hanya mengangkat alis nya sebelah, ia tidak berbicara apa apa


"siapa kamu?" tanya Celine sekali lagi. tidak ada Jawaban dari pria itu Celine langsung mengambil kayu ingin memukul pria tersebut


"eits.......jangan main pukul!!" ucap pria tersebut


"dari tadi aku bertanya kenapa kamu tidak menjawab!!" ucap Celine kesal dengan pria yang ada di hadapannya itu.


"aku penghuni hutan ini, dan tadi anak mu ini lapar jari aku berikan ia susu yang telah kau bawa tadi!!" ucap pria tersebut


lama kelamaan emosi Celine mulai turun, seperti nya pria yang ada di hadapannya ini tidak lah jahat.


"nona duduk lah di situ dulu, aku akan membuat kan sarapan untuk mu!!" ucap pria itu menyuruh Celine untuk duduk, Celine langsung duduk, pria itu menyerahkan jein kepada Celine setelah itu pria itu masuk ke dalam gubuk ya itu.


jein malah tersenyum ke arah Celine membuat Celine langsung mencium nya, Celine merasa jein Sangat menggemaskan.


tak lama kemudian Celine mencium bau yang sangat sedap sekali, Celine langsung memegang perutnya ia merasa lapar akibat aroma yang sedap itu.


pria tersebut langsung keluar dari dalam gubuk membawa makanan untuk Celine. pria itu juga langsung menghidangkan makanan tersebut dan menyiapkan minumnya.

__ADS_1


"silahkan makan nona!!" ucap pria tersebut


"makanan apa ini?" tanya Celine


"semalam aku sedang mencari rusa, trus aku bertemu dengan kalian berdua yang sedang menangis, eh malah kamu pingsan ya sudah aku bawa kalian ke sini, dan semalam aku juga mendapat kan ryusanya, jadi ini rusanya sudah ku masak untuk mu!!" pria tersebut


"apa ini enak? apa kamu meracuni ku?" tanya Celine waspada


"ini enak kok, kalau pun aku meracuni mu seharusnya sudah tadi malam ku lakukan!!" ucap pria tersebut. Celine langsung berpikir yang di katakan pria tersebut ada benarnya juga. karena Celine juga merasa lapar ia langsung memakan masakan pria tersebut.


saat suapan pertama masuk ke dalam mulut Celine rasanya sangat nikmat sekali, karena rasa yang enak dan lapar Celine langsung makan yang banyak tanpa memedulikan pria itu yang ada di depan nya.


pria itu tersenyum melihat Celine lahap sekali makan, bahkan di mata pria itu Celine sangat lah cantik dan imut.


------------------------


hari itu papa Rendi menyuruh naisa dan Alex untuk datang ke rumah nya. pertemuan kali ini sangat penting bagi keluarga mereka.


Naisa malah masih berpikir dengan mimpinya yang tadi malam, bahkan hari itu naisa tidak semangat sama sekali.


"entah kenapa mimpi itu seperti nyata bang!!" ucap naisa


"ingat kita gak boleh down lagi ya!!" ucap Alex


"bukan down bang, tapi takut jika mereka masih hidup bagaimana keadaan mereka!!" ucap naisa


"sudah kita serahkan semua sama Allah ya, Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk mereka!!" ucap Alex lembut


naisa langsung mengangguk, setelah itu mereka berangkat ke rumah utama untuk bertemu kedua orang tuanya.


tak lama kemudian Alex fan naisa sudah sampai di rumah utama, mereka langsung masuk dengan bergandengan tangan.


di sana sudah ada papa mama Alex, ada aida, kenzi, Ririn dan juga Budiman.

__ADS_1


mereka berdua langsung Salim kepada mereka yang sedang duduk di sofa itu. seketika Budiman langsung takut melihat naisa, di balik rasa takut nya Budiman ingin sekali memeluk putrinya itu.


setelah bersalaman Alex dan naisa langsung duduk di sana, mereka tidak tau ada acara apa sebenarnya di rumah itu, tapi Alex sudah bisa menebak karena hadirnya Budiman dan juga Ririn. kalau naisa memang tidak tau apa apa.


Alex mengkode ayah mertua nya itu, Alex hanya mengangguk tanda jika naisa tidak akan marah jika Budiman langsung jujur saja. Budiman langsung paham dengan kode yang di berikan oleh Alex.


"sebenarnya ini ada acara apa?" tanya Alex pura pura tidak tau


"biar semua ini di bicarakan oleh Budiman saja!!" ucap papa Rendi. Budiman langsung mengangguk


"Langsung saja ya, jadi gini aku ingin bercerita tentang masa muda ku hingga aku sampai sekarang!!" ucap Budiman


lah kok malah cerita masa muda, apa hubungannya sama kami, trus cerita nya mau di jadikan sinetron apa, batin naisa merasa tidak penting dengan cerita Budiman


Budiman langsung bercerita dari awal dia bertemu dengan seorang wanita tapi nama wanita itu Budiman belum sebutkan. awalnya naisa tidak terlalu peduli dengan cerita Budiman tapi saat di tengah tengah hati naisa seperti terketuk.


yang di ceritakan Budiman hampir sama dengan yang di ceritakan bik Rara saat itu, naisa terus mendengarkan cerita Budiman tersebut semakin lama cerita itu semakin mirip dengan yang di katakan bik Rara.


tak terasa air mata naisa mulai menetes, Alex tau akan hal itu Alex langsung memegang erat tangan naisa. naisa heran kenapa Alex memegang tangan nya.


"apa om Budiman adalah ayah ku!!" tebak naisa saat Budiman sedang minum. seketika jantung Budiman langsung berdegup kencang dengan pertanyaan naisa itu.


tak sanggup menahan air mata Budiman langsung menangis tanpa suara, ia mendekati naisa dan bertekuk lutut di hadapan putrinya itu.


"maafkan aku!!" ucap Budiman menangis sejadi jadinya, semua yang ada di sana juga ikutan menangis. bahkan aida sudah dari tadi menangis ia tidak tau jika nasih adik ipar nya itu sangat memilukan.


"maafkan aku, aku rela di benci oleh mu naisa!!" ucap Budiman pasrah jika di harus di benci oleh putrinya sendiri.


naisa langsung memeluk sanga ayah dan menangis sejadinya jadinya. awalnya Alex juga merasa sangat sedih tapi setelah mendengar tangisan naisa dan budiman kini Alex ingin tertawa lepas.


Alex merasa itu sangat alay dan aneh, karena memang ia tidak pernah mendengar hal yang seperti itu. Alex langsung ke dapur untuk melepaskan tawanya.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2