Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
bab 7


__ADS_3

Bik rara berhenti di jalan untuk membeli makanan untuk malam ini bersama naisa.


1 jam kemudian bik rara sudah sampai di alamat yang di berikan majikannya.


Tok ..


Tok...


Tok...


Naisa sedang berada di kamar, kemudian ia keluar untuk membuka kan pintu.


"Bik Rara!"ucap naisa memeluk bik Rara


Bik rara juga langsung memeluk naisa dengan hangat, naisa langsung mempersilahkan bik rara untuk masuk ke dalam rumah, dari kejauhan Andi sangat senang sekali melihat naisa yang baik baik saja, akhirnya andi memutuskan untuk pergi dari sana.


"Bik, kok tau naisa di sini?"tanya naisa


"Ibu yang memberitahu nak!"ucap bik Rara


Naisa langsung ke kamar mengambil poto yang ia dapatkan semalam, jujur saja naisa tidak tenang jika belum tau tentang info tentang Poto itu.


"Bik, ini siapa?"tanya naisa menunjukkan ke arah pria yang berpoto bersama ibunya.


Seketika bik rara Sangat terkejut, bagaimana bisa naisa memiliki Poto itu, dan dari mana naisa menemukan poto itu.


"Ceritanya panjang nak!"ucap bik Rara mulai terbuka, bik rara haru jujur terhadap naisa, karna naisa sudah remaja tidak mungkin lagi di tutup tutupi.


Naisa mendekat ke arah bik Rara, naisa benar benar sangat penasaran sekali.


"Cerita apa bik?, Coba lah cerita kepada naisa!"ucap naisa semakin penasaran


"Bibik gak bisa cerita hari ini ya, karena bibik sangat lelah sekali, bagaimana jika besok saja!"ucap bik rara bohong.


"Baiklah bik!"ucap naisa pasrah tidak mendengar cerita itu hari ini.


Malam ini bik rara sengaja cepat tidur agar naisa tidak banyak bertanya kepadanya, besok adalah ujian terakhir naisa memfokuskan diri untuk belajar.


Setelah belajar naisa langsung tidur agar besok tidak terlalu mengantuk.


Saat membuka mata alex masih malas malasan untuk bangun, pagi ini sungguh menggoda sekali dengan selimutnya, malah ia ingin lanjut tidur, saat melihat jam tangan alex terkejut ternyata sudah pukul 8 pagi.


"Buset dah, kok gue telat bangun!"ucap alex langsung berlari ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Alex cepat cepat untuk bersiap pagi ini karna ia sudah terlambat.


"Aduh tuan yang tampan, lama banget sih!"ucap joki sudah lama menunggu di rumah Alex.


"Sory, gue telat bangun tadi!"ucap alex mulai menuruni anak tangga.


"Udah telat bangun, jalannya juga kayak penganten!"ucap joki kesal


"Sory sory bro!"ucap Alex tertawa melihat ekspresi joki yang kesal.


di dalam mobil joki hanya diam saja sepertinya ia ngambek dengan tuannya, karna pagi ini lama sekali joki menunggu Alex.


"mas bro, muka tu Selo aja lah!"ucap Alex terkekeh


"malu lah tuan, jika di lihat oleh karyawan kita, masak yang punya perusahaan gak di siplin!"ucap joki tidak suka


joki memang sangat terkenal sebagai asisten yang paling di siplin di kota itu, dan juga ia sangat tegas dalam menghadapi masalah, mangkanya dari itu Alex mempekerjakan joki sebagai asisten nya.


"sudah lah, gue kan udah minta maaf!"ucap Alex minta maaf atas kesalahannya


"lain kali jangan di ulang lagi ya bos Tampan, kaya raya, baik, tapi salahnya jomblo!"ucap joki tertawa lepas


"nye nye nye nye! bilang bilang gue jomblo lagi, emang Lo gak jomblo?"tanya Alex


Alex terkejut pastinya, bagaimana bisa sekretaris bisa mendahului nya.


"buset, kok gak bilang? mana cewek nya?"tanya Alex penasaran


"kan ni udah di bilang tuan yang tampan! nih tuan buka aja hp gue!"ucap joki memberi ponsel nya. Alex langsung saja membuka ponsel joki karna ia benar benar sangat penasaran, saat Alex membuka ponsel joki, benar saja di sana sudah ada Poto wanita yang sangat cantik sekali.


Alex menelan salivanya, jujur saja ia sangat malu dengan sekretarisnya ini, bagaimana bisa joki memiliki pacar secantik ini.


buset deh, pacarnya cantik banget, gue gak boleh kalah ni sama si joki, kan gue lebih kaya, lebih tampan juga, batin Alex


Alex mengembalikan ponsel joki, ia pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari pacar joki, joki menahan tawanya saat melihat ekspresi Alex yang tidak mau kalah pasti nya.


Naisa sedang melanjutkan ujiannya, ia hari ini sangat fokus sekali, ia membuang dulu rasa penasarannya.


2 jam kemudian akhirnya naisa sudah menyelesaikan ujiannya, ia sangat bersyukur karena ia masih dapat melaksanakan ujian akhir.


"Buk, terima kasih sudah mau ke sini!"ucap naisa sopan


"Sama sama nak, yang jelas berterima kasih lah kepada ibu mu, karna dia lah yang menyuruh ibuk ke sini!"ucap kepala sekolah

__ADS_1


"Itu sudah pasti buk!"ucap naisa ingin sekali memeluk ibunya.


"Baiklah, ibu pulang dulu ya nak!"pamit kepala sekolah


"Baik buk, sekali lagi terima kasih!"ucap naisa sopan


Kepala sekolah tersenyum dan meninggalkan rumah naisa,


Naisa berlari kecil ke kamar dan menguncinya dari dalam, jujur saja setelah ujian rasa penasaran naisa semakin kuat.


"Bik ayuk cerita, di poto ini siapa?"tanya naisa benar benar penasaran


"Di foto itu adalah ayah naisa!"ucap bik Rara mulai membuka cerita.


"Kok wajahnya berbeda dengan ayah? Malah beda jauh sekali!"ucap naisa bingung


"Yang di foto ini adalah ayah kandung naisa, dan yang selama ini tinggal bersama naisa bukan lah ayah kandung naisa!"ucap bik Rara sedih mengingat kejadian 18 tahun silam.


Deg....


Tiba tiba hati naisa bagaikan tersayat pisau, pantas saja ayah selalu kasar padanya ternyata itu bukanlah ayah kandungnya, tak terasa air mata naisa sudah keluar, bik Rara langsung menghapus air mata naisa dan memeluk naisa.


"Maaf kan bibi nak, bibi gak pernah cerita soal ini, ini semua bibi rahasiakan karna ibu mu juga, ingat nak ibu mu sangat menyayangi mu, ia sengaja membenci mu agar ibu mu bisa melihat naisa tumbuh dewasa!"ucap bin Rara mulai meneteskan air matanya.


"Tapi kenapa ibu mengusir ku bik?"tanya naisa melepas pelukan bik Rara.


"Itu semua demi kamu!"ucap bik Rara


"Maksudnya?"tanya naisa heran


"Jadi, ayah naisa sebenarnya bukanlah seorang pengusaha tapi dia sering main judi, selama ini ia selalu saja menang dalam bermain judi, tapi sudah beberapa bulan ini hutang ayah naisa semakin menumpuk, dan ia ingin menikahkan naisa dengan kakek tua untuk menebus hutang ayahmu!"ucap bik Rara sedih


Lagi lagi naisa sangat sedih, bahkan kini air matanya sudah mengalir deras, ternyata ibunya sangat menyayangi nya.


"Mangkanya ibu mu mengusir mu, karna ibumu tidak ingin naisa tersakiti!"ucap bik Rara sedih


Naisa langsung memeluk bik rara, ia nangis sesegukan, ia ingin memeluk ibu.


Terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote, like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~

__ADS_1


__ADS_2