Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
Budiman bertemu dengan naisa


__ADS_3

papa Alex sudah mendapatkan informasi tentang naisa dari sekretaris nya, ia tidak menyangka ayah naisa sangat jahat sekali.


bahkan papa Alex ingin sekali bertemu langsung dengan ayah naisa, ia ingin banyak cerita dengan ayah naisa. karena tidak ada ayah yang jahat terhadap anaknya apalagi putrinya sendiri.


"ayu jangan jangan naisa itu bukan anak ayah nya?" tebak Rendi, Rendi akan menyelidiki itu lagi, karena Rendi sudah menganggap naisa sebagai anak sendiri juga, mungkin naisa belum bisa bercerita tapi Rendi akan mencari tau tentang menantunya itu.


----------


tangan dan kaki Ririn kini di ikat dengan tali, dan ia di sekap di sebuah ruangan yang ia tidak tau sama sekali itu ada di mana. Ririn sudah terbangun dari pingsannya, ia berteriak tapi mulutnya di tutup dengan kain jadi suaranya tidak terdengar sama sekali.


Ririn tidak tau apa salahnya terhadap orang lain, karena ia memang tidak pernah bermasalah dengan siapa pun.


--------


sore itu Alex sedang mandi, mereka akan berangkat ke rumah kedua orang tua Alex setelah shalat magrib, entah kenapa saat itu naisa masih merasa cemas dengan ibu, ia takut jika ibu kenapa napa, ia juga lupa untuk meminta nomor ponsel ibu.


"kamu kenapa dek?" tanya Alex saat keluar dari kamar mandi, ia melihat sang istri hanya melamun saja.


"aku masih khawatir dengan ibu!!" ucap naisa


"sudah jangan khawatir, ibu gak papa kok. besok kita ke sana!!" ucap Alex. naisa hanya mengangguk saja tapi di dalam hatinya masih ada rasa cemas terhadap ibu.


naisa langsung berganti pakaian, dan mereka shalat berjamaah, setelah itu barulah mereka berangkat.


--------


Budiman sudah berada di perjalanan, ia sudah lupa lupa ingat dengan alamat sahabat nya itu, tapi untungnya sopir nya itu tau alamat Rendi.


tak lama kemudian akhirnya Budiman telah sampai di tempat tujuan, ia langsung keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah Rendi.


"hei bro, sudah sampai?" ucap Rendi menyambut Budiman dengan pelukan hangat


"iya nih, apa aku terlambat?" tanya Budiman


"tidak, bahkan Alex dan istri nya belum datang!!" ucap Rendi. papa Alex langsung mengajak Budiman untuk duduk di sofa, di sana sudah ada Celine dan juga aida serta suaminya.


"opa, onty mana?" tanya kenzi dengan wajah imutnya


"tunggu dulu ya sayang, bentar lagi onty pasti sampe kok!!" ucap Celine sedang memangku kenzi


"cucu mu sangat imut sekali!!" ucap Budiman

__ADS_1


"ya jelas, siapa dulu kakek nya!!" ucap Rendi tertawa lepas


"kenzi, ini kawan opa. jadi kenzi juga panggil opa ya!!" ucap Rendi kepada kenzi.


"iya opa!!" ucap kenzi sambil mengangguk. mereka hanya bercerita singkat di ruang tamu itu, Budiman malah sangat iri dengan Rendi yang memiliki keluarga lengkap dan pastinya sangat bahagia.


"assalamualaikum!!" ucap Alex dan naisa secara bersamaan. mereka yang ada di sofa langsung melihat ke arah suara


deg........


entah kenapa saat Budiman melihat wanita yang bersama Alex ia langsung deg deg gan, karena wanita yang di samping Alex hampir mirip dengan Ririn.


"waalaikum salam!!" ucap mereka serempak


"pengantin baru kok lama banget datangnya!!" ucap mama menyambut kedua anaknya itu


"maaf ma kalau kami telat!!" ucap naisa


"om apa kabar?" ucap Alex langsung memeluk hangat kepada Budiman


"om baik baik saja!!" ucap Budiman melepaskan pelukannya


"syukurlah, oh ya om kenalin ini istri Alex!!" ucap Alex.


deg........


lagi lagi hati Budiman tiba tiba nyesek sendiri, bagaimana bisa nama istri Alex sama dengan nama anak yang ingin ia beri kepada putrinya dulu.


"eh ya, saya om Budiman!!" ucap Budiman menyambut jabat tangan naisa. naisa hanya tersenyum saja ke arah Budiman, karena naisa sendiri juga tidak tau siapa nama ayah kandung nya.


"ya sudah kalau gitu Ayuk kita makan bareng!!" ajak Rendi. mereka yang ada di sana langsung antusias sekali, mereka langsung pergi ke meja makan.


"onty, aku pengen di gendong onty naisa!!" ucap kenzi


"uluh uluh ponakan onty makin ganteng aja nih!!" ucap naisa langsung menggendong kenzi. kenzi sangat senang sekali jika bermain dengan naisa.


akhirnya mereka di sana langsung makan malam bersama, sesekali Budiman curi curi pandang ke arah naisa. kini ia malah penasaran sekali dengan naisa, karena wajahnya agak mirip dengan Ririn dan namanya juga naisa.


"oh ya naisa, kalau boleh om tau orang tua kamu masih ada?" tanya Budiman


"masih om, tapi mereka sudah pisah!!" ucap naisa

__ADS_1


"ooooo maaf kalau om salah tanya tadi!!" ucap Budiman


"iya gak papa om!!" ucap naisa.


mama dan Celine malah tambah penasaran saat naisa bilang kedua orang tuanya sudah pisah, kini kekepoan Celine langsung melonjak. tapi Celine tidak berani bertanya apa apa kepada naisa.


---------


di tempat lain Ririn di kerumungi oleh beberapa lelaki dan di sana juga ada seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal.


"siapa kalian? apa urusan kalian dengan ku?" tanya Ririn dengan suara tinggi


"sebenarnya aku tidak ada urusan dengan mu, tapi dengan menculik diri mu rencana ku akan berhasil!!" ucap meli tersenyum miring


"apa maksud mu?" tanya Ririn tidak mengerti


"sudah kau tidak tidak tau apa apa, jadi tolong diam saja!!" ucap meli


"kalian itu bodoh, yang di culik itu anak kecil dan kalian bisa jual jantung atau anggota tubuh lainnya. sedangkan aku sudah tua tidak pantas untuk di jual!!" ucap Ririn


saat mendengar perkataan Ririn, mereka yang di sana langsung tertawa lepas, begitu juga dengan meli.


"hei ibu tua Bangka, kami gak ingin jual diri mu, tapi kami ingin jual naisa!!" ucap meli dengan santainya


seketika Ririn langsung lemas saat mendengar kata kata naisa, ia tidak ingin putrinya itu kenapa napa.


"jangan pernah kau Sakiti putri ku!!" ucap Ririn


"putri mu dulu yang salah, dia telah merebut calon suami ku!!" ucap meli. Ririn langsung terkejut tapi ia tidak percaya jika naisa SE jahat itu. bahkan Alex sendiri yang ingin menikahi naisa.


"tidak, aku tidak percaya dengan kata kata mu itu!!" ucap Ririn tidak percaya sama sekali.


"kau tau apa tentang putri mu hah!! kau tidak tau apa apa kan!!" ucap meli


"dia putri ku, aku yang melahirkan nya jadi aku tau sifat putri ku itu. dan kamu baru kenal putri ku, kau yang seharusnya tidak tau apa apa!!" ucap Ririn


"lama kelamaan yang ada gue bakalan debat ni sama ibu ibu!!" ucap meli sangat kesal


"kau takut berdebat dengan ku?" ucap Ririn dengan suara tinggi. Kini malah meli hanya diam saja tidak merespon Ririn lagi.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗 🙏

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2