
"Sebenarnya apa yang terjadi tuan Mukid? Kenapa anda terlihat sangat marah dengan tuan Drajat?" tanya Reno.
"Laki-laki itu bahkan sangat tidak menghargai istri saya sebagai seorang wanita. Tuan Drajat berniat akan memberikan bantuan dana sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan kita. Namun tuan Drajat meminta barter dengan istri saya. Dalam artian tuan Drajat ini menghendaki berkencan dengan istri ku dalam satu malam," terang Mukid.
"Dia benar-benar sudah gila!" umpat Mukid.
"Sebentar tuan Mukid! Tuan Drajat Aji Saka akan memberikan dana bertrilliun -trilliun dengan cuma-cuma dan hanya menukar nya dengan istri anda, tuan Mukid?" tanya Reno memperjelas.
"Hanya kamu bilang? Kamu bilang hanya menukar nya dengan istriku? Kamu ini seolah-olah membuat enteng masalah ini," Protes Mukid.
"Ma ma maaf tuan Mukid! Bukan begitu maksud saya, tuan Mukid! Ini benar-benar sangat mencurigakan sekali, tuan! Tuan Drajat Aji Saka selama ini dengan mudahnya bisa bermain banyak wanita-wanita baik wanita penghibur kelas rendah maupun kelas atas. Baik kalangan artis maupun tidak. Tuan Drajat, tidak akan memberikan uangnya dengan cuma-cuma tanpa jaminan atau hutang pihutang secara resmi. Ini aneh, tuan Mukid!" Jelas Reno.
"Maksud kamu, tuan Drajat Aji Saka merupakan dalang atas semua masalah yang terjadi di perusahaan kita? Atau lebih tepatnya tuan Drajat ini mengirim Ciko kemari untuk mengetahui rahasia perusahaan kita dan lebih parah nya sekarang Ciko melarikan uang perusahaan sampai bertrilliun. Dan keberadaan nya sampai saat ini belum terdeteksi oleh pihak berwajib," Ucap Mukid.
"Benar tuan Mukid! Anda benar-benar memiliki kecerdasan yang luar biasa," Ucap Reno.
"Tuan Drajat Aji Saka tidak akan menyerahkan dana itu dengan cuma-cuma kalau sebenarnya semuanya adalah milik kita sendiri. Jadi menurut saran saya, lebih baik anda memenuhi keinginan dan syarat dari tuan Drajat Aji Saka yang menghendaki berkencan dengan istri tuan Mukid!" kata Reno. Mukid sontak saja sangat marah dengan apa yang diusulkan oleh Reno.
"Apa aku sudah gila? Menyerahkan istriku sendiri ke pria lain untuk bercinta dengan nya?" sahut Mukid.
"Tidak, tidak, tidak tuan Mukid! Semuanya tidak seperti yang anda pikirkan, tuan Mukid! Kita juga harus menggunakan strategi untuk mensiasati semua itu. Begini tuan Mukid," Ucap Reno. Reno akhirnya menjelaskan rencananya kepada tuan Mukid. Mukid kini tersenyum lebar mendengar apa yang hendak direncanakan oleh Reno.
__ADS_1
"Tapi, apakah kamu yakin jika semua nya akan berhasil, Reno? Karena semua ini taruhan nya adalah istriku, Sinta," Tanya Mukid.
"Jangan khawatir, tuan Mukid! Saya pastikan strategi dan siasat ini akan berhasil," kata Reno.
Galuh yang sejak tadi duduk di sana hanya ikut menyimak pembicaraan kedua nya.
"Apakah Saya dilibatkan dalam rencana ini, tuan Mukid, tuan Reno?" tanya Galuh. Mukid dan Reno saling pandang lalu tertawa lepas. Galuh menjadi bingung melihat dua laki-laki dewasa itu.
"Galuh, lebih baik kamu tidak perlu terlibat dalam rencana ini. Kami sudah menyiapkan wanita yang lebih seksi dan menggoda untuk menggantikan nona Sinta," ucap Reno.
"Kenapa harus orang lain? Saya bisa menggantikan nya, pak! Tidak perlu orang lain yang melakukan nya," kata Galuh.
Reno dan juga Mukid sama-sama menepuk Jidatnya sendiri dengan permintaan Galuh.
"Apaaa? Saya pikir untuk menggantikan istri tuan Mukid dalam pesta dansa dan juga makan malam bersama dengan tuan Drajat Aji Saka," Sahut Galuh. Kembali Reno dan juga Mukid menepuk jidatnya sendiri lantaran kebegoan Galuh lantaran sudah salah tingkah jika harus berhadapan dengan Mukid.
"Ini bukan membicarakan partner di pesta dansa atau makan malam, Galuh. Tuan Drajat Aji Saka menginginkan kencan satu malam dan dia menginginkan nona Sinta. Apakah kamu mau melakukan itu dengan laki-laki yang tidak kamu cintai, hah?" sahut Reno emosi.
"Eh, itu.. Itu tentu saja saya tidak rela tubuh ku di jaman oleh pria asing yang tidak aku kenal. Tapi tapi aku aku rela melakukan nya dengan laki-laki yang aku idolakan selama ini," sahut Galuh dengan wajah nya yang memerah.
"Kalau boleh tahu siapa laki-laki yang kamu idolakan itu, Galuh?" tanya Reno memastikan.
__ADS_1
Tentu saja Reno sudah tahu sejak dulu jika Galuh diam-diam menyukai bos nya jauh sebelum Mukid berstatus duda dan belum menikah dengan Sinta. Namun kenyataannya sekarang Mukid memilih Sinta dan menikahi nya lantaran masih memiliki perasaan sayang.
"A.. A.. aku aku,.." Galuh terlihat gugup seraya menundukkan kepalanya lantaran malu.
"Ah sudahlah! Aku pulang dulu! Aku akan membicarakan rencana ini pada Sinta. Aku harap rencana yang kamu bilang tadi bisa kita jalankan. Semoga saja Sinta mendukung dan membantu rencana ini. Tuan Drajat Aji Saka sudah sangat licik dan curang kepada kita. Tidak ada salahnya jika kita juga bermain tipu muslihat dengan tuan Drajat Aji Saka," kata Mukid seraya menghambur keluar dari ruangan kerjanya.
Reno dan Galuh saling pandang melihat bos nya yang masih sangat cemas menghadapi masalah perusahaan.
"Demi tuan Mukid, seandainya aku bisa menggantikan istrinya, nona Sinta. Aku rela berkencan satu malam dengan tuan Drajat Aji Saka. Bukankah cinta itu harus berkorban? Aku sudah sangat mencintai tuan Mukid sejak lama. Rasanya aku tidak sanggup melihat wajah panik Pak Mukid. Rasanya dada ku terasa sesak ketika Pak Mukid dalam kesusahan. Apalagi sampai perusahaan ini hancur lantaran mengalami kerugian dan juga defisit keuangan," kata Galuh serius.
Reno dengan spontan menjitak dahi Galuh yang jenong.
"Aww aduh! Sakit Reno jelek!" sahut Galuh.
"Apakah kamu sudah tidak bisa berpikir jernih, hah? Memangnya setelah kamu tidur dengan tuan Drajat Aji Saka, tuan Mukid mau menerima cinta kamu, hah? Lagi pula, tuan Drajat Aji Saka bukannya tidak kekurangan wanita selama ini. Namun tuan Drajat Aji Saka itu sangat terobsesi dengan istri tuan Mukid. Bahkan seperti nya ada kepuasan tersendiri merebut dan merusak rumah tangga orang atau istri orang," kata Reno. Galuh menyipitkan dahinya.
"Benar juga yah," Sahut Galuh.
"Semoga saja rencana ini bisa berhasil. Aku akan mempersiapkan pengganti untuk nona Sinta. Ketika kita mulai berakting dan menyanggupi semua yang diminta oleh tuan Drajat Aji Saka sebagai bentuk barter dengan apa yang dia janjikan, seorang wanita pengganti yang mana dia adalah wanita penjajak *** akan memerankan aksinya melayani tuan Drajat Aji Saka. Aku akan menyiapkan obat tidur terlebih dahulu untuk melancarkan rencana ini, supaya nona Sinta benar-benar terbebas dari cengkraman tuan Drajat Aji Saka," terang Reno.
"Semoga saja berhasil! Pak Mukid harus mendapatkan dana miliknya sendiri yang dirampas dan dilarikan oleh orang suruhan tuan Drajat Aji Saka," Sahut Galuh.
__ADS_1
"Semoga saja," Ucap Reno. Keduanya segera meninggalkan ruangan kerja Mukid dan melenggang keluar.