
"Tuan Mukid! Pernahkah selama ini anda menolak cinta seorang gadis remaja di kota kelahiran anda?" tanya Reno melalui sambungan telepon.
Mukid saat ini sudah kembali kekediamannya. Namun saat dirinya mengetahui mendapatkan panggilan masuk dari Reno, Mukid segera menjauh dari Sinta dan juga Bana yang sebelum nya mereka sedang bermain bulu tangkis di halaman rumah. Mukid masih berdiri mematung jauh dari kedua orang yang ia sayangi yaitu istri dan anak tirinya.
"Sebentar Reno! Aku akan mencoba mengingatnya. Begitu banyak wanita muda yang menyatakan cinta kepadaku dan juga mendekati aku. Tapi siapa, Reno? Yang menggodaku pun tidak kalah banyaknya juga," ucap Mukid penuh kebanggaan diri sebagai pria tampan dengan tubuh nyaris sempurna bodinya.
"Tuan muda Mukid! Ayolah, anda pasti ingat! Bahkan gadis ini pernah mencoba bunuh diri untuk menarik perhatian anda supaya anda mau menerima cinta nya," Terang Reno. Mukid selama satu menit diam dan mencoba mengingat nya.
"Halo tuan muda Mukid! Apakah anda masih di sana? Apakah anda tidak sedang tidur atau bercinta?" Ucap Reno tidak sabaran.
"Iya, Reno! Aku ingat sekarang! Yang paling gila dan ekstrem mengejar aku adalah Natali. Iya, benar Natali! Gadis itu setiap hari mendatangi aku di rumah mama untuk mendapatkan simPATI dari kedua orang tuaku. Bahkan selalu membawa makanan serta barang-barang mewah untuk mama ku supaya mama mendukungnya menjadi istriku," jelas Mukid.
"Nah, itu dia tuan muda Mukid! Natali ini adalah adik kandung tuan Drajat Aji Saka," jelas Reno.
"Hah? Kenapa sejak tadi tidak kamu mengatakannya? Bahkan kamu suka sekali memaksakan aku untuk mengingatnya. Lalu bagaimana?" kata Mukid.
"Anda tahu tuan Mukid? Si Natali ini saat ini mengalami depresi dan suka mengurung diri di dalam kamarnya. Tuan Drajat Aji Saka hanya menganalisa bahwa semua yang terjadi pada adiknya, Natali itu dikarenakan anda tuan muda," kata Reno.
"Apa? Ini mustahil Reno! Ini sudah sangat lama, Natali mengejar-ngejar aku. Bahkan sudah hampir 3 tahun sejak kepindahan ku di malang ini, aku dan Natali tidak pernah bertemu lagi. Bagaimana bisa keadaan depresi yang dialami oleh Natali disebabkan gara-gara aku? Memangnya aku sudah pernah menyentuh dan memperkosa Natali, hah?" ucap Mukid.
"Tenang tuan muda! Kalau tuan muda merasa tidak bersalah dan melakukan tindakan yang merugikan orang lain, tidak perlu takut," kata Reno.
"Memang aku sudah sangat sering menolak Natali. Tapi aku yakin, Natali gadis yang pintar dan cerdas. Tidak mungkin hanya gara-gara ditolak cintanya oleh aku, Natali sampai mengurung diri di dalam kamar. Pasti ada masalah lain yang belum Natali ungkapkan dengan kakaknya. Sehingga menganggap akulah penyebab utama dari semua ini," Kata Mukid.
"Benar!" Sahut Reno.
"Lalu sekarang, apakah kamu menemukan solusi dari semuanya?" tanya Mukid.
__ADS_1
"Hem, belum tuan muda! Tetapi saat ini Natali sekarang berada bersama kakaknya, tuan Drajat Aji Saka di rumah utama," kata Reno.
"Hem, rumah utama? Rumah di mana kemarin diadakan pesta ulang tahun tuan Drajat Aji Saka?" tanya Mukid.
"Betul, tuan!" jawab Reno.
"Hem, tapi saat ulang tahun malam itu tidak ada Natali di sana?" Sahut Mukid.
"Itu karena Natali di kunci di dalam kamarnya dan tidak boleh keluar. Jika keluar, Natali bisa membuat onar lantaran depresi nya," jelas Reno.
"Ya Tuhan! Lalu apa yang harus aku lakukan? Jadi, tuan Drajat Aji Saka ingin membalas dendam kepada ku lantaran membalaskan sakit hati adiknya? Tapi ini benar-benar gila, Reno! Apakah setiap wanita yang datang kepada ku karena cinta harus aku Terima semuanya, hah?" ucap Mukid.
"Tenang, tuan muda! Inilah resikonya memiliki wajah yang pas-pasan dan tidak tamfan. Berbeda jauh dengan saya, tuan!" sahut Reno.
"Hem, apa kamu bilang?" sahut Mukid dengan suara keras tentu saja memprotes keras penilaian seperti itu.
"Cukup bercanda nya Reno!" sahut Mukid. Mukid segera menyudahi panggilan masuk dari Reno yang pada akhirnya belum bisa menemukan jalan solusinya.
"Ayahhhh, ayo kita main lagi!" Teriak Bana dari kejauhan yang saat ini masih asik bermain bulu tangkis bersama dengan Sinta.
"Iya, ayah segera ke sana!" sahut Mukid dengan teriakan nya.
*******
Di kediaman tuan Drajat Aji Saka.
"Apakah Natali sudah mau makan?" tanya tuan Drajat Aji Saka kepada Cintya yang sedang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Adik kandung kamu itu masih sangat kacau. Dia seperti hidup segan mati tidak mau. Mentalnya tidak setangguh aku," nilai Cintya.
"Hai, jangan kau bandingkan Natali dengan kamu Cintya! Kamu bisa tidur dengan laki-laki manapun karena kamu wanita ****** yang sudah tidak menggunakan hati dan perasaan ketika bercinta," sahut tuan Drajat Aji Saka geram. Bahkan tanganya yang kokoh mencengkeram rahang Cintya. Cintya melotot matanya seperti hendak melawan tuan Drajat Aji Saka.
"Kenapa? Kamu mau melawan aku, hah? Bahkan setelah dari kafe itupun aku sudah tahu kalau kamu menggoda driver ku, Somat untuk melayani kamu. Luar biasa wanita ****** dan rendahan seperti kamu benar-benar menjijikkan," kata tuan Drajat Aji Saka.
"Benar! Aku wanita hina! Aku menjijikkan! Lalu bagaimana dengan kamu, hah? Kamu juga tidak kalah bejatnya dengan aku bukan? Bahkan kamu suka bermain wanita. Tunggu dan lihat lah sampai kamu mendapatkan penyakit menjijikkan yang akan menggerogoti badan kamu yang saat ini segar," umpat Cintya.
"Hah, kamu menyumpahi aku? Coba katakan lagi? Aku ingin mendengar nya!" ucap tuan Drajat Aji Saka semakin terpancing amarah nya.
Leher Cintya kini seperti dicekik oleh tuan Drajat. Sehingga kepada nya sedikit mendongak ke atas. Dengan kasar tuan Drajat Aji Saka meludahi wajah Cintya bahkan ludah itu juga ia masukkan ke dalam mulut Cintya yang mengucapkan sumpah serapahnya kepada tuan Drajat Aji Saka.
"Cih! Wanita menjijikkan seperti kamu seperti nya harus mendapatkan hukuman yang kejam dari aku!" kata tuan Drajat Aji Saka.
"Drajat! Kenapa tidak kamu ceraikan saja aku?" teriak Cintya.
"Hahahaha, itu terlalu enak buat kamu dan lari mendatangi laki-laki yang sudah kamu ajak tidur dan berselingkuh dengan kamu," kata tuan Drajat Aji Saka. Cengkareng tangannya dilepaskan oleh tuan Drajat. Nyonya Cintya kini mengusap lehernya sendiri yang terasa sakit.
"Kenapa kamu sangat tega sekali dengan aku, Drajat! Aku sudah berkali-kali meminta maaf, tetapi kenapa kamu selalu saja tidak mau memaafkan aku," Kata Cintya.
"Aku masih sakit hati dengan kamu, Cintya! Kamu sudah mengkhianati aku ketika aku begitu mempercayai kamu," kata tuan Drajat Aji Saka.
"Maafkan aku, maafkan aku Drajat! Aku saat itu khilaf! Maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi!" ucap Cintya. Namun tuan Drajat Aji Saka tidak bergeming. Akhirnya berlalu meninggalkan nyonya Cintya yang menangis pilu meratapi nasibnya.
******
Di kamar dengan minim pencahayaan nya itu, nyonya Cintya mendapatkan hukuman. Tiga laki-laki dengan badan yang besar sedang menggarap nyonya Cintya secara bergiliran. Namun ketiga laki-laki itu memang didatangkan oleh Jho atas suruhan tuan Drajat Aji Saka untuk melakukan kegiatan enak itu dengan nyonya Cintya. Namun naas, ketiga pria itu mengidap penyakit yang menular. Sehingga, tuan Drajat Aji Saka sengaja melakukan ini untuk membunuhmu Cintya secara pelan-pelan.
__ADS_1
Benar-benar sadis tingkat dewa, tuan Drajat Aji Saka.