
Kabar meninggal nya istri tuan Drajat AjiSaka sudah terdengar dipublik. Meninggal nya nyonya Cintya yang tiba-tiba tanpa orang lebih dahulu mendengar kabar nyonya Cintya sakit menjadi bahan perbincangan dan pertanyaan orang-orang. Kabar itu juga sampai ditelinga Mukid dan Reno.
"Meninggal nya nyonya Cintya benar-benar sangat menggemparkan publik. Menurut kamu apakah meninggal nya nyonya Cintya hal yang wajar atau memang sudah direncanakan oleh tuan Drajat AjiSaka sendiri?" ucap Mukid yang saat ini sedang berbincang-bincang di ruang kerja Mukid.
"Entahlah, tuan muda! Saya juga tidak mengetahui motif apa bagi tuan Drajat AjiSaka jika melenyapkan nyawa istrinya sendiri," kata Reno.
"Menurut cerita Sinta saat tuan Drajat AjiSaka berbincang-bincang kala acara makan malam itu, ada rasa sakit hati dan kekecewaan yang dirasakan oleh tuan Drajat karena nyonya Cintya pernah mengkhianati dirinya. Perselingkuhan yang terjadi antara nyonya Cintya bersama sang driver akhirnya diketahui oleh tuan Drajat AjiSaka. Namun kemarahan tuan Drajat kepada nyonya Cintya tidak membuat tuan Drajat AjiSaka menceraikan istrinya. Namun mereka setelah itu pisah ranjang dan tuan Drajat AjiSaka menjadi pria yang menggila dan suka bergonta-ganti wanita diatas ranjangnya," cerita Mukid.
"Bahkan di depan nyonya Cintya, tuan Drajat melakukan hubungan badan dengan wanita penghibur. Ini untuk membalas sakit hatinya pada istrinya yang sudah berkhianat terhadap dirinya," tambah Mukid.
"Hem, jadi kalau mendengar cerita ini saya bisa menarik kesimpulan bahwa sebenarnya tuan Drajat AjiSaka sangat mencintai istrinya. Namun karena sakit hati dan kecewa nya akhirnya muncul untuk menyakiti nyonya Cintya," sahut Reno.
"Cinta macam apa itu? Bahkan tega menyakiti orang yang dicintainya. Itu bukanlah cinta, Reno! Cinta itu sendiri akan melakukan apapun untuk kebahagiaan pasangan nya dan dia akan memberi apapun tanpa imbalan," kata Mukid.
"Mungkin itu cinta yang anda miliki untuk nona Sinta, tuan!" sahut Reno.
"Aku belum seperti itu, Reno! Mana bisa aku mencintai tanpa meminta imbalan. Aku masih menikmati semua keindahan yang dimiliki oleh Sinta. Ada dorongan nafsu dan keinginan. Cintaku masih dalam tolak ukur manusia biasa yang saling mengharap balasan dan saling memberi dan menerima," jelas Mukid.
"Hem, cinta sendiri ada hasrat dan keinginan. Nafsu itu sendiri sebagai bentuk aplikasinya dengan melakukan hubungan badan," tambah Mukid lagi.
"Kalau soal ini saya bukan pakarnya, tuan!" kata Reno.
"Bagaimana perasaan kamu dengan Galuh? Apakah sudah ada rindu atau rasa yang aneh yang membuat kamu ingin selalu dekat dengan Galuh?" tanya Mukid.
"Saya tidak tahu tuan!" jawab Reno. Keduanya saling berpandangan dan akhirnya tertawa lepas.
"Kamu menertawakan apa?" tanya Mukid yang memastikan bahwa apa yang menyebabkan Reno tertawa itu sama dengan alasannya bisa tertawa.
"Saya rasa kita memiliki alasan yang sama untuk bisa tertawa. Kita sama-sama teringat tayangan di media itu saat persidangan tokoh penting yang terjerat kasus pidana itu bukan, tuan?" jelas Reno.
__ADS_1
"Hahaha, benar!" kata Mukid kembali terkekeh.
Tok.
Tok.
Tok.
Pintu masuk terbuka setelah suara ketukan pintu terdengar. Galuh masuk dengan membawa berkas.
"Selamat siang, pak Mukid!" sapa Galuh.
"Siang, Galuh! Oh iya, di sini ada Reno juga, kenapa kamu tidak menyapanya? Apakah kalian sedang ada perselisihan?" Kata Mukid.
Reno mengalihkan pandangannya. Sedangkan Galuh terlihat acuh tak acuh. Mukid semakin yakin jika diantara keduanya telah terjadi sesuatu yang menyebabkan mereka menjadi canggung kan kaku.
Setelah kejadian di apartemen itu dan keduanya menghabiskan malam panjang bersama, keduanya menjadi menjaga jarak. Mereka seperti saling berdiam dan tidak saling menyapa. It7 semuanya diawali dari sikap Galuh yang ingin menghindari Reno.
"Hai kenapa kalian tidak mau menjawab dan saling menyapa? Kalau begitu silahkan kalian berdua selesai kan masalah kalian, setelah itu baru menemui aku," kata Mukid.
Galuh dan Reno saling pandang lalu sama-sama membuang muka.
"Maaf Pak, kami tidak memiliki masalah apapun! Jadi tidak ada perlu lagi yang harus diselesaikan bersama-sama. Bukankah begitu, Reno?" kata Galuh. Reno diam untuk beberapa saat.
"Itu tidak benar! Kamu selalu menghindari aku Galuh! Apakah kamu tidak merasa jika kamu selama beberapa hari ini memulai peperangan dengan aku," kata Reno.
"Itu hanya perasaan kamu saja, Reno!" sahut Galuh.
Mukid yang masih duduk di kursi kerja nya seperti sedang menonton acara secara live reality show.
__ADS_1
"Sekarang ikut aku!" sahut Reno yang tanpa sungkan menarik tangan Galuh keluar dari ruang kerja Mukid.
Mukid yang melihat Galuh dan juga Reno hanya menggelengkan kepalanya.
*****
"Reno, lepaskan aku! Kamu menyakiti aku!" ucap Galuh yang merasakan pergelangan tangannya dicengkeram kuat oleh Reno.
Reno kini telah mengunci Galuh di ruangan kerja nya. Membawa Galuh ke sudut ruangan dan mengunci badannya hingga tidak bisa berkutik dan memberontak. Kedua netra mereka saling pandang dan seperti terhipnotis Galuh diam tidak bersuara.
"Aku menyukai kamu, Galuh! Jujur setelah beberapa hari ini kamu berusaha menjauh darimu, aku merasakan ada sesuatu yang hilang," kata Reno. Tiba-tiba dia menjelma menjadi laki-laki yang memuja wanita.
"Haruskah aku mengungkapkan perasaan ku lagi kepada mu? Sedangkan kita sudah jauh melangkah. Aku serius dengan kamu, Galuh!" ucap Reno lagi.
"Bagaimana dengan Husna? Kamu bilang menyukai aku sedangkan apa yang aku dengar kamu masih dengan Husna. Kamu jahat Reno! Kamu memaksa aku untuk melakukan itu di malam itu sedangkan kamu masih menjalin hubungan dengan Husna! Kamu salah satu laki-laki brengsek yang aku temui didunia ini. Sekarang, lebih baik kamu menjauh dari aku. Karena aku tidak mau menjadi teman yang tidak baik bagi Husna," kata Galuh.
"Galuh! Aku serius Galuh! Aku terlanjur menyukai kamu. Kita pacaran yah! Aku akan memutuskan Husna dan memilih kamu!" kata Reno.
Plak.
Plak.
Dua tamparan itu mendarat di pipi Reno. Reno terkejut dengan tamparan yang mendarat di pipi nya. Kedua netra mereka saling tatap tajam.
"Kamu! Benar-benar laki-laki brengsek yang pernah aku temui. Kamu tahu? Aku dengan Husna adalah sahabat dari dulu. Bahkan kamu diam-diam telah menjalin hubungan dengan Husna. Pasti kamu juga sudah melakukan itu dengan Husna seperti yang sudah kamu lakukan terhadap ku, bukan?" kata Galuh.
"Eh?" Reno tidak mampu bicara lagi.
Galuh serta merta meninggalkan ruangan kerja Reno dengan membanting pintu nya keras.
__ADS_1
"Dalam hal ini, apakah aku yang salah jika menyukai Dua wanita sekaligus? Galuh atau Husna? Dua-dua nya sama-sama cantik dan pintar. Aku tidak bisa memilih," Gumam Reno.