TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 15


__ADS_3

Candra kebingungan karena minggu ini dirinya harus kembali ke kampung halamannya karena berita yang tidak mengenakkan tiba-tiba ia dapatkan. Mama nya sakit keras di kampung, dan Candra harus segera kembali ke kampung halaman. Sedangkan Candra kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya untuk menikahi Ratna karena Ratna telah hamil dan mengandung anaknya.


Kepergian Candra ke kampung halaman nya di lepas oleh Ratna dengan perasaan yang sebenarnya tidak rela. Namun karena bentuk berbakti nya terhadap orang tua, Candra harus pulang ke kampungnya. Dan Ratna harus mengikhlaskan kekasihnya itu pergi meninggalkan kota Malang untuk satu minggu lamanya.


Tentu saja sebelum keberangkatan nya ke kampung halaman, kedua pasangan kekasih itu telah menghabiskan malam panjang dan indah di sebuah hotel. Kegiatan enak-enak itu tidak mungkin dihindari antara keduanya. Mereka sudah merasakan enak dan nikmat itu setelah melakukan nya yang pertama kali. Sampai akhirnya menjadi keterusan dan candu bagi Candra dan Ratna. Paling tidak kegiatan satu malam di hotel itu akan menjadi perpisahan bagi keduanya yang akan berjauhan jarak selama satu mingguan.


"Kamu jangan nakal yah! Aku hanya satu minggu saja kok di kampung. Setelah mama melihat aku datang, pasti mama akan cepat sembuh. Aku yakin kalau mama ku sangat rindu dengan aku, makanya sakit," ucap Candra sambil menggenggam tangan Ratna.


"Heem, sampaikan salam buat mama kamu yah, mas! Dari calon menantu nya yang saat ini sudah mengandung cucu nya. Kamu tidak akan lupa kan, mas? Jika aku sudah hamil. Kamu harus membicarakan tentang hubungan ku dengan kamu. Atau aku akan bunuh diri bersama bayi di dalam perutku, jika kamu tidak juga bertanggung jawab," kata Ratna. Ancaman itu membuat Candra tiba-tiba bergidik ngeri.


"Aduh sayang! Kamu bicara apa sih? Aku pasti akan menikahi kamu sayang! Setelah kepulangan ku dari kampung, aku akan menikah dengan kamu. Kita akan menikah. Itu janji aku," ucap Candra menyakinkan.


"Bener yah? Aku tidak mau jika perut ku keburu membesar lantaran orok anak kita ini semakin berkembang," Kata Ratna.


"Bener! Kamu harus percaya aku, sayang! Tolong jaga anak kita ini yah! Aku menyayangimu dan juga anak yang masih di dalam perut kamu," ucap Candra seraya mengusap bagian perut Ratna yang masih rata.


****


Salma menghampiri Candra. Sudah dua bulan ini Candra tidak kembali ke kampung halaman nya dan memberikan nafkah batin untuk istrinya itu. Benar! Kebenarannya adalah Candra sudah memiliki istri di kampung halaman. Di kota Malang itu sejatinya Candra merantau. Namun dia mengaku kalau masih bujang.


Dosen yang sudah dewasa umurnya itu ternyata sudah memiliki istri dan keluarga di kampung. Bahkan Candra sudah memiliki dua anak dari pernikahan nya dengan Salma. Salma di kampung juga bekerja menjadi seorang guru SD. Tidak ada masalah untuk kebutuhan ekonomi mereka karena Salma sendiri bisa mencukupi kebutuhan dua anaknya yang masih kecil. Di tambah Candra juga mentransfernya uang setiap bulan.


"Mas, kamu pulang?" ucap Salma menyambut kedatangan suaminya yang baru masuk melalui pintu utama rumah mereka. Salma segera meraih tangan Candra dan mencium punggung tangannya itu.


"Iya, Salma! Aku telah kembali. Maaf selama dua bulan ini banyak sekali kegiatan di kampus. Dan kau ikut andil di dalam kegiatan itu. Maaf jika aku baru  pulang sekarang," kata Candra beralasan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, mas! Aku sangat paham dengan itu semua. Aku juga seorang guru. Kamu juga seorang pendidik," sahut Salma sambil melepaskan sepatu dan kaos kaki yang dikenakan oleh Candra ketika Candra sudah duduk di kursi kayu di ruangan tamu.


Candra menatap wajah Salma yang keibuan. Di wajah itu begitu penuh kesejukan dan keteduhan. Tiba-tiba saja, Candra merasakan hatinya sesak. Dia sangat merasa bersalah selama ini sudah berkhianat dan berselingkuh dengan Ratna. Bahkan Ratna kini telah berbadan dua dan dirinya yang sudah menghamili nya.


"Bagaimana keadaan, mama ku?" tanya Candra. Salma kini duduk di sebelah nya.


"Hanya flue saja sebenarnya, mas! Maaf jika informasi yang disampaikan kepada kamu berlebihan. Itu supaya kamu secepatnya pulang. Mama sudah sangat rindu dengan kamu, makanya menyuruh adik kamu menghubungi kamu dengan informasi seperti itu," Terang Salma.


"Aku sudah menduganya. Tapi itu tidak masalah. Aku juga sudah sangat kangen dengan kamu, Salma. Besok saja, aku ke rumah mama. Sekarang aku mau.... " ucap Candra. Salma dengan malu-malu menundukkan kepalanya.


Candra menarik tangan istrinya menuju ke dalam kamar utama mereka.


"Masss!" ucap Salma saat suaminya mulai mengangkat dagunya dengan jarinya. Kini tengkuk lehernya diraih Candra supaya lebih dekat dan kini Candra dengan leluasa memainkan bibit Salma dengan ganas dan liar.


Seperti kemarau panjang yang sangat dahaga dan dalam kekeringan, Salma menikmati segala cumbuan dari suaminya itu. Sentuhan tangannya sudah menjelajahi setiap lekukan tubuh indahnya. Walaupun sudah memiliki anak dua orang, Salma cukup pandai merawat badanya. Hingga perut nya tetap rata dan tidak ada timbunan lemak di sana. Tentu saja rajin berolahraga serta menyukai makanan berserat, membuat Salma terlihat masih lebih muda dari usianya.


Pakaian yang tadi dikenakan oleh Salma kini telah dilucuti oleh Candra. Candra tersenyum nakal melihat pemandangan indah dari tubuh istrinya. Itu tidak kalah indahnya dari milik Ratna. Bedanya, Ratna lebih terawat dalam tingkat kehalusan kulitnya.


Candra kini juga ikut polos tidak berpakaiannya. Celana panjang jeans nya yang tadi dipakai saat perjalanan sudah dilepasnya. Bahkan Candra belum mandi dari perjalanan itu, langsung mengajak Salma bersenggama.


Candra kini menundukkan kepala nya ke area in to milik Salma. Candra mulai mengecek dan memastikan di sana apakah masih ada kacang di tengah bukit segitiga berbalik itu. Nyatanya masih ada. Lagipula kalau hilang siapa yang ambil, hah? Ada-ada saja Candra ini.


Lidahnya mulai menusuk bagian lubang inti itu dengan sangat lihai. Tentu saja Salma menggeliat dan merasakan rasa sensasi enak itu. Walaupun sekuat tenaga Salma menahan desahannya dengan menggigit bibirnya sendiri, suara ******* nya lolos juga dari sana.


Candra tersenyum menyeringai. Candra sudah tidak sabar ingin memasukkan knalpotnya. Sepertinya lubang itu sudah sangat basah, dan Candra tidak akan membuang waktu lagi. Segera menghujamkan senjata andalannya ke dalam lubang inti milik Salma.

__ADS_1


"Mas!" akhirnya Salma memekik keenakan.


"Kamu tidak harus menahan suara kamu, Salma! Lepaskan saja dan teriakan saja yang keras," ucap Candra nakal.


"Tapi nanti anak-anak kita mendengar nya, mas!" protes Salma.


"Oh iya, benar juga apa kata kamu," ucap Candra.


Suara kulit dengan kulit beradu menyuarakan irama yang khas. Keduanya saling menyuarakan suara laknat namun tertahan lantaran kamar kedua anaknya berada di sebelah kamar mereka.


"Aku akan menggoyang nya lebih cepat, Salma!" ucap Candra seraya menggoyangkan pinggul nya.


Sampai pada menit berikut nya, Candra tanpa sadar mengucapkan nama yang salah.


"Ahhhhh, sayang! Ini benar-benar enak, sayang! Ahhhhhh Ratna, sayang gggg aku mau keluar, ahhhhhhkkkkk," ucap Candra di akhir kegiatan itu. Lahar panas milik ya keluar di rahim Salma.


Salma tentu saja mendengar nama yang diucapkan oleh Candra di akhir ******* nya.


"Ratna? Siap Ratna, mas?" ucap Salma lirih dengan suara yang serak. Tentu saja Candra tiba-tiba menjadi bingung dan terkejut.


"Ratna siapa? Kamu salah dengar, Salma!" sahut Candra sambil mencabut kembali pedang nya yang sudah melemas.


Salma dalam diam tentu saja mulai berprasangka. Sedangkan Candra, Pura-pura tidak terjadi sesuatu dengan apa yang dia ucapkan tanpa sadar.


"Salma, aku lapar!" ucap Candra sambil menyambar handuk yang tergantung di kamar itu dan segera menuju kamar mandi yang terhubung dengan kamar utama mereka.

__ADS_1


"Mas Candra! Apakah kamu sudah mengkhianati aku?" gumam Salma dengan mengusap dada nya yang tiba-tiba sesak.


__ADS_2