
Di sebuah kafe mewah yang dikonsep romantis, dihiasi lampu warna-warni dengan makanan berkelas dan mewah, Reno bersama dengan Husna menikmati kencan malam mingguan nya. Namun ada yang berbeda dari sikap Reno yang terlihat kaku dan canggung. Husna lah yang selalu nempel seperti perangko yang masih merasa kalau Reno adalah kekasihnya. Namun demikian Reno tidak bisa menolak jika Husna lengket terus ke sisi nya.
Husna diam-diam punya rencana licik juga untuk memperdaya Reno. Reno pun selalu waspada dengan hal itu. Namun tetap saja Reno masih tetap kecolongan dengan kelicikan Husna di mana beberapa gelas sudah diberikan Husna obat perangsang. Sehingga Reno tidak bisa membedakan lagi gelas yang mana yang telah diberi obat oleh Husna.
"Husna, ayo kita pulang! Aku akan mengantarkan kamu ke rumah! Aku sudah mulai pusing dan aku harus segera pergi kembali ke apartemen ku," kata Reno.
"Kenapa, Reno? Ini masih sore dan baru jam sebelas malam. Jangan khawatir, kalau kamu pusing, aku bisa mengantarkan kamu kembali ke apartemen," ucap Husna.
"Tidak, Husna! Ayo kita pulang!" ajak Reno segera menarik tangan Husna keluar dari kafe itu ke arah parkiran.
Reno dengan cepat menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang rumah Husna. Reno tetap fokus membelah jalanan dan tetap sadar. Husna memperhatikan Reno dalam situasi yang gelisah, kenapa obat yang ia campurkan di beberapa gelas minuman diatas meja belum bekerja dan bereaksi dalam tubuh Reno. Reno terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tubuh Reno tidak bereaksi dengan obat yang telah aku masuk kan ke dalam gelas minuman itu?" pikir Husna.
"Kamu kenapa, Husna?" tanya Reno. Sebenarnya Reno benar-benar sudah kepayahan menahan sesuatu yang sudah tidak nyaman pada bagian tubuh nya.
"Eh, tidak apa-apa kok," sahut Husna.
Mobil Reno berjalan dengan laku kecepatan menuju rumah Husna. Sampai beberapa lama akhirnya Reno menghentikan mobilnya dan membukakan pintu samping tempat duduk Husna.
"Reno! Kamu yakin, malam ini kita tidak..... " ucap Husna. Reno terkekeh.
"Tidak! Cepat turun Husna!" Kata Reno. Husna segera turun dan masih bingung kenapa Reno tidak merasakan efek dari obatnya.
__ADS_1
Husna masuk ke dalam rumah nya dan beberapa kali menengok ke belakang melihat Reno. Reno segera masuk ke dalam mobilnya sambil menahan rasa yang semakin tidak karuan. Reno mengeluarkan handphone nya dan menghubungi kekasihnya.
"Sayang, tolong aku! Aku tunggu kamu di jalan Zzz. Kamu naik taksi ke jalan itu. Karena aku sudah tidak bisa fokus mengemudi," kata Reno yang menelpon seseorang.
"Reno, ada apa dengan kamu?" tanya seseorang di seberang sana yang ikut panik.
"Cepat, sayang! Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya. Cepat ke jalan yang sudah aku beritahu kepada kamu," kata Reno.
"Eh, baik baik, aku segera ke lokasi yang kamu maksudkan," sahut seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah Galuh.
Reno semakin merasakan ketidaknyamanannya . Reaksi obat itu kini benar-benar sudah membuat Reno gerah dan rasanya seperti kesemutan di bagian-bagian titik sensitif nya. Reno melepaskan kemeja nya sendiri karena semakin merasakan panas. Reno masih berada di dalam mobil sedikit menjauhi rumah tinggal Husna dan menunggu kedatangan Galuh untuk membawa nya pulang bersama dengan mobilnya.
__ADS_1
"Sial, wanita itu telah meracuni pikiran dan tubuh ku dengan obat perangsang," gumam Reno yang kini mulai menggigit tangannya sendiri untuk menahan rasa tidak nyamannya.