TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 55


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian. Hari yang dinantikan oleh pasangan suami istri Sinta dan Mukid telah tiba. Sinta melahirkan dengan selamat. Betapa kebahagiaan mereka kini telah lengkap sudah. Apalagi Sinta saat ini telah melahirkan bayi mungil yang cantik. Mukid yang masih takut-takut untuk menggendong putri kandung nya itu tetap memaksakan dirinya menggendong nya. Butiran air matanya jatuh diantara dua sudut matanya. Ia benar-benar sudah menjadi seorang ayah. Bayi mungil, cantik dengan jenis kelamin perempuan itu adalah darah daging nya. Kembali Mukid teringat kesalahan dan dosa besarnya yang menyebabkan Sinta nekat mengugurkan kandungan nya di saat Mukid menikah dengan Maimunah yang tidak lain adalah mama kandung dari Sinta sendiri.


Hubungan diantara Mukid bukan disengaja oleh Sinta. Dalam artian Sinta tidak mengetahui kalau Mukid adalah kekasih atau calon ayah tirinya. Saat di kenalkan oleh mama nya di restoran waktu itu, Sinta benar-benar terkejut bukan main. Ternyata dirinya mencintai seseorang laki-laki yang sama dengan mama nya. Karena Sinta tidak mau mama nya kecewa dan bersedih, akhirnya Sinta lebih memilih menjauh dari kehidupan mama nya yang telah memutuskan menikah dengan Mukid. Akhirnya Sinta pindah kuliah di kota Malang dan di kota itulah akhirnya bertemu dengan Radit yang akhirnya menjadi suaminya. Setelah itu takdir mempermainkan Sinta, Radit meninggal dunia dan tidak berselang lama dia bertemu dengan Mukid. Hingga akhirnya mereka membina rumah tangga sampai saat ini.


Sinta menatap wajah suaminya yang begitu bahagia melihat putri kecilnya. Sinta ikut meneteskan air matanya.


"Kamu akan memberikan nama siapa putri kita, mas?" tanya Sinta yang masih tidur di atas tempat tidur sempit di rumah sakit.


"Aurora El Musin," jawab Mukid. Sinta kembali mengulang dan mengeja nama yang disebutkan oleh Mukid.


"Aurora El Musin! Cantik sekali namanya, mas. Sejak kapan kamu bisa mendapatkan nama itu, mas?" tanya Sinta.


"Baru saja, sayang! Tiba-tiba saja nama itu muncul, sayang! Apalagi saat perutku menuntut untuk makan karena lapar. Sejak kamu masuk ke ruang persalinan, aku belum makan sampai sekarang," ucap Mukid. Sinta yang mendengar itu semuanya menjadi terkekeh.


"Hehehe, kasihan sekali suami ku. Bentar lagi Bana beserta nenek Wati akan tiba kemari kok, mas. Mereka pasti akan membawakan makanan untuk kamu, mas!" kata Sinta.


"Hehehe, kamu sudah tidak apa-apa kan sayang? Aku akan ke luar sebentar untuk mencarikan bubur ayam buat kamu sekalian aku juga mau cari makanan juga," kata Mukid.


"Iya, Aurora biar bobok dulu di box bayi saja. Dia sudah kenyang kok. Tadi sudah banyak mimik susu nya," ucap Sinta.


"I love you sayang! Terima kasih sudah memberikan aku bayi yang cantik dan lucu," ucap pelan Mukid seraya mengecup kening istri nya. Sinta tersenyum mendengar nya.

__ADS_1


"Sebentar yah, aku keluar sebentar kok," tambah Mukid lalu dengan langkah lebarnya segera keluar mencari makanan yang dia inginkan untuk dirinya dan juga istrinya.


*****


Satu bulan setelah Sinta melahirkan. Ratna pun juga melahirkan seorang bayi mungil dengan jenis kelamin laki-laki. Betapa Ratna merasakan kebahagiaan nya ketika dirinya sudah menjadi seorang ibu. 


Hal ini berbeda dengan Salma yang semakin merasakan kecemburuan pada Ratna karena semakin hari Candra semakin perduli dengan Ratna.


"Raja Ratchandra, sangat tampan sekali! Terimakasih Ratna sayang. Bayi kita tampan sekali," ucap Candra.


"Iya, mas! Sesuai kesepakatan kalau bayi kita laki-laki, aku akan pindah ke apartemen ku, yah mas. Jadi lusa aku harus pulang ke apartemen," kata Ratna.


"Baiklah! Kalau semua keinginan kamu. Aku. tidak akan memaksa kamu. Tapi aku akan mencarikan baby sitter untuk membantu kamu mengurus Raja," ucap Candra.


"Mungkin ini sudah menjadi takdir hidup ku yang harus berbagi dengan suami. Tapi ini lebih baik daripada aku harus satu atap dengan istri pertama suamiku. Lebih baik aku tinggal di apartemen ku. Ini lebih nyaman bukan?" pikir Ratna seraya menatap bayi mungilnya.


*****


Berbeda dengan Ratna dan Sinta. Galuh kini sudah dinikahi oleh Reno. Betapa saat ini keduanya sudah menjadi sepasang suami istri. Husna yang mengetahui bahwa Reno sudah menikah dengan Galuh, sahabat nya sendiri tidak lagi mengejar-ngejar lagi Reno. Husna pun menghadiri resepsi pernikahan antara Reno dan juga Galuh. 


"Kamu sudah siap, malam ini kita belah duren?" ucap Reno. Galuh mengernyitkan dahinya melihat wajah Reno yang menunjukkan mesum nya.

__ADS_1


"Kenapa isi dalam pikiran kamu hanya itu saja sih, Reno?" tanya Galuh.


"Karena tujuan diciptakan laki-laki dan wanita adalah untuk berkembang biak. Dan cara berkembang biak itu kita harus bekerja keras melakukan kegiatan olah raga di atas kasur," jawab Reno. Galuh hanya bisa mencubit pinggang suami nya itu. Tentu saja dia tidak boleh menolak jika suami nya minta dan mengajak nya gituan.


*****


Natalia bersama dengan Jho masih menikmati kebersamaan nya sebagai pasangan suami istri yang terbilang masih hangat-hangatnya. Keduanya sedang gencar untuk segera mendapatkan momongan. Petualangan Jho berakhir sebagai laki-laki hidung belang yang suka nemplok dengan semua wanita-wanita yang berkencan dengan nya. 


"Bagaimanapun sayang? Apa hasilnya?" tanya Jho kepada Natali yang saat ini sedang mencoba melakukan tes kehamilan.


"Belum kak Jho! Masih garis satu," jawab Natali.


"Ya sudah! Masih ada waktu dan kesempatan bukan? Malam ini kita akan coba lagi yah, sayang!" ucap Jho seraya memeluk istrinya dan membuat hati Natali tidak bersedih karena belum berhasil.


*****


Berbeda dengan Drajat Aji Saka yang masih saja mencari kesenangan nya. Apalagi setiap Malam-malam nya selalu ditemani wanita-wanita cantik, seksi yang berbeda-beda. Kehidupan bebas nya masih belum berakhir. Dia masih muda untuk berhenti dari kesenangan nya. Karena bagi Drajat Aji Saka, hidup hanya sementara saja. Dia harus menikmati nya selagi muda. 


🍀🍀🍀🍀🍀


Seberat apapun masa lalu mempermainkan kamu. Sebesar apapun luka yang digoreskan pada orang yang menyakiti kamu. Berdamai lah dan hilang kan dendam dengan semuanya. Karena kehidupan tenang, damai teruntuk bagi orang yang memaafkan.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2