TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 17


__ADS_3

Di perusahaan ternama milik tuan Drajat Aji Saka tepatnya di ruang kerja tuan Drajat Aji Saka. Di ruangan itu sudah ada Mukid, Reno, Galuh dan juga Sinta. Tuan Drajat Aji Saka sendiri di dampingi asisten pribadinya yang bernama Jho. Sejak awal mereka Mukid datang bersama Sinta dan kedua bawahan nya, tuan Drajat Aji Saka tidak lepas menatap penampilan Sinta. Padahal Sinta cukup rapi dan tertutup mengenakan pakaian di pagi hari ini. Mungkin saja karena otak tuan Drajat Aji Saka sudah dipenuhi pikiran mesum, wanita dengan berpakaian tertutup pun masih bisa diterawang tembus pandang seperti tidak mengenakan pakaian.


Mukid tentu saja mengetahui hal itu. Namun demi melancarkan rencananya, dirinya harus bisa bersikap cuek dan menahan rasa kecemburuan dan juga amarahnya. Tidak hanya bos nya yang berpikiran mesum, bahkan asisten pribadinya yang bernama Jho pun selalu memperhatikan Galuh. Kedua matanya seperti menelanjangi Galuh yang memang sangat suka menggunakan pakaian seksi. Dengan rok span di atas lutut ditambah kemeja putih yang tipis membayang dari luar


Galuh mengenakan bra nya berwarna hitam. Sebenarnya Galuh ketika datang mengenakan blazer nya, namun lantaran kejahilan asisten pribadi tuan Drajat Aji Saka yang dengan sengaja menumpahkan air minumannya ke blezer milik Galuh. Sehingga mau tidak mau Galuh melepaskan blezer nya sementara dan di angin-anginkan di dekat AC.


"Jadi hanya nominal ini yang Anda butuhkan, tuan Mukid? Apakah tidak kurang?" tanya tuan Drajat Aji Saka. Galuh dan Reno saling pandang untuk memastikan dana yang dibutuhkan untuk perusahaan supaya keadaan kembali stabil dan kegiatan operasional kembali lancar.


"Maaf, pak Mukid! Bolehkah saya menyela sebentar?" sahut Galuh ingin mengutamakan dana yang diperlukan lebih ke titik aman.


"Oke, silahkan Galuh! Tuan Drajat Aji Saka, biar sekretaris atau asisten pribadi saya yang menguraikan nya," kata Mukid.


"Saya ikut menyimak, tuan Mukid! Silahkan nona Galuh!" ujar tuan Drajat Aji Saka. Jho tidak henti memperhatikan Galuh yang menyampaikan kondisi keuangan yang saat ini dibutuhkan di perusahaan milik Mukid. Tuan Drajat Aji Saka manggut-manggut tanda memahami.


"Baiklah! Saya akan memberikannya dengan cuma-cuma dua kali lipat dana yang diperlukan di perusahaan tuan Mukid! Namun sesuai kesepakatan kita barter. Dan karena dana ini melebihi ekspektasi saya, saya menginginkan barter dan barang yang saya dapatkan bersifat hak milik. Ini bukan lagi satu hari atau hanya satu malam saja," kata tuan Drajat Aji Saka.


"Apa?" tentu saja Mukid dan juga Sinta sangat terkejut bukan main.

__ADS_1


Apalagi Reno kini mulai memutar otaknya untuk merubah rencana awalnya. Reno mengedipkan bola matanya ke arah Mukid supaya tetap menyanggupi semua yang diminta oleh tuan Drajat Aji Saka. Reno sudah memikirkan lagi solusi supaya istri bos nya tidak terkungkung dan terjerat dalam budak hasrat tuan Drajat Aji Saka. Bola mata Sinta menatap tajam ke arah tuan Drajat Aji Saka dengan tatapan ingin membunuh nya.


"Baiklah, itu saja tuan Mukid! Silahkan anda bisa memikirkan kembali. Oh iya, bukan maksud saya mengusir. Silahkan anda datang kembali untuk mengantarkan barang barter nya di hotel bintang lima milik saya di pusat kota. Jika anda sudah menyetujui nya, orang saya akan menyiapkan dana itu dalam bentuk kes ketika nona Sinta datang di tempat yang sudah kita sepakati," ucap tuan Drajat Aji Saka.


Tanpa banyak berbicara dan basa-basi berpamitan, Mukid segera meraih pinggang Sinta untuk menggandeng nya keluar dari ruangan itu. Sedangkan Galuh dan juga Reno mengikutinya dari belakang.


Setelah keempatnya keluar dari ruangan itu, tawa antara tuan Drajat Aji Saka dengan Jho pecah.


"Hahahaha, mereka pikir aku bodoh, hah?" ucap tuan Drajat Aji Saka.


"Benar tuan Drajat Aji Saka! Bahkan uang sebanyak itu akan dikasih dengan cuma-cuma. Memangnya aku malaikat yang berhati bersih dan mulia?" kata tuan Drajat Aji Saka.


"Apa kamu bilang?" Tanya tuan Drajat Aji Saka menatap ke arah Jho.


"Eh, maksud saya! Tuan Drajat Aji Saka orang yang pandai dan tidak mudah dibohongi," ralat Jho ketakutan.


"Hahaha," Tawa tuan Drajat Aji Saka pecah saat melihat asisten pribadi nya ketakutan.

__ADS_1


*****


Di dalam satu mobil yang sama, Mukid, Sinta, Reno dan juga Galuh sesaat terdiam. Tentu saja mereka tidak akan mengurangi jika tuan Drajat Aji Saka bisa merubah permintaan nya dari kesepakatan di awal yang hanya menginginkan kencan satu malam dengan Sinta. Namun ini seperti jual beli seorang budak. Di mana barter ini sifatnya seperti jual beli.


"Bagaimana ini, mas? Apakah kamu akan mengorbankan aku demi uang untuk menyelamatkan perusahaan kamu itu?" kata Sinta. Mukid segera merangkul pundak istrinya supaya lebih tenang.


"Itu tidak akan aku lakukan sayang! Aku lebih memilih kamu dari pada harta benda yang ada di dunia ini. Perusahaan itu dirintis dari nol. Jika saja harus bangkrut dan sudah waktunya hancur. Aku sudah siap. Lupakan rencana gila untuk menyetujui barter dari tuan Drajat Aji Saka. Oke?" ucap Mukid serius dan penuh pertimbangan.


Sinta menatap suami nya antara percaya dan tidak. Apakah benar-benar dia sudah siap jika menghadapi kondisi perusahaan nya yang hancur?


Reno dan Galuh saling pandang. Mereka tidak akan menyangka jika masalah ini akan berujung gulung tikar di perusahaan Mukid.


Sinta diam dalam pikiran nya berkecamuk rasa. Jujur, di hatinya tidak ingin melihat suami nya sedih lantaran akan menghadapi kehancuran di perusahaan nya. Dia ingin membantu menyelamatkan perusahaan Mukid yang sudah di bangun sejak lama.


"Aku tidak pernah menduga jika tuan Drajat Aji Saka sudah lama mengincar kehancuran perusahaan tuan Mukid. Sebenarnya ada dendam masa lalu apa terhadap tuan Mukid atau mungkin saja tuan Mukid secara tidak menyadari telah menyinggung tuan Drajat Aji Saka," kata Reno. Mukid menyipitkan bola matanya. Mukid mulai berpikir tentang alasan tuan Drajat Aji Saka yang seperti ingin membuat bangkrut Mukid. Dan Sinta hanya sebagai alasan saja untuk menambah stress Mukid dalam masalah ini.


"Kamu benar, Reno! Tapi aku juga tidak tahu pasti! Coba kamu selidiki keluarga besar tuan Drajat Aji Saka. Siapa tahu aku tanpa sengaja telah menyinggung tuan Drajat Aji Saka sehingga dia seperti membalas dendam demi orang yang sudah aku sakiti," sahut Mukid.

__ADS_1


"Siap, tuan Mukid! Secepatnya saya akan mendapatkan data mengenai tuan Drajat Aji Saka. Sebenarnya dia lahir dari keluarga mana dan memiliki berapa saudara. Siapa tahu dari semua itu, anda mulai menyadari bahwa tuan Mukid telah menyinggung nya," ucap Reno.


"Hem, aku tunggu informasi secepatnya Reno!" sahut Mukid.


__ADS_2