
Siang hari di kantor pusat. Di ruangan kerja Mukid. Reno masuk ke dalam ruangan Mukid dengan wajah cerah.
"Ada apa kamu? Habis menang lotre?" tanya Mukid. Reno meringis saja tanpa menjawab pertanyaan dari Mukid.
Tiba-tiba Galuh masuk ke ruangan itu setelah mengetuk pintu ruangan itu. Mata Galuh langsung tertuju pada Reno. Tentu saja ingatannya masih jelas tadi malam dia telah menghabiskan malam panjang bersama dengan Reno. Bahkan bagian inti nya pun sesekali masih nyeri lantaran bekas tusukkan benda tumpul milik Reno. Galuh malu-malu membuang wajahnya. Dia tidak ingin hubungan nya dengan Reno diketahui oleh Mukid.
"Ini laporan keuangan bulan kemarin, pak!" kata Galuh seraya meletakkan tumpukan berkas di atas meja depan Mukid duduk. Reno menjauh dari meja kerja Mukid dan beralih duduk di kursi sudut ruangan itu. Reno tidak hentinya memperhatikan bodi seksi Galuh.
"Ahhh, semalam pantat itu aku remas dan tampar lantaran gemas. Dan payudara yang membusung di dada nya itu juga sudah aku jamah, ahhh jadi kepingin lagi jika sudah melihat tubuh wanita itu," Batin Reno.
Tatapan mata liar Reno tertangkap oleh Mukid. Mukid menarik nafasnya kasar.
"Kamu boleh pergi, Galuh! Oh, iya! Terimakasih atas semua upaya kamu untuk menyelamatkan perusahaan ini. Tanpa kamu, mungkin perusahaan ini bisa bangkrut. Aku akan memberikan kamu bonus yang besar karena telah berjasa menyelamatkan perusahaan ini," ucap Mukid.
"Terimakasih banyak, pak! Semua sudah menjadi keharusan saya untuk membantu pak Mukid. Bahkan saya rela berkorban untuk pak Mukid," ucap Galuh. Reno yang mendengar ucapan Galuh menjadi membulat matanya.
__ADS_1
"Awas saja kamu! Setelah ini akan kuberi hukuman!" Ancam Reno dalam hati.
******
"Ada apa kamu dengan Galuh? Kamu menyukai Galuh?" tanya Mukid kepada Reno.
"Tidak apa-apa, tuan muda!" sahut Reno.
"Apa yang kamu lakukan saat mengantarkan Galuh pulang tadi malam ke apartemen nya?" tanya Mukid. Reno menyipitkan kedua matanya melihat kearah tuan muda nya atau bos nya.
"Apa? Coba kamu bilang lagi, Reno! Apakah aku tidak salah mendengar nya kalau kamu sudah mulai kurang ajar dengan ku, hem?" ucap Mukid geram. Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf tuan muda! Saya bercanda tuan muda! Jangan diambil hati, tuan muda!" kata Reno akhirnya. Mukid menarik nafasnya lalu mulai menyadarkan punggung nya di sandaran kursi kerja nya.
"Oke, ceritakan sejujurnya, apa yang sudah kamu lakukan terhadap Galuh?" tanya Mukid.
__ADS_1
"Saya? Saya hanya menemani nya bobok di apartemen saja, tuan! Lagian Galuh tinggal sendirian di apartemen. Saya masih mengkhawatirkan Galuh jika orang-orang tuan Drajat Aji Saka mencarinya untuk membalas dendam atas perbuatan Galuh," Kata Reno.
"Modus sekali kamu!" tuduh Mukid.
"Tuan muda seharus nya anda berterimakasih dengan saya. Karena berkat saya Galuh menjadi mengurungkan niatnya untuk berambisi mengejar cinta tuan muda!" Kata Reno. Mukid menyipitkan bola matanya.
"Memangnya apa yang sudah kamu lakukan terhadap Galuh?" desak Mukid dengan pertanyaan yang menyudutkan.
"Hem, saya akan menjadikan Galuh pacar saya, tuan muda!" kata Reno. Mukid terkekeh mendengar nya.
"Bagaimana dengan Husna? Galuh kamu jadikan pacar dan Husna kamu jadikan calon istri. Sebenarnya kamu lebih memilih yang mana, Reno?" ucap Mukid.
"Dua-dua nya, tuan muda! Semuanya sama-sama seksi dan sangat pandai bermain di atas ranjang. Eh ups!" kata Reno. Mukid yang mendengar ucapan Reno seketika melebar bola matanya dengan sempurna.
*****
__ADS_1