TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 50


__ADS_3

Setelah mengantarkan Melinda di perusahaan untuk mengambil mobilnya, Reno bergegas ke apartemen Galuh. Saat Reno tiba di perusahaan itu, Galuh sudah pulang dari kantor.


"Galuh, aku sudah di depan pintu," ucap Reno sambil memegang handphone nya yang ia dekatkan di telinganya. 


"Ngapain ke sini? Aku sedang tidur," ucap Galuh melalui sambungan di handphone nya. Reno terkekeh-kekeh mendengar nya. 


"Ayolah, sayang! Jangan biarkan aku menunggu dan berdiri di depan pintu seperti ini," ucap Reno memohon. 


"Siapa suruh kamu menunggu dan datang ke apartemen ku? Lagi pula, aku sedang istirahat dan bobok," ucap Galuh. 


"Galuh, sayang! Ayo dong! Masak bobok bisa angkat handphone dan bicara," sahut Reno yang masih berdiri di depan pintu apartemen menunggu Galuh dibukakan pintu. 


"Ini, ini aku bobo dan ngigau! Bye!" ucap Galuh. Galuh menarik nafasnya dan melemparkan handphone nya di atas tempat tidur. 


Galuh bersikeras tidak mau membukakan pintu depan apartemen nya. Dia sudah malas karena melihat Reno jalan dengan Melinda. Apalagi ngopi bareng dengan nya. 


Sedangkan di depan, Reno tetap tidak menyerah berteriak menyebutkan nama Galuh dan juga mengetuk pintu apartemen itu. Beberapa kali Reno melakukan itu. Sampai-sampai penghuni apartemen di sebelahnya merasa terganggu dengan ulah Reno yang berisik. 


"Hai, bung! Jangan berisik dan membuat ketenangan orang terganggu. Kalau tidak, saya akan panggilkan keamanan apartemen di sini supaya mengusir anda dari sini," ancam salah satu penghuni apartemen itu. 


"Maaf, pak! Ini istri saya lagi ngambek tidak mau bukakan pintu," alasan Reno. 


"Makanya jadi laki-laki itu jangan suka selingkuh. Akhirnya pulang juga ke istri lagi kan kalau sudah capek berkeliaran di luar," sahut orang itu. Sedangkan Reno yang mendengar nya jadi panas kupingnya dan mengerutkan dahinya. Orang itu segera menciut dan masuk kembali ke dalam apartemen nya. 


"Galih! Bukakan pintu nya, sayang! Kalau tidak dibuka, aku akan nekat mendobraknya," ancam Reno. 


Di dalam Galuh akhirnya turun dari tempat tidur dan menuju pintu depan apartemen nya. Galuh membuka pintu itu. 


Pintu itu kini telah terbuka dan Reno segera menghambur memeluk Galuh dengan erat. 

__ADS_1


"Sayang ku! Jangan ngambek dong! Bagaimana kalau kita jalan dan nonton film di studio XXI? Ada film action romantis terbaru loh, sayang!" rayu Reno. Galuh masih saja diam membisu ketika Reno memeluk dan mendekapnya. 


"Sayang! Ayo lah jangan ngambek dong! Non Melinda tadi hanya meminta tolong padaku supaya bisa lebih dekat dengan tuan muda Mukid. Dia bilang menyukai tuan muda Mukid dari pandangan pertama. Padahal nona Melinda tahu kalau tuan muda Mukid sudah memiliki istri dan anak. Non Melinda bahkan rela jika menjadi istri kedua tuan muda Mukid. Apa tidak tika itu?" cerita Reno. Galuh mulai terpancing dengan cerita Reno. 


"Dasar perawan tua yang sudah kegatelan! Laki-laki yang sudah beristripun mau diembat juga," sahut Galuh. Reno melebarkan bola matanya dengan sempurna mendengar ucapan Galuh. 


"Ehm? Bukankah dia dulu juga begitu kan? Menyukai tuan muda Mukid yang jelas-jelas sudah tahu beristri," Batin Reno. Reno masih mendekap tubuh Galuh erat. 


"Makanya, kamu jangan cemburu lagi yah, sayang!" ucap Reno. 


"Tergantung kamu nanti nya, Reno! Kadang-kadang kamu suka main caplok sana- sini. Pantang lihat paha putih sedikit. 


" Tidak sayangku! Aku hanya sayang sama kamu saja! Cius deh! Berani sumpah!?" ucap Reno yang kini sudah menarik hidung Galuh yang mancung. 


"Awas, minggir! Aku mau dandan dulu!" ucap Galuh sambil mendorong tubuh Reno yang sejak tadi mendekapnya. 


"Hem, mau kemana sayang?" tanya Reno. 


"Sekarang yah, sayang?" tanya Reno sambil garuk-garuk kepala. 


"Kamu nanyak? Kamu bertanya-tanya? Hem?" sahut Galuh. 


"Reno terkekeh saja mendengar ucapan Galuh. 


" Sebenarnya aku masih capek, seharian ini jalan, bangun pagi ke lokasi proyek lalu diskusi setelah itu jalan ke Starbucks kafe sama Melinda. Aku maunya bermanja-manja dengan kamu. Lalu kita saling berpelukan gitu. Atau kamu yang mijitin aku," ucap Reno. 


"Tapi seharian bersama cewek cantik dan seksi bukan? Seger matanya kan lihat dada yang aduhai itu!" ucap Galuh. Reno kembali terkekeh saja. 


"Ya sudahlah! Cepetan dandannya sayang! Atau kamu mau mandi dulu, biar aku temani dulu mandi," ucap Reno modus. 

__ADS_1


"Ogah! Kamu Macam-macam nanti!" sahut Galuh. 


Galuh segera berlari kecil ke kamar nya dan dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum jalan dengan Reno nonton film dan juga shoping. Namun tanpa Galuh menyadari nya, Reno sudah membuntuti dirinya masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba Reno mendekapnya erat dan tanpa memberikan kesempatan pada Galuh berbicara lagi, Reno segera mencium bibir Galuh. Galuh hampir kehabisan nafasnya. Setelah nya Galuh larut dalam permainan itu dan membalas ciuman Reno. 


"Aku perlu kembali segar dan semangat lagi, sayang! Supaya hilang rasa lelah dan capekku. Setelah ini kita baru lanjut jalan dan nonton film nya yah," bisik Reno. 


Tanpa menolak, Galuh pasrah diperlakukan apa saja oleh Reno. Reno mengajak Galuh dalam permainan nya. Dengan irama yang pelan, Reno mengajak Galuh kembali ke syurga dunia yang penuh kenikmatan. Mengarungi samudra yang membentang luas. Dengan nahkoda yang cukup mahir membelah samudera. Galuh pasrah dalam terpaan angin laut yang memporak-porandakan hasratnya menuju kenikmatan yang luar biasa. 


"Reno! Jangan lupa pakai pengaman yah! Aku lagi masa subur," bisik Galuh. 


"Kenapa? Kamu takut hamil, yah sayang? Aku akan menikahi kamu dan bertanggung jawab. Aku janji itu!" sahut Reno. 


"No! Aku masih belum mau menikah dan punya anak. Aku masih harus menyekolahkan adik ku hingga Perguruan tinggi," kata Galuh. 


"Aku akan ikut membantu kamu, sayang! Kamu jangan khawatir! Beban kamu sudah menjadi beban aku juga, oke?" sahut Reno. 


"Hem, baiklah! Terserah kamu saja! Yang penting kamu selalu suka," ucap Galuh kembali pasrah dalam rengkuhan Reno. 


*****


Sementara di tempat lain tuan Drajat Aji Saka terlihat kacau karena salah satu gudang penyimpanan barang distributor nya mengalami kebakaran hingga menyebabkan kerugian yang besar. Sedangkan sebentar lagi dia harus menikahkan adik nya, Natali dengan Jho dengan acara yang megah dan mewah. Natali dan Jho benar-benar akan menikah dan menjadi suami istri.


Sebagai seorang kakak, Drajat sudah lega dan senang melihat Natali sudah tidak lagi terkungkung dalam masa lalu yang membuat dirinya terhina. Natali benar-benar mantap menikah dengan Jho. 


*****


Ditempat lainnya, setelah mengantarkan istri pertamanya, Salma ke terminal Candra segera ke apartemen Ratna untuk mengajak nya kembali ke rumah. Tidak mungkin dia akan tidur sendiri tanpa ada wanita atau salah satu istrinya yang memeluknya. Namun ketika Candra sudah berada di pintu apartemen Ratna, Ratna tidak mau membukakan pintu apartemen nya. Kejadian ini mirip seperti Reno dengan Galuh. Namun bedanya Galuh dengan Reno belum menikah dan masih berpacaran sedangkan Candra dengan Ratna mereka merupakan pasangan suami istri. 


Beberapa kali, Ratna tidak mau menyahut dan mengangkat panggilan masuk dari Candra. Hal itu semakin geram dan marah Candra. Pada akhirnya Candra memilih kembali pulang ke rumahnya. 

__ADS_1


"Hanya segitu saja kah perjuangan kamu, mas? Untuk kembali menaklukkan aku dan meluluhkan kerasnya hatiku? Nyata nya kamu pulang dan tidak mengejar ku lagi," gumam Ratna sambil menyeka air matanya. 


Kembali Ratna meratapi kesedihan nya karena sendirian di apartemen itu.


__ADS_2