TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 54


__ADS_3

Sudah satu minggu ini suasana hati Ratna adem ayem. Dia menjadi wanita istimewa untuk Candra. Dia juga menjadi istri satu-satu nya di rumah itu. Ratna merasakan kebahagiaan dan kenyamanan di rumah itu. Bahkan selama satu minggu ini, Ratna jadi lebih rajin memasak, menyiapkan makanan, kopi untuk suaminya, Candra. Saat hati Ratna merasakan senang, dia mampu melakukan apa saja yang bisa membuat senang suaminya. Candra pun semakin menyayangi Ratna. 


Namun ketika Ratna sedang membuat donat untuk cemilan nanti sore bersama dengan Candra, suaminya. Pintu rumah nya di ketik dan suara bel masuk rumah itu ikut berbunyi. Ratna melongo menatap dua orang yang baru saja datang. Dia adalah Candra dan juga Salma. Tas travel besar terlihat di depan pintu rumah. 


"Halo dik Ratna! Bagaimana kabar kamu? Sehat kan? Wah adik bayi seperti nya sebentar lagi akan lahiran yah?" ucap Salma. Candra langsung duduk di kursi itu sambil melepaskan sepatu dan juga kaos kaki nya. 


"Baik, mbak Ratna! Iya mbak Ratna! Beberapa bulan lagi prediksi lahirannya," sahut Ratna. 


"Semoga lancar yah dik proses lahiran nya nanti," kata Salma. 


"Aamin, mbak Salma!" sahut Ratna. 


"Oh iya, Ratna! Sebentar lagi kamu ada teman di rumah ini. Paling tidak mulai sekarang kamu tidak perlu memasak dan membuatkan kopi untuk aku. Salma sudah mengurus surat pindahnya di kota Malang ini. Salma akan mengajar sekolah SD di sini. Lalu semua pekerjaan rumah biar Salma yang handle semuanya. Karena apa? Karena kamu sudah semakin membuncit perut kamu. Dan kamu tidak boleh capek-capek lagi dan memegang pekerjaan rumah. Oke?" jelas Candra. 


"Tapi mas! Kasihan mbak Salma dong! Mbak Salma kerja dari pagi masih mengurus pekerjaan rumah," protes Ratna. 


"Loh, dik! Aku sudah terbiasa seperti itu! Di kampung. Lagipula waktu mengajarku tidak sampai menghabiskan waktu seharian, dik!" Jelas Salma. 


"Oh, begitu yah! Jadi mbak Salma benar-benar mau mengajar di sini. Itu artinya mbak Salma akan menetap di kota Malang?" ucap Ratna. 


"Benar dik! Kamu suka tidak dik kalau aku akan tinggal satu atap dengan kamu di rumah ini? Nanti adik tidak suka lalu kabur lagi atau pulang lagi ke apartemen," ucap Salma. Ratna menjadi gugup dengan Pertanyaan. 


"Aku suka kok, mbak! Mbak Salma menjadi dekat dengan mas Candra," Sahut Ratna. 

__ADS_1


"Halo istri-istriku yang selalu rukun. Mana kopi buat aku?" ucap Candra yang berasa seperti seorang raja yang memiliki banyak istri. 


"Mas Candra mau dibuatkan kopi sama siapa?" tanya Ratna. 


"Hem, sama Salma saja deh! Dia yang paling jago dan paling tahu ukuran kopi dengan gula yang aku inginkan," ucap Candra. Ratna hanya ber O  saja. 


"Baiklah, aku yang akan buatkan kopi untuk kamu mas," kata Salma sambil bangkit dari tempat duduk nya dan melangkah ke dapur untuk memasakkan kopi untuk suami nya. 


"Ratna, kemarilah!" perintah Candra. Ratna mengikuti apa kata suaminya. 


"Duduk di dekat mas Candra," Kata Candra lagi. 


"Iya, mas! Ada apa mas?" tanya Ratna. 


"Hem, InsyaAllah mas!" sahut Ratna. 


"Aku menyayangi Ratna! Tolong jangan bikin aku terus-menerus menyakinkan kamu kalau kamu dan anak kita sangat berharga bagi aku," kata Candra. 


"Baik, mas!" sahut Ratna. 


*****


Percakapan Reno dengan Galuh di rumah kediaman Mukid. 

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyangka kalau Melinda itu berlaku nekat dengan ibu Sinta," kata Galuh. 


"Nama nya juga. Melinda memiliki ambisi dan obsesi ingin memiliki tuan muda Mukid. Jadi apa yang Dilakukan oleh Melinda adalah suatu permainan," sahut Reno.


"Apakah orang-orang yang berduit serta memiliki kekuasaan seperti itu? Selalu berusaha menyingkirkan atau memperlakukan beberapa orang dengan cara yang bisa menyakiti, menghancurkan bahkan melenyapkan nyawanya jika sudah menyinggung nya. Contohnya seperti tuan Drajat Aji Saka kemarin itu," ucap Galuh.


"Benar! Dia benar-benar sudah gila! Kabarnya salah satu perusahaan yang di bidang konstruksi diujung kebangkrutan. Aku sangat menunggu kehancuran tuan Drajat Aji Saka itu. Namun itu tidak mungkin kita menyaksikan kehancuran semua perusahaan-perusahaannya dalam waktu dekat ini. Dia memiliki banyak perusahaan yang memiliki cabang di mana-mana. Pantas saja dia benar-benar menikmati hidup dalam kebebasan nya baik wanita-wanita yang selalu berada di sekelilingnya," jelas Reno.


"Hem, benar! Apakah hidup seperti itu bisa mendapatkan ketenangan dan ketenangan? Dia sudah seperti binatang melakukan kegiatan panas dengan wanita-wanita nya hanya berdasarkan nafsunya belaka," sahut Galuh.


"Dulu dia sangat romantis dan menyayangi istrinya, nyonya Cintya. Karena pengkhianatan dan perselingkuhan yang dilakukan oleh nyonya Cintya menyebabkan tuan Drajat Aji Saka sakit hati dan mendendam. Betapa sopir nya berselingkuh dengan istrinya. Tuan Drajat Aji Saka tidak pernah mengira, istrinya yang terlihat kalem itu bisa bermain cinta dengan sopir nya sendiri," cerita Reno.


"Oh ternyata ini penyebabnya? Apakah kamu mengetahui bahwa kematian nyonya Cintya benar-benar sangat mengejutkan publik? Di tambah gosip yang beredar, sakitnya bu Cintya yang terdengar adalah penyakit HIV. Di akhir hidup nya nyonya Cintya sakit parah sampai kurus kering seperti mayat hidup. Dia ingin cerai dengan tuan Drajat Aji Saka namun suaminya itu tidak memberikan kebebasan perceraian itu," kata Galuh.


"Kamu tahu? Penyakitnya nyonya Cintya memang disengaja dibuat oleh tuan Drajat Aji Saka. Laki-laki kejam itu benar-benar kejam mendatangkan beberapa pria yang memiliki penyakit mematikan itu. Beberapa laki-laki yang mengidap penyakit HIV itu ditempatkan satu kamar yang sama bersama dengan nyonya Cintya. Dan tentu saja kamu bisa membayangkan bukan? Apa yang akan terjadi pada mereka saat berada di tempat dan kamar yang sama. Seorang wanita yang masih sangat cantik dengan bodi yang seksi lalu di sana ada laki-laki yang jumlahnya hampir lima orang melihat nyonya Cintya dengan tatapan liar," cerita Reno.


"Benar-benar sadis tuan Drajat Aji Saka! Memberikan hukuman pada nyonya Cintya dengan mendatangkan laki-laki yang mengidap penyakit menular itu untuk melakukan tugas yang enak-enak bersama istrinya. Tega sekali! Istrinya sendiri dibuat mangsa oleh orang lain," sahut Galuh.


"Setelah itu, nyonya Cintya jelas positif mengidap penyakit HIV. Semua laki-laki yang di datangkan untuk nya semuanya mengidap penyakit menular," jelas Reno.


"Astaga! Benar-benar tragis menjadi istri tuan Drajat Aji Saka," kata Galuh.


"Semua karena sakit hati, Galuh! Kita tidak bisa mengalahkan tuan Drajat Aji Saka dalam hal ini," nilai Reno. Galuh menyipitkan bola matanya menatap tajam ke arah Reno.

__ADS_1


__ADS_2