
Menjadi istri yang kedua tentu saja bukan impian bagi Ratna. Namun karena kesalahannya sendiri akhirnya Ratna mau tidak mau harus menerima semuanya. Lagi pula istri Candra sudah mengijinkan Candra untuk menikahinya. Ratna mengusap perutnya yang kini usia kehamilannya sudah hampir tiga bulan. Walaupun sekarang dirinya sudah menjadi istri sah kedua Candra, Ratna sudah sangat bersyukur karena dirinya akhirnya dinikahi Candra resmi baik secara hukum maupun agama. Semua karena istri Candra yang mengijinkan dirinya menikah lagi dan bertanggung jawab karena telah menghamili Ratna.
Seperti saat ini, istri pertama Candra sengaja datang ke Malang. Ratna lebih memilih kembali ke rumahnya sendiri daripada tinggal bersama dengan istri pertama Candra di rumah nya.Namun tiba-tiba saja, Candra datang dan mengajak Ratna kembali ke rumahnya.
"Ayo, kita pulang!" ajak Candra kepada Ratna.
"Mas Candra! Boleh tidak kalau aku tidur di rumahku saja. Selama mbak Salma berada di Malang, biar aku tinggal di rumahku sendiri saja, mas! Aku tidak mau mengganggu kebersamaan mas Candra bersama dengan mbak Salma," kata Ratna.
"Tidak! Aku tidak mengijinkan kamu tinggal di rumah kamu sendiri. Apalagi kamu tinggal di rumah kamu sendirian. Dan lagi pula kamu sedang mengandung dan hamil anakku. Kalau terjadi sesuatu bagaimana?" ucap Candra.
"Tapi, mas!" protes Ratna. Ratna sedih lantaran selalu saja Candra tidak bisa diajak berkompromi. Semua yang menjadi keinginan nya selalu harus dipenuhi. Candra membantu mengemasi barang-barang Ratna. Ratna melihat nya dengan rasa sebal. Setelah mengandung, Ratna semakin sebal dengan suaminya itu. Entah kenapa mungkin saja bawaan bayi nya.
"Ayo, pulang!" ajak Candra. Dengan berat hati Galuh mengikuti perintah suaminya itu.
"Kamu itu istriku! Jadi kamu harus selalu mendampingi aku. Kamu jangan menjauh dari aku gara-gara istri pertamaku, Salma liburan di kota Malang. Aku bisa berlaku adil kok, antara kamu dengan Salma," kata Candra dengan suara yang lembut. Candra tahu kalau istrinya saat ini sangat sensitif dan mudah tersinggung karena sedang hamil. Wajar jika menghadapi wanita yang sedang hamil emosi nya mudah berubah sewaktu-waktu. Mood nya juga tidak bisa ditebak.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Candra memang setelah pulang dari mengajar, langsung mampir ke rumah Ratna untuk menjemputnya pulang ke rumahnya.
"Kamu mau makan apa, sayang? Soto atau makanan Jepang?" tanya Candra menawarkan.
"Enggak mau dua-dua nya! Aku mau rujak cingur, mas! Boleh kan?" sahut Ratna.
__ADS_1
"Boleh dong! Tapi jangan cemberut dong! Kasih ciuman dulu ke pipi suami kamu ini, biar semangat!" ucap Candra sambil menunjukkan pipi sebelah kirinya. Ratna mencium pipi Candra. Senyuman lebar segera Tersungging di kedua sudut bibir Candra.
"Nah, gitu dong! Jadi istri yang baik dan nurut suami saja yah, sayang! Jangan aneh-aneh! Karena aku suka wanita seperti itu," ucap Candra. Ratna kembali cemberut bibirnya mendengar ucapan Candra. Candra hanya terkekeh melihat Ratna yang kini menjadi sering berubah seperti anak kecil yang suka merajuk dan merengek kalau tidak sesuai dengan keinginan nya.
"Jangan cemberut gitu dong! Nanti malam kamu siap-siap yah, sayang! Aku akan kembali bermain odong-odong. Aku ingin mengunjungi anakku di dalam rahim kamu. Memastikan kalau dia dalam keadaan baik-baik saja dan sehat," ucap Candra dengan mengerlingkan matanya pada Ratna.
"Enggak mau! Malam ini mas Candra main odong-odong nya sama mbak Salma saja. Aku mau baca novel saja," tolak Ratna.
"Enggak! Pokoknya nanti malam sama kamu! Besok malam baru dengan Salma. Kamu tahu kan? Salma baru tiba tadi pagi. Jadi biar Salma istirahat dulu. Kasihan kalau ini malam Salma aku ajak begadang sampai pagi untuk bermain odong-odong," kata Candra.
Kembali Ratna tidak bisa berkutik dan menolak apa yang diinginkan Candra pada dirinya.
******
Reno sudah tiba di kantor dan langsung menuju ke ruangan pribadinya tanpa mampir dan menjumpai tuan muda Mukid. Reno berpikir jika tuan muda nya itu pasti berangkat siang dan terlambat datang ke kantor. Namun saat Reno sudah tiba di dalam ruangannya, dia dikejutkan dengan seorang wanita muda yang sudah duduk menunggu di kursi sofa.
"Husna, sayang! Kenapa kamu pagi-pagi sudah di sini?" tanya Reno yang sangat terkejut ketika melihat kekasihnya itu sudah ada di ruangannya. Husna tersenyum dan mendekati Reno. Tangan Husna yang lentik merapikan dasi yang dikenakan oleh Reno yang miring.
"Kenapa? Kamu seperti tidak suka jika aku datang ke tempat kerja kamu. Aku kangen kamu tahu, Reno! Sudah hampir satu minggu kamu tidak ke rumah. Jadi aku pikir kamu pasti sangat sibuk dan lebih baik aku mengalah menemui. Kamu di sini," kata Husna.
Husna mengalungkan kedua tangannya ke leher Reno. Reno menyambut nya dengan memeluk pinggang ramping Husna.
__ADS_1
"Maaf sayang! Memang beberapa hari ini banyak sekali masalah yang harus aku selesaikan. Jadi aku tidak sempat mendatangi kamu di rumah kakak kamu. Oh iya, terimakasih yah kamu sudah bela-belain datang ke sini," ucap Reno. Kedua hidung mereka saling bersentuhan.
"Aku sangat rindu kamu, Reno!" ucap Husna pelan.
"Aku juga rindu kamu," sahut Reno.
Hembusan nafas keduanya semakin hangat dan saling bertukar nafas. Tangan Reno yang awalnya berada di pinggang ramping Husna kini sudah mulai mengusap dan merayap ke bagian lain yaitu bagian pinggul seksi Husna yang padat.
Reno mulai menyentuh lembut bibir Husna. Husna memejamkan kedua matanya menerima perlakuan manis Reno. Namun ciuman itu tiba-tiba semakin berbalas dan saling membalas dan bertukar saliva. Lidah mereka saling menerobos dan bergantian menyesap satu sama lain.
"Reno, apakah kita akan melakukannya di sini?" ucap Husna yang tangannya sudah turun menyentuh pusaka milik Reno yang sudah mengembang di balik celana panjangnya.
"Kenapa tidak sayang? Bukankah kamu sudah sangat rindu dengan ku," kata Reno.
"Reno, kunci dulu pintu nya! Apakah kamu ingin seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan kamu dan melihat kita sedang bercumbu dan melakukan ninaninu?" ucap Husna sambil mendorong Reno supaya menghentikan aksinya.
"Sebentar, aku akan mengunci pintunya terlebih dahulu. Lepas semua pakaian kamu! Oke," kata Reno sambil tersenyum menyeringai. Tangannya yang nakal sempat menampar pinggul seksi Husna. Husna meringis saja dengan kenakalan pacarnya.
Husna mulai melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakannya hingga benar-benar tidak menyisakan satupun pakaian yang menempel ditubuh nya. Husna kini berbaring di atas sofa panjang di ruangan itu. Menatap pemandangan indah itu, Reno tersenyum menyeringai. Jakunnya naik turun dan Reno dengan berat menelan air ludahnya sendiri. Husna tersenyum menggoda.
"Sebentar sayang, aku juga akan melepaskan semua pakaian ku," kata Reno yang ikutan melepaskan pakaian nya.
__ADS_1