TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 33


__ADS_3

Jho, kini mengajak Natali di lantai paling atas. Di sana dibuat taman kecil dengan tanaman hias yang ditanam di pot-pot kecil dan besar. Beberapa kursi berbahan rotan yang tertata rapi disiapkan di sana untuk bersantai di sana. Dari tempat itu terlihat bangunan-bangunan dan pemandangan disekitarnya. Angin semilir dengan bebas dapat dirasakan ketika sejenak duduk diam di sana. Ini akan membuat suasana damai dan tenang. 


Natali sejenak memejamkan matanya dan melebarkan kedua tangannya. Natali berusaha menikmati udara segar di atas bangunan rumah tinggal kakaknya itu. 


"Kamu menyukai nya, nona?" tanya Jho yang tiba-tiba saja memeluk tubuh Natali dari belakang. Sontak saja membuat Natali sangat terkejut dibuatnya. Pelukan Jho itu benar-benar mengikis jarak diantara keduanya walaupun Jho memeluk Natali dari belakang. Hal itu cukup membuat hembusan nafas hangat Jho sangat terasa di tengkuk Natali. Natali menjadi canggung dalam situasi itu. Tapi itu benar-benar membuat dirinya merasakan kenyamanan. 


"Eh? Iya bang! Kenapa baru aku menyadari nya kalau di atas ini kita bisa melihat pemandangan di luar sana. 


"Kamu kalau menyukai nya, aku bisa menemani kamu setiap malam di sini," ucap Jho. Tiba-tiba Jho mulai merayu adik kandung dari bos nya itu. 


Tangan Jho semakin erat berada di pinggang ramping Natali. Cukup lama keduanya dalam posisi itu. Hingga Jho nekat membalikkan tubuh Natali hingga keduanya saling berhadap-hadapan. Kedua mata mereka beradu. Deru nafas Jho semakin hangat terasa oleh Natali. Dengan berani Jho mengecup bibir Natali. Bibir itu sangat dingin karena angin malam semakin membuat keduanya larut dalam suasana hening dan sepi. 


Entah apa yang merasuki pikiran Jho saat ini. Semakin lama ciuman itu semakin lama dan panjang. Natali belum membalasnya namun sangat enggan untuk menolaknya. 


"Bang Jho! Hmpt.. Hmpt.. Bangg," Gumam Natali. Namun Jho semakin liat ******* bibir Natali. 


"Emmpt.. Natali! Eh, maksudnya nona Natali! Maaf! Aku hanya terbawa suasana," kata Jho yang kini melepaskan pelukan itu dan menjaga jarak dengan Natali. 


Natali mengusap bibir bekas ciuman Jho. Jho menatap wajah Natali yang tersipu malu. 


"Apakah nona masih mengharapkan pria itu untuk menjadi suami nona?" tanya Jho pada Natali. Natali mengerutkan dahinya. 


"Siapa?" tanya Natali. 


"Tuan Mukid!" jawab Jho. Natali menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Lalu berkata. 

__ADS_1


"Sepertinya aku harus kembali membuka hatiku dengan pria lain. Aku tidak harus terkungkung dengan obsesi ini untuk merebut hati yang tidak menyukai aku sejak dari dulu. Bahkan pria itu sudah menjadi suami orang. Apakah aku harus terus menerus menanti nya? Apakah aku harus terus menerus mengemis cinta itu dari pria yang sama sekali tidak memperdulikan aku?" kata Natali. Matanya menatap tajam ke arah Jho. 


"Bang Jho! Apakah maksudnya kamu mencium aku? Apakah kamu menyukai aku? Katakan bang Jho!" tanya Natali. Tatapan nya seperti mengintimidasi Jho. 


"Eh? Maaf nona! Tapi saya tidak berani. Sungguh! Saya tadi.. Saya tadi hanya terbawa suasana saja. Jadi.. Jadi saya tidak bisa mengendalikan diri saya," ucap Jho. 


"Kalau begitu, sekarang lakukan itu untuk aku!" sahut Natali. Jho mengernyitkan dahinya tidak mengerti atas permintaan Natali. 


"Maksud nona? Maaf saya benar-benar tidak paham," kata Jho. 


"Lakukan lagi seperti tadi! Supaya kamu bisa paham kalau kamu mencium aku karena benar-benar menyukai aku," ucap Natali. 


"Eh?? Maaf nona! Saya khilaf! Tadi saya hanya terbawa suasana saja!" tolak Jho. 


"Apakah kamu juga menolak aku sama seperti Mas Mukid?" tuduh Natali. 


Natali diam lalu memejamkan kedua matanya. Natali bersiap untuk menantikan Jho melakukan apa yang menjadi permintaan nya. Jho bingung antara memenuhi keinginan Natali atau tidak. Akhirnya Jho memenuhi keinginan adik kandung dari bos nya itu. Baginya ini adalah seperti rejeki nomplok yang tidak bisa ditolak lagi. 


"Nona Natali yang memintanya yah! Setelah ini jangan salah kan saya jika saya menuntut lebih dari sekedar ciuman," ucap Jho sambil mendekati wajah Natali. 


*****


Galuh berangsur-angsur mulai melupakan kejadian memalukan yang telah dialaminya. Tentu saja Reno lah yang selalu memberikan semangat dan menghibur Galuh dari kesedihan nya. Bahkan Reno lebih sering mendatangi Galuh daripada mengunjungi kekasihnya, Husna. Reno bahkan rela membawakan makanan untuk Galuh dan memastikan Galuh memakannya sampai habis. Seperti pagi ini, Reno datang ke apartemen Galuh sebelum pergi ke kantor. Dengan penuh perhatian dan kelembutan Reno menyuapi Galuh. 


"Reno, aku bisa sendiri! Kamu pergi lah ke kantor! Titip salam buat pak Mukid yah!?" ucap Galuh. Reno menyipitkan kedua bola matanya. 

__ADS_1


"Apakah kamu masih mencintai tuan Mukid dan berharap ingin memiliki nya juga?" tuduh Reno. Galuh diam tidak menjawabnya. 


"Rasa cinta itu tidak mudah kita hapus dengan cepat. Apalagi belum ada seseorang pria yang menggantikan dia dihati," Sahut Galuh. 


"Bagaimana dengan aku? Apakah kamu tidak menganggap aku ada?" sahut Reno. 


"Entahlah! Pertanyaan itu sekarang aku kembalikan kepada mu, Reno. Apakah kamu menganggap aku ada dan spesial di hati kamu? Bagaimana dengan Husna? Aku merasa kamu curangi setelah kamu merenggut keperawanan ku. Ternyata kamu masih berstatus kekasih Husna. Sedangkan aku menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian," kata Galuh. 


"Tetapi sekarang aku mencintai kamu Galuh! Dan.. dan juga Husna! Maaf jika aku serakah dalam urusan ini. Aku tidak bisa memilih di antara kalian. Karena kalian sama-sama spesial bagi aku," aku Reno jujur. 


"Galuh! Kamu. Menyukai aku juga kan? Kamu bohong kan, jika masih menyukai tuan Mukid?" ucap Reno lagi. 


"Mungkin aku ditakdirkan menjadi wanita yang tidak beruntung dalam urusan percintaan. Nyatanya aku bukan satu-satu nya wanita yang kamu cinta, Reno," kata Galuh. 


"Maafkan aku Galuh. Jika aku mencintaimu dan juga mencintai Husna," kata Reno. 


"Kamu harus menentukan pilihan! Sebelum Husna mengetahui kalau diantara kita pernah berhubungan badan," kata Galuh. 


"Biar saja! Itu yang akan aku inginkan. Husna harus mengetahui nya juga kalau aku juga mencintai kamu," kata Reno. 


"Kamu benar-benar laki-laki yang serakah dan sangat egois," sahut Galuh. Reno kembali meraih tubuh Galuh dan mendekapnya. Dan anehnya walaupun Galuh tahu, dia menjadi orang ketiga diantara hubungan Reno dan Husna, Galuh tidak bisa menolak ketika Reno berusaha memberikan kasih sayangnya pada dirinya. 


"Reno, Kamu harus bisa memilih, aku atau Husna!" ucap Galuh. 


"Akan aku pikirkan lagi setelah ini!" sahut Reno sambil mengecup lembut kening Galuh. 

__ADS_1


"Aku kerja dulu, Galuh!" ucap Reno sambil melepaskan pelukan nya. 


__ADS_2