
"Tuan Drajat! Nona Natali mengamuk di dalam kamarnya, tuan!?" kata pembantu rumah tangga di rumah besar tuan Drajat Aji Saka. Tuan Drajat Aji Saka segera bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerja nya. Langkah kakinya lebar segara menuju ke kamar adik kesayangan nya itu.
Setibanya di dalam kamar adiknya, tuan Drajat Aji Saka mendapati kamar itu berantakan. Terlihat Natali sudah ambruk dengan tubuh lunglai karena sudah mendapatkan suntikan obat penenang oleh dua suster yang menjaganya. Natali kini sudah dibaringkan di atas tempat tidur kamarnya.
"Ada apa suster? Kenapa tiba-tiba adikku mengamuk kembali?" tanya tuan Drajat.
"Mungkin saja, non Natali kembali teringat kejadian yang membuatnya depresi, tuan Drajat," terang salah satu suster itu.
"Hem, belum ada petunjuk kah, kenapa Natali bisa mengalami trauma yang membuatnya depresi jika mengingat peristiwa yang dialami nya," tanya tuan Drajat Aji Saka.
"Hari ini Nona Natali seperti sangat ketakutan dan Nona Natali menyebut salah satu nama laki-laki bernama Antonio," terang tuan Drajat Aji Saka.
"Apa Antonio? Jadi selama ini dugaan kita salah, bukan Mukid laki-laki yang membuat Natali depresi?" gumam tuan Drajat Aji Saka.
"Baiklah! Jaga adikku baik-baik. Ketika dia sudah terbangun nanti, jangan lupa panggil aku di ruangan kerja," Ucap tuan Drajat Aji Saka.
"Siap tuan muda!" sahut dua suster yang menjaga Natali.
Tuan Drajat Aji Saka meninggalkan kamar adiknya dan kembali ke ruangan kerjanya. Dua suster yang berjaga dan merawat Natali mulai membenahi kamar itu yang berantakan. Natali sudah tenang karena pengaruh obat penenang yang sudah disuntikkan ke tubuh Natali oleh salah satu suster tersebut.
"Kasihan, Nona Natali! Dia begitu sangat cantik dan masih muda mengalami trauma dari kejadian yang menimpa nya," ucap salah satu suster itu.
"Benar! Aku pikir, Nona Natali sudah mengalami korban pemerkosaan yang dilakukan lebih dari satu orang. Ini sih analisa aku yah! Soalnya dia beberapa hari ini menyebutkan beberapa nama laki-laki. Bagaimana kalau menurut pendapat kamu?" tanya suster satu nya.
"Entahlah! Nona Natali juga mencintai seseorang dan dia juga patah hati lantaran cintanya telah ditolak. Mungkin ini juga saling berkaitan. Karena dengan kejadian dirinya diperkosa, pada akhirnya Nona Natali semakin merasa tidak akan mungkin bisa bersama dengan laki-laki yang ia cintai dan harapkan menjadi suami nya kelak," jawab suster itu.
"Ah, semoga Nona Natali secepatnya bisa sembuh dan bisa menerima semuanya kejadian yang sudah menimpanya," sahut suster itu.
*****
"Jho, lekas cari informasi seseorang dengan nama Antonio! Laki-laki itu lah yang disebut Natali saat Natali kembali mengalami trauma nya," perintah tuan Drajat Aji Saka kepada Jho melalui sambungan telepon.
"Oh, iya! Jangan lupa, secepatnya kau seret wanita yang bernama Galuh itu kehadapan ku! Aku akan menuntut perhitungan dengan nya," tambah tuan Drajat Aji dengan wajah yang penuh dendam dan amarah.
"Tunggu saja pembalasan ku! Aku akan memberimu hukuman yang berlipat-lipat dari apa yang sudah kamu berikan kepada ku. Wanita itu benar-benar sudah berani menantangku," Gumam tuan Drajat Aji Saka.
Tiba-tiba salah satu pelayan di rumah itu kembali memberi kabar penting pada tuan Drajat Aji Saka.
"Ada apa lagi?" tanya tuan Drajat Aji Saka kepada salah satu pelayan nya yang datang tergopoh-gopoh menjumpai nya.
"Anu tuan! Anu tuan muda!" ucap pelayan di rumah itu yang sudah lama bekerja di sana.
"Anu, Anu, Anu, anu apa? Cepat katakan? Jangan membuatku ikut berpikir dan menebaknya, Inem?" sahut tuan Drajat Aji Saka mulai geram kepada wanita dengan usia kurang lebih empat puluh lima tahun itu.
"Nyonya Cintya, tuan!" ucap pelayan itu yang bernama Inem.
"Ada apa dengan nyonya Cintya, hah?" tanya tuan Drajat Aji Saka.
__ADS_1
"Nyonya Cintya di mulutnya mengeluarkan banyak busa di mulutnya,tuan! Dan seperti nya nyonya Cintya sudah meninggal dunia, tuan!" ucap Inem dengan wajah ketakutan dan gemetaran.
Tuan Drajat Aji Saka diam tanpa ekspresi terkejut dan kehilangan. Hal itu membuat Inem semakin tidak mengerti.
"Kamu urus semuanya, Inem! Dan bilang sama pelayan yang lain untuk mengurus jenazah nyonya. Aku akan mempersiapkan segalanya," ucap tuan Drajat Aji Saka kepada Inem.
Inem meninggalkan tuan Drajat Aji Saka dan memberi kabar pelayan-pelayan yang lain untuk mengurus semua keperluan dan jenazah nyonya Cintya. Sedangkan tuan Drajat Aji Saka kini mulai mempersiapkan dirinya dengan acara pemakaman istrinya itu.
"Paling tidak kematian mu ini lebih baik daripada kamu hidup banyak melakukan tindakan yang menjijikkan dan mengkhianati suami kamu, Cintya Alam kubur lebih baik daripada kamu di dunia menyusahkan suami kamu," gumam tuan Drajat Aji Saka sambil tersenyum seringai.
******
Cintya meninggalkan satu lembar surat untuk suaminya. Di sana tertuang permintaan maaf sebelum dirinya meninggal dunia. Bagaimana pun juga, Cintya ingin mati dalam keadaan yang bersih dari dosa. Walaupun selama ini dirinya sudah melakukan banyak dosa dan pengkhianatan terhadap suami nya. Dari semua yang telah dia perbuat menyebabkan suaminya memiliki dendam dan tidak mempercayai dirinya lagi.
Cintya tidak bosan-bosan meminta maaf kepada suaminya yang sudah ia khianati. Walaupun tuan Drajat Aji Saka tidak mau memaafkan dirinya. Bahkan dengan sengaja selalu memberikan hukuman yang tidak manusiawi sebagai seorang wanita.
Sebenarnya semenjak Cintya sudah tidak dianggap lagi sebagai istri dari tuan Drajat Aji Saka ketika di rumah, Cintya minta diceraikan. Tetapi tuan Drajat selalu tidak memberikan kebebasan. Ketika Cintya berusaha kabur pun, tetap dicari oleh orang-orang dari tuan Drajat Aji Saka. Setelah Natali tertangkap kembali mendapatkan hukuman seperti binatang.
Tuan Drajat Aji Saka membaca surat dari Cintya yang berisi permintaan maaf terhadap dirinya. Tuan Drajat tanpa sadar matanya mulai berkaca. Tentu saja dirinya masih ada sedikit kesedihan ketika mengingat masa dulu yang sangat bahagia ketika mencintai Cintya dan akhirnya menjadi istrinya serta menikah.
"Selamat jalan, Cintya! selamat jalan! Aku tidak menyangka jika kematian kamu, aku sendiri yang merencanakannya," gumam tuan Drajat Aji Saka.
*****
Flashback on.
Malam minggu ini, Natali dijemput oleh Antonio di apartemen nya. Saat ini Natali masih berkuliah di salah satu universitas ternama di kota besar. Natali jauh dari keluarga dan merantau di kota besar untuk melanjutkan studinya di perguruan tinggi di Jakarta.
Antonio mengajak Natali berkumpul dan berpesta dengan teman-temannya di salah satu apartemen nya. Di apartemen itu kini telah berkumpul 7 orang laki-laki dan hanya Natali sendiri satu-satu nya wanita yang berada di apartemen itu.
Salah satu teman Antonio membisikkan sesuatu di telinga Antonio. Antonio tersenyum menyeringai dan setelah itu melihat ke arah Natali dengan pandangan penuh minat.
Suara tawa pria-pria yang masih duduk di bangku kuliah memenuhi ruangan itu. Bau minuman beralkohol sudah menyeruak di apartemen sampai ke sudut ruangan. Natali di tengah-tengah mereka dicekoki minuman beralkohol dengan kadar tinggi. Antonio terbahak-bahak saja dengan pesta minuman keras di apartemen itu bersama dengan teman-temannya.
Tangan-tangan jahil sudah menggerayangi tubuh Natali yang seksi dengan pakaian sedikit terbuka. Antonio semakin tertawa ketika pacarnya diperlakukan tidak senonoh dengan teman-temannya. Natali sudah cekikikan lantaran terpengaruh minuman beralkohol yang telah diminum nya. Bahkan Alex sudah memberikan obat perangsang diminumkan Natali. Natali terlihat sudah berkeringat.
"Panas!?" ucap Natali sudah merasakan tidak nyaman pada kondisi tubuh nya.
Mendengar hal itu semua teman-temannya Antonio tertawa lepas.
"Buka saja baju kamu kalau kamu kepanasan. Kita juga mau lepas baju semuanya," Kata Antonio kepada Natali.
"Hah?" Natali membulat matanya.
"Antonio, aku.. aku.. merasa tidak nyaman," kata Natali dengan membisikkan sesuatu.
Di depan ke tujuh teman-temannya Antonio mencium Natali dengan liar. Awalnya Natali malu jika Antonio melakukan itu di depan teman-temannya nya. Namun pada akhirnya, Natali menjadi pasrah saja lantaran dirinya sudah terbakar gairah karena obat perangsang yang sudah terminum olehnya. Di ruangan itu akhirnya Natali seperti piala bergilir menjadi rebutan dari ketujuh pria-pria yang sudah tidak lagi menggunakan akal sehatnya.
__ADS_1
Sampai berjam-jam tubuh lemah Natali lunglai di ruangan itu karena perbuatan keji dari ketujuh pria-pria itu. Semuanya lantaran niat jahat Antonio yang menjadikan pacarnya pesta bersama dengan ketujuh teman-temannya.
*****
Siang hari di kantor pusat. Di ruangan kerja Mukid. Reno masuk ke dalam ruangan Mukid dengan wajah cerah.
"Ada apa kamu? Habis menang lotre?" tanya Mukid. Reno meringis saja tanpa menjawab pertanyaan dari Mukid.
Tiba-tiba Galuh masuk ke ruangan itu setelah mengetuk pintu ruangan itu. Mata Galuh langsung tertuju pada Reno. Tentu saja ingatannya masih jelas tadi malam dia telah menghabiskan malam panjang bersama dengan Reno. Bahkan bagian inti nya pun sesekali masih nyeri lantaran bekas tusukkan benda tumpul milik Reno. Galuh malu-malu membuang wajahnya. Dia tidak ingin hubungan nya dengan Reno diketahui oleh Mukid.
"Ini laporan keuangan bulan kemarin, pak!" kata Galuh seraya meletakkan tumpukan berkas di atas meja depan Mukid duduk. Reno menjauh dari meja kerja Mukid dan beralih duduk di kursi sudut ruangan itu. Reno tidak hentinya memperhatikan bodi seksi Galuh.
"Ahhh, semalam pantat itu aku remas dan tampar lantaran gemas. Dan payudara yang membusung di dada nya itu juga sudah aku jamah, ahhh jadi kepingin lagi jika sudah melihat tubuh wanita itu," Batin Reno.
Tatapan mata liar Reno tertangkap oleh Mukid. Mukid menarik nafasnya kasar.
"Kamu boleh pergi, Galuh! Oh, iya! Terimakasih atas semua upaya kamu untuk menyelamatkan perusahaan ini. Tanpa kamu, mungkin perusahaan ini bisa bangkrut. Aku akan memberikan kamu bonus yang besar karena telah berjasa menyelamatkan perusahaan ini," ucap Mukid.
"Terimakasih banyak, pak! Semua sudah menjadi keharusan saya untuk membantu pak Mukid. Bahkan saya rela berkorban untuk pak Mukid," ucap Galuh. Reno yang mendengar ucapan Galuh menjadi membulat matanya.
"Awas saja kamu! Setelah ini akan kuberi hukuman!" Ancam Reno dalam hati.
******
"Ada apa kamu dengan Galuh? Kamu menyukai Galuh?" tanya Mukid kepada Reno.
"Tidak apa-apa, tuan muda!" sahut Reno.
"Apa yang kamu lakukan saat mengantarkan Galuh pulang tadi malam ke apartemen nya?" tanya Mukid. Reno menyipitkan kedua matanya melihat kearah tuan muda nya atau bos nya.
"Tuan Mukid, ingin tahu banget atau ingin tahu sekali?" sahut Reno. Mukid membulat matanya secara sempurna.
"Apa? Coba kamu bilang lagi, Reno! Apakah aku tidak salah mendengar nya kalau kamu sudah mulai kurang ajar dengan ku, hem?" ucap Mukid geram. Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf tuan muda! Saya bercanda tuan muda! Jangan diambil hati, tuan muda!" kata Reno akhirnya. Mukid menarik nafasnya lalu mulai menyadarkan punggung nya di sandaran kursi kerja nya.
"Oke, ceritakan sejujurnya, apa yang sudah kamu lakukan terhadap Galuh?" tanya Mukid.
"Saya? Saya hanya menemani nya bobok di apartemen saja, tuan! Lagian Galuh tinggal sendirian di apartemen. Saya masih mengkhawatirkan Galuh jika orang-orang tuan Drajat Aji Saka mencarinya untuk membalas dendam atas perbuatan Galuh," Kata Reno.
"Modus sekali kamu!" tuduh Mukid.
"Tuan muda seharus nya anda berterimakasih dengan saya. Karena berkat saya Galuh menjadi mengurungkan niatnya untuk berambisi mengejar cinta tuan muda!" Kata Reno. Mukid menyipitkan bola matanya.
"Memangnya apa yang sudah kamu lakukan terhadap Galuh?" desak Mukid dengan pertanyaan yang menyudutkan.
"Hem, saya akan menjadikan Galuh pacar saya, tuan muda!" kata Reno. Mukid terkekeh mendengar nya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Husna? Galuh kamu jadikan pacar dan Husna kamu jadikan calon istri. Sebenarnya kamu lebih memilih yang mana, Reno?" ucap Mukid.
"Dua-dua nya, tuan muda! Semuanya sama-sama seksi dan sangat pandai bermain di atas ranjang. Eh ups!" kata Reno. Mukid yang mendengar ucapan Reno seketika melebar bola matanya dengan sempurna.