TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 27


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor, Reno Berencanca mendatangi Husna di rumahnya. Husna tinggal bersama kakaknya di kota besar ini. Kakaknya sudah menikah dengan seorang duda dan belum memiliki anak. Namun sebelum benar-benar Reno mendatangi Husna di rumah kakaknya itu, Reno mengurungkan niatnya. Pikirkan benar-benar bimbang dan masih terpikirkan Galuh. 


Entah kenapa Reno merasakan gelisah tidak menentu. Hati dan pikiran nya kacau dan tertuju pada wanita itu. Wanita yang sudah ia renggut keperawanannya. Bahkan saat itu dirinya seperti laki-laki yang memaksakan diri untuk melakukan itu pada Galuh. Padahal dia dengan Galuh belum jadian dan tidak ada status berpacaran. Reno masih menjalin hubungan dengan Husna sebagai kekasihnya. Namun sekarang Reno dalam dilema. Saat ini jika harus memilih diantara Husna dengan Galuh dirinya dalam kebimbangan. 


"Akhh, Galuh! Kenapa seharian ini aku menjadi kepikiran terus dengan nya?" Gumam Reno. 


Reno memutar arah menuju ke apartemen Galuh. Dia harus memastikan kalau Galuh baik-baik saja. 


"Apakah aku rindu dengan wanita itu? Ah itu tidak mungkin! Tadi di kantor juga bertemu dengan wanita itu. Tapi, Galuh terlihat marah karena aku masih berhubungan dengan Husna. Dia mengetahui kalau selama ini aku dengan Husna berpacaran," Gumam Reno. 


"Ahhh, baru kali ini aku benar-benar  seperti orang gila gara-gara seorang wanita. Bahkan antara Galuh dengan Husna, jelas-jelas lebih cantik dan seksi Husna. Tapi kenapa wanita seperti Galuh bisa membuatku gila dan menjadi kecanduan. Rasanya tidak enak kalau dia mendiami dan menjauhi aku," pikir Reno. 


Reno menghentikan mobilnya di area parkiran. Reno mulai masuk ke bangunan tingkat dan megah di depannya. Langkah lebarnya seperti sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Galuh. 


"Semoga Galuh mau membukakan pintu apartemen nya," Gumam Reno. 


Saat menuju ke apartemen nya Galuh, di depan pintu apartemen nya Reno melihat tas Galuh tergeletak di depan pintu apartemen. 


"Ini tas Galuh. Kenapa bisa di depan pintu apartemen ini?" Gumam Reno. 


Reno membuka tas Galuh itu. Di sana masih lengkap dompet, handphone milik Galuh. Kartu elektronik apartemen Galuh pun juga ada di tas itu. Reno mulai berpikir. 


"Astaga! Galuh??? Jangan-jangan orang-orang suruhan tuan Drajad Aji Saka telah menculik dan menangkap Galuh," Gumam Reno. 


Reno segera menghubungi orang-orang nya juga. Namun masalah ini Reno tidak mau melibatkan Mukid. Tuan mudanya itu pasti lagi bersenang-senang dengan istrinya. Namun ketika dirinya berencana menyembunyikan masalah penculikan Galuh, Handphone nya berbunyi. Ada panggilan masuk di sana. 


"Ya Tuhan, baru saja aku berpikir untuk tidak menyampaikan masalah ini pada tuan muda, beliau menelpon. Aku rasa, dia selalu tahu dengan apa yang aku rasakan," Gumam Reno. Lalu dirinya mulai menggeser tombol hijau panggilan masuk itu. 


"Halo, tuan muda!" sahut Reno berusaha menyembunyikan suaranya yang gemetar karena sudah sangat panik. Langkah nya sudah mulai bergerak meninggalkan apartemen itu menuju area parkiran. 


"Kamu dimana, Reno!" tanya Mukid di seberang sana. 


"Saya saya lagi di jalan, tuan muda!" sahut Reno. 

__ADS_1


"Apakah ada masalah?" tanya Mukid. 


"Tuan, tuan muda! Galuh diculik oleh orang-orang tuan Drajad Aji Saka," jelas Reno penuh kekhawatiran. 


"Apa? Masalah sebesar ini kamu baru memberitahu aku sekarang? Kalau terjadi apa-apa dengan Galuh, kita akan merasa bersalah, Reno. Semua yang dilakukan oleh Galuh demi menyelamatkan perusahaan kita," omel Mukid. 


"Saya sudah menghubungi anak-anak untuk menelusuri jejak tuan Drajad beserta orang-orang nya," jelas Reno. 


"Kenapa? Bukankah lebih efektif lagi kamu melacak keberadaan Galuh melalui ponselnya?" sahut Mukid. 


"Masalahnya saya menemukan tas Galuh di depan pintu apartemen nya dan handphone nya juga masih didalam tasnya, tuan!" ucap Reno. 


"Oke, oke, kamu tenang! Sekarang juga jemput aku! Kita akan langsung ke villa pribadi tuan Drajad Aji Saka," perintah Mukid. 


"Kenapa begitu tuan?" tanya Reno. 


"Sudahlah! Nanti akan aku jelaskan saat kita bertemu lagi. Masalah nyawa Galuh adalah taruhan nya. Aku tidak ingin tuan Drajad Aji Saka menyakiti orang-orang ku. Padahal dia hanya menginginkan aku," kata Mukid. 


Reno tidak mengerti dengan perkataan tuannya. Dia hanya tahu kalau adik tuan Drajad Aji Saka sangat mencintai Mukid. Dan adik tuan Drajad Aji Saka saat ini juga dalam keadaan depresi. 


*****


"Kurang ajar! Jangan sakiti sekretaris ku! Apa yang kau inginkan?" teriak Mukid dengan amarah yang melihat Galuh polos seperti cacing kepanasan. Hal itu benar-benar mengkhawatirkan Mukid. 


Kejadian kemarin dimana tuan Drajad Aji Saka di hotel itu bermain pedang-pedangan lantaran ide dari Reno yang sengaja mendatangkan beberapa gigolo yang ditugaskan melayani tuan Drajad Aji Saka sebagai ganti Galuh di sana. Hal itulah yang menjadi kemarahan tuan Drajad Aji Saka terbakar dendam. 


"Baiklah! Aku tidak akan menyakiti wanita itu jika kamu ke tempat ini dengan membawa asisten pribadi kamu yang bernama Jho itu! Ingat jangan melaporkan masalah ini pada pihak berwajib. Ini urusan pribadi kita. Kamu dan Reno datang ke villa ku. Aku ingin menyelesaikan semua masalah ini. Kamu dengan Natali dan aku dengan Reno," ucap tuan Drajad Aji Saka. 


"Apa? Masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Natali, adik tuan Drajad!" sahut Mukid. 


"Kau tidak mengerti! Bahkan saat ini kondisi Natali seperti kehilangan semangat hidupnya. Dia seperti tidak ada cahaya lagi di hatinya untuk melangkah. Itu karena kamu! Semua karena kamu Mukid! Adikku depresi gara-gara kamu!" ucap tuan Drajad Aji Saka. 


"Anda salah paham, tuan Drajad Aji Saka! Saya tidak melakukan apapun dan menyakiti adik tuan Drajad!" sahut Mukid. 

__ADS_1


"Sudahlah kamu jangan menyangkal nya lagi! Bukti sudah menunjukkan kalau Natali depresi. Bahkan sekarang ini masih menyebutkan nama kamu!" kata tuan Drajad Aji Saka. 


"???? " Mukid diam. Tidak mungkin penolakan cintanya itu mengakibatkan Natali menjadi depresi. 


"Mas!. Ada apa mas?" tanya Sinta yang memeluk Mukid dari belakang. Video call yang dilakukan oleh tuan Drajad Aji Saka sudah terhenti. Kini Mukid dalam kepanikan karena masalah Galuh dan Natali yang keduanya berhubungan dengan dirinya. 


"Galuh, sekretaris ku telah diculik oleh tuan Drajad Aji Saka. Aku harus menyelamatkan Galuh, Sinta!" terang Mukid. Sinta melongo mendengar kabar itu. 


"Aku akan menghubungi Reno! Masalah ini harus segera diselesaikan sebelum tuan Drajad Aji Saka menyakiti Galuh," kata Mukid akhirnya. Sinta diam dan tidak banyak bicara. Dirinya sadar, tidak bisa berbuat apa-apa selain mendukung suaminya. 


*****


Galuh semakin merasakan tidak nyaman. Tubuh nya semakin panas. Tubuh polos itu sudah benar-benar seperti cacing kepanasan, mengeliat-geliat karena merasakan tidak nyaman. Apalagi di depan matanya dirinya harus menyaksikan adegan liar dari tuan muda Drajad Aji Saka dengan seorang wanita-wanita penghibur.


Galuh sudah tidak malu lagi dengan kondisinya saat ini. Tatapan liar dan haus akan sentuhan dirasakan oleh Galuh. Saat ini Galuh juga butuh pertolongan. Rasanya Galuh ingin bergabung dengan mereka semua yang melakukan adegan hot dengan banyak gaya. Namun Galuh diikat kaki dan tangannya. Betapa itu sangat menambah penderitaan bagi Galuh yang sudah dalam pengaruh obat perangsang dosis tinggi.


Galuh ingin rasanya menggigit bibirnya sendiri supaya dirinya bisa tetap dalam keadaan sadar. Namun didepan matanya dirinya harus menyaksikan adegan yang menjijikkan itu.


Hingga beberapa saat, tuan Drajad Aji Saka beserta wanita-wanita nya menyudahi permainan gila itu di depan mata Galuh.


Galuh kini di ruangan itu sendiri masih menahan penderitaan yang tidak di ujung. Bagian pangkal paha nya sudah banyak menetes cairan pelumas nya yang menunjukkan bahwasanya dirinya sangat membutuhkan pertolongan. Apalagi ditambah melihat adegan syur di depannya tadi.


Di ruangan itu, Galuh rasanya ingin menangis atas apa yang dia alami. Harga dirinya seperti diinjak-injak dan direndahkan oleh laki-laki bejat seperti tuan Drajad Aji Saka.


Bahkan saat ini dirinya dibiarkan polos tanpa pakaian.


"Reno! Tolong! Bantu aku! Tolong! Reno, tolong aku!" Rintih Galuh diruangan sendiri dengan tangan dan kaki diikat.


"Ahhh, uhhhh, tolong! Tolong akuuuuuuu," ucap Galuh yang merasakan ketidaknyamanan ditubuh nya.


*****


Sementara Reno kini sudah meluncur cepat menjemput tuan muda Mukid. Perasaan nya semakin tidak karuan. Dia benar-benar sudah tidak bisa berpikir lagi.

__ADS_1


"Awas saja kamu, Drajat! Jika terjadi sesuatu dengan Galuh! Akan aku cabik-cabik tubuh kamu dan akan aku pastika  Anu kamu tidak bisa digunakan lagi," Ancam Reno sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2