TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 28


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju villa, Mukid dan Reno tidak banyak bicara. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing. Reno tentu saja sangat gelisah dan mengkhawatirkan keselamatan Galuh. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Galuh. Jika mengingat pikiran buruk tentang apa yang akan dilakukan oleh tuan Drajad, rasanya Reno segera ingin membunuh tuan Drajad. Apalagi jika tuan Drajad sampai menyentuh wanita nya. Reno tidak akan memaafkan tuan Drajad jika Galuh sampai disentuh oleh laki-laki mesum itu.


Mukid sesekali memperhatikan asisten pribadinya itu yang terlihat benar-benar gelisah dan tidak bisa tenang. Beberapa kali mobil yang dikendarai oleh Reno hampir saja menabrak mobil lain di jalan yang berlawanan. Hal itu menjadi Mukid geram dan mengganti kan Reno untuk menyetir mobilnya.


"Apakah kau sudah siapkan pisau atau senjata api jika tuan Drajad Aji Saka menodai wanita yang kamu sukai?" tanya Mukid. Reno mendengus kesal.


"Aku tidak akan membiarkan laki-laki mesum itu hidup jika berani menyentuh Galuh!" ancam Reno.


"Hem," gumam Mukid.


"Lebih cepat sedikit tuan!" ucap Reno. Mukid melotot matanya. Bila-bila nya sekarang ini dirinya diperintah oleh Reno, asisten nya?


"Eh, maaf tuan! Saya ingin segera tiba di villa! Takut jika laki-laki mesum dan menjijikkan itu melakukan tindakan macam-macam pada Galuh," kata Reno. Mukid tersenyum dan akhirnya terkekeh.


"Kamu rupanya benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan Galuh. Ini sangat berbeda sekali saat Husna mengalami kecelakaan di waktu itu," kata Mukid.


"Entah lah tuan! Saya sangat menyayangi Galuh. Tapi saya juga tidak mau meninggalkan Husna," ucap Reno.


"Apakah kedua-dua nya sudah kamu buka segelnya? Kamu benar-benar bandit, Reno!" umpat Mukid.


"Cinta itu butuh pembuktian tuan muda! Kami sama-sama sudah membuktikan kalau kami saling mencintai. Salah satunya dengan melakukan hubungan badan," kata Reno.


"Pandangan dan arti cinta bagi kamu mungkin berbeda dengan kalau aku orang pada umumnya. Termasuk aku. Yah, walaupun aku juga begitu sih. Aku melakukan itu dengan istriku untuk pertama kalinya juga sebelum kami resmi menikah dan menjadi suami istri," Kata Mukid jujur. Reno menyipitkan matanya.


"Wah, anda ternyata juga menganut paham dicicipi dulu baru dibeli yah, tuan! Atau di coba dulu baru deal dibayar," Sahut Reno.

__ADS_1


"Gundul kamu itu!" protes Mukid. Keduanya terkekeh-kekeh saja sampai lupa ketegangan diantara mereka.


*****


Di villa milik tuan Drajad Aji Saka, tepatnya di sebuah kamar. Natali menatap jauh dari jendela. Pandangan nya kosong entah apa yang sedang dipikirkan oleh wanita yang sudah mengalami trauma dan kejadian yang menyedihkan itu. Sesekali wanita yang cantik itu tersenyum lebar dikedua sudut bibir nya. Terkadang dia kembali meratapi kesedihan nya jika kembali peristiwa yang membuat dirinya tidak akan menerima dihina dan diperlakukan seperti binatang oleh laki-laki yang merusak kehormatan nya.


Pintu kamar itu pelan-pelan terbuka. Seorang laki-laki dewasa mendekati Natali dan duduk di sampingnya. Tangannya yang kokoh dan lebar meraih bahu Natali dengan kelembutan. Lalu mengusap rambut lurus dengan potongan pendek itu penuh kasih sayang.


"Adik, sampai kapan kamu terus seperti ini? Katakan pada kakak, sebenarnya apa yang sudah menimpa kamu? Katakan dik? Kakak akan membunuh orang-orang yang sudah menyakiti kamu," ucap seorang laki-laki dewasa yang tidak lain adalah tuan Drajad Aji Saka. Natali menatap wajah kakak nya dengan menyipitkan bola matanya. Lalu kedua matanya mengeluarkan kristal bening air mata.


"Apakah semua ini gara-gara Mukid?" tanya tuan Drajad Aji Saka. Natali menggeleng cepat.


"Lalu siapa? Katakan! Biar kakak cari dimana orang-orang yang sudah menyakiti kamu!" ucap tuan Drajad Aji Saka.


"Sebentar lagi kakak akan mempertemukan kamu dengan Mukid dan beberapa laki-laki yang diduga telah menyakiti kamu. Sebentar lagi kakak akan tahu kebenarannya, siapa yang sebenarnya membuat kamu seperti ini," ucap tuan Drajad Aji Saka.


"Mas Mukid? Dia akan datang?" ucap Natali lirih. Tuan Drajad Aji Saka tersenyum senang. Adik nya kini telah menanggapi ucapan nya.


"Kamu mencintai nya, dik?" tanya tuan Drajad Aji Saka memastikan kembali. Natali mengangguk pelan. Tiba-tiba wajahnya memerah lantaran sangat malu.


"Ya Tuhan! Jika dari kemarin aku tahu kalau senyummu muncul karena pria itu, kakak akan membawa nya kepada mu," ucap tuan Drajad Aji Saka sambil meraih tubuh adiknya dan memeluknya penuh kasih sayang. Tangan nya mengusap punggung adiknya.


"Ya sudah, kamu berdandanlah yang cantik, supaya nanti kamu ketika ketemu dengan laki-laki yang sangat kamu cintai itu, kamu terlihat cantik dimatanya. Oke?" kata tuan Drajad Aji Saka. Natali kembali tersenyum dan menatap wajah kakak nya dengan mata berbinar.


"Kakak, terimakasih!? " gumam Natali pelan.

__ADS_1


"Iya, melihat kamu kembali tersenyum dan ceria, itulah yang kakak harapkan," ucap tuan Drajad Aji Saka.


Tuan Drajad Aji Saka keluar dari kamar itu meninggalkan Natali di sana. Natali tiba-tiba mendapatkan energi baru dan semangat lagi.


"Mas Mukid! Kamu datang?" gumam Natali. Di depan cermin Natali mulai merias wajah nya. Setelah nya dia mencari gaun yang indah untuk dia kenakan. Dia tidak ingin terlihat berantakan di depan pria yang dia cintai. Bahkan laki-laki inilah yang menjadi cintanya menggila.


"Aku tidak ingin melepaskan kamu lagi, mas Mukid!" gumam Natali.


*****


Di ruangan tengah, tuan Drajad Aji Saka menikmati minumannya. Jho datang memberikan kabar.


"Tuan, kita apakan ketujuh laki-laki yang diduga telah memperkosa nona Natali?" tanya Jho.


"Kasih mereka semuanya obat perangsang semuanya. Aku ingin mereka saling serang dan melakukan pedang-pedangan. Pastikan ketujuh laki-laki itu jangan sampai kabur dari satu ruangan itu. Mereka telah menghancurkan masa depan adikku dan kehormatan nya. Mereka pantas mendapatkan hukuman seperti itu," ucap tuan Drajad Aji Saka.


Jho yang mendengar hukuman untuk ketujuh laki-laki yang sudah memperkosa nona Natali menjadi bergidik ngeri. Membayangkan saja, Jho rasanya sudah ingin muntah dan jijik.


"Kenapa kamu, Jho? Kalau kamu ingin bergabung dengan mereka, aku tidak akan melarang kamu!" ucap tuan Drajad Aji Saka.


"Apa? Saya masih normal tuan Drajad Aji Saka! Saya tidak menyukai sesama terong," sahut Jho dengan melebar matanya dengan sempurna.


Tuan Drajad Aji Saka tersenyum sinis. Dirinya kembali teringat pernah melakukan pedang-pedangan saat terhimpit di kamar hotel itu. Tapi setelah sekali melakukannya, dirinya kadang seperti ingin melakukan nya lagi. Ini seperti penyakit yang tertular lantaran gigolo yang melayani laki-laki dan wanita itu memberikan fantasi luar dalam berhubungan badan.


"Tuan muda! Jangan menatap saya seperti itu!" tiba-tiba Jho bergidik sendiri. Rasanya takut jika dirinya akan dimakan oleh tuan Drajad Aji Saka.

__ADS_1


"Kelihatannya badan kamu juga cukup bagus, Jho! Kamu mau mencobanya denganku?" goda tuan Drajad Aji Saka.


"Tidak! Itu tidak akan terjadi, tuan Drajad Aji Saka!" sahut Jho. Tuan Drajad Aji Saka terkekeh melihat Jho sudah ketakutan jika tuan nya benar-benar menginginkan dirinya.


__ADS_2