TEROBSESI ISTRI ORANG

TEROBSESI ISTRI ORANG
BAB 31


__ADS_3

Jho dengan cepat melepaskan ikatan kaki dan tangan Galuh. Galuh yang sudah terbebas dari ikatan kedua kaki dan tangannya itu merasakan kebebasan nya. Matanya sudah sangat liar menatap Jho yang saat ini sudah bertelanjang dada. Bentuk badan yang cukup bagus untuk bisa menghangatkan seorang pasangan. Dada bidang yang lebar dengan perut yang rata tidak buncit akan membuat pergerakan Jho lebih energik dibandingkan dengan bentuk badan yang gembul. 


Tangan Galuh menyentuh Dada telanjang Jho. Jho tersenyum seringai membiarkan Galuh menyentuh nya. Bahkan Jho akan bertindak pasif terlebih dahulu untuk memberikan kesempatan dan keinginan Galuh dengan hasrat nya yang sudah meledak-ledak karena gairahnya. 


Kini tangan itu sudah beralih ke bagian titik sensitif milik Jho. Galuh menyentuh bagian itu. Diusapnya pelan walaupun masih terhalang dengan celana panjangnya, Jho sudah bisa merasakan sentuhan itu. Ini seperti terkena setrum yang memacu jantung Jho semakin berdesir kencang. Jho sudah tidak sabar dengan hal itu. 


Jho kini membantu melepaskan celana panjang nya sampai kini benar-benar polos sama seperti Galuh. Mereka sudah tanpa malu saling lihat pemandangan indah yang memompa nafas mereka naik turun. Galuh membelai lembut daerah sensitif milik Jho yang sudah mengembang sedari tadi. Ukuran nya benar-benar melebihi ekspetasi dalam pikiran Galuh. Mungkin lebih besar dibandingkan milik Reno. 


"Yaah benar! Itu sangat enak sekali sayang!" lolos sudah er@ngan Jho saat benda senonoh itu sudah berada dalam kuasa Galuh.


Jho kembali tidak sabar merasakan sensasi nikmat dari aksi liar Galuh.


"Yeaahh kamu sangat pintar, sayang!" ucap Jho. Tangannya kini mulai meraih rambut Galuh agar Jho bisa mengendalikan Galuh.


"Cukup sayang! Aku sudah tidak tahan!" ucap Jho.


Kini dengan sangat kasar Jho mendorong tubuh Galuh hingga jatuh terlentang. Kaki Galuh mulai dibentangkan lebar. Kini Jho sudah mulai bersiap-siap bermain dengan Galuh yang sesungguhnya. Mata Galuh sudah sangat mengharapkan permainan itu bersama laki-laki di depannya. Galuh sudah tidak peduli dan tanpa kontrol lagi. Jho tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi dirinya akan mengarungi samudra penuh kenikmatan dengan wanita seksi di depannya tanpa ada pemberontakan. 


Namun sebelum itu terjadi, pintu ruangan itu di dobrak dengan keras hingga Jho meleset dan tidak berhasil untuk memasukkan senjatanya. 


"Bangsat! Bajing@n kamu!" teriak laki-laki dewasa yang tidak lain adalah Reno. Jho sudah diujung tapi harus gagal. Gara-gara kedatangan Reno. 

__ADS_1


Galuh kembali merasakan kekecewaan karena dirinya belum mendapatkan apa yang dia inginkan. Sedangkan tubuh nya sudah semakin tidak karuan. Kini tangannya sendiri memainkan bagian intinya sendiri karena sudah tidak tahan lagi merasakan hasrat nya telah di ujung. 


Reno menghajar habis-habisan muka Jho. Reno sudah tidak perduli lagi jika Jho sudah tidak berdaya dengan kemarahan Reno. 


"Ampun tuan!" ucap Jho yang sudah tidak berdaya lantaran Reno sudah penuh persiapan mengikat tangan Jho dengan dasi nya. Walaupun sudah tumbang dan lemas, Reno tetap memukuli Jho tanpa wajahnya babak belur. Reno menyeret Jho ke dalam kamar mandi di ruangan itu dan menguncinya dari luar. 


Beruntung Reno sendiri di ruangan itu. Jadi orang-orang Mukid tidak melihat tubuh polos Galuh. Kini  ruangan itu menyisakan Reno dengan Galuh. Reno segera melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Galuh yang polos itu. Namun Galuh kembali melepaskan lagi hingga kembali polos. 


"Panas! Tolong aku! Ahhhh," ucap Galuh dengan mata penuh permohonan. 


"Ya Tuhan, Galuh! Kenapa kamu seperti ini?" gumam Reno. 


Reno segera mengangkat tubuh Galuh yang sebenarnya sudah meronta-ronta meminta pertolongan. 


Reno segera meninggalkan villa itu dengan menggendong tubuh Galuh dari sana. Sedangkan Mukid dan orang-orang nya entah berada di mana. 


"Di mana tuan muda dan anak buah tuan Mukid? Lebih baik aku membawa kabur Galuh terlebih dahulu sebelum orang-orang tuan Drajat Aji Saka kembali berdatangan dan menahan ku untuk lari dari villa ini," gumam Reno. 


Beberapa orang-orang tuan Drajat Aji Saka bergelimpangan di ruangan itu. Mereka tumbang sepertinya ketika Reno memberontak naik ke lantai dua untuk mencari Galuh, kubu tuan Drajat Aji Saka dengan tuan Mukid terjadi adu hantam. Namun yang menjadi pertanyaan, dimana tuan muda Mukid saat ini?? Itulah yang menjadi pikiran dan pertanyaan dari Reno saat ini. Namun yang pasti, diantara pria-pria yang jatuh tumbang di lantai ruangan itu tidak ada satupun ada orang-orang anak buah Mukid. 


"Semoga tuan muda Mukid baik-baik saja!" Gumam Reno dengan nafas ngos-ngosan menganggkat tubuh Galuh menuju satu mobil yang tersisa. Dan itu adalah mobil yang dikendarai oleh dirinya dan Mukid saat berangkat tadi. Beruntung kunci mobil itu Reno yang membawa nya. 

__ADS_1


"Ah, terimakasih Tuhan! Engkau telah memberikan kemudahan," Gumam Reno. 


"Ahhh, tolong aku.. ahhh," Kembali. Galuh mengeluh dengan apa yang ia rasakan. 


******


Setibanya di tempat tinggal Reno di apartemen nya. Reno memapah tubuh Galuh. Ini benar-benar sangat menyulitkan Reno untuk menuju apartemen nya. Apalagi Galuh dalam kondisi tidak sedang baik-baik saja. Namun dengan kesusahan itu akhirnya Reno bisa membawa Galuh di apartemen nya. 


"Tolong aku," kembali Galuh merasakan ketidaknyamanannya lagi. Reno segera mengangkat Galuh ke dalam kamar mandi dan menyiram seluruh tubuh nya dengan air. Walaupun Galuh menggigil, Reno harus melakukan itu untuk melawan membuat Galuh kembali sadar. 


"Galuh! Lihat aku! Aku mencintaimu dan aku tidak mau memanfaatkan semua keadaan ini karena kamu sudah dalam pengaruh obat itu," ucap Reno sambil terus menyiram seluruh tubuh Galuh. 


*****


Galuh duduk berjongkok di sudut ruangan. Air matanya menangis deras karena menyadari dirinya yang sangat hina. Sebagai seorang wanita, harga dirinya telah dilecehkan dan diinjak-injak oleh tuan Drajat Aji Saka besar orang-orang nya. Apalagi dirinya sampai bertingkah yang menjijikkan seperti itu.


Reno mendekati Galuh dan mendekapnya erat. Air mata itu diusapnya pelan. Galuh semakin berguncang badannya karena menangis.


"Sttt sayang, ada aku di sini! Mereka sudah mendapatkan balasan yang setimpal karena telah membuat kamu seperti itu. Jangan takut, Galuh! Aku di sini dan akan melindungi kamu," ucap Reno berusaha membuat tenang Galuh.


"Aku wanita yang menjijikkan. Aku aku.. hiks.. hiks.." ucap Galuh. Reno semakin mendekap Galuh hingga Galuh lebih tenang dan berhenti dari tangisannya.

__ADS_1


__ADS_2