
Sinta diam-diam telah merencanakan sesuatu untuk membantu suaminya dalam menyelesaikan masalah perusahaan. Dirinya sudah bertekad untuk menemui tuan Drajat Aji Saka.
Sore itu, Sinta sudah meminta ijin kepada Mukid untuk mengunjungi Ratna di rumahnya. Kebetulan sekali di saat Sinta dan Mukid duduk bersama, Ratna telah menghubungi dirinya. Saat ini Ratna ingin bercerita dengan Sinta perihal kehamilan nya. Ditambah Candra sudah beberapa hari ini telah pulang kampung.
Akhirnya Sinta bisa keluar dari rumah itu dengan alasan hendak ke rumah Ratna. Padahal Sinta ke rumah Ratna hanya sebentar saja dan selebihnya Sinta akan ke hotel itu di mana tuan Drajat menunggu transaksi dari barter itu sendiri.
Namun sebelum Sinta tiba di hotel itu, Ratna lebih dahulu tiba di sana dan menjumpai tuan Drajat. Tentu saja Jho lah yang menyambut kedatangan sekretaris tuan Mukid itu di depan hotel tepatnya di tempat resepsionis.
*****
Tuan Drajat Aji Saka kini sudah berada di hotel bintang lima. Jho dengan setia menemani nya. Di kamar hotel dengan fasilitas mewah dan lengkap itu, tuan Drajat Aji Saka benar- benar menikmati hidup nya dengan bergelimang harta dan kemewahan. Gaya hidup nya sudah berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Karena kecewa dan pengkhianatan yang telah di alami nya menjadi dirinya mulai melenceng dari garis lurus yang sebenarnya disadarinya bahwa apa yang dia lakukan tidak benar. Namun tuan Drajat Aji Saka seperti sudah tidak perduli dan tidak mendengarkan suara hatinya yang menangis ketika melakukan tindakan kejahatan atau merusak dirinya sendiri.
"Jho, apakah laki-laki itu benar-benar menantang aku? Barter yang sudah di bicarakan tidak ia penuhi?" tanya tuan Drajat Aji Saka.
"Malam baru beranjak, tuan! Sebaiknya kita tunggu saja mereka. Saya tidak yakin jika tuan Mukid lebih mencintai istrinya daripada perusahaan nya yang akan bangkrut," sahut Jho.
"Kenyataannya seperti itu, Jho! Pria itu benar-benar sangat mencintai istrinya daripada perusahaan nya. Aku melihat istrinya pun sama halnya begitu menyayangi tuan Mukid. Aku sangat iri melihat pasangan suami istri seperti mereka. Dulu aku dengan Cintya, aku pikir akan seperti itu. Ternyata hanya omong kosong saja. Cinta itu lama kelamaan memudar seiring godaan di depan mata semakin lebih menantang dan menggoda. Ketika aku sudah sangat menyayangi Cintya, dia melakukan pengkhianatan di belakang ku. Ini lah yang membuat aku sangat sakit hati dan kecewa," ucap tuan Drajat Aji Saka sambil menyesap minuman beralkohol nya.
Jho kembali menuang botol wine ke dalam gelas kosong milik tuan Drajat Aji Saka.
"Bahkan rumput tetangga lebih terlihat hijau dan subur daripada tanaman di rumah sendiri," gumam tuan Drajat Aji Saka.
__ADS_1
"Mungkin saja tukang kebun nya lebih pandai dan pintar dalam merawat tanaman di rumah itu, tuan Drajat Aji Saka!" Sahut Jho sambil ikut menenggak minuman beralkohol itu. Tentu saja tuan Drajat Aji Saka menyipitkan kedua bola matanya dan melihat wajah bodoh asisten pribadinya.
"Ada apa tuan? Apakah saya salah bicara?" tanya Jho tanpa merasa bloon sama sekali.
"Tidak ada! Kamu tidak salah. Dan kamu selalu benar karena kamu tidak memahaminya," Sahut tuan Drajat Aji Saka sambil terkekeh.
*****
Tuan Drajat Aji Saka memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba masuk asisten pribadinya dengan seorang wanita muda dengan berpenampilan seksi dan pakaian sedikit berani.
"Tuan Drajat Aji Saka! Apakah anda sedang tidur?" ucap Jho yang kini sudah masuk di kamar hotel mewah yang saat ini telah ada majikannya yang sedang bersantai.
"Hem, ada apa Jho?" sahut tuan Drajat Aji Saka masih enggan membuka matanya. Dia masih duduk di kursi santai di balkon luar kamar hotel mewah itu.
"Galuh! Bukankah kamu sekretaris tuan Mukid? Kenapa kamu kemari, hem? Apakah tuan Mukid menyuruh kamu menemui aku di sini?" kata tuan Drajat Aji Saka. Galuh masih berdiri di depan tuan Drajat Aji Saka.
"Benar tuan! Saya Galuh, sekretaris tuan Mukid," Ucap Galuh lalu mulai duduk di samping tuan Drajat Aji Saka setelah Jho memberikan kursinya pada Galuh.
"Lalu? Kedatangan kamu kemari, apakah atas perintah tuan Mukid?" tanya Drajat Aji Saka.
"Tidak tuan! Saya hanya ingin menawarkan diri kepada Anda tuan!" kata Galuh.
__ADS_1
"Hem, apa itu! Sepertinya ini sangat menarik!" sahut tuan Drajat.
"Saya masih virgin, tuan! Saya ingin menggantikan nona Sinta sebagai barter. Tuan Drajat Aji Saka tentu sangat tahu benar. Jika nona Sinta tentu saja sudah second dan terbuka segelnya. Kenapa anda tidak memilih Saya karena saya yakin, barang Saya masih baru dan bagus. Tuan Drajat tidak akan kecewa dengan semua ini," ucap Galuh.
Tuan Drajat Aji Saka tertawa Terbahak-bahak mendengar ucapan wanita muda dengan tubuh seksi serta menggoda. Galuh membasahi bibir nya sendiri sambil menatap lekat wajah pria dewasa seumuran dengan Mukid. Tentu saja siapapun yang melihat tuan Drajat Aji Saka pasti juga akan terpesona lantaran badannya yang atletis dan wajahnya tidak kalah tampan dari Mukid. Namun ketika melihat gaya hidup tuan Drajat yang bebas dengan sikap liciknya, mungkin saja wanita baik-baik akan mundur teratur, lebih memilih menjauh dari tuan Drajat Aji Saka yang kurang menghargai wanita. Wanita seperti budak *** nya dan diperlakukan seperti barang.
"Hem, aku belum yakin jika kamu bisa membuat aku senang. Aku tidak yakin jika kamu bisa memberikan rasa nyaman dan bahagia padaku. Jika kamu bisa, aku bisa menerima tawaran kamu itu, nona! Tapi sebelumnya aku ingin tahu. Kenapa kamu sangat berani menawarkan diri kamu untuk menggantikan istri dari bos kamu? Apakah tuan Mukid telah memaksa kamu untuk melakukan ini?" ucap tuan Drajat Aji Saka. Tuan Drajat Aji saja mulai mengangkat dagu lancip milik Galuh. Galuh semakin membasahi lidahnya untuk menggoda tuan Drajat.
"Saya melakukan ini lantaran Saya sangat mencintai tuan Mukid. Bagi Saya, inilah saatnya Saya berkorban. Rasanya Saya sangat tidak tega jika laki-laki yang Saya cintai dalam masalah besar dan melihat wajahnya yang sedih membuat hati Saya seperti teriris," Ucap Galuh. Hal ini membuat tuan Drajat melongo dan mulutnya sampai terbuka. Dia tidak akan menyangka jika ada rasa cinta yang kuat dan ingin berkorban. Akhirnya tawanya pecah.
"Hahaha, benar-benar hebat tuan Mukid! Setelah adikku dia buat tergila-gila dengan nya dan bahkan sampai stress karena ditolak cinta nya. Sekarang kamu. Apakah kamu yakin jika tuan Mukid mencintai kamu dan membalas cinta kamu itu? Jangan-jangan kamu hanya bertepuk sebelah tangan saja dengan tuan Mukid," Kata tuan Drajat.
"Heem tapi Saya mencintai nya, tuan! Apapun akan Saya lakukan demi melihat tuan Mukid selalu tersenyum. Saya pribadi tidak akan rela jika laki-laki yang Saya cintai dalam kebangkrutan," ucap Galuh.
"Hahaha, kamu terlalu naif dan sangat bodoh!" sahut tuan Drajat. Tidak henti-hentinya dirinya tertawa Terbahak-bahak.
"Jho! Tolong pesan kan minuman dan makanan serta bawa kemari! Aku cukup terhibur dengan sekretaris tuan Mukid ini! Aku ingin mengajak nya makan dan minum terlebih dahulu sebelum aku ingin melihat dia sepandai apa dalam menyenangkan seorang pria di atas ranjang," kata tuan Drajat.
"Jadi, apakah anda menyetujui nya tuan?" Kembali Galuh menegaskan.
"Aku akan memberikan semua dana itu langsung kepada tuan Mukid setelah kamu bisa membuat aku senang. Oke?" kata tuan Drajat.
__ADS_1
"Baiklah! Saya pegang janji tuan Drajat! Saya tidak akan membuat anda kecewa dalam hal ini," Ucap Galuh yakin.
Walaupun sebenarnya hati kecilnya sangat takut, namun dia sudah bertekad ingin membantu Mukid, pria yang sangat dia cintai.