TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
TUGAS


__ADS_3

    22 Maret 2020.


       Baru saja mereka melangsungkan pernikahannya di pagi hari, namun saat ini sang Ceo patah hati itu sudah mendapatkan tugas ke luar negeri untuk menghadiri meeting sesama penanam saham terbesar hotel Royal Thai Pattaya. 


     Seperti namanya tersebut hotel ini terletak di negara thailand tepatnya di kota Pattaya. Untuk seorang Erlangga dia sudah biasa menjajaki kaki keluar negeri, namun tidak untuk sang istri kontraknya itu dia pertama kali bepergian sejauh ini.


   Rinjani anindita selaku sekretaris dan istri kontrak yang tersembunyi itu, bingung dengan suasana hatinya saat ini entah dia ingin bahagia atau sedih dan juga gelisah.


   Kebanyakan staf pada umumnya jika diajak bepergian jauh walaupun dalam rangka kerja namun akan bahagia karena bepergian ke luar negeri gratis. 


      Namun tidak dengan seorang Rinjani Anindita, dia bahkan sejak mengambilkan makanan dan minuman untuk suaminya itu hinggalah mereka yang saat ini telah sampai di hotel yang akan mereka rapatkan nanti malam, rasa takut, gelisah, trauma bercampur di kepalanya.


       Pattaya adalah sebuah kota di Thailand, terletak di pesisir Teluk Thailand, sekitar 100 km tenggara Bangkok di Provinsi Chonburi. Merupakan pusat pariwisata terbesar di Thailand.


     Dan itulah mengapa Papa Erlangga memasukkan sahamnya tidak tangggung-tanggung untuk hotel yang diberi nama dengan Royal Thai Pattaya itu.


   Berjalan sudah cukup lama, bahkan tahun 2020 ini kenaikan keuntungannya sangat pesat, dan Papa Erlangga tersebut ingin anaknya belajar dunia saham luar negeri juga agar nanti ketika dia tiada aset dan warisan yang banyak itu Erlangga dan Erkan bisa saling tolong menolong meneruskan kekayaan keluarga Harlan itu.


     Disana mulanya telah disiapkan 2 kamar VIP untuk Rinjani Anindita dan Erlangga Harlan. Namun, Erlangga tidak ingin  berjauhan dari Dita, bukan karena dia cinta namun karena dia ingin menyiksa Dita lebih lama lagi, pikir Erlangga saat ini.


    Perjalanan udara dari Jakarta menuju Thailand sekitar 3 jam. Karena memang mereka menaiki jet pribadi milik keluarga Harlan itu, sampainya lebih awal namun masih di Bangkok Thailand.


   Di bandara Bangkok Thailand sudah ada yang menunggu disana, akhirnya dengan lumayan memakan waktu perjalanan ke Pattaya itu, pasangan yang baru menikah tersebut pun saat ini sudah berada dalam kamar yang sama.


  Hmm apa yang akan terjadi?


     Senyum licik sudah terpancar dari wajah sang Ceo yang sejak pagi geram ingin melahap Rinjani Anindita. Dimulai dari ijab qobul yang saat itu Dita tampak ingin mempermalukannya karena termenung dan lambat menyambut tangannya itu, hingga di kamar yang dia gagal untuk membuat Dita melucuti pakaiannya di hadapannya.


    Dia benci penolakan, dia benci dikhianati, dan dia dendam dengan masa lalunya. Tapi lucunya Dia masih menyimpan perasaan dengan wanita yang menghianatinya hingga saat ini.


    Karena kebencian dan kemarahan itu yang tidak bisa dia luahkan kepada Miranda, sang kekasih  yang telah berkhianat itu, akhirnya wanita yang tak bersalah menjadi korban sang Ceo patah hati yang sulit untuk move on itu.

__ADS_1


    Mungkinkah penderitaan Dita akan berakhir ketika nanti Miranda pulang?


   Atau kah Miranda tidak akan mengganggu pernikahan mereka berdua?


    Entahlah, yang Dita tahu saat ini dia harus membayar dan mengikuti arahan dari sang Ceo itu.


   Dia memang tidak minta bayaran uang, namun sang Ceo tampaknya minta bayaran mental kesabaran dari seorang Dita yang dipertaruhkan disini.


   Sesuka hatinya membuat wanita itu tampak lemah dan tidak bisa melawan. Saat ini Erlangga sudah pun berbaring diatas ranjang tersebut, karena begitu dia sampai disana dia langsung membersihkan tubuhnya.


   Dia masih memberikan kesempatan kepada Dita, dan Dita pula sengaja berlama-lama di dalam toilet tersebut agar Erlangga terlelap menunggunya.


    Hampir 1 jam berada dalam toilet, Erlangga yang sedari tadi hanya bermain ponselnya itu, akhirnya gerap dan mencoba mendekati pintu toilet itu.


   "Dita! Kau jangan mempermainkan Aku, aku tahu ini akal-akalanmu berlama-lama di dalam, kau ingin keluar dari sana sekarang, atau kau ingin aku masuk kedalam!" Teriak  Erlangga cukup kuat dan mencoba mengancam Dita.


  "Huh….kenapa dia belum terlelap?" umpat Dita kesal.


    "Oh…bagus, kau sedang menguras air di dalam?" Siasat Erlangga.


   Dita hanya bisa menunduk saat ini, dia memakai pakaian mandi yang berbalut warna putih itu, dan Erlangga sejak tadi sudah bertelanjang dada memakai boxer andalannya motif kotak-kotak hitam putih itu.


    "Maaf Pak Ceo, aku tadi sakit perut makanya lama," jawab Dita mencari alasan.


  "Oke tak mengapa sekarang tukar  pakaian mandimu dengan ini!" Erlangga mengangkat tangan kanannya tersebut.


   Terbelalak mata Dita saat ini, Dita berpikir dari mana pria arogan ini mendapatkan pakaian haram itu? Pikir Dita yang tak percaya ketika Erlangga menyuruhnya memakai pakaian dinas diatas ranjang pergulatan.


  "Ini? Serius?" tanya Dita hanya bisa menelan salivanya.


  "Iya! Pakai sekarang, dan Aku mahu kau memakainya di depanku," ucap Erlangga lagi dengan tatapan tajam yang nakal.

__ADS_1


   Tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat ini, ingin lari dan masuk ke toilet kembali namun Erlangga telah mengubah posisinya tepat  diambang pintu toilet.


  "Hm..kau tidak akan bisa lari lagi!" Bisik Erlangga yang membuat bulu kuduk Dita merinding.


   "Cepat!" Perintah Erlangga kembali.


  Akhirnya Dita yang tidak berdaya itu menutup matanya, pipinya terlihat sangat merah saat ini, menahan gejolak malu karena baru kali ini doa bertukar pakaian di hadapan seorang pria.


   Padahal pria ini sudah menjadi suaminya, ya walaupun sah dalam ikatan agama belum ada terdaftar di negara pernikahan tersembunyi mereka itu.


     Seperti udang yang direbus wajah Dita saat ini. Dia mencoba mensinkronkan hati dan pikirannya.


   "Aku tidak berzina! Dia suamiku!" ucap Dita  dalam hati yang membuat dia bisa membuka pakaian mandi itu.


   Tali yang berbalut sudah terlepas, Erlangga menelan salivanya, membuatnya  seketika tersihir dengan setiap keindahan lekuk tubuh sang istri kontrak itu.


   Jika malam itu yang Erlangga lakukan tidak sadar dan hanya Miranda yang ada di kepalanya, namun hari ini tepatnya sore ini, hanya ada sihir Rinjani Anindita yang membuat dia bergejolak.


   "Luar biasa!" Itulah yang keluar dari mulut Erlangga seketika Dita menukar pakaiannya.


   Belum lagi pakaian otu terpasang bagus, mata jantan Erlangga yang sedari tadi tidak beralih menatap kemana-mana itu, selain ke arah 2 benda yang kembar nan indah itu, serta lapangan segitiga yang menawan membuat Erlangga yang pernah menikmatinya teringat dengan sebercak darah yang tertinggal di sofa kantornya tersebut.


   Masih dia ingat rasa itu. Ya, tentu saja itu bukan Miranda punya melainkan itu adalah Rinjani Anindita.


   "Au..lepaskan Aku!" Terkejut Dita ketika tubuhnya di papah diatas bahu Erlangga.


  Apa yang akan terjadi selanjutnya?


  Jangan lupa ya gais berikan dukungan kalian, terima kasih. Dan jangan lupa komen serta vote kalian ya gais mohon dukungannya agar saya trus semangat.


****

__ADS_1


   


__ADS_2