
Hanya bisa menelan salivanya, tidak bisa dielakkan lagi, dua bulan bersama pria arogan ini banyak membuat Dita mengenali karakter Erlangga lebih jauh lagi.
Dan ketika dadanya semakin sesak, dia bahkan ingin terisak kembali, Dita tidak ingin melihat wajah tampan Erlangga itu dan dia mencoba membelakangi Erlangga, namun tiba-tiba Erlangga pula membuka matanya.
"Jangan belakangi aku," ucap Erlangga lalu tangan kekarnya meraih pinggang ramping milik istrinya itu.
Terkejut Dita dengan sikap Erlangga yang saat ini dengan keadaan mata yang terbuka dan memang Erlangga sadar akan hal yang dia ucapkan sekarang.
Kalau dulu saja Erlangga setelah melakukan hal ini dia bahkan meninggalkan Dita sendiri di atas ranjang itu, namun sekarang ini Erlangga yang begitu bergairah hingga kantuknya melanda itu, dengan keadaan sadar dia terbangun matanya terbuka dan memaut pinggang ramping milik istrinya.
Kejadian langka ini membuat jantung Dita semakin berdetak kencang saja sekarang. Apalagi yang Erlangga ingin lakukan kepada dirinya?
Batin Dita merasa sakit dan sesak di perlakukan sebegininya oleh Erlangga. Seolah tidak ada kejelasan diantara mereka, apa mungkin Erlangga akan mempertahankan Dita?
Atau dia berbuat seperti ini hanya ingin menggoreskan kenangan untuknya?
"Erlangga, aku capek dan aku ngantuk," ucap Dita lemah.
"Aku tidak mahu apa-apa lagi Dita, baring dilenganku, dan peluk aku," ucap Erlangga dengan lembut.
Seorang Erlangga Harlan yang angkuh itu tiba-tiba mengatakan demikian kepada istri kontraknya tersebut. Hati siapa yang tidak luluh diperlakukan demikian.
"Erlangga, jangan seperti ini, aku tidak ingin merasakan sakit lebih jauh lagi setelah nanti kau campakkan aku," ucap Dita dengan airmata yang ikut jatuh di pipinya.
"Siapa yang bilang aku akan meninggalkanmu?" Tanya Erlangga yang membuat Dita terkejut dan bingung.
"Nota perjanjian itu, apa kau lupa?" Tanya Dita kembali saat ini dengan hati yang getir.
Mengingat nota perjanjian itu memang benar adanya, setelah Miranda datang maka pernikahan ini selesai begitu saja. Bahkan memang saat sekarang ini orangtua Erlangga dan Miranda telah menyiapkan pernikahan mereka.
"Dita, lihat mataku, Aku tidak akan meninggalkanmu!" ucap Erlangga dengan penuh ketegasan.
"Erlangga, bagaimana dengan…"
Baru saja Dita ingin mengucap nama Miranda di bibir mungilnya itu, Erlangga menghentikannya dengan bibir sensualnya tersebut.
Membuat Dita terpaku, dan dia hanya bisa menatap Erlangga diam. Apa karena diatas ranjang ini pikiran sejenak berubah?
Apa nanti ketika tidak di ranjang ini lagi Erlangga kembali ke sikap awalnya?
__ADS_1
Entahlah pikir Dita, namun malam ini dia tidak menyangka sama sekali apa yang diucapkan Erlangga itu kepadanya. Kata-kata langka dan perlakuan langka yang baru saja dia dapatkan selama pernikahan telah berjalan dua bulan lamanya.
"Ingat, ini ranjang kita berdua, jangan sebut orang lain disini!" ucap Erlangga menegaskan kembali.
Erlangga menyebut Miranda orang lain?
Sedangkan isi perjanjian tersebut ada Miranda didalamnya. Apa Erlangga sudah tidak menyukai wanita itu?
Ataukah ini hanya tipuan Erlangga semata?
Erlangga bahkan tidak berani mengatakan kepada Dita saat ini tentang persiapan pernikahan dirinya dengan Miranda yang hampir selesai 80 persen itu.
Minggu depan rencana kedua keluarga tersebut akan terlaksanakan, Erlangga dan Miranda akan menikah besar-besaran di kota Jakarta ini.
Jadi, bagaimana dengan nasib Dita?
Akankah dia bercerai?
Di dalam kontrak itu tidak ada hak Dita meminta cerai, karena sepenuhnya hak berada di tangan Erlangga Harlan dan Dita hanya lah bisa menunggu dirinya di talak oleh Erlangga.
Padahal waktunya telah sampai, namun hari ini masih tidak ada kata terucap dari mulut Erlangga tersebut tentang perceraian mereka berdua.
Ada apa dengan Erlangga?
Pertanyaan di hati Dita begitu besar, Erlangga tidak biasa bersikap seperti ini, namun apa dia sengaja mau meninggalkan jejak kenangan indah ketika menjadi suami Rinjani Anindita itu?
"Erlangga, apa aku boleh bertanya?" Tanya Dita saat ini yang masih lekat memandang Erlangga.
"Iya silahkan," ucap Erlangga sambil mengusap rambut istrinya itu.
"Sampai kapan sikapmu yang seperti ini bertahan? Apa cuma sehari ini?" tanya Dita sambil menahan isak tangisnya.
Erlangga terdiam, dia hanya bisa menelan salivanya, entah sadar atau tidak dia dengan sikapnya sendiri yang tampak lembut dengan Dita malam ini.
Seperti hilang gelaran ceo arogan yang dia miliki waktu dulu, malam ini Erlangga menunjukkan sisi romantis dan lembutnya kepada Dita.
Apa ini disengaja atau memang ini lah yang keluar dari hati seorang Erlangga?
"Dita, maafkan aku, jika takdir berkenan kita terus bersama, aku tidak akan melepasmu!" ucap Erlangga lagi membuat jantung Dita semakin bergejolak.
__ADS_1
Tidak akan melepasmu?
"Erlangga, apa maksudmu ini?" Mencoba Dita mencari tahu tentang ucapan itu.
"Dita, apapun yang terjadi aku dan kau akan tetap begini," jawab Erlangga dengan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan Dita itu.
"Erlangga, apa kau tidak sadar ada Miranda diantara kita?" Tanya Dita semakin penasarannya.
" Dita, sudah kubilang jangan sebut orang lain disini," ucap Erlangga lalu memeluk Dita erat.
Dia membenamkan wajahnya di dada Dita sekarang. Pelukannya begitu manja, wajah Dita yang sedikit mendongak ke atas itu menahan air matanya yang ingin jatuh.
Dia takut air mata itu jatuh membasahi wajah Erlangga yang saat ini memeluk erat dirinya itu.
Membiarkan Erlangga seperti anak kecil yang memeluk ibunya tersebut. Dita hanya bisa berdoa semoga apa yang diucapkan Erlangga tadi bisa berkepanjangan.
Siapa yang tidak ingin pernikahannya langgeng sampai ke surga?
Semua insan yang berpasang-pasangan pastilah menginginkan rumah tangga yang panjang dan bahagia, termasuklah Dita.
Walau pernikahan ini diawali dengam kebencian dan hanya sebatas kontrak namun sikap Erlangga malam ini menunjukkan dia telah memiliki rasa dengannya, ya walaupun masih belum ada terucap aku mencintaimu, begitulah pikiran Dita saat ini.
Setidaknya ucapan Erlangga yang mengatakan akan tetap bersama sampai kapanpun itu sudah menjanjikan pernikahan yang akan Erlangga pertahankan.
Namun, bagaimana dengan Miranda?
Apa Erlangga akan menolak pernikahan itu?
Ataukah akan ada istri pertama yang tersembunyi?
Erlangga masih menyimpan jawabannya sendiri, mau dibawa kemana pernikahannya dengan Rinjani Anindita ini dia pun belum tahu lagi.
Tapi yang jelas hatinya memang ingin mempertahankan Dita, dan dia juga tidak bisa menolak kedua keluarga yang sudah saling mengharapkan pernikahan dirinya dan Miranda itu.
Walau dia tahu Miranda sudah tidak perawan lagi, namun tetap dia mengingat cinta pertamanya adalah Miranda.
Mereka masih dalam dekapan yang hangat malam ini, tidak seperti Erkan yang kesal dan menghabiskan malamnya sendiri menatap langit dengan tatapan yang sunyi padahal di langit ramai bintang yang berkelip namun seorang Erkan tetap menunggu kejora yang telah dimiliki orang lain.
****
__ADS_1