
"Wah..serius bang, boleh kok yasudah ayo kita kasih makan ikan lele sama ayam," ucapnya.
"Iya benar bang, setelah itu kita sarapan," ucap adik ketiga pula.
Mereka bertiga pun tampak dengan cepat bangkit bersama-sama menuju lokasi dimana kolam ikan dan ternak ayam milik adik Dita itu berada.
Udara di perkampungan itu masih sangat sejuk sekali sedangkan mereka pun sudah beranjak keluar dari rumah.
Erlangga anak kota yang tidak pernah menjamah sawah seperti itu membuatnya merasa ada hal yang berbeda pada dirinya sendiri saat ini.
Dan pada akhirnya dia pun sampai di kolam ikan adik Dita tersebut mereka tampak bersenang-senang memberi makan untuk ikan-ikan yang berada di kolam itu.
Satu sisi lagi Dita yang sudah bangun memang dari subuh tersebut kini dia pun telah membuat sarapan untuk mereka semua.
Bersama juga dengan adik perempuannya yaitu rosmita mereka kali ini membuat sarapan yang begitu lezat apalagi Dita dia tidak ingin mengecewakan sang suami walaupun hanya pernikahan kontrak yang mereka lakukan namun perasaan Dita bukanlah kontrak semata.
"Eits! hati-hati Bang karena di sana licin!" Teriak adik ketika Dita tersebut ketika melihat Erlangga itu saat ini tanpa ingin terjatuh.
"Hahaha maaf ya Abang merepotkan kalian berdua," ucap Erlangga kembali.
"Hah nggak papa kok Bang, tapi pasti ini kali pertama kan Abang pergi ke sawah? Tanya kembali adik ketiga tersebut yang tampak begitu ramah kepada Erlangga.
Erlangga terdiam dan hanya tersenyum tipis sambil menggaruk-garuk kepalanya itu dan saat ini pula dia merasa malu karena memang yang diucapkan sang adik tersebut pun sangatlah benar ini adalah kali pertamanya dia menginjakkan kaki di sawah.
Karena seorang Dita dia sampai mengejar ke kampung halaman sang istri tersebut padahal dia pun baru saja menjadi pengantin baru untuk kalian yang kedua.
Satu sisi lagi saat ini Dita dan adiknya tersebut telah pun menyiapkan makanan dan makanan itu telah tersusun rapi di meja makan dan saat ini pula Dita mencari adik-adiknya sempat juga rosmita menawarkan diri untuk memanggil adik-adik mereka tersebut.
__ADS_1
Namun Dita dia yang ingin memanggil mereka karena Dita pun tahu Erlangga tidak ada di kamar itu dia pun pasti berpikir Erlangga mengikuti kedua adiknya ke sawah.
"Astaga dia juga ikut ke sawah pasti dia bikin ulah di sawah itu," ucap Dita dalam hatinya menghawatirkan sang suami walau bagaimanapun itu adalah suaminya dan suaminya itu telah membuatnya jatuh cinta saat ini.
dengan cepat kakinya melangkah karena ingin melihat sang suami yang bahkan tidak pernah menginjak persawahan tersebut kini akhirnya dia telah menginjakkan kakinya ke sawah Dita pun ingin mengecek keadaan sang suaminya apakah dia baik-baik saja atau ada sesuatu yang terjadi kepadanya.
"Auh! Teriak Erlangga.
"Bang, kenapa lagi?" Serentak kedua adik di tempat bertanya ketika Erlangga berteriak.
"Kaki Abang kenapa berdarah?" Tanya adik kedua Dita itu.
Erlangga mulai menunjukkan tubuhnya yang tinggi dan jenjang itu di tanah persawahan tersebut karena rasanya di sulit untuk berjalan kakinya banyak mengeluarkan darah saat ini.
"Astaga ini kaki abang terkena keong sawah, kan sudah saya bilang dari tadi Abang mendingan pakai sendal saja dan Abang jangan sampai yang di lokasi sini karena di sini sudah memasuki lokasi yang licin," jelas adik kedua Dita.
"Tidak Bang Abang tidak merepotkan kami kok ayo cepat kita pulang dulu luka Abang harus kita obati takutnya infeksi lagi bahaya jadinya nanti Bang," ucapny lagi.
Namun ketika kedua adik lelaki Dita itu memompa Airlangga menuju ke kediaman mereka tersebut Dita pun telah sampai di persawahan itu dan melihat aneh entah itu benar firasatnya atau bukan.
"Ada apa ini?" Tanya Dita yang terkejut saat ini melihat sang suami telah dipapa oleh kedua adiknya.
"Ini kak kakinya Bang Erlangga terkena keong sawah kayaknya lukanya dalam deh ayo cepat kita bawa Bang Erlangga pulang ini aja untuk kita obati dulu biar kakinya nggak infeksi," ucap adiknya lagi.
"Astaghfirullahaladzim kalau tidak biasa itu pergi ke sawah jangan pergi ke sawah kan jadinya malah begini merepotkan saja," ucap Dita kesal.
"Kakak tidak boleh begitu kan mungkin saja Bang Erlangga dia kepingin melihat persawahan lagi pula ini kan bukan kesalahannya pengen Erlangga ini ketidaksengajaan kak ayo sudahlah jangan begitu bang Erlangga kan kamu kita dan bapak dan ibu selalu mengajarkan kepada kita kalau kita harus baik terhadap tamu dan anggap tamu itu adalah raja," jelas adiknya lagi.
__ADS_1
Entah mengapa ucapan dan adab adik-adik kita itu membuat hati Erlangga begitu sangat terkesan oleh keluarga ini didikan kedua orang tua ditangguhlah berhasil pikirannya dia pun tidak marah kepada Dita yang menyikapi dirinya seperti itu karena memang dia merasa dirinya telah merepotkan kedua adik kita tersebut.
"Iya maafkan kakak ya adik-adik ya sudah ayo kita bawa cepat bang Erlangga ke rumah untuk diobati kakinya," ucapnya.
Erlangga pun senyum penuh kemenangan saat ini dan dia merasa waktu yang tepat saat ini untuk bisa bersama dengan Dita dan dia begitu yakin pasti Dita yang akan mengobati kakinya tersebut karena memang dia sangat merindukan sosok istri kontraknya tersebut.
"Apa kakak kalian ini selalu hobinya marah-marah ya?"
Tanya Erlangga kepada kedua adiknya itu seolah saat ini sedang menggoda sang istri karena memang wajah Dita sedang cemberut dia sangat kesal dengan tingkah laku Erlangga yang tidak habis pikir bisa-bisanya Erlangga menyusulnya sampai di kampung halaman bahkan Dita ingin mengetahui lagi apakah Erlangga benar-benar jadi menikah atau pernikahan itu batal.
"Haha, tidak kok bang namun kakak kami ini orangnya memang tegas," jelas adik" nya.
"Oh..kalau itu benar juga," jawab Erlangga.
"Kalau di kantor tempat kerja Abang sana bagaimana sikap kak Dita di kantor Bang?"
Tanya salah satu adik Dita tersebut penasaran bagaimana kakaknya bersikap karena memang kakaknya itu seorang yang pendiam namun dia memang tegas.
"Hem…kalian belum tahu aja, kalau di kantor sana abang selalu dimarah-marahin oleh kakak kalian ini dan kerjaan Abang selalu salah di matanya karena abang ini adalah bawahan kakak kalian," jelas Erlangga membuat mata Dita terbelalak.
Dita terkejut mendengar ucapan Airlangga yang saat ini begitu merendahkan dirinya sendiri dan kedua adiknya pun kagum terhadap kita karena mereka berpikir Dita memiliki jabatan yang tinggi di kantor tersebut.
"Wah, ternyata kak Dita diam-diam punya jabatan yang tinggi juga di kantor ya bang memangnya kak Dita bagian apa dan Abang juga bagian apanya di kantor?" Tanya mereka lagi.
Penasaran dengan kehidupan kakaknya di perantauan akhirnya Dita pun menghentikan pertanyaan demi pertanyaan mereka tersebut agar tidak sulit untuk Erlangga berpikir mencari alasan kembali.
Namun bukanlah seorang Erlangga namanya kalau tidak membuat sensasi di kehidupan kita saat ini bahkan ada hal yang mengejutkan lagi yang akan Erlangga ungkapkan nantinya, apakah Erlangga akan membuka segala kebenaran tentang mereka berdua?
__ADS_1
Jangan lupa komen, dan like ya serta dukungan kalian sangat berarti untuk saya agar semangat up-nya. Maaf dua hari gak up kondisi badan othor lgi lemah.