
Erlangga Menatap wajah itu dengan tatapan yang sendu. Sedangkan Dita wajahnya yang tampak serius tersebut ingin sudah rasanya meluahkan pertanyaan yang akan terjadi tiga hari lagi.
"Dita, tanyakan seputar kita saja, jika kau ingin bertanya tentang orang lain saat kita berdua seperti ini, aku tidak akan menjawabnya," ucap Erlangga Begitu tenang.
Apa maksud Erlangga Ini, sedangkan yang ingin ditanya Dita tersebut adalah orang ada di dalam kontrak tersebut.
"Termasuk Miranda?" Tanya Dita lagi.
"Miranda? Kenapa dengan dia?" Tanya Erlangga Sedikit bingung.
"Ya, aku ingin bertanya tentang hubunganmu dan Miranda yang sudah datang kesini, dan aku sudah tau semuanya," jelas Dita lagi.
"Apa yang kau tahu?" Tanya Erlangga Kembali masih mencoba tenang.
"Tiga hari lagi kalian akan menikah bukan?" Tanya Dita langsung ke intinya.
Erlangga Diam sejenak, memang benar apa yang dikatakan istri kontraknya tersebut. Memang tiga hari pernikahan itu akan berlangsung, namun Erlangga Masih takut mengatakannya kepada Dita.
Tapi, apa mau dikata, Dita sendiri sekarang sudah tahu. Pastilah lambat laun akan tahu karena memang pernikahan ini resmi dan akan di gelar dengan meriahnya.
Mustahil saja para staf tidak menerima undangan pernikahan sang ceo itu termasuk Dita, namun mengapa secepat ini Dita tahu dan siapa yang memberitahukan akan hal ini Erlangga Masih penasaran.
"Kau tahu darimana?" Tanya Erlangga Lagi.
"Papamu memberikan undangan online ke semua staf kantor," ucapnya.
"Bahkan undangan pernikahanmu itu aku yang disuruh menyebarkannya ke staf yang lain," ucap Dita sambil senyum kepahitan.
"Dita, maafkan aku," ucap Erlangga Tiba-tiba.
Erlangga Adalah pria yang egonya tinggi, gengsinya tinggi dan pandai menyembunyikan perasaannya. Namun kali ini dia tampak tidak bisa menahan hal ini, yang menurutnya dia bersalah dan langsung melayangkan kata maaf.
"Kenapa minta maaf? Kau kan tidak pernah salah, dan aku ingat betul Erlangga, isi perjanjian kontrak itu semua berpihak kepadamu," ucap Dita lagi.
"Dita, aku bersalah karena memang aku tidak bisa mengikuti isi kontrak itu, walaupun aku tahu semua hak berada di tanganku," ucap Erlangga Tiba-tiba melemah.
__ADS_1
Apa yang dimaksud Erlangga, Dita masih bingung dan penasaran kemana arah tujuan ucapan yang dikeluarkan dari mulut ceo yang terkenal arogan itu.
"Aku tidak mengerti maksudmu Erlangga," ucap Dita lagi.
"Aku tidak akan melepaskanmu!" ucap Erlangga Kembali.
"Apa? Kau gila! Bagaimana Miranda? Dan denganku, aku tidak ingin dipecat dari pekerjaanku jika keluargamu tahu tentang kita!" ucap Dita lagi dengan wajah yang tampak emosi dan sedikit takut.
"Tentangmu, biar kita berdua dan Tuhan saja yang tahu," ucapnya dengan jelas.
"Sebaik-baik kau menyimpan bangkai pasti tercium juga," jawab Dita pula dengan sinis.
"Dita, cukup jangan mendebatkan hal ini lagi, apa perlu ku perjelaskan? Segala hak veto milikku bukan? Jadi terserahku mau mempertahankanmu ataupun tidak!" Ucap Erlangga Saat ini sedikit marah kembali dengan Dita.
Sikap arogan itu kembali muncul, membuat Dita terdiam dan tidak berselera makan yang ada di meja itu.
"Kenapa kau diam? Ayo cepat habiskan makanan ini," ucap Erlangga Kembali.
"Tidak, aku sudah kenyang," jawab Dita dengan menahan gejolak air mata yang ingin keluar itu.
Baru saja Erlangga Ingin memarahi Dita kembali, namun saat ini jam telah menunjukkan pukul 12 siang, tampaknya mereka benar-benar lama beragumen disana.
Karena sudah siang Miranda yang sedari tadi menunggu Erlangga Di rumahnya tersebut sudah pun menghubungi Erlangga Untuk mengingatkan jadwal mereka siang ini bertemu dengan pihak Wo.
Melihat nama Miranda disana dan membuat Erlangga Jengkel, pasalnya baru daja perdebatan ini berakhir namun puncaknya pula menelpon.
Ya! Miranda lah puncak dari permasalahan hidup Airlangga Menjadi seperti ini. Galau berbulan-bulan karena Miranda selingkuh namun perasaannya terhadap Miranda tak kunjung hilang waktu itu.
Beda cerita setelah Dita muncul dan hadir di tengah kemelut kegalauan Erlangga Dan menjadikan istri kontrak membuat hari-hari Erlangga Semakin menarik.
Hingga lah saat ini tiba Erlangga Bahkan tidak ingin melepaskan Dita. Walau ada Miranda namun Dita tetap dia ingin pertahankan.
"Sayang..kamu gak lupa kan sama jadwal kita siang ini?" Rengek Miranda tampak bersuara manja disana.
"Iya aku ingat, sebentar lagi aku pulang," ucap Erlangga.
__ADS_1
Namun Dita yg tidak berdaya itu hanya bisa mendengarkan mereka berbicara dalam talian tersebut. Suara Miranda yang begitu manjanya memanggil suaminya tersebut dengan sebutan sayang membuat Dita merasa tertusuk pisau tajam.
"Baiklah Dita, jika kau tidak ingin menghabiskan makanan ini, aku akan mengantarkanmu pulang, kau dengar sendiri bukan, Miranda sudah menunggu," ucap Erlangga Kembali membuat hati Dita lebih sakit lagi.
Jika tadi tertusuk pisau yang tajam ini bak di hantam dengan tombak beracun pula. Baru saja Erlangga Memperlakukan Dita layaknya istri yang penuh cinta namun kali ini dia harus membiarkan Erlangga Pergi dengan wanita lain.
Menjadi istri dalam kontrak sangatlah menyakitkan jika sudah timbul yang namanya perasaan dan cinta. Seperti yang Dita alami saat ini, Erlangga Tidak ingin melepaskannya namun Erlangga Juga tidak sadar telah menyakiti hati Dita.
Ingin protes tidak bisa, akhirnya Dita juga memutuskan untuk diantar pulang saja sekarang. Dia yang sudah awal menjadi istri Erlangga Tersebut seolah dia pula yang dijadikan simpanan.
Tapi ini memang pernikahan hanya antara mereka berdua dan Tuhan yang tahu. Dita dan Erlangga Sudah meninggalkan restoran tersebut. Dita tampak cukup kuat menahan tangisnya yang sedari tadi ingin tumpah.
Hanya ada kebisuan dalam mobil itu, rasa penasaran Dita telah pun terjawab oleh Erlangga, walaupun Dita saat ini masih bimbang akankah Erlangga Bisa menjaga kedua pernikahannya nanti kalau itu terjadi?
Entahlah, tapi Dita juga tidak bisa bertindak apapun juga, dan saat ini mobil sport m3wah yang dikendarai ceo itu telah pun sampai di parkiran Appartmen mewah milik Rinjani Anindita tersebut.
"Dita, maaf aku tidak bisa masuk ke dalam mengantarmu," ucap Erlangga Kembali.
Dita hanya membalas anggukan saja, dia sangat paham siapa dirinya dan apa poisisinya di kehidupan Erlangga Ini.
Dita membuka pintunya sendiri dengan cepat, tanpa mengatakan sepatah kata apapun juga, Dita langsung berlaku menaiki lift yang tak jauh dari parkiran itu.
Erlangga Pula seolah paham dengan perasaan wanita itu, dia pun menahan emosinya dan tampak dia mengamati Dita yang malas berbicara apalagi menyampaikan hati-hati dijalan kepada Erlangga.
Melihat Dita dari belakang dengan tubuh yang tampak lesu itu membuat Erlanggaiba, namun lagi-lagi dia harus melaksanakan janjinya dengan Miranda siang ini.
Hampir mendekati Appartmen tersebut, Dita masuk ke dalam dan akhirnya tumpah juga air mata yang ditahan sejak tadi.
Dita menuju ruangan dimana Erlangga Dan dirinya selalu bercengkerama mesra beberapa bulan ini.
Sedangkan Erlangga Yang sudah setengah perjalanan itu, menuju rumah mewahnya tersebut entah mengapa bayangan wajah Dita selalu muncul dibenaknya.
Akankah dia melanjutkan pernikahannya dengan Miranda?
***
__ADS_1