
Hari demi hari berlalu, hampir sudah mendekati Hari H pernikahan Airlangga Dan Miranda. Tinggal tiga hari saja pernikahan itu berlangsung.
Dan hari ini Miranda datang kerumah Erlangga Untuk mengajak pria itu fitting baju pengantin karena memang seminggu lalu Erlangga Mengatakan dirinya begitu sibuk, Miranda pun memakluminya.
Namun ketika hari semakin dekat ini, ketika itu juga Erlangga Menjadi takut dan dilema besar menghantuinya.
Hanya saja dia adalah pria yang memiliki ego yang tinggi, dan saat ini pikirannya memutar kendali segalanya.
"Oke, dia milikku dan Miranda bisa jadi yang kedua!" ucapnya dengan penuh pertimbangan.
Entahlah mengapa pikiran egois itu masih saja bersarang di benaknya saat ini. Tampak ingin memiliki keduanya, dan deringan ponselnya saat ini cukup membuatnya terkejut dari lamunannya yang panjang mengenai dua wanita itu.
Hari ini adalah hari weekend, sedangkan Miranda sudah membuat janji nanti siang pukul setengah satu siang dia akan berjumpa dengan owner yang memiliki WO.
Pagi ini pun dia datang kerumah mewah milik keluarga Erlangga Harlan. Suasana hunian ini sangat nyaman dan asri sekali. Tampak kedua orang tua Erlangga Bersantai di depan pendopo yang ada di area halaman rumah mereka itu.
"Selamat pagi Papa, mama," ucap Miranda sambil cipika cipiki pipi kedua orang tua Erlangga .
"Pagi juga sayang," sahut mereka bersamaan.
"Ma, Erlangga Adakah?" Tanya Miranda.
"Ada diatas sayang, masuk saja kamu ke kamarnya sekalian ajak dia sarapan, dari tadi bibik ketuk kayaknya masih tidur," ucap Mamanya itu.
Kedua orang tua Erlangga Ataupun Miranda memang sudah saling percaya dengan anak-anak mereka. Membebaskan mereka masuk ke kamar itu hal yang biasa.
Lagi pula mereka tiga hari lagi akan menjadi pasangan suami istri. Dan untuk hal ini menurut orang tua Erlangga Hal yang wajar saja.
Setelah mendapat izin itu Miranda tanpa basa basi lagi dengan cepat masuk kedalam rumah itu dan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar dimana Erlangga Terlelap sekarang.
Erlangga Yang sebenarnya tidak tidur sejak malam tadi, dia dilema dan memikirkan tentang dua wanita itu, dan pagi ini ponselnya yang berdering kuat itu membuat dia terkejut, karena ada urusan kerja yang ternyata belum dia selesaikan.
Ya! Bertemu dengan Tuan Bailey, pria Prancis yang ingin membangun pabrik tekstilnya diatas tanah milik keluarga Harlan itu.
Karena hari ini memang weekend dan Bailey juga baru bisa menemui Erlangga , karena dia beberapa hari lalu pulang ke Prancis mengurus hal disana.
" Iya baik Tuan Bailey, kita akan bertemu disana saja," ucap Erlangga Dalam panggilan yang hampir berakhir itu.
Sedangkan Miranda yang baru saja ingin mengetuk pintu Erlangga itu mendengar jelas suara Erlangga Yang baru saja menelpon dan menyebut nama Tuan Bailey disana.
__ADS_1
Dia tampak mengurungkan niatnya dan tiba-tiba dia yang berpikir ulang kali untuk masuk kedalam kamar Erlangga Itu membuatnya terkejut karena Erlangga Membuka pintu kamarnya.
Bukan hanya Miranda yang terkejut bahkan Erlangga Juga sama terkejutnya karena Miranda berdiri disana, Erlangga Takut Miranda mendengar yang dia ucapkan sebelumnya.
Erlangga Mencoba menyiasat Miranda, sejak kapan wanita itu berdiri di ambang pintunya tersebut.
"Mir, sejak kapan kamu berdiri disini?" tanya Erlanggamencoba menyiasatnya.
"Hmm..baru saja kok Riel, eh kamu mau kemana?" tanya Miranda.
"Aku mau menemui Tuan Bailey, kami ada janji pagi ini," jelas Erlangga .
"Riel, kemarin kamu sibuk terus, kan kamu udah janji sama aku siang ini kita fitting baju pengantin," ucap Miranda sambil menunjukkan wajah manjanya.
"Iya aku tahu itu, aku usahakan sebelum siang sudah pulang, atau kau ikut saja bersamaku menemui Tuan Bailey," ucap Erlangga Lagi yang membuat Miranda merinding mendengar nama itu.
"Ehm..tidak usah lah, lagian kan oni urusan kerja aku takut mengganggumu dan Tuan Bailey, nanti saja jika sudah selesai meetingmu bersamanya kau segera hubungi aku dan kita pergi fitting baju bersama," ucap Miranda mencari alasan agar dia tidak melihat Tuan Bailey lagi.
Miranda memang sudah pernah ketahuan berselingkuh di kamar hotel bersama pria lain, Erlanggasendiri yang mempergokinya.
Namun hal itu Erlangga Bisa menyimpannya walaupun masih ada kegalauan dan trauma di kepalanya itu, namun tidak dipungkiri ada sedikit kasihan terhadap Miranda yang memang saat ini sudah ingin menikah bersamanya itu.
Erlangga Belum bisa memastikannya dengan jelas, karena memang hal ini tidak begitu terlihat, apalagi hati Erlangga Sekarang masih dipenuhi dengan wajah dan nama istri kontraknya yaitu Rinjani Anindita.
"Oh..kalau begitu baiklah, aku pergi dulu nanti kalau sudah pulang aku akan mengabarimu," ucap Erlangga Lagi yang saat ini sedang menutup pintu kamarnya tersebut.
"Oke sayang hati-hati dijalan," ucap Miranda sambil memeluk Erlangga .
Erlangga Hanya membalas pelukan biasa saja dan ia senyum seadanya kepada wanita itu. Lalu dia pun meninggalkannya dengan cepat.
Sedangkan Miranda pula sengaja melambatkan langkahnya untuk turun, dia takut nanti ketika Erlangga Mengatakan dirinya akan bertemu dengan Tuan Bailey pagi ini orang tua Erlangga Akan menyuruh Miranda ikut bersama Erlangga .
Dan hal ini lah yang dia ingin hindari, karena memang dia tidak ingin bertemu pria yang sudah membuat hidupnya runyam di negara Prancis itu.
Ada apa dengan Bailey?
Dan mengapa begitu takutnya Miranda bertemu dengan Bailey?
Ya! Karena perselingkuhan keduanya telah tercium oleh istri dan anak Bailey saat ini. Dan Miranda ketika berada di negara Prancis itu selalu di teror oleh istri dan anaknya Bailey.
__ADS_1
Dia melarikan diri dengan cepat dari negara itu, sedangkan Bailey merasa tidak memiliki masalah apapun saat ini.
Istri dan anak Bailey telah menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Miranda, namun Miranda masih terselamatkan karena waktu itu selingkuhnya yang pernah Erlangga Pergoki datang tepat saat kejadian itu terjadi.
Pria itu lah yang membantu Miranda meloloskan diri dari teror tersebut. Namun entah mengapa Bailey bisa-bisanya mempunyai rencana membuka cabangnya di negara ini, pikir Miranda dengan kesal.
Apa Bailey sengaja?
Dan sekarang Erlangga Yang sudah berada di halaman rumahnya tentu saja melihat kedua orang tuanya sedang bercengkrama mesra sambil menyantap teh hijau pagi ini.
"Erlangga , mana Miranda?" tanya mamanya heran.
"Ada Ma di atas," jawab Erlangga Singkat.
"Terus kamu mau kemana?" tanya mamanya lagi.
"Erlangga Ada meeting dengan Tuan Bailey Ma," ucapnya.
"Astaga Erlangga , ini sudah mau dekat Hari H pernikahanmu, berhentilah untuk mengurusi itu semua, biarkan Erkan yang melakukannya," ucap mamanya lagi.
"Tidak bisa Ma, Tuan Bailey hanya mempercayai Erlangga Saja karena kan Erlangga Yang kenal baik dengannya," jelasnya.
"Jadi Miranda kamu tidak bawa sekalian?" tanya papanya pula.
"Sudah Pa, tapi Miranda tidak mau, nanti Erlangga Usahakan pulang lebih awal biar bisa fitting baju pengantin bersama Miranda," jelas Erlangga .
"Oh..kalau begitu yasudah nak, cepat selesaikan tugasmu lalu cepat pulang dan pergi dengan Miranda," ucap papanya pula.
"Iya Pa, Ma Erlangga Pamit dulu," ucapnya sambil mencium kedua orangtua nya itu.
Erlangga Pun pergi dengan cepat meninggalkan kawasan rumah mewah milik orang tuanya tersebut.
Sedangkan saat ini para staf Erlangga Itu sudah mendapatkan undangan online dari ponsel mereka masing-masing yang mengirimkannya adalah Papa Erlangga Sendiri.
Karena ini memang pernikahan resmi yang harus diketahui banyak orang, maka staf kantor semua diundang termasuklah Rinjani Anindita yang ketika membuka ponselnya jantungnya seketika melemah.
Dia yang ingin melahap sarapannya pagi ini tiba-tiba kehilangan seleranya dan Rinjani diam terpaku di depan meja makannya.
***
__ADS_1