
"Astaghfirullahaladzim, ada apa dengan Erlangga?" Tanya ayah dari Dita itu tampak begitu terkejut saat ini.
"Nggak apa-apa kok pak, saya hanya terluka sedikit saja yang disebabkan oleh keong sawah ini tidak juga berdampak buruk untuk saya,," jawabnya.
"Dita cepat kamu obati kakinya Erlangga karena kalau dibiarkan seperti itu bisa akan terjadi infeksi apalagi lelangga memang belum pernah terkena keong sawah sebelumnya," ucap bapak Dita itu memerintah anaknya tersebut.
"Iya baik Pak yang lain makan aja dulu semua bapak makan aja dulu bersama rosmita dan adik-adik biar saya obati dulu kakinya Erlangga," ucap Dita kembali.
Erlangga hanya terdiam saat ini hatinya tersenyum puas mendengar ucapan bapak Dita itu menyuruh Dita tersebut agar mengobati kakinya yang memang terluka itu Dan inilah kesempatan bagi Erlangga untuk menatap sang istri lebih jauh lagi.
Rosmita dan kedua adiknya serta ayah mereka yang masih duduk di kursi roda itu saat ini pun menuju ke ruangan makan sedangkan Rinjani Andita bersama Erlangga tersebut menuju ruang tamu untuk mengobati kaki Erlangga yang memang berdarah tersebut.
Di rumah Dita ini memang disiapkan Dita alat-alat medis P3K karena memang ayahnya juga yang sering kamu penyakit tidak memungkiri rumah kita ini kalau untuk masalah obat-obatan cukuplah lengkap.
Apalagi ada seorang dokter yang sudah menaksir Dita, sebelum dia datang ke kampung ini sang dokter sudah banyak memberi obat-obatan kepada ayah Dita tersebut.
Dan saat ini di ruang tamu itu hanya ada mereka berdua Dita dan Erlangga. Namun kali ini adalah hal yang sangat gugup bagi keduanya karena memang sudah berapa hari mereka tidak bertemu namun bertemu dalam keadaan yang seperti ini.
Erlangga duduk di sofa rumah Dita yang cukup sederhana itu sedangkan Dita duduk di bawahnya tanpa menghiraukan sedikitpun tatapan Airlangga yang begitu kagum terhadap Dita itu.
"Sayang, aku merindukanmu!" Ucap Erlangga tiba-tiba membuat jantung detail saat ini terhenti seketika.
Bagaimana mungkin seorang Erlangga yang egois bahkan angkuh itu yang sulit sangat untuk menyebut kata sayang tiba-tiba saja kata sayang itu terlontar di mulutnya sedangkan mereka sedang berada di rumah Dita dan keluarga Dita pun sama sekali tidak mengetahui atas kita yang sudah menikah dengan Airlangga itu.
__ADS_1
Dita kelagapan saat ini dia takut semuanya ketahuan dan ayahnya akan kembali drop mendengar kenyataan yang pahit anaknya menikah diam-diam tanpa meminta Restu kepadanya.
Pernikahan yang tidak diinginkan ini berlanjut jauh lebih lagi bahkan yang kita pikir pernikahan ini sudahlah di ujung-ujung pelabuhan yang mengikat kapalnya.
Namun ternyata kapal masih saja ingin berlayar lebih jauh lagi dan lebih dalam lagi namun memang penumpang kapal masih belum bersedia untuk diajak berlayar karena memang tidak ada persiapan sebelumnya.
Ibarat kapal Erlangga adalah nahkoda dalam rumah tangga ini namun nahkoda tersebut hanyalah sebentar menyinggahi kapal itu hingga penumpang pun disinggahkan begitu saja.
Dita terdiam sejenak tangannya yang lihai mengobati dan membalut luka kecil yang ada di telapak kaki sang suami itu pun terhenti saat ini wajahnya mendongak ke atas karena memang tangan kekar itu mengangkat dagu Dita untuk menatap wajahnya.
"Erlangga tolong hentikan perbuatanmu ini, dan sebaiknya kau pulang saja!" Bentak Dita kepada sang suami itu karena merasa dirinya saat ini sedang dipermainkan saja oleh suaminya itu.
Dita masih tidak percaya dengan ucapan sang suami yang memang dari tadi dia tulus mengucapkannya semenjak dia sampai di rumah ini dan bertemu dengan adik-adik Dita mendengar sepenggal cerita dari adik-adik Dita itu membuat Erlangga Herlan menjadi seorang yang memiliki hati nurani tinggi.
"Erlang, kumohon ceraikan saja Aku dan aku yakin kau pasti sudah menikah aku kan dengan kekasih tercinta mu itu bukankah kontrak kita juga sudah berakhir?"
Rinjani Anindita kembali membahas tentang kontrak pernikahan mereka tersebut dan memang itulah isi kontrak tersebut jika Erlangga Harlan kembali dengan sang kekasih yang dia cintai itu apalagi saat ini yang kita ketahui Erlangga pun sudah menikah pastinya namun entah mengapa alasan apa Erlangga bisa sampai di sini.
"Iya, aku memang sudah menikah dengan Miranda, tapi detik ini aku katakan kepadamu Aku tidak mencintai Miranda lagi!" Jawabnya.
"Apa? Kenapa kau dengan mudah mengucapkan kata cinta dan kata tidak cinta kepada seorang wanita? Apakah kau ini penjahat wanita padahal kau juga yang membuat pernikahan kontrak ini dimulai dengan perjanjian kalau kau sudah menikahi Miranda pernikahan kita akan selesai!" Ucap Dita kembali saat ini memang tampak wanita itu begitu nahan amarahnya.
Rinjani Anindita tidak berani untuk bersuara lebih besar lagi dia takut terdengar oleh adik-adik dan ayahnya itu akan membuat masalah yang lebih besar lagi nantinya.
__ADS_1
"Aku memang menikahinya, namun bukan karena cinta!" Jelas Erlangga kepada Dita saat ini.
"Lalu karena apa? Jangan membuat alasan klasik hanya untuk memiliki dua hati yang tidak mungkin bisa bersatu!"
Ucap kita kembali seolah Dita mengetahui sifat Airlangga adalah begitu egois karena memang dia ingin memiliki keduanya Erlangga Herlan bahkan tidak ingin melepaskan Dita saat ini dan dia juga sudah mengakui kalau dia benar-benar sudah menikahi Miranda.
Bak kata orang ucapan seorang lelaki sulit untuk dipercayai apalagi kenyataannya Erlangga telah menikahi seorang wanita yang dia cintai dan seorang wanita lagi yang terpaksa dia nikahi namun akhirnya dia cintai.
Namun hari ini apa yang diucapkan oleh Erlangga Harlan itu benar dari hatinya bahkan dia rela menyusul ke kampung halaman Dita hanya untuk bertemu dan mengobati rindunya kepada sang istri.
"Aku menikahinya karena terpaksa dan karena paksaan dari kedua orang tuaku dan kedua orang tuanya!" Ucap Erlangga saat ini menjelaskan kepada Dita.
"Tidak usah menjelaskan apapun kepadaku karena aku memang tidak ingin mempercayaimu bahkan yang telah aku tahu kau sudah menikah dan kontrak kita pun selesai!" Ucap Dita kembali dengan tegas saat ini karena memang dia merasa geram atas sikap Erlangga itu yang mampu menikahi kedua orang wanita sekaligus.
"Tidak Dita apa kau tidak ingat tentang perjanjian kontrak? Segala hak veto itu jatuh kepada tanganku bukan kau yang memutuskan dan memang isi kontrak seperti itu namun aku bisa kapanpun menghapus kontra itu dan melanjutkan pernikahan kita untuk selamanya!" Ucap Erlangga saat ini begitu jelas di telinga sang istri membuat jantung Dita semakin berdetak kuat.
"Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun!"
"Erlangga..
Ketika mereka berdua berdebat seperti itu walaupun suara mereka berbisik-bisik namun tiba-tiba Dita ucapannya terhenti karena mendengar suara seseorang di belakang yang saat ini sedang memanggil namanya.
"Dokter Yogi?"
__ADS_1
***