TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
ADEGAN BERBAHAYA


__ADS_3

Erlangga Yang meninggalkan Miranda dengan begitu saja di restoran tersebut membuat wanita itu sangat kesal dan menahan marahnya serta wajahnya yang memerah karena malu.


Hatinya sedari tadi mengumpat dengan kesal. Sedangkan Erlangga Pula sudah setengah perjalanan dan hampir sampai di kawasan Appartmen mewah milik istri kontraknya tersebut.


Dita yang saat ini hanya bermalas-malasan dan tampaknya dia hanya berbaring di ranjang bernuansa merah jambu itu.


Kalau sendiri begini dia menyukai membaca buku novel koleksi dirinya tersebut. Sekarang terlihat buku tebal itu sudah menipis karena memang beberapa waktu ini dia selalu sendiri karena Erlangga Jarang mengunjungi Appartmennya.


Ya! Erlangga Begitu sibuk dan bahkan dilema karena pernikahan yang begitu dekat hingga dia juga banyak menghabiskan waktu dengan suruhan Miranda yang mengantarnya pergi perawatan beberapa hari lalu.


Erlangga Sudah tampak bosan dengan wanita satu itu, selain boros, suka mengatur bahkan sudah pernah ketahuan selingkuh. Tampaknya nilai plus Miranda sudah tidak ada lagi dimata Erlangga.


Walau begini, tetap saja Erlanggamwnuruti keluarganya yang tetap memaksa ingin Erlangga Dan Miranda segera melangsungkan pernikahan.


Asik membaca novel di tangannya, membuat Dita hanyut dalam bacaannya sendiri. Memang wanita satu ini memang suka membaca novel romansa, rumah tangga tampaknya cerita dan alur novel itu begitu sendu membuat Dita menitiskan air mata.


"Hei, kenapa kau menangis?" Tanya seseorang yang saat ini membuat Dita terkejut bahkan jantungnya berdebar.


Ya! Siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri, yang ternyata telah sampai, dan memang dia masuk dan pergi sesuka hatinya saja di Appartmen ini.


"Sejak kapan kau disana?" Tanya Dita sambil mencubit pipinya sendiri.


Dita masih tidak percaya, karena memang dia tahu bahwa siang ini Erlangga Ada janji dengan Miranda untuk mengurus pernikahan mereka, namun dalam hitungan jam saja Erlangga Sudah disini, rasanya ini seperti mimpi, pikir Dita lagi.


"Em…"


"Auh..aduh sakit Erlangga!" Bentak Dita yang saat ini pipinya malah Erlangga Mencubitnya lebih keras.


"Ha..tau sakit kan…kau pikir aku hantu? Atau hanya sekedar bayangan?" Tanya Erlangga Kembali.


"Ya mana ku tahu, mungkin saja jin yang menjelma," sahut Dita geram.

__ADS_1


"Iya aku memang jin dan akan memakanmu sebentar lagi, haha," ucap Erlangga Kembali.


"Heh..diamlah!" Umpat Dita kesal dengan suara tawa Erlangga Yang tampak nakal dan menjengkelkan itu.


"Dita…buku apa ini?" Tanya Erlangga Abg sambil tubuhnya dia rapatkan di sebelah Dita dan kepalanya rebah di paha istrinya tersebut.


"Biasa buku novel kesukaanku," jawab Dita singkat lalu terus membuka lembaran bukunya.


Namun sebenarnya Dita sudah tidak fokus akan hal itu, karena seperti biasa jika suaminya sudah tampak menunjukkan sifat manja seperti ini, jelas saja bulu kidik Dita berdiri tak henti.


Erlangga Yang selalu memiliki gairah jika berdekatan atau pun berjauhan dengan istri kontraknya ini, dan sekarang baru saja berbaring di paha mulus itu, Dita siang begini hanya memakai daster sederhana kesukaannya membuat Erlangga Semakin liar tangannya merayap kemana-mana


Hal ini hal yang biasa yang Dita sudah alami beberapa bulan ini, namun memang Dia sudah sangat menyukai ini, rasa manja Erlangga Terhadapnya membuatnya selalu rindu dan bahkan menimbulkan cinta dan sayang dengan pria arogan satu ini.


"Riel…bukuku!" Bentak Dita terkejut seketika tangan Erlanggayang tadi menyusup dari bawah naik keatas dan ternyata mengambil buku itu.


"Hey…aku tidak ingin ada apapun yang merusak waktu kita berdua, termasuk buku ini!" ucap Erlangga Sambil mengelus bibir mungil yang tampak memonyong itu.


"Ya! Dengan apa pun itu!" Jawab Erlangga Spontan membuat jantung Dita berdebar.


Erlangga Cemburu?


Kata orang jika seseorang itu ada rasa cemburu apalagi ini suami sendiri, mungkin saja orang itu menyimpan cinta yang dalam. Sedangkan Erlangga Selama ini sulit mengakui perasaannya sendiri dan bahkan tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Dita walau hanya sekedar mengucap "aku menyayangimu,"


"Kau cemburu?" Tanya Dita ulang.


Erlangga Tak menjawab itu lagi, sekarang dia sedikit bangkit dari rebahannya dan mulutnya yang sedari tadi sudah geram melihat bibir itu langsung saja dia melahapnya dan Dita tidak bisa mengatakan sepatah kata apapun lagi sekarang.


Erlangga Memulai dengan aksi handalnya di atas ranjang gulat itu, Dita pula sudah biasa mengikuti maunya Erlangga Dan irama permainan mereka tersebut.


Kamar ini menjadi saksi setiap kali mereka mengulang adegan kehangatan ini, Dita pun hanyut dalam permainan Erlangga Sekarang.

__ADS_1


Karena masih siang, permainan masih berlangsung hingga jam sekarang menunjukkan pukul setengah tiga siang. Tampaknya Gairah sang ceo ini memang luar biasa, dia menghabiskan waktu 1 jam lebih lamanya membuat istrinya itu lemas tak berdaya.


Dita tampak lelap tertidur, bahkan Erlangga Sekarang yang berkeringat dan masih nafas yang tak teratur itu, perutnya merasa lapar, karena memang dari pagi dia keluar belum ada menyantap apapun, bahkan ketika dia keluar dengan Dita hanya sedikit nasi goreng masuk ke mulutnya lalu mereka berakhir dengan perdebatan disana.


Sedangkan ketika dia pergi dengan Miranda tidak sampai setengah jam duduk di restoran tempat Miranda membuat janji itu dengan pihak WO Erlangga Malah memikirkan Dita terus menurus hingga akhirnya dia memutuskan datang ke Appartmen ini.


Erlangga Mencoba berjalan menuju dapur, dia ingin mencari makanan di kulkas untuk dia lahap, karena memang dia baru saja banyak mengeluarkan cairan dan tenaga ekstranya tadi hingga membuat lawannya kemas tak berdaya.


"Hem…snack-snack banyak disini, tapi aku teringin makan spageti carbonara," ucapnya sambil menuangkan jus jeruk kedalam gelasnya tersebut.


Erlangga Mengambil ponselnya kembali, tampaknya dia memesan makanan lewat aplikasi di ponselnya tersebut. Karena sudah siang begini bahkan hampir sore belum melahap apapun dan lidahnya ingin makanan western itu, dengan cepat dia pesan makanan tersebut dan tak lupa juga burger chess kesukaan Dita.


"Hem…dia pasti senang kalau aku orderkan burger ini," ucapnya tersenyum puas sambil berdiri menatap tubuh istrinya yang masih terbaring di tempat tidur itu.


Dia biarkan Dita terlelap sebentar sambil menunggu makanan yang dia pesan datang, saat ini dia membuka buku novel yang tadi dia ambil dari tangan Dita.


Dia penasaran mengapa Dita sampai menangis ketika membaca buku itu, apa karna buku itu atau memang karena pikiran Dita yang entah kemana, pikirnya.


Saat ini dia telah membuka buku tersebut yang berjudul "Sejiwa Tumbuh". Erlangga Membuka bab pertama yang sudah tampak komplik berat disana.


Masih belum mengerti dan memahami isinya, dia menutup kembali melihat blurb yang ada di cover novel tersebut.


"Buku ini bercerita tentang dua insan yang sama-sama patah jiwanya, lalu mereka bertemu di tempat yang memang mereka tidak pernah menyangka sebelumnya, dan di tempat itu mulai jiwa mereka tumbuh lalu benih cinta itu menjalar menjadi sayang".


Itu lah isinya dan tampak kata-kata puitis dan kiasan dalam novel serta alurnya yang memang tampak positif antara suami dan istri yang saling menyayangi walau banyak kekurangan di antara keduanya.


Kekurangan tidak menjadikan kasih sayang mereka juga kurang, malah kekurangan menjadikan cinta dan kasih mereka tumbuh bersama dan menjadikan mereka Sejiwa Tumbuh.


Hanyut dalam bab pertama mendengar bell berbunyi membuat Erlangga Terkejut dan segera bangkit dari tempat duduknya itu ditepi ranjang, dia tahu pasti makanannya telah sampai.


****

__ADS_1


__ADS_2