TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
SERANGAN JANTUNG DADAKAN


__ADS_3

"Aku tidak akan melepaskan mu sampai kapanpun!"


"Erlangga..


Ketika mereka berdua berdebat seperti itu walaupun suara mereka berbisik-bisik namun tiba-tiba Dita ucapannya terhenti karena mendengar suara seseorang di belakang yang saat ini sedang memanggil namanya.


"Dokter Yogi?"


"Maaf, apa saya menggangu?" Tanya sang dokter sambil tersenyum lebar kepada Dita.


"Sejak kapan dokter sampai? Tanya Dita gugup


Dita tampak gugup menanyakan hal tersebut dia takut ketahuan dan takut dokter Yogi mendengar ucapannya dengan sang suaminya itu padahal hati Erlangga ingin sekali agar dokter Yogi itu mendengar apa yang dikatakan Dita kepadanya dan apa yang dikatakannya kepada Dita.


"Saya baru saja sampai namun saya melihat tampaknya kamu sedang mengobati kaki tamumu itu, memangnya ada yang terluka dengannya?


"Boleh saya yang lihat, saya kan seorang dokter saya ingin membantu siapapun yang terluka!"


Belum lagi Dita maupun Erlangga menjawab ucapan dokter itu dia langsung saja masuk dan melihat kaki Erlangga tersebut apakah benar-benar terluka atau hanya pura-pura saja agar untuk mengambil kesempatan berduaan dengan Rinjani Anindita sang pujaan hati dokter tersebut juga.


Erlangga wajahnya tampak kusut dan bahkan dia menyimpan kemarahan kepada dokter Yogi yang tampak begitu lancang langsung saja menuju ke arahnya untuk mengecek yang mana yang terluka


"Tidak! Aku tidak kenapa-napa tolong lepaskan tangan anda dari kaki saya!" Ucap Erlangga saat ini dengan tampak begitu keras dan kakinya langsung ditarik dari tangan sang dokter itu.


"Erlang…"


"Jangan bicara Dita dan hentikan omong kosong dan kepura-puraan kita ini dan jelaskan kepada pria ini agar dia tidak mendekatimu dan agar dia tidak selalu datang ke rumahmu ini, jelaskan kepadanya siapa aku untukmu!" Ucap Erlangga saat ini tiba-tiba meluahkan apa yang membuat kita takut.


"Apa maksudmu Erlangga? Apakah sudah gila ini rumahku bukan rumahmu!" ucapnya.

__ADS_1


Saat ini Dita sampai gemetaran karena dia merasa takut kalau identitasnya diketahui oleh dokter Yogi apalagi identitasnya sebagai istri sah dari Erlangga Harlan itu diketahui oleh keluarganya terutama diketahui oleh ayahnya tersebut.


Dia tidak ingin ayahnya mendengar ucapan dari Airlangga dengan keadaan yang seperti ini keadaan yang tidak dia inginkan bisa-bisa penyakit ayahnya akan kamu kembali dan bisa juga ayahnya tidak akan menerima baik Erlangga maupun dirinya lagi.


"Maafkan saya dokter Yogi bisakah anda pulang dulu dan jangan ke rumah saya hari ini?" Ucap kita kembali kepada dokter Yogi yang tampak bingung dengan kedua orang itu.


"Dita?"


Tiba-tiba suara yang tidak asing keluar dari balik ruangan siapa lagi kalau bukan ayahnya Rinjani Anindita yang tak sengaja mendengar anaknya mengusir sang dokter Yogi orang yang selama ini memberikan perawatan kepada ayahnya tersebut.


"Ayah, bukan itu maksud aku ayah hanya saja ada kesalahpahaman di antara kami semua," jelas Dita.


"Maafkan saya, saya yang membuat kesalahpahaman ini terjadi dan di sini saya ingin mengakui satu hal yang mungkin saja akan sulit diterima oleh anda sendiri selaku ayahnya Rinjani Anindita."


Tiba-tiba saja Erlangga Harlan bersuara kembali namun ucapannya ada sedikit terbesit teka-teki di sana dan semuanya suasana menjadi hening ditapula semakin gemetar saja akankah semuanya terungkap hari ini?


Wajah kita sampai pucat dia sangat ketakutan semuanya akan terbongkar sebentar lagi dia tidak ingin dirinya dibenci oleh adik-adiknya maupun ayahnya sendiri.


"Maafkan saya sebelumnya pak, saya ingin mengaku kepada bapak kalau saya ini bukan hanya sekedar teman baiknya Dita di kantor, tapi.."


"Erlang! Cukup Erlang hentikan!"


Dita pula mencoba menghentikan ucapan sang suami itu dia masih saja takut dengan kenyataan yang akan terjadi sebentar lagi.


"Dita, biarkan nak Erlangga mengakui apa yang seharusnya diakui di sini dan kamu jangan hentikan lagi apapun yang diucapkan oleh na Erlangga bapak akan mendengarkan setiap apapun yang dia katakan!" Ucap bapaknya saat ini membuat Dika semakin bungkam dan tubuhnya semakin gemetar karena ketakutan.


Erlangga hanya menatap sekilas wajah Rinjani Anindita yang tampak pucat kasih itu karena rasa takutnya sebentar lagi identitas yang terbongkar di hadapan sang ayah dan di hadapan adik-adiknya serta dokter Yogi yang menginginkan dirinya tersebut


Apalagi saat ini pula dokter Yogi sudah berencana untuk melamar dirinya dan dokter Yogi juga sudah berbicara kepada orang tua kita untuk membawa keluarganya tersebut ke rumah Rinjani Anindita itu.

__ADS_1


"Cepatlah bicara anak Erlangga, katakan kejujuran apa yang ingin kamu katakan. "


"Sebenarnya saya ini bukan hanya sekedar teman baik Rinjani Anindita namun saya ini adalah suami sah dari anak bapak yaitu Rinjani Anindita! "


Dan saat ini pula semua suasana semakin heningnya lagi tiba-tiba jantung ayah Adita pun semakin berdegup dengan kencang mendengar kenyataan tersebut dan seketika tubuhnya pula melemas akhirnya dia pingsan dadakan di kursi rodanya itu yang saat ini resmi kalah yang sedang berdiri di belakang sang ayah itu.


"Astaghfirullah, ayah!"


Semuanya berteriak saat ini melihat sang ayah melemas di kursi roda itu termasuk juga dengan Dita dia langsung mengejar ke arah ayahnya serta juga dokter Yogi yang saat ini pula tidak ingin mendengarkan ucapan Airlangga itu dia langsung menolong ayah Rinjani Anindita tersebut.


"Ayo cepat bantu saya mengangkat ayah kalian ke mobil saya di sini peralatan tidak lengkap ini sangat darurat!" Dokter Yogi itu mengarahkan kepada adik-adik Rinjani Anindita tersebut.


Erlangga hanya terdiam membisu berdiri di sana adik lelaki dari duta tersebut pun sudah memasang ayah ke dalam mobil sang dokter itu dengan cepat sang dokter juga membawa adik-adik beserta Rinjani Anindita ke rumah sakit.


"Ayo cepat dokter Yogi cepat cepat cepat cepat!"


Ucap berita saat ini mengarahkan dokter Yogi karena mereka begitu panik sang ayah sudah tidak sadarkan diri.


Dokter Yogi pun tampaknya mengambil kesempatan untuk mengalihkan perhatian Rinjani Anindita dalam hatinya saat ini dia tidak peduli walaupun Rinjani Anindita sudah statusnya sebagai seorang istri dari Erlangga Harlan tersebut tampak kejadian ini dokter Yogi melihat celah dirinya bisa mengambil alih seorang Erlangga Harlan di hati Rinjani Anindita.


Akan kah Dita bercerai?


Apakah Erlangga akan di pisahkan?


Karena Erlangga berada sendirian di rumah itu dia pun tanpa berpikir panjang saat ini mencoba keluar dari rumah itu untuk mengejar Rinjani angin disayang ke rumah sakit dengan mobil dokter Yogi tersebut.


"Aku tidak akan membiarkan dokter itu mendekati istriku!"


"Aku yakin, kejadian ini pasti membuat dokter itu mempunyai kesempatan emas untuk mendekati istriku!"

__ADS_1


Erlangga saat ini dengan cepat mencari kendaraan untuk mengejar mobil sang dokter ke rumah sakit tersebut.


Akankah Erlangga membawa Dita pergi dari kampungnya?


__ADS_2