TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
GAGAL DINNER


__ADS_3

Kedua orang tua Erlangga mereka tak sabar menanti kedatangan Miranda dan mereka masih menunggu di ruangan keluarga tersebut.


Tak lama kemudian terdengar suara sepatu yang tampak bunyinya lumayan nyaring.


"Pa, itu pasti itu Miranda," ucap mamanya.


Belum lagi papa Erlangga menjawab ucapan istrinya tersebut, tak lama memang muncul wanita bergaun hitam terlihat sexy dan elegan itu.


"Selamat malam mama, papa," ucapnya tersenyum lebar dan langsung melayangkan pelukan kepada mama Erlangga tersebut.


"Astaga sayang, kamu luar biasa cantik sekali," ucap mama Erlangga yang saat ini tampak terkagum dengan penampilan Miranda saat ini.


"Iya dong Ma, malam ini kan malam dinner terakhir Mir, sama Erlangga sebagai sepasang kekasih, dan sebentar lagi kami menjadi sepasang suami istri," ucapnya.


"Iya benar kamu, dinner ini memang mama dan Papa siapkan spesial untuk kalian berdua, ya untuk mengenang terakhir masa lajang kalian," jelas papanya pula.


"Terima kasih ya Pa, ma. Mir terharu banget dapat calon mertua seperti papa dan mama yang sangat peduli Mir," jawab Miranda pula.


Jn"Sayang jangan berterima kasih begitu, kamu duduk dulu deh, sambil nunggu Erlangga sebentar lagi pasti dia turun," ucap Mamanya saat ini.


"Iya Ma, kira-kira Erlangga sehati tidak ya sama MIR warna jasnya," ucapnya saat ini yang tampak tidak sabaran untuk menunggu Erlangga turun.


"Pasti sayang Mama sudah belikan yang senada kok, pasti kalian malam ini sangat tidak bisa melupakan momen malam ini," ucapnya.


Mereka bertiga duduk dan masih berbincang begitu hangatnya, tak lupa menanyakan kabar kedua orang tua Miranda saat ini.


Tak lama mereka berbincang terdengar suara kaki turun dari tangga, siapa lagi kalau bukan Erlangga Harlan sang pewaris tunggal harta kekayaan keluarganya itu.


Sekarang enam pasang mata itu melotot melihat Erlangga turun dengan cueknya apalagi pakaian yang menang tidak sesuai ekspresi mereka.


"Astaga Erlangga! Kamu apa-apaan!" Bentak Miranda tampak mendahului kedua orang tua Erlangga itu.


Miranda bahkan tidak segan membentak Erlangga seperti itu di hadapan kedua orang tua Erlangga itu. Namun keduanya memang tidak menyahut apapun karena tampaknya Miranda sudah mewakilkan mereka.


"Kamu gak menghargai banget ya, ini dinner spesial kita Erlangga!" Ucapnya lagi kesal dan marah.

__ADS_1


"Mir, lagi pula dinnernya kan di rumah aja, toh juga kita berdua yang dinner apa hanya soal pakaian dinner ini kita batalkan?" Tanya Erlangga yang tampak cuek dan biasa saja.


"Ma, Pa! Tuh lihat Erlangga sama sekali tidak menghargai Mir," ucapnya sambil merengek di hadapan kedua orangtua Erlangga itu.


"Erlangga, Miranda benar! Kamu bukan hanya tidak menghargai Miranda, tapi kamu juga tidak menghargai mama sama papa udah merancang dinner malam ini untuk kamu dan Miranda!" Celetuk mamanya pula menambahkan kekesalannya.


"Ma, tolong lah pahami Erlangga, hal begini saja jangan dibesArkan!" Jelas Erlangga acuh tak acuh.


"Pa! Tolong deh bicara sama anak bujang Papa ini, tampaknya dia mau bikin malu kita deh malam ini," ucap Mamanya kembali.


"Erlangga! Ini bukan sekedar dinner biasa, kami menyiapkan beberapa wartawan juga, dinner kalian ini akan dipublikasikan!" Ucap papanya lagi.


"Astaga Pa! Memangnya kenapa kalau media datang melihat pakaian Erlangga seperti ini? Apa ini tidak layak?" Tanya Erlangga membantah.


"Erlangga, ini bukan tidak layak tapi ini tidak sesuai sama dengan apa yang dikenakan Miranda, Mama kan sudah meletakkan jasmu di kamar, kamu ganti dan pakai itu!" Mamanya pula menambahkan dan dengan tegas membuat perintah.


"Ma, Erlangga bukan anak kecil lagi, pakaian ini sesuai selera Erlangga, kalau memang Miranda tidak mau dinner dengan pakaian Erlangga begini ya sudah, Erlangga mau sambung tidur lagi," ucapnya malas dan benar-benar membuat mereka kesal.


"Papa, tolong sekali lagi nasehati Erlangga Pa," pujuk mamanya lagi.


"Erlangga, jangan bikin malu Papa dan mama, kalau kamu gak nurut perintah kani jabatanmu Papa berikan kepada Erkan!" Saat ini papanya tampak membuat nada mengancam.


Miranda tersenyum puas, dia tahu jika ini yang dikeluArkan papa Erlangga tersebut kemungkinan Erlangga tidak akan menolak hal tersebut lagi.


"Papa mengancam Erlangga hanya untuk sebuah dinner konyol ini? Pa, kalau memang jabatan itu mau papa berikan kepada Erkan silahkan!" umpat Erlangga kesal membuat semua yang disitu terkejut.


Ekspresi Miranda yang lebih terkejut lagi, karena Erlangga yang mereka tahu sangat suka dengan jabatannya menjadi ceo itu, malam ini hanya sebuah ancaman konyol saja dia tampak menanggapinya dengan serius dan wajahnya memerah.


Ada apa dengan Erlangga?


Itulah yang ada dipikiran Miranda saat ini, dia yang melihat Erlangga membalikkan tubuhnya itu kini Erlangga tampak ingin meninggalkan ruangan keluarga tersebut.


"Tunggu Erlangga!" Suara kuat Miranda membuat para pembantu yang ada di dapur berhenti bekerja.


Mereka tampak desas desus menceritakan kejadian malam ini. Miranda yang menghentikan langkah Erlangga itu tampak berpikir keras.

__ADS_1


"Biarlah kamu pakai pakaian itu saja, yang penting dinner ini tidak batal!" ucap Miranda pula.


Dia tidak ingin Erlangga dicopot jabatannya, karena memang keinginan Miranda tetap ingin menjadi istri seorang ceo. Apalagi Erlangga yang dia ketahui sudah tahu tentang dirinya A-Z.


Jadi wanita itu tampak menerima keadaan dengan terpaksa, sedangkan mama Erlangga yang saat ini melihat tingkah anaknya tersebut tampak tidak biasa dia pun seketika memegangi jantungnya.


"Ma..mama!" Papa Erlangga tiba-tiba memeluk istrinya yang hampir jatuh ke lantai.


"Mama!" Ucap Erlangga tampak panik melihat mamanya sudah pingsan.


"Erlangga, cepat telpon ambulance," ucap papanya lagi.


"I..iya Pa," jawab Erlangga tergagap.


Sedangkan Miranda dengan wajah kesalnya saat ini, dinner ini benar-benar batal tampaknya.


Padahal dari rumah dia sudah membayangkan dia akan memberikan sesuatu yang spesial untuk menarik perhatian Erlangga kembali.


Padahal tawaran Miranda tadi sudah bagus, namun tiba-tiba mama Erlangga pula yang tampak drop seketika.


"Huh…kenapa wanita tua ini pake acara pingsan segala!" Umpatnya kesal dalam hati.


Tak lama ambulance sampai, mama Erlangga langsung dibawa dan mereka semua ikut mengantArkan mama Erlangga itu ke rumah sakit.


Namun, ketika Miranda keluar wartawan yang telah diundang itu saat ini mencoba mewawancarai Miranda.


"Tolong minggir semua, ini gawat!" Umpat Miranda kesal dan menghindari media tersebut.


Semua menjadi bingung harusnya malam ini dinner romantis malah ada kejadian yang memilukan ambulance pun berjalan keluar dari rumah mewah itu.


Akhirnya para wartawan yang sampai mereka bukan membuat berita mengenai dinner, melainkan berita yang tidak mengenakkan mengenai sakitnya mama Erlangga tersebut.


Karena tidak ada lagi yang harus mereka liput, tampak mereka mereka judul dan isi tentang kejadian malam ini.


Akankah Erlangga melanjutkan pernikahannya?

__ADS_1


****


__ADS_2