
"Hemmm pasti dia akan pulang!" ucap wanita licik itu tertawa kuat.
Wanita muda yang baru saja dinikahi oleh Erlangga itu adalah cinta pertamanya yang membuat Erlangga terjebak oleh dua pernikahan dalam hidupnya.
Tampaknya wanita itu sengaja membuat Erlangga kalang kabut saat ini, bahkan Miranda membuat rencana besar yang akan mengubah status Erlangga Dinata keluarganya sendiri.
Setelah panggilan telepon itu diakhiri sepihak oleh Miranda yang membuat Erlangga begitu kesal karena kemarahannya tidak tersalurkan, Miranda sangat sengaja melakukan hal itu agar Airlangga penasaran dengan ucapannya dan pasti Erlangga akan pulang ke pelukannya lagi.
Saat ini juga Miranda sudah tahu bahwa Airlangga berada di kampung halaman istri pertamanya walaupun hanya Miranda yang mengetahui itu dan itulah sebab mengapa Miranda mengatur rencana besar agar memisahkan Airlangga dengan Dita.
"Wanita sialan!" umpatnya berulang kali.
sulit untuk memutuskan dia harus berada di sini atau dia harus pulang untuk menghadapi wanita licik itu dan untuk mengetahui apa rencana yang dilakukan Miranda sekarang ini sampai ia berani mengancam Erlangga untuk mencabut status Erlangga di perusahaan milik keluarganya sendiri.
Terlihat Erlangga kalah dia telah berada di parkiran rumah sakit itu dan saat ini dengan cepat dia mencari taksi agar mengantarkan dirinya menuju bandara.
Satu sisi lagi Dita dan keluarganya masih berduka menunggu kesembuhan sang ayah yang masih belum bisa dipastikan dia akan sadar dari komanya yang memang terkena serangan jantung dadakan karena mendengar kebenaran bahwasanya anak pertamanya tulang punggung keluarga itu telah menikah tanpa diketahui nya.
Dita tampak masih lemah di ruangan rawatan itu, dia mengingat benar wajah Erlangga dengan tatapan sinis dan tajam bahkan ingatan itu bukanlah ingatan tentang kenangan sukacita bersama Erlangga namun ingatan kali ini mengarah kepada Erlangga adalah penyebab ayahnya seperti ini.
"Aku tidak akan memaafkannya!" teriak Dita membuat semuanya terkejut.
"KK Dita kenapa?" sontak adik perempuan Dita bangkit lalu memeluk kakaknya yang hampir terjatuh itu.
Dengan teriakan Dita yang begitu kuat namun mental dan tubuh Dita tampak begitu lemah Dia hampir jatuh Untung saja adik perempuannya tersebut langsung menangkap tubuh Dita itu yang ingin jatuh ke lantai tampaknya saat ini kita mengalami stres.
__ADS_1
Ketika awalnya Dita menyuruh Airlangga untuk pergi kita sendiri sudah mengalami pingsan dan langsung mereka membawa duta ke dalam ruangan perawatan namun saat ini ketika Dita sadar semuanya terkejut kembali dengan teriakan Dita yang tampak benar-benar meluahkan amarahnya.
"Bang Yogi, KK Dita kenapa? dia pingsan lagi!"
adik perempuan Dita itu begitu panik melihat kondisi kakaknya setelah berteriak pasti kembali pingsan seperti itu, tak kalah paniknya lagi dengan dokter yogu yang memang menyimpan perasaan terhadap Rinjani Anindita tersebut.
"Tenang ya, saya akan panggilan dokter spesialis untuk menangani Dita ini, seperti nya dia depresi ringan atau mengalami traumatik, Kamu jahat kakak kamu di sini saya akan kembali 5 menit ke sini lagi dan jangan panik," ucapnya sambil terus berlari keluar untuk memanggil spesialis yang menangani penyakit seperti Dita tersebut.
Sedangkan kedua adik laki-laki Dita itu dia menunggu ayah mereka di luar agar mengetahui kondisi terkini sang ayah bisa sadar dari komanya tersebut ataupun tidak.
keluarga itu sangat terpukul sekali dengan kejadian seperti ini mereka juga dipenuhi rasa ketakutan kalau selama ini mereka sudah kehilangan seorang ibu dan saat ini pulang kedua orang yang mereka sayangi sama-sama mengalami sakit yang sulit untuk dikatakan untuk bisa sembuh.
walaupun penyakit Dita belum diketahui kelanjutannya seperti apa namun sudah bisa dipastikan bahwa kita ini mengalami traumatik dengan kejadian seperti ini kondisinya begitu lemah mereka bertiga takut kehilangan dua orang yang sekaligus.
Satu sisi lagi Miranda begitu puas dengan tingkahnya membuat Erlangga seperti ketakutan bahkan marah besar terhadap hal yang dikatakannya pesan itu yang saat ini ponsel Miranda berkeringat tampaknya seseorang menghubunginya.
"Apa Info?" tanya Miranda langsung kepada penelpon tersebut.
Mata Miranda terbelahlah besar ketika melihat nomor yang menghubunginya itu adalah seseorang yang saat ini sedang mengikuti taksi yang dinaiki oleh Erlangga Harlan.
"Target menuju Bandara Buk!" jawabnya.
"Hahaha, mampus aku berhasil!" ucapnya.
...Miranda yang licik itu tanpa tertawa keras di dalam kamar pengantin yang telah ditinggalkan Erlangga setelah menikahi dirinya itu, ternyata dia juga diam-diam telah menyiapkan orang suruhan untuk mengikuti Erlangga yang saat ini berada di kampung Lita tersebut bahkan jejak Airlangga sudah diketahui oleh orang suruhan Miranda itu hinggalah Airlangga saat ini menuju bandara hal itulah yang diinginkan oleh Miranda agar Erlangga pulang dan kembali ke pelukannya....
__ADS_1
Setelah panggilan yang memuaskan Miranda tersebut diakhirinya dengan sepihak dia melipat kedua tangannya di bagian dada dan tertawa tak henti-hentinya membuat dirinya saat ini sedikit hilang kendali sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba.
"Mama!" eee..sejak kapan Mama disana?" tanyanya sedikit gugup.
"Baru saja sayang, Mama melihat kamu senyum-senyum sendiri tertawa tertawa sendiri ada hal baik yang kamu sembunyikan dari mama?" tanya mama mertuanya itu.
"nggak ada dong ma Miranda baru saja menelepon dengan Erlang katanya sebentar lagi dia pulang itu sebabnya Miranda sangat senang sekali mendengar kepulangan Erlang yang super sibuk itu," jawabnya.
"Benarkah...oh iya mama ada sesuatu untuk kalian berdua, tapi karena Erlang mau pulang ini sebentar lagi kejutan ini Mama berikan ketika dia ada saja jadi kalian bisa mengetahuinya berdua," ucap mama Erlangga itu.
Miranda mendekatkan tubuhnya dengan sengaja ke arah tubuhnya Airlangga tersebut yang seolah menutupi kebohongannya barusan Dan Dia seolah bermanja-manja dengan mama Erlangga itu agar kelicikannya tidak diketahui.
"Mama, ada surprise tapi gak mau ngasih tau sekarang!" ucapnya.
"Husss, jangan ngambek, sebentar lagi kan Erlangga pulang dan kamu pasti akan mengetahui surprise yang Mama berikan ini kepada kalian pasti kalian berdua akan menyukainya," ucapnya sambil memeluk tubuh Miranda yang ramping itu.
"Oke deh Ma," jawabnya akur.
"kalau begitu sambil kita menunggu Erlangga lebih baik kita santai aja di bawah yuk mama tadi ada pesan makanan kesukaan kamu waktu kamu dan Erlangga masih pacaran dulu kalian berdua suka makanan ini," ucapnya lagi.
Mama Erlangga itu sangat mengenal baik sosok Miranda tersebut karena memang Miranda adalah cinta pertama Erlangga yang sulit untuk dilupakan Erlangga kala itu.
****
Maaf ya semuanya lama update karena saya hamil dan kalau lancar persalinan di bulan sembilan nanti, semoga kalian selalu menunggu novel ini. terima kasih dukungannya semua.
__ADS_1