TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
PERJODOHAN


__ADS_3

Malam berlalu begitu cepatnya, dan saat ini Mama Erlangga masih di rawat di rumah sakit tersebut.


Dokter bilang mama Erlangga itu terkena serangan jantung dadakan, namun karena penanganan mereka begitu cepat dan untungnya nyawa nyonya besar masih terselamatkan.


Erlangga dan Papanya itu masih menunggu disana. Sedangkan Miranda sejak malam itu setelah mengantarkan mama Erlangga ke rumah sakit bersama-sama mereka semua Miranda langsung pulang ke rumahnya dengan wajah yang kesal.


Sempat dia mengamuk di rumahnya sendiri, karena gagal dinner dan bahkan pagi ini sudah ada berita dari media yang mengarang  judul dinner yang gagal tadi malam.


Ada juga berita yang mengatakan Diner saja batal apalagi dengan pernikahan yang sebentar lagi dilangsungkan, kemungkinan akan batal juga.


Melihat berita-berita itu semua membuat Miranda geram saat ini. Sedangkan dia pun masih mengharapkan pernikahannya segera berlangsung.


"Tidak! Ini tidak boleh dibiArkan!"ucapnya di dalam kamar itu.


Satu sisi lagi di kantor ada Erkan yang masih belum tahu kalau tantenya tersebut terkena serangan jantung dadakan. Dia yang pagi ini masih sibuk mencoba menghubungi Rinjani Anindita itu, namun tetap ponsel Dita tidak dapat dihubungi


pagi ini.


Dita sudah pun sampai sejak semalam, dan dia langsung menemui ketiga adiknya di rumah sakit yang saat itu menjaga ayahnya.


Pagi ini pula ada sosok seorang dokter yang membawakan Dita sarapan dan memberikan sarapan itu kepada ketiga adiknya juga.


"Kamu tenang saja ya, insyaallah bapak gak akan kenapa-napa," ucap pria itu dengan lembutnya.


"Terima kasih banyak kamu sudah membantu keluarga saya, saya baru dengar dari Mita kalau selama di rumah bapak selalu kamu rawat," ucapnya lagi.


"Itu kewajiban saya sebagai seorang dokter, lagi pula kita kan bertetangga, dan memang saya lahir di kampung itu dan besar disana, namun sejak sekolah menengah saya ke australia karena mendapat beasiswa kedokteran disana," jelasnya lagi.


Ternyata pria ini adalah tetangga Dita yang baru saja pulang dari Australia. Dia tampan dan tinggi. Kulitnya juga putih, matanya sedikit sipit.


Ternyata selama dua bulanan ini dia yang baru sampai di kampung halamannya itu, begitu mengetahui kalau tetangga nya yaitu bapak dari Dita tersebut terkena leukemia kebetulan juga dia adalah dokter spesialis kanker.

__ADS_1


Banyak hal yang dia ketahui, jadi selama dua bulanan ini bapak Dita begitu dekat dengan pria yang disapa oleh adik-adik Rinjani Anindita ini dengan sebutan Abang Yogi.


Dia pria asli payakumbuh nama aslinya adalah Ir.Dr.Prayogi Chaniago. Gelar itu dia dapatkan di australia. Dan sekarang dia juga bekerja menjadi dokter umum di rumah sakit besar kota padang itu.


Kedatangan Dita semalam membuatnya terkejut. Memang bapak Dita pernah bercerita tentang anak gadisnya yang merantau jauh ke Jakarta itu, namun Yogi tak pernah menyangka kalau dia memiliki tetangga secantik Dita.


Ya! Dita terkenal anak rumahan dari dulu, memang jarang orang mengenalinya. Hinggalah saat ini pertemuan Dita dan Yogi tampak menjadi lebih akrab lagi.


Dari kemarin ponsel itu masih saja lupa dia hidupkan. Karena memang masih sibuk mengurus bapaknya yang terbaring kritis tersebut.


Karena keadaan yang kritis itu, dan untungnya ada Yogi maka bisa ditangani dengan cepat juga, akhirnya hari ini bapak Dita sudah sadArkan diri.


Dita setelah sarapan bersama-sama adiknya tersebut mereka menemui bapaknya yang sudah selesai cuci darah dan kondisinya terlihat kembali pulih.


Mereka semua masuk ke dalam, bapak Dita saat ini sudah dibawa keruangan biasa. Disana tampak ada dokter Yogi juga berada di samping Dita.


Tersenyum lebar ketika bapak Dita melihat kedekatan anak gadisnya dengan dokter yang baik hati itu.


"Iya, Pak Dita tahu kok, Dita kuga sudah berterima kasih dengan dokter Yogi;" ucapnya sambil tersenyum.


"Iya syukurlah, dokter Yogi  ini masih single juga," ucap bapaknya membuat suasana menjadi canggung.


Hati Dita mulai bergemuruh, tampaknya pembicaraan itu sudah mulai keluar dari zona aman. Apa mungkin bapaknya menyukai pria ini, apa jangan jangan bukan hanya sekedar menyukai namun ingin menjadikan Yogi menantunya.


Dita yang diam tanpa ekspresi itu menunduk saja, sedangkan Yogi tampak lebih bersemangat dan semakin tersenyum lebar ketika bapak Dita megatakan hal itu.


"Pak, jangan banyak bergerak dulu, karena bapak baru selesai pencucian darah lebih baik bapak istirahat lagi," ucap dokter muda itu yang tampak semakin akrab saja.


Seolah bukan pasien biasa, dia memperlakukan bapak Dita dengan begitu hormatnya. Membuat pria paruh baya itu semakin menaruh hati kepada dokter itu untuk dijadikannya menantu.


Tatapan sang dokter ke anak gadisnya tu sudah terbaca oleh bapak Dita. Makanya dia berani berbicara seperti itu. Namun bapaknya tidak tahu kalau Dita bukanlah wanita single seperti apa yang dia pikirkan saat ini.

__ADS_1


Ketiga adiknya juga tampak senang dengan pria ini, karena selain ramah dia juga baik dan suka membantu masyarakat kampung.


Mereka sama halnya dengan bapaknya itu, berharap dokter Yogi dan Dita bisa menjadi pasangan halal.


"Dita, bisa saya bicara sama kamu?" Tanya dokter itu kembali.


"Bisa dok," jawabnya singkat.


Dokter itu mengajak Dita ke ruangannya, dia ingin membicarakan mengenai kesehatan bapak Dita itu, namun tampak memang dia menginginkan ruang yang berbeda untuk bisa mengenali Dita lebih jauh lagi.


Satu sisi dimana jam telah menunjukkan pukul delapan lebih sekarang, Erkan yang sedari tadi gelisah galau merana menunggu datangnya Dit, dan saat ini baru dia mendapatkan kabar dari kedua orang tuanya kalau Mama Erlangga sedang di rawat di rumah sakit karena serangan jantung dadakan.


"Astaga, kenapa bisa terjadi?" Tanya Erkan yang saat ini melihat berita yang dikirimkan oleh mamanya tersebut.


Tampak tidak percaya dengan media-media yang membuat judul sembarangan itu.


Baru saja dia melihat itu deringan ponselnya kembali berbunyi dengan kuat.


Tampaknya saat ini yang menghubungi dirinya adalah Papa Erlangga tersebut.


"Iya Om ada apa?" Tanya Erkan.


"Erkan, kamu mungkin sudah baca berita kan? Tolong kamu urus itu semua dan suruh semuanya hapus jangan ada berita hoax tentang keluarga kita, apalagi tentang pernikahan yang gagal," ucapnya.


Erkan pun meng iyakan ucapan Omnya itu, sedangkan dalam keadaan darurat begini pun Miranda menuntut keadilan dia pagi-pagi yang melihat berita hoax tersebar banyak tidak terima dan melapor kepada Papa Erlangga agar semua berita itu dihapuskan.


Dan dengan cepat perintah Miranda itu sudah pu dilakukan Papa Erlangga. Melihat itu Erlangga sangat muak dengan wanita pengatur tersebut.  Ternyata bukan dirinya saja yang Miranda atur seenaknya bahkan tidak melihat kondisi Miranda juga mengatur Papa Erlangga yang tampak selalu mengikuti kemauan wanita itu.


Akankah pernikahan tiga hari lagi berlanjut?


Bagaimana dengan Dita dna sang dokter?

__ADS_1


***


__ADS_2