TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
PRANK


__ADS_3

Baru saja hatinya dilanda kesedihan mendalam, karena dia merasa cintanya tidak bersambut oleh sang suami. Namun kali ini, segala pengorbanan yang dia berikan memang tujuannya untuk keluarganya, Dita mengatakan jangan panik dengan adik-adiknya namun dirinya sendiri pun sangat panik sekarang.


Tidak menunggu lama, dia booking tiket ke kampung halamannya itu, dari ponselnya tersebut. Tampaknya dia juga memesan kendaraan online.


Dita saat ini membersihkan dirinya dengan cepat, karena dia sudah mengemasi barang bawaannya yang memang tidak terlalu banyak itu, sekarang Dita pun mulai bergerak cepat membersihkan tubuhnya.


*****


Dia yang saat ini sudah sampai di bandara dan sekarang sudah berada dalam pesawat. Ada rasa gelisah, takut bahkan juga sedih, terlihat dari raut wajah Dita yang saat ini dirinya ingin segera sampai saja di kampungnya tersebut.


Sedangkan satu sisi lagi dimana Erlangga telah pun sampai di rumahnya dan ternyata berita Miranda kecelakaan hanyalah sebuah prank untuk Erlangga agar segera pulang.


"Surprise…" ucap keluarga itu sudah ramai berkumpul.


"Apa-apaan ini Pa, Ma!" Bentak Erlangga kesal.


"Sayang jangan marah, mama tahu hari ini tanggal jadian kalian bukan, jadi mama sengaja membuat surprise ini dengan papa dan Miranda," ucap Mamanya lagi.


"Huh….ini semua gak lucu," jawab Erlangga.


"Erlangga…apa kamu benar-benar lupa sama anniversary kita?" Tanya Miranda pula.


"Aku terlalu sibuk dan sulit untuk ingat itu," jawab Erlangga dengan cueknya.


"Erlang…ini kan anniv kalian, dan 3 hari lagi kalian juga akan menikah, Papa dan Mama mau kamu jangan keluar-keluar dari rumah lagi," ucap Papanya tersebut.


"Pa, memangnya kenapa? Masih banyak urusan kantor yang harus Erlangga selesaikan!" Bantah Erlangga dengan tegas.


"Tidak! Papa sudah serahkan segala tanggung jawab kepada Erkan, selama satu minggu kedepan Erkan akan mengurus semuanya, termasuk urusanmu dengan Tuan Bailey," jelas papanya lagi.


"Iya benar itu nak, kamu dan Miranda harus sudah di pingit, dan malam ini pihak WO akan datang kerumah kita, karena  tadi kata Miranda kamu bahkan tidak sempat untuk duduk membantunya memilihkan pakaian akad kalian," ucap mamanya lagi.

__ADS_1


Jika sudah Papa dan Mamanya yang turun tangan seperti ini, membuat Erlangga susah berkelip dan mencari alasan untuk menjauh dari dekapan Miranda yang seolah tampak mengikat itu.


"Nah..denger tuh, kita tiga hari lagi menikah, jadi aku gak mau kamu kecapean dan drop di hari pernikahan kita nanti," ucap Miranda menambahkan pula.


"Iya benar itu sayang, oh iya malam ini Papa dan Mama sudah siapkan dinner untuk kalian berdua," jelas mamanya lagi.


"Dinner?" Tanya Erlangga terkejut.


"Iya sayang, Papa dan Mama telah siapkan anggap ini hadiah penutupan anniv kalian sebagai sepasang kekasih, karena sebentar lagi status kalian berubah menjadi sepasang suami istri," ucap mamanya.


"Astaga Ma, tidak perlu sampai begini lah, Erlangga capek Ma," ucap Erlangga malas.


"Erlangga! Jangan membantah!" Sahut Papanya pula dengan tegas.


Miranda senyum penuh kemenangan, kedekatannya dengan kedua orang tua Erlangga itu sudah tidak perlu diragukan lagi. Sedangkan saat ini wajah Erlangga sangat malas dan bosan.


Erkan pula yang baru saja dihubungi oleh Omnya tersebut yaitu Papa Erlangga itu, dia pun tersenyum puas, karena dalam waktu seminggu ini pikirnya dia bisa pekerja sama dengan Dita.


Pasalnya Dita itu kan sekretarisnya Erlangga, otomatis jika Erkan menjadi pengganti Erlangga beberapa hari ini, Dita dan Erkan akan menjadi rakan dalam setiap meeting, pikir Erkan lagi.


Dia senyum-senyum sendiri, tak sabar waktunya akan banyak bersama Dita. Karena memang selama beberapa bulan ini mereka jarang bersama bahkan untuk sebuah sarapan pagi pun mereka sudah tidak pernah lagi, semenjak Erlangga tampak menjadi penyekat keduanya.


Erlangga sengaja memberikan segala pekerjaan yang banyak kepada Dita dan Erkan agar mereka berdua tidak ada kesempatan bahkan hanya untuk ngobrol pun mereka sudah tidak bisa.


Mencoba menghubungi Dita, karena ini hari weekend, Erkan mencoba mencari kesempatan agar untuk bertemu. Dia juga sudah menyiapkan beberapa berkas yang akan dia bicarakan kepada Dita nantinya.


Panggilan itu sama sekali tidak terhubung, senyum yang tadi mengembang saat ini redup kembali. Entah mengapa nomor Dita sekarang sangat sulit dihubungi Erkan.


Mencoba tetap optimis, dan masih ada hari esok pikir Erkan lagi. Dia masih menunggu Dita untuknya.


Karena dia tahu besok Erlangga sudah akan libur masuk kantor juga, jadi untuk itu saat ini jika memang ponsel Dita tidak bisa dihubungi mungkin saja ponsel itu mati karena kehabisan baterai.

__ADS_1


"Sabar Erkan.. masih ada waktu malam dan esok lagi," ucapnya sendiri pada dirinya yang tampak memang mengharapkan seorang Rinjani Anindita.


Erlangga yang tampak kesal dan lelah menghadapi kedua orang tuanya tersebut, karena memang tadi sebelum dia keluar dari Apartemen Dita itu, dia berjanji akan datang lagi nanti.


Namun, tampaknya ucapan itu tidak akan bisa dia tepati lagi, karena kedua orang tuanya akan memingit dirinya.


Dia tidak diperbolehkan keluar kemanapun saat ini, untuk dinner nanti malam berdua dengan Miranda dipersiapkan di area rumah mewah milik keluarga Harlan ini saja.


"Yasudah Pa, Ma Erlangga mau ke kamar dulu istirahat," ucapnya dengan malas melangkah menaiki anak tangga tersebut.


"Iya sayang, tapi jangan lupa kamu harus sudah bersiap-siap pukul delapan malam nanti," ucap mamanya kembali mengingatkan.


"Hm.."


Hanya itu balasan dari ucapan mamanya tersebut, dengan langkah malas dan raut wajah yang geram, karena dia yang saat tadi sudah merasakan ketenangan bersama istri kontraknya tersebut dan saat ini harus melayani kedua orang tuanya yang tampak ingin membuat hubungannya dengan Miranda kembali harmonis seperti dahulu.


"Ma, terima kasih banyak ya," ucap Miranda sambil memeluk mama Erlangga tersebut.


"Sayang, kamu jangan khawatir selagai ada Papa dan Mama disini, Erlangga tidak akan berani berpaling darimu, dan mama yakin sikap Erlangga akhir-akhir ini begitu denganku karena dia memang capek banyak pekerjaan di kantor," jelas mama Erlangga lagi.


"Iya Ma, Pa, ya sudah kalau gitu Mir pulang dulu, nanti malam Mir datang lagi kesini, terima kasih banyak sekali lagi ya Ma Pa," ucapnya lagi sambil memeluk kedua orang tua Erlangga lagi.


"Yasudah sayang, kamu diantar pak Kirman saja ya," ucap Papa Erlangga pula.


"Iya Pa, tidak apa-apa kok Mir paham juga dengan kondisi Erlangga yang lelah sekarang," jawabnya.


Mereka berdua pun mengantar Miranda sampai ke halaman rumah mewah tersebut, dan saat ini Miranda telah pun masuk kedalam mobil yang dikendarai pak Kirman itu.


Supir pribadi tersebut sudah lama bekerja di keluarga konglomerat ini, Miranda juga sangat mengenali sang supir pribadi itu.


Dan saat ini dia tersenyum puas karena memang Erlangga tampak tidak bisa berkutik ataupun menolak setiap ucapan orang tuanya itu.

__ADS_1


"Hm…lihat saja kau Erlangga," ucap Miranda dalam hatinya.


****


__ADS_2