TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
SIKAP ANEH


__ADS_3

"Maaf saya tidak bisa sembarangan memberikan nomor ponsel saya kalau boss saya tidak mengijinkan," ucap Dita saat ini.


"Tapi nona, anda kan sekretaris dan saya pasti banyak berhubungan dengan anda juga, dan pastinya boss anda ini memberikan izin, bukan begitu Tuan Erlangga?" Tanya Bailey ke arah Erlangga yang sedari tadi menahan amarahnya.


"Tuan Bailey, sekretarisku ini hanya mengatur untukku, Bukan orang lain!" ucap Erlangga di tekan.


"Kalau begitu kami permisi dulu, Dita  ayo saya sudah terlambat!" ucapnya dengan nada perintah.


Dita hanya mengangguk, sedangkan Tuan Bailey tampak tidak senang hati dengan ucapan Erlangga tersebut, bahkan dia saat ini masih melihat kedua pasangan suami istri tersembunyi itu.


"Hm…ucapan penuh rahasia!"ucap Bailey saat ini.


"Wanita itu sangat cantik, baiklah hari ini dia lolos dariku, besok atau lusa dia akan kudekap seperti Miranda!" ucapnya lagi.


Tampak pria itu memang menginginkan Dita, baru saja melihat Dita dia sangat terpukau sekarang.


Erlangga yang tadi dari awal sedikit marah dengan Dita yang cuek itu, karena mendengar ucapan penolakan yang tampak elegan itu membuat Erlangga menjadikan kagum kepada wanita  satu ini.


"Ehm…kita sarapan dulu ya," ucap Erlangga tiba-tiba.


Mereka yang sudah berada dalam mobil itu, yang awalnya hanya membisu sekarang Erlangga mulai membuka topik pembicaraan baru lagi.


"Terserahmu saja," ucap Dita yang masih terlihat cuek.


"Dita, kenapa kau cuek begini?" Tanya Erlangga lagi yang sedikit mulai lagi kesalnya.


"Mana ada aku cuek, aku bersikap sesuai dengan isi kontrak pernikahan kita dulu," ucap Dita yang membuat Erlangga tertusuk.


Entah mengapa, Dita tampak mengingatkan itu kembali. Padahal beberapa bulan berjalan pernikahan mereka tampak harmonis dan seolah tidak ada penyekat diantara keduanya, termasuk kontrak itu.


Erlangga pula tidak pernah membahas itu juga, namun kali ini mengapa Dita mengingatkannya dengan nada yang sinis.


Erlangga semakin penasaran dengan ucapan dan kecuekan istri kontraknya itu. Membuat Erlangga berpikir keras, dan kembali kebisuan diantara mereka terjadi lagi.


Tak lama perjalanan meninggalkan pantai itu, ada restoran di pinggir jalan yang saat ini mobil Erlangga tampak menuju restoran tersebut, karena memang dia terasa lapar belum ada menyantap apapun pagi ini.


Sedangkan Dita yang awalnya dia sudah berada di meja makan, namun Erlangga juga melihat tadi makanan dan minuman yang ada di meja itu bahkan sedikit pun tak tersentuh.


Erlangga pikir dia bisa sarapan bersama Tuan Bailey dan Dita di pantai itu, namun nyatanya sikap Tuan Bailey membuat mod ceo galau ini berubah total bahkan kalau bisa baku hantam disana Erlangga pasti akan melakukannya tadi.

__ADS_1


Jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi saat ini, mobil itu sudah terparkir di area restoran tersebut. Dita maupun Erlangga turun bersamaan, namun Dita yang tampak ingin mendahului Erlangga itu segera tangannya di tarik dan di genggam Erlangga.


"Erlangga!" ucap Dita terkejut.


Ya! Bagaimana tidak terkejut, ini kali pertama tangan Dita di genggam di khalayak ramai seperti ini. Melihat banyak pengunjung pria yang makan di restoran ini, entah mengapa membuat Erlangga menggenggam tangan istrinya itu.


Apakah Erlangga mulai takut  kehilangan Rinjani Anindita?


Entahlah, namun Dita yang terkejut dan seketika memandang wajah suaminya itu, namun Erlangga dengan wajah yang tampak senyum melebar sekarang.


"Sayang, ayo kita masuk dan makan bersama," ucap Erlangga pula sambil memegang pinggang Dita.


Dita menaikkan kedua alisnya merasa heran sekalian janggal dengan sikap gila Erlangga seperti ini. Dita ingin melepaskan pautan tangannya dari pinggangnya tersebut, namun semakin berusaha melepaskan semakin erat pula tangan itu menarik pinggang ramping milik istrinya tersebut.


"Erlangga…ini tempat ramai!" umpat Dita kesal.


"Sayang, kita duduk di sebelah sana saja ya," jawaban Erlangga tersebut sangatlah berbeda sekarang.


Erlangga bukan menjawab pertanyaan Dita dia malah semakin menjadi-jadi lagi saat ini. Dita semakin heran saja sekarang. Dia bahkan tidak habis pikir Erlangga bisa berperilaku seperti ini, apalagi ucapan sayang itu, dia biasanya mendengar ucapan itu hanya diatas ranjang pergulatan mereka.


Erlangga sengaja memilih tempat duduk di pojokan, karena area itu tidak terlalu ramai, dan tampaknya Erlangga tidak suka kalau wanita ditatap pria lain.


Dita semakin terheran lagi sikap gila suaminya ini sangat tak terduga. Padahal dari rumah tadi dia berpikir sangat keras dan berpikir hari ini dirinya akan berakhir menjadi istri kontrak sang ceo tersebut.


Namun sikap Erlangga mengapa seperti ini? Pikir Dita kembali.


Apa dia sengaja membuat ini dulu, untuk meninggalkan kenangan baik dihatiku? Tanya Dita lagi pada dirinya sendiri.


"Hey, sayang mau pesan apa?" Tanya Erlangga mengejutkan Dita karena pelayan sedari tadi berdiri di meja mereka.


"Ha, pesan apa?" Tanya Dita balik terkejut dan melihat menu yang sudah Erlangga tunjukkan kepadanya saat ini.


"Ini menunya sayang," ucap Erlangga kembali mengulangi ucapan sayang  itu membuat Dia Malu dan canggung di depan pelayan pria itu.


"Em…nasi goreng rendang dan teh panas," ucap Dita dengan cepat.


"Ada lagi?" Tanya pelayan itu.


"Tidak itu saja," ucap Erlangga dengan jelas.

__ADS_1


"Baik, ditunggu pesanannya Tuan dan Nyonya," jawab pelayan itu dengan ramahnya dan dengan cepat berlalu.


"Erlangga, apa cuma aku saja yang makan?" Tanya Dita mencoba protes.


"Tidak, kita berdua yang makan," jawab Erlangga dengan senyum bersahajanya.


"Lalu, apa yang kau pesan?" Tanya Dita kembali, apa tadi dia termenung lama sehingga dia tidak mendengar Erlangga memesan makanan, pikirnya kembali.


"Apa yang kau pesan itu aku akan makan," ucapnya lagi.


"Maksudmu?" Membuat Dita bingung.


"Ya, kita sepiring berdua," ucap nya kembali membuat mata Dita terbelalak.


"Ish…Erlangga, apa kau pagi ini sedang sakit?" Tanya Dita heran.


"Tidak, aku hanya ingin memulai semuanya dari awal lagi," jawab Erlangga tanpa dipikirkan.


"Memulai apa maksudmu?"


"Memulai hubungan baik denganmu!" Jawab Erlangga simple.


Dita mengkerutkan wajahnya ada tanda tanya besar, dan dia ingin sekali meluahkan pertanyaannya sekarang ini. Apa Erlangga sengaja seperti ini, atau ada apa sebenarnya ini? Tanya Dita dalam hatinya.


"Erlangga aku mau bertanya serius," ucap Dita kembali.


Baru saja Dita ingin bertanya tentang pernikahan Erlangga yang sebentar lagi terlaksanakan itu, bahkan undangan telah tersebar diantara staf kantor mereka, namun tiba-tiba terputus dengan seorang pelayan yang sudah sampai membawa pesanan Dita yaitu nasi goreng rendang dan teh hangat tersebut.


"Oke terima kasih," ucap Erlangga ramah.


"Sayang, ini makanlah," Erlangga mengangkat satu sendok nasi goreng itu dan menuju mulut mungil Dita.


Makin kesini makin aneh perlakuan Erlangga tersebut, dari ucapan tingkah laku bahkan sampai adegan suap-suap seperti ini di khalayak ramai pula pikir Dita.


"Erlangga, aku ingin bertanya serius!" ucap Dita tiba-tiba tegas karena dia tidak bisa menahan lagi perasaannya sekarang.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Jangan lupa komentar yang menarik terimakasih.

__ADS_1


*****


__ADS_2