TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
PERGI


__ADS_3

Miranda yang bosan karena Erlangga meninggalkan dirinya di ranjang mereka yang belum terjamah sama sekali itu. Harusnya pengantin baru telah pun melakukan yang seharusnya mereka lakukan.


Namun tidak dengan Erlangga dan Miranda yang tampak gagal malam pertama. Bagi Erlangga sudah tidak ada yang spesial lagi dari istri keduanya itu namun dialah kekasih pertama Erlangga yang membuat Erlangga galau hingga menjadi pria pemabuk dan tak sengaja memperkosa Dita hingga menjadikannya istri dalam kontrak.


Kemana hilangnya Erlangga pagi ini?


Miranda tidak ingin ambil pusing lagi, karena memang dia sudah pun mengetahui kalau Erlangga bukan hanya memiliki seorang istri saja, namun ada seorang lagi yang masih di sembunyikan.


Miranda saat ini membiarkan Erlangga dengan sikapnya yang demikian, sebwlum rencananya yang jitu itu dia jalankan tak lama lagi.


"Hem…bosan di rumah, lebih baik aku shoping aja deh," ucapnya saat ini yang masih scrol ponsel tersebut.


Mencoba mencari satu nomor disana, tampaknya dia ingin menghubungi Mamanya yang memang hobby mereka sama yaitu berbelanja barang mewah.


"Asik juga nih ajak mama belanja, kayaknya udah lama dia gak shopping barang branded," ucapnya tersenyum lebar.


Nomor mamanya itu pun dengan cepat dia tekan, siang ini cuaca cukup bersahabat, walau sempat pagi tadi dia sedikit kesal karena ditinggal Erlangga begitu saja di ranjang namun dia tidak ingin larut dalam hal itu.


"Hallo sayang," ucap mamanya dalam panggilan itu.


"Ma, shopping yuk," ucap nya pula tutup poin.


"Hm..kamu tahu kan, Perusahaan Papamu sedang tidak baik-baik saja sayang," ucap mamanya itu.


"Aduh..Mama lupa ya, anakmu ini kan sudah menjadi istri ceo dan pewaris tunggal keluarga Harlan!" jawabnya menegaskan mamanya tersebut.


"Astaga..iya mama lupa, soalnya kan pernikahanmu baru kemarin sayang," ucapnya tersenyum riang.


"Yasudah mama siap-siap ya, nanti Mir jemput mama di rumah," ucap Miranda itu.


"Oke sayang, bye."


Panggilan pun berakhir, kedua wanita yang berbeda usia itu sangat bersemangat karena memang kebiasaan mereka dikelilingi dengan barang mewah dan berbelanja barang branded yang tidak ingin ketinggalan zaman.

__ADS_1


Perusahaan Papa Miranda mulai menyusut juga karena ulah istrinya sendiri yang banyak menghabiskan uang dan membuat kartu kredit membengkak karena banyaknya belanjaan yang tampak mewah namun tidak terlalu dibutuhkan.


Ketika di Prancis dahulu, mama Miranda ini sedikit terbantu saat Miranda menjadi selingkuhan Tuan Bailey yang memang memiliki banyak perusahaan besar di Prancis.


Mamanya mulai bertukar pakaian dan suara nyanyian terdengar riang, tampaknya dia sangat bahagia anak semata wayangnya itu berhasil juga menjadi istri ceo pewaris tunggal tersebut.


"Baru satu hari Miranda jadi istri anak konglomerat, udah aku diajak shoping, gimana bertahun-tahun ya…huh…pasti diajak keliling dunia," ucapnya sambil merias wajahnya itu.


Papa Miranda pula siang masih masih berada di kantornya, karena memang perusahaan mereka yang mengalami kebagkrutan itu siang ini banyak karyawan mendemo kantornya tersebut.


Membuat dia kalang kabut, dan tampaknya dia keluar dari kantor itu bersama sekretaris pribadinya tersebut. Mereka keluar dari jalan pintas yang memang dikhususkan hanya boss yang tahu jalan itu.


"Tuan, kita mau kemana?" Tanya sekretaris tersebut.


"Sudah kamu ikuti saya saja, biar kita aman dulu dari wartawan dan karyawan yang mendemo itu," ucapnya saat ini.


"Baik Tuan," jawab sekretaris itu akur saja.


Banyak wartawan yang meliput perusahaan yang diberi nama " Huru Hara company" itu. Seperti namanya perusahaan ini pun tampak huru hara dengan gajinya.


"Astaga Pa, ini kan perusahan papanya Miranda," ucap Mama Erlangga yang tampak terkejut.


"Iya Ma, ada apa dengan perusahaan besan kita ya," sahut Papa Erlangga pula.


Mereka berdua masih memperhatikan layar televisi itu, jelas ramai karyawan yang mendemo untuk meminta pertanggungjawaban atas gaji yang belum mereka bayarkan tersebut.


"Pa, ayo kita bantu besan kita, kasian Miranda kalau nanti melihat berita seperti ini pasti menantu kita bakalan sedih," ucap mama Erlangga yang tampak kaishan dengan keluarga Miranda itu.


"Iya Ma, tapi kita harus berbincang dulu dengan Papa miranda, apa sebenarnya permasalahan perusahaan mereka itu," jawab suaminya tersebut.


Hanya dibalas anggukan saja, saat ini Miranda maupun mamanya tersebut masih tidak mengetahui kalau perusahaan mereka sedang viral di televisi karena banyaknya pendemo.


Bahkan keluarga Harlan pun sekarang terikut dengan berita viral ini. Ada salah saru media menbuat judul yang lumayan luar biasa, "Besan dari keluarga Soeseni tidak mampu membayar gaji karyawan".

__ADS_1


Begitu lah judul di salah satu yang viral siang ini. Hal itu juga membuat Papa Erlangga ingin segera menyelesaikan biduk perkara mengapa perusahaan itu tiba-tiba diterpa isu yang tidak enak seperti ini.


Sebagai besan, memang dia harus membantu apalagi memang antara dia dan papa MIRANDA itu cukup mengenal baik karena pernah juga mereka bertetangga.


Mencoba menghubungi nomor ponsel Papa Miranda tersebut, namun baru saja nomor itu di tekan dengan cepat operator yang menjawab menyuruh rekam pesan anda.


Tampaknya memang sengaja Papa Miranda itu mematikan ponselnya karena ingin menghindari panggilan-panggilan dari pihak yang tidak dia inginkan tersebut.


Lari dengan sekretaris nya lewat pintu darurat, saat ini mobilnya telah melaju keluar jauh dari perusahaan itu.


Bandar kota Jakarta yang macet membuat perjalanan mereka sedikit lambat. Tampaknya saat ini mobil itu mengarah ke jalan puncak Bogor.


Jakarta-Bogor siang ini sengaja dia lari kesana untuk menyegarkan otaknya tersebut.


"Tuan, apa tidak sebaiknya kita hadapi saja para pendemo itu, hal ini masih bisa di bincangkan Tuan," ucap sekretaris itu memberikan sarannya.


"Iya mungkin bisa, tapi kalau sudah berdemo begitu, akan sulit menjelaskan dengan kepala dingin," jawabnya.


"Kamu tenang saja, ikut saja dengan saya nanti saya kasih lebih," ucap Papa Miranda lagi.


Hanya tersenyum lebar sekretaris yang memakai rok diatas lutut itu, tangannya mulai mengelus paha Papa Miranda tersebut.


"Apa kamu mau kita cek in ke hotel di puncak?" Tanya Papa Miranda mulai mengajak ke hotel.


"Boleh juga Tuan," jawabnya dengan suara manja.


Antara bos dan sekretaris itu saat ini sudah mulai ada sesuatu yang tidak wajar. Awalnya mereka hanya sebatas bis dan sekretaris saja, namun tampaknya  sekretaris ini mengincar sesuatu dari Papa Miranda ini.


Wanita ini bernama Desi, dia terlibat masih berusia 35 tahun, pastinya jauh lebih muda dari Mama Miranda itu, dia seksi dan cantik serta tingginya semampai sesuai dengan berat badannya yang tampak berbentuk kuda amerika itu.


Sedangkan saat ini Erlangga yang sudah berpakain rapi telah pun mengantri untuk masuk kedalam pesawat.


Kemana Erlangga akan pergi?

__ADS_1


****


__ADS_2