TERPAKSA DUA ISTRI

TERPAKSA DUA ISTRI
MENEPIS MIRANDA


__ADS_3

"Erlang, dari mana saja kamu nak?" Tanya mamanya.


"Toilet Ma," jawabnya singkat.


"Apa kami baik-baik saja?" Tanya Mamanya lagi.


"Erlangga lelah Ma, apa boleh Erlangga masuk kamar sekarang," tanya Erlangga lagi yang acuh tak acuh.


"Astaga Erlang…apa kamu tidak sabaran ya belah duren?" Sahut Papanya pula membuat semua menjadi gelak tawa.


"Apaan sih Pa, Erlangga lelah, mau istirahat dulu ya," ucapnya berjalan meninggalkan ruangan keluarga itu.


"Mir, kamu juga naik sana, itu kode loh.." ucap Mama Erlangga pula.


 Miranda mengangguk dan tersenyum puas sekarang, akhirnya dia semakin bebas memasuki kamar sang ceo.


    Semua yang berada disana berpikir Erlangga bahagia dengan pernikahan hari ini. Dan mereka berpikir sikap Erlangga seperti itu karena dia telah memberikan kode kepada Miranda untuk memulai adegan suami istri.


    Wajar saja keluarganya berpikir demikian, pasalnya memang mereka semua tahu bahwa Erlangga dan Miranda adalah sepasang kekasih yang memang memiliki cinta mati.


      Saat ini semua tersenyum bahagia, namun tidak dengan Erlangga. Mama Miranda tampak begitu senang pasalnya apa yang diimpikan oleh anaknya itu kini menjadi kenyataan.


    Dan Papa Miranda juga mulai semakin mendekati Papa Erlangga yang saat ini ikatan mereka semakin dekat karena kedua anak mereka telah bersatu.


    Papa Miranda yang saat ini perusahaannya sedang mengalami hampir bangkrut, namun dia seolah baik-baik saja apalagi saat ini tujuannya menikahkan anak semata wayangnya itu telah berhasil.


   Dia pun tak lama lagi akan menjadi makmur kembali, dengan adanya Miranda sebagai istri ceo pasti bisa membuat perusahaan yang hampir tumbang itu kembali berdiri.


 Ternyata benar apa kata pepatah buah tidak jauh jatuhnya dari pohon, seperti inu lah kejadiannya sifat dengki Miranda dan liciknya itu adalah keturunan dari kedua orang tuanya tersebut.


  Mamanya juga memanfaatkan momen seperti ini, sudah lama rasanya dia tidak berbelanja barang branded lagi, semenjak dua tahun belakangan ini perusahaan suaminya yang menurun membuatnya menahan hasrat shopingnya.


   Sekarang senyumnya semakin melebar membayangkan kenikmatan dunia akan kembali lagi dia rasakan. Apalagi saat ini tampak mereka semua berpikir Erlangga sudah tidak sabar membelah duren bersama Miranda.


   Dan saat ini Erlangga yang telah berbaring di kasur empuk itu dia tampak membenamkan wajahnya dengan bantal. Tubuh atletis itu di pandangi Miranda yang saat ini juga masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


  Dia membuka segala riasannya. Yang ada di kepalanya sekarang dia akan menggoda Erlangga dan mendapatkan hati Erlangga kembali sehingga pria itu akan menjadi miliknya seutuhnya.


   Mulai menatap cermin, satu persatu riasan itu terbuka, polesan wajahnya dia rubah menjadi tipis dan tampak sexy. Dia juga menukar pakaiannya, yang kemarin telah di sediakan segalanya untuk mereka pakai.


  Saat ini baju yang tampak kurang bahan itu telah melekat ditubuh Miranda, tak lupa parfume dia semprotkan dimana-mana agar menggoda Erlangga yang masih menutup wajahnya dengan bantal.


  Saat ini memang Erlangga tidak bisa menyuruh Miranda keluar kamarnya, karena memang mereka berdua telah sah dimata negara dan juga agama.


   "Hm…liat aja kamu akan ketagihan kubuat Erlang!" ucapnya sambil memolekan lipstik merah maroon itu.


  Dia merasa sudah sangat sexy dandanannya kali ini. Rambutnya dia gerai dan wangian itu terhidu juga di hidung Erlangga, karena terlalu banyak parfume yang Miranda semprotkan di dalam ruangan ber ac itu.


   Erlangga mengernyitkan dahinya, dalam benaman bantal itu dia masih malas membukanya karena memang dia malas menghadapi Miranda yang dia tahu sedari tadi wanita itu telah mengikutinya di dalam kamar.


  Padahal ini masih siang hari, namun Miranda tetap tidak ingin melepaskan kesempatan ini bersama Erlangga.


  Mulai dia menaiki ranjang itu, dia mencoba mencari celah lemah seorang pria. Dan tampak tangan dengan jari jemari lentik itu mengelus lembut paha Erlangga yang tampak terbuka lebar itu.


  Bahkan pakaian Erlangga belum berganti sekarang, hanya jasnya saja  yang dicampakkan di lantai. Celana panjang hitam dan pakaian dalamnya masih melekat di tubuhnya.


   Dalam pikirannya saat ini, pria normal seperti Erlangga tidak akan bisa menolak pesonanya dan godaannya.


  Mulai suara-suara manja itu dia keluErkan, saat ini dada bidang milik Erlangga doa raba, namun sang ceo masih menutup wajahnya dengan bantal.


  Miranda tangannya yang berada di pangkal paha itu masih belum berhasil membangkitkan si joni yang tampak masih tenang disarangnya.


 "Sayang.."


  


  Bisik Miranda di telinga kiri Erlangga saat ini, sedikit bergedik merinding namun Erlangga masih bisa singkron dengan keadaanbya sekarang.


   Tangan Miranda mengarah ke yang lebih berani lagi sekarang, dia pun dengan cepat membuka sleting celana itu dan ketika tangannya sampai disitu tiba tiba..


  "Miranda!" dengan kuat suara dan tangan kekar itu menghentikan aksi Miranda.

__ADS_1


  Terkejut Miranda dengan suara Ariwl dan tangan Erlangga yang mencengkeram tangannya dengan kuat membuat Miranda kesakitan.


  "Erlang! Kau ini apa-apaan! Lepaskan!" ucapnya membalas marah.


  "Kau yang apa-apaan, apa kau tidak paham aku ini lelah!" Jawab Erlangga meninggikan suaranya.


"Hey..setiap pengantin pasti menantikan hal ini!" ucap Miranda lagi menaikkan suaranya juga.


"Tapi aku tidak sama sekali!" Jawab Erlangga sinia lalu dia membelakangi Miranda.


  "Sialan!" umpat Miranda kesal.


  Miranda terdiam di sana, setelah Erlangga membelakanginya sekarang. Dia mengumpat Erlangga dan Dita dalam hatinya saat ini.


  Namun, dia masih belum mengeluErkan kartu jokernya itu, masih menunggu waktu yang tepat agar Dita hancur dan Erlangga seutuhnya milik dia.


  Mencoba sabar menghadapi Erlangga, dia mengatur nafasnya yang tampak marah itu. Tangannya saat ini mencoba meraih tangan  Erlangga kembali.


 ."Erlang..maafkan aku," ucapnya mencoba merendah diri.


 Namun siapa sangka Erlangga langsung menepisnya kembali. Tampaknya gairah si ceo patah hati ini tidak bangkit di hadapan Miranda, namun lain halnya dihadapan Dita yang hanya bergelar istri kontrak itu.


 Mencium harumannya saja pun sudah membangkitkan gairah sang ceo, apalagi sentuhannya pastilah membuat Erlangga tidak bisa melupakannya bahkan saat ini yang membuat dia kukuh bertahan dari godaan Miranda  itu adalah ingatannya kepada Dita saat ini.


  Walau dia masih menyimpan marahnya karena ucapan Miranda yang sejak tadi berbincang dengan Erkan bahwa mengatakan dari sudut pandang seorang wanita tampak Dita menyukai Erkan juga.


  Karena kemarahan itulah membuat hasrat sang ceo terus memikirkan Dita dan Dita saja sehingga godaan dari Miranda tidak membangkitkan gairahnya sama sekali.


    Miranda menatapnya dengan tajam, dia tampak di pernalukan di awal pernikahan mereka saat ini, dan dia berpikir Erlangga harus mendapatkan karma akan perlakuannya ini kepada dirinya.


  Nah, kira-kira apa yang akan Miranda lakukan selanjutnya?


  Apakah Miranda akan terus menggoda Erlangga, hingga pria itu tergila-gila dengannya kembali?


 ****

__ADS_1


__ADS_2