Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Menjahiliku


__ADS_3

Susah payah Ziko meredam gairahnya, hingga tanpa sadar dia ikut tertidur dengan posisi mereka yang saling berpelukan hangat.


Pagi hari yang cerah, meskipun masih sangat ngantuk, Ayuna mencoba untuk memaksakan membuka matanya, ketika tubuhnya seperti dihimpit tangan dan kaki yang panjang. refleks Ayuna menyingkirkan tangan tersebut, begitu mendapati Ziko yang tengah memeluknya, meskipun pergerakan Ayuna sedikit kasar, namun tidak membuat Ziko terbangun, dengkuran halus keluar dari sudut bibirnya. menandakan jika dia masih tidur dengan sangat pulas.


"Apa semalam aku dan mas Ziko tidur satu ranjang, dengan posisi saling berpelukan seperti ini. tidak.... tidak mungkin. apa mas Ziko sudah merenggut sesuatu yang paling berharga dariku." ucap Ayuna panik sambil memeriksa tubuhnya. walaupun dia tahu, jika saat ini dia masih berpakaian lengkap, tapi rasa takut masih membuat dia khawatir jika Ziko sudah berbuat macam-macam, mengingat Ziko yang selalu berkilah dan mengatakan jika tidak mencintai dirinya.


"Hey bocah, ngapain kamu berisik. ganggu orang tidur saja, cepat sekolah dan tinggal kan kamarku." ucapan Ziko santai tanpa rasa berdosa.


"Mas Ziko, ini kamar ku. jangan pura-pura amnesia dadakan ya." ucap Ayuna kesal.


"Masa sih, tidak mungkin aku jalan kesini dan salah masuk kamar. apa jangan-jangan ini perbuatan kamu yang ingin menjebakku lalu merenggut keperjakaanku?" todong Ziko yang ingin menggoda Ayuna yang sudah terlihat semakin kesal.


"Mas Ziko, keterlaluan."


Saking kesalnya, Ayuna mendorong keras Ziko hingga jatuh kebawah tempat tidur, Ziko yang mulai mempunyai hobi baru menggoda istri kecilnya, langsung pura-pura pingsan.


"Mas...mas Ziko kamu kenapa, Bagun mas...bangun." ucap Ayuna mulai panik dan terus menguncang pelan tubuh Ziko dengan perasaan bersalah. bahkan air mata tiba-tiba membasahi wajah cantiknya.


Ziko berusaha menahan tawanya, begitu melihat Ayuna yang menangis. sambil terus meminta maaf.


"Maafkan Ayuna mas, aku tidak sengaja mendorong mu mas hu...hu.." Ayuna mengangkat kepala Ziko lalu menidurkan dipahanya sambil kembali menangis.


Hati Ziko ikut luluh, begitu air mata Ayuna menetes membasahi pipinya. perlahan Ziko membuka matanya sambil tersenyum, seketika tangis Ayuna langsung terhenti, refleks dia ingin pergi menuju kamar mandi, untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu. namun saat Ayuna bangkit, Ziko menarik sebelah tangan Ayuna, hingga jatuh kedalam pelukannya.


"Mas Ziko selalu menjahili ku sekarang."


Ayuna meronta, berusaha untuk lepas dari Ziko, namun tenaganya kalah banyak. bahkan Ziko merubah posisi mereka. sehingga tubuh mungil Ayuna sudah ditindihnya dari atas, membuat gadis Imut itu akhirnya bisa pasrah, meskipun raut wajahnya masih cemberut, namun tingkah nya ini malah membuat Ziko semakin gemas.


"Hei, bocah. coba kamu ingat-ingat kembali dengan apa yang terjadi semalam, semula aku masuk kedalam kamarmu ini, hanya ingin mengajakmu untuk makan malam, tapi kamu malah menarik tanganku bahkan berani mencium bibirku, sambil terus berkata jangan..jangan tinggalkan aku." ucap Ziko sambil menirukan ucapan Ayuna yang saat itu sedang bermimpi.


"Aku menciummu, mas?" tanya Ayuna seolah-olah tidak percaya begitu saja.


"Ya, bahkan aku masih bisa merasakan nya, karena kasihan melihat mu yang seperti begitu menginginkan ciumanku, perlahan aku juga membalasnya, meskipun itu terpaksa. ingat Ayuna, aku kasihan padamu, itu saja jadi jangan berfikir yang tidak-tidak dulu." ucap Ziko enteng.

__ADS_1


"Tidak mungkin berbuat seperti itu, mas, ciuman pertamaku sudah kamu rampas juga."


"Ingat Ayuna, ini bukan salahku. tapi kamu yang mulai duluan. masih baik aku tidak melayaninya lebih jauh lagi, kalau ngak pasti kamu juga akan memerkosaku detik itu juga." Ziko semakin suka mengerjai Ayuna.


"Bohong dikit ngak papalah, yang penting aku selamat." gumam Ziko dalam hatinya.


"Ini konyol, aku tidak mungkin berbuat serendah itu." Ayuna mendorong kuat Ziko, begitu terlepas dia langsung menuju kamar mandi, menutup kuat pintu kamar mandi dari dalam, Ayuna takut Ziko akan mengikuti nya kembali.


"Huuufffss...."


Ayuna Menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskan nya secara perlahan. setelah merasa aman barulah Ayuna melepaskan pakaiannya dan mandi.


Saat sedang mandi, Ayuna masih kepikiran dengan kata-kata Ziko barusan.


"Ini pasti gara-gara mimpi sialan ku itu."


Ayuna tetingat mimpinya saat bermain dan bermanja-manja dengan anak laki-laki yang sangat tampan, sehingga Ayuna mencium dan memeluk terus anak yang ada dalam mimpinya itu, tanpa dia tahu jika saat itu dia memeluk dan menciumi Ziko, yang memanfaatkan situasi dan kondisi Ayuna yang terbawa suasana mimpi, dengan membalasnya lebih gairah.


"Tapi jika aku tidak menyiapkan sarapan untuk mas Ziko, dia pasti mengatakan jika aku bukan istri yang baik. yah..., mendingan aku siapin nya cepat-cepat saja." gumam Ayuna seraya memanaskan masakan yang dimasak Ziko semalam.


Ziko tahu jika saat ini Ayuna pasti malu pada dirinya, sehingga dia mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja. Ayuna terlihat sangat buru-buru sehingga dia tidak menyadari kehadiran Ziko dibelakangnya.


"Heeemmm."


Ziko mendehem, membuat Ayuna terlonjak kaget sambil mengusap dadanya perlahan. namun dia kembali sibuk menyalin makanan kepiring lalu menyuguhinya pada Ziko, dan juga segelas kopi hitam kesukaannya.


"Ayuna, apa kamu sariawan?"


"Tidak, mas."


"Tapi aku perhatikan, sedari tadi kamu lebih banyak diam. sambil sesekali menyuap makananmu, yang terlihat seperti tanpa kamu kunyah terlebih dahulu, apa makanan nya langsung kamu telan gitu?" tanya Ziko.


" Ya mas." jawab Ayuna spontan dan cuek, kembali menyuap.

__ADS_1


"Aku jadi tidak berselera lagi untuk makan." Ziko menaruh sendok nya dipiring.


"Kenapa?"


"Aku lebih tertarik melihatmu makan sehingga membuatku kenyang dengan sendirinya, sambil membayangkan jika kamu makan tulang ikan dengan ukuran besar sambil ditelan, pasti lebih seru." ucap Ziko antusias sambil menahan tawanya.


Ucapan Ziko, membuat Ayuna kekesek lalu terbatuk-batuk. dengan wajah memerah. melihat hal itu. tawa Ziko terhenti berubah Panik. dia mengusap-usap punggung Ayuna, sebelah tangannya lagi mengambil segelas air putih untuk diminum kan ke Ayuna.


"Ayuna, makanya hati-hati."


"Habisnya, mas Ziko terus menjahiliku." jawab Ayuna dan kembali terbatuk-batuk.


"Apa masih lanjut makanya?"


" Ngak mas, aku udah kenyang."


Ayuna bangkit, lalu mencuci dan membersihkan bekas makan mereka berdua. sedangkan Ziko terus memperhatikan diharapkan Ayuna yang terlihat dewasa dan sangat mandiri dibandingkan umurnya saat ini.


"Ayuna, untuk sementara waktu ini. kamu bareng aku ya untuk pulang dan perginya kesekolah."


"Kenapa mas?"


"Aku kawathir dengan kondisimu."


"Alhamdulillah, aku merasa sudah sangat baik, mas."


"Jangan membantah, aku tidak ingin disalahkan mama dan papa, jika ada sesuatu yang menimpamu kembali, dan aku tidak ingin penolakan Ayuna." ucap Ziko.


"Baiklah mas."


Disekolah, Rara sudah mondar-mandirnya menunggu kedatangan sahabat baiknya Ayuna, dia ingin memberitahukan jika sekolah mereka sedang kedatangan seorang siswa baru, dimana menurut Rara sangat tampan.


"Aku yakin banget, Ayuna bakal klepek-klepek melihat tuh cowok, dan bakal ngelupain suami nya yang tukang selingkuh." gumam Rara Tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2