
Ayuna yang Panik, refleks mendorong keras tubuh Ziko hingga jatuh terbentur sisi meja kecil yang terletak disamping tempat tidur.
"Aduuuh..." ucap Ziko hingga akhirnya CEO tampan itu tergeletak diam. jidat Ziko yang terjedod sisi meja terlihat sedikit benjol. melihat hal itu Ayuna segera menghampiri Ziko sambil memasang kembali kancing baju seragamnya.
"Mas...mas baguuuun..mas, kamu jangan buat aku panik seperti ini, maafkan mas, Ayuna janji tidak akan seperti ini lagi. hu...hu..." Ayuna menangis sambil memeluk Ziko.
Bi yam dan Dio yang mendengar suara tangisan Ayuna, segera menuju kamar tersebut. takut terjadi apa-apa pada majikan mudanya.
"Non...non Ayuna, tidak apa-apa kan?"
"Iya Bi, masuklah." balas Ayuna dan kembali melanjutkan tangisan nya.
Bi yam membuka pintu kamar, yang tidak terkunci dari dalam tersebut. dia dan cucunya Dio langsung dibuat syok melihat Ziko terlentang dilantai.
"Ada apa ini non?"
"Bibi, Dio. tolong bantu angkat mas Ziko keatas ranjang. aku tidak sengaja mendorongnya hingga jatuh. hu ..hu..." Ayuna kembali menagis sambil mengelus pelan benjolan kecil di jidat Ziko.
"Kasihan sekali kamu, den Ziko." ucap Bi yam yang berusaha membantu. namun karena tubuh Ziko yang tinggi dan sedikit berisi, membuat mereka kewalahan untuk mengangkat.
"Mudah-mudahan mas Ziko ngak kenapa-napa ya Bi?" ucap Ayuna yang masih menangis, bahkan tetesan air matanya, jatuh mengenai wajah dan hidung Ziko.
Melihat hal itu, Ziko yang semula hanya berpura-pura pinsan. menjadi tidak tega. namun niat iseng seketika membuat nya ingin mengerjai Ayuna.
Ziko perlahan membuka matanya, sambil menatap satu-persatu wajah tegang yang tengah menatap balik kearah nya.
"Alhamdulillah, mas Ziko akhirnya kamu sadar." ucap Ayuna sambil mengusap air matanya sendiri.
"Aku dimana?" jawab Ziko mengedarkan pandangannya keseliking ruangan kamar Ayuna.
"Mas, kamu lupa ya jika sedang dikamar ku." jawab Ayuna.
"Kamarmu, memangnya kamu siapa?"
"Aku Ayuna istri mu mas,"
"Alhamdulillah, ternyata aku sudah punya istri sekarang ya?" berpura-pura amnesia.
__ADS_1
"Iya tuan, bahkan sekarang tuan dan non Ayuna. masih tahap pasangan muda yang baru menikah." jawab bi yam polos yang langsung mendapatkan plototan tajam mata Ayuna.
"Mas, kamu kenapa sih aneh gini."
"Aku tidak aneh, tapi aku tidak tahu dengan diriku sendiri." jelas Ziko sambil merebahkan kembali kepala nya dibahu Ayuna.
"Aduuuh bi, gimana ini. mas Ziko jadi hilang ingatan gara-gara kepalanya kebentur sisi meja barusan." ucap Ayuna cemas bercampur takut, bagaimana caranya menjelaskan semua ini pada mertuanya yang tentunya akan marah besar, lalu menyalahkan Ayuna yang mendorong Ziko karena menolak melayani suami nya sendiri.
"Entahlah non bibi juga takut, bisa-bisa non dipenjara karena apa itu kasusnya yang pernah firal gitu. bibi lupa." ucap Bi yam mengingat-ingat.
"KDRT." jawab Ziko spontan.
"Kok mas ingat sih?"
"Cuma asal tebak aja." elak Ziko sambil kembali berpura-pura meringis kesakitan.
Ayuna mulai curiga dengan sikap Ziko, dia tahu sekarang Ziko pura-pura saja. meskipun begitu dia merasa kasihan juga melihat jidat Ziko yang benjol.
"Dio, tolong ambilkan kompres dingin ya."
"Iya non."
"Sudahlah mas, aku tahu kamu pura-pura saja, ya Khan." balas Ayuna kembali menatap Ziko cemberut.
"Ayuna, maafkan aku sayang. aku tidak bermaksud menyakiti mu dengan memperlakukan mu seperti tadi. tapi aku ingin kamu tahu. betapa kawathir dan cemasnya aku setiap kali kamu menghilang, aku masih trauma dengan kejadian dimana kamu pernah diculik teman sekolah mu dulu." ucap Ziko menarik kedua belah tangan Ayuna dalam genggaman hangat tangannya.
"Iya mas, aku mengerti."
"Aku sangat menyayangi mu dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu, sayang. aku janji tidak akan berbuat seperti tadi lagi."
"Mas, aku juga salah. karena sudah membuatmu cemas dan juga pergi tanpa izin darimu." balas Ayuna.
"Sudahlah, yang penting setelah ini kamu tidak mengulanginya lagi."
"Mas, apa kamu sudah pernah tidur dengan perempuan lain sebelumnya?" tanya Ayuna hati-hati.
"Apa maksudmu, apa kamu mencurigai ku?"
__ADS_1
"Bukan begitu mas, tapi..." Ayuna ragu melanjutkan kata-katanya.
"Tapi kenapa?"
"Aku hanya ingin tahu jawabanmu mas, ya atau belum pernah?"
"Baiklah, jawaban nya aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun selain kamu istri ku, dan aku masih perjaka. jika tidak percaya kamu bisa periksa langsung benda pusaka kebanggaan ku ini, bahkan kamu bisa atau nyobain tes sekalian, silahkan dengan senang hati aku izinkan." goda Ziko yang sudah membuat Ayuna memerah.
"Ngak mau, ntar mas Ziko main kasar seperti barusan lagi."
"Ngak sayang, barusan mas cuma terbawa emosi karena kesal. nanti Nya mas akan pelan-pelan dan sangat hati-hati. mengingat ini juga masih yang pertama bagi kita berdua." bujuk Ziko.
Penjelasan Ziko barusan membuat Ayuna bisa bernafas lega, tapi saat teringat kembali video mesum yang wajah mereka mirip Ziko dan Khanza sedang bermain adengan ranjang itu, membuat Ayuna akirnya berterus terang.
"Mas, tadi siang sewaktu masih disekolah. aku mendapatkan kiriman video, tapi aku ngak kenal no pemilik nya."
"Video, mana kasih lihat?" Ziko mengulurkan tangannya kearah Ayuna.
"Video mesum, mas. aku jijik dan segera menghapusnya."
"Aku mengerti sekarang, jadi intinya kamu bertanya seperti tadi. karena melihat Vidio itu mirip dengan ku?" tanya Ziko yang paham pokok permasalahannya.
"Iya mas, wajahnya sangat mirip kamu dan Khanza."
"Ha...ha...kamu cemburu ya?"
"Bukan, tapi aku kesal saja. mas Ziko berlaku manis didepan ku, tapi masih berhubungan dengan Khanza. aku merasa mas tidak menghargai pernikahan kita ini, aku ngak ingin menjadi pelampiasan saja. setelah Khanza kembali dari luar negeri, mas akan kembali padanya." Ayuna tiba-tiba ingin menagis, namun sebisa mungkin dia menahan air matanya agar tidak tumpah.
"Sayangku, Ayuna. aku sudah melegalkan pernikahan kita dimata hukum dan agama, itu tandanya jika aku sudah menjadikan dirimu satu-satunya dihatiku, sekarang dan untuk selamanya. percayalah padaku. aku tidak serendah laki-laki yang ada dalam video tersebut."
Ayuna tersenyum, karena dia melihat kesungguhan dan kejujuran dari mata Ziko. bahkan tidak butuh waktu lama, Ziko sudah mendapatkan bukti-bukti dan rekaman video yang asli dari asisten kepercayaanya yang handal dalam segala bidang.
"Ayuna, perhatian ini." Ziko memutar kembali video tersebut, benar perempuan dalam video itu adalah Khanza, namun wajah laki-laki yang berhubungan dengan nya bukanlah Ziko melainkan Aldo, saudara sepupu Ziko.
"Astaga, mas. bukankah ini mas Aldo saudara mu?"
"Ya, dan mereka berdua adalah pasangan yang cocok. sama-sama penghianat dan murahan."
__ADS_1
"Mas, maafkan aku yang mudah percaya tanpa tahu kebenarannya."
"Iya sayang." balas Ziko, Ayuna yang sudah kembali ceria tanpa sadar memeluk Ziko.