
Pagi menjelang, keduanya masih tertidur saling berpelukan. tenaga mereka terkuras habis, tanpa busana dan masih polos keduanya terbang menuju alam mimpi yang sangat indah.
Khanza terbangun, ketika matanya kena terpaan cahaya matahari langsun, yang masuk melalui celah-celah jendela kamar. Dia mersa tubuhnya seakan remuk dan bagian intimnya yang tersa perih. seperti habis dimasuki benda besar, mengingat dia sudah lama tidak melakukannya lagi dengan selingkuhannya.
Khanza refleks membuka mata, saat dia menyadari ada seseorang tidur disebelahnya. Khanza membalikkan tubuh pria tersebut, yang masih tidur menelungkup.
“Aldo?”
Khanza seketika syok. dia kembali mendorong kasar tubuh Aldo hingga pria itu terguling jatuh, kebawah ranjang.
“Aduuhhh”
Aldo memegangi kepalanya yang sakit, karena terbentur sisi meja.
“Berani sekali kamu menjebakku, hingga sampai ketempat ini. Apa yang telah kamu lakukan padaku semalam?” Teriak Khanza emosi.
“Tenang sayang, tolong kendalikan emosimu. kita hanya melakukan sesuatu yang sering kita lakukan secara diam-diam dibelangkang, Ziko. dulunya." jawab Aldo dengan santai.
“Stoooop, jangan mendekatiku. bukankah diantara kita tidak ada ikatan lagi.” Khanza menunjuk wajah Aldo emosi.
"Tidak, bagiku kamu tetap kekasihku. setelah ini aku akan merebut istri kesayangan Ziko. aku tidak akan puas jika belum mendapatkan nya." ucap Aldo tersenyum jahat.
“Tutup matamu, dulu.”
Teriak Khanza, sambil memungut pakaian yang berserakan, dan langsung mengenakan nya kembali. begitu juga dengan Aldo.
"Aldo, aku mohon agar kamu bisa kembali membantu dan bekerjasama dengan ku seperti dulu lagi." ucap Khanza kembali melunak.
"Maksudnya?"
"Tolong rahasiakan tentang kejadian semalam, aku tidak ingin hubungan ku dengan Ziko menjadi rusak. karena hal ini."
__ADS_1
"Ha....ha...ha..... bodoh kamu Khanza, kamu itu sudah dibuang oleh Ziko. masih saja bermimpi menginginkannya, ingat istrinya lebih cantik dan suci dibandingkan denganmu," ledek Aldo sengaja menekankan kata-kata nya yang membuat hati Khanza semakin panas.
"Cisss..szz," Khanza seketika meludahi wajah Aldo yang ingin menciumnya kembali.
Bibir Aldo bergetar menahan emosi, sebelah tangan mencekam leher indah Khanza penuh kemarahan. bahkan tangan dan rahang Aldo ikut bergetar berusaha mengendalikan emosi nya. membuat gadis itu terbatuk-batuk sambil berusaha meronta dan lepas, kedua tangan Khanza memegangi tangan Aldo yang masih melekat dilehernya.
"Al.... Aldo, hen... hentikan sa..sa ...sakiiiitt," ucap Khanza yang berbicara tersendat-sendat.
Dengan kasar Aldo menarik tangan nya kembali dari leher yang terlihat sudah memerah, sambil tersenyum sinis melihat Khanza yang terbatuk-batuk sambil mengatur pernafasan yang sempat sesak.
"Aku bisa berbuat lebih kejam dari ini, dan bisa juga memperlakukanmu lebih lembut. asalkan kamu menuruti semua keinginan dan perintahku," ucap Aldo.
"Kamu jahat sekarang, Al." seketika Khanza menangis terisak-isak.
"Aku tidak pernah jahat Khanza, justru kamu yang telah jahat terhadap ku selama ini, dan lebih memilih Ziko."
"Maafkan aku Al, tapi aku dan Ziko sudah lama menjalin hubungan. sebelum kita memulai diam-diam dibelangkang nya. tolonglah Al, anggap saja kejadian semalam tidak pernah terjadi diantara kita berdua." mengatup kedua tangannya menangis berharap Aldo akan luluh.
"Tidak semudah itu, ingat Khanza sekarang aku sangat menyukai permainanmu. mulai sekarang kita akan menjadi father sexku kembali," Aldo mencumbui Khanza brutal.
"Sampai aku bosan, dan mendapatkan Ayuna." jawab Aldo singkat.
"Apa? Kamu menginginkan Ayuna juga?" tanya Khanza seakan tidak percaya.
"Tentu, kamu pikir aku masih terobsesi terhadapmu, sama seperti dulu. tidak lagi Khanza. aku hanya ingin menikmati tubuhmu saja, sampai aku berhasil mendapatkan Ayuna, istri Ziko brengsek itu." tersenyum sinis.
"Sepertinya, kamu sangat menyukai barang sisa dari, Ziko."
"Plack...." menampar Khanza.
"Tolong jaga ucapan mu, aku melakukan ini agar Ziko hancur dan sadar siapa aku yang sesungguhnya, dia selama ini selalu meremehkan aku. mungkin jika aku merebutmu darinya. Ziko pasti sangat senang, karena dia tengah berusaha untuk menyingkirkan dirimu. tapi jika aku merebut Ayuna. Ziko pasti akan hancur ha....ha...." tertawa lepas dan penuh dengan niat jahat.
__ADS_1
Tiba-tiba Khanza ikut tersenyum, membayangkan jika Aldo berhasil merebut Ayuna, otomatis dia juga akan mendapatkan Ziko kembali dengan sangat mudah.
"Idemu ternyata brilian juga, Al."
"Tentu, aku juga akan merahasiakan hubungan kita. asalkan kamu menurut. dan mau untuk diajak bekerjasama. membantuku memisahkan mereka. setelah tujuan kita berhasil, aku tidak akan mengikatmu dengan hubungan terlarang kita ini lagi." terang Aldo kembali melunak sambil mengelus-elus pelan bekas tamparan nya barusan.
"Baiklah, aku setuju," jawab Khanza yang tidak menolak lagi saat Aldo mencumbui nya untuk yang ke-dua kalinya, bahkan Khanza sudah terbawa gairah dan suasana, sehingga dia ikut membalas setiap sentuhan dan cumbuan Aldo, dalam keadaan mereka sama-sama sadar tanpa pengaruh obat ataupun minuman.
Seringai kemenangan terukir indah dibibir Aldo. semenjak beranjak remaja dulu saat Ziko mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis, Aldo pun mulai menyukai wanita yang sama dengan saudara sepupu nya, dia selalu berusaha merebut dan memiliki apa yang didapatkan oleh Ziko. terutama wanita yang dicintainya. setelah mendapatkan Khanza, dia juga menginginkan Ayuna. istri sah dari kakak sepupu nya itu.
"Al, aku pulang dulu ya," bisik Khanza dan langsung menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi. tanpa mendengar jawaban dari pria yang sudah tertidur pulas sambil menelungkup tersebut, setelah itu Khanza kembali berpakaian rapi. dia berjalan menuju pintu, sambil menatap sekilas Aldo yang masih tertidur pulas.
Sorenya, Aldo terbangun melirik kesamping berharap masih ada Khanza. yang tertidur pulas, namun saat menyibak selimut tebal itu ternyata kosong. jangan ada guling dan bantal saja. segera Aldo mencari kekamar mandi dan dapur apartemen namun juga sama.
"Mungkin gadis itu sudah kembali kepenginapan nya, sebaiknya aku beri dia waktu untuk menyiapkan dirinya untuk permainan berikutnya," mengulum senyum menuju bactub untuk berendam. untuk menyegarkan kembali pikiran dan otot-otot tubuhnya.
***
"Apa informasi yang kamu berikan ini. bisa dipercaya Rey?" terang Ziko sambil memijit pelipisnya. dia benar-benar tidak menyangka jika laki-laki selingkuhan Khanza, adalah Aldo yang merupakan adik sepupu nya sendiri.
"Bisa bos, bahkan aku memiliki beberapa bukti rekaman kemesraan mereka menuju apartemen Aldo." Rey mengirimkan beberapa foto dan Vidio hasil pengamatan nya, bahkan dia juga memiliki bukti, saat pagi harinya Khanza keluar dari apartemen Aldo, berjalan sambil tersenyum-senyum bersemangat. terlihat jelas jika hubungan mereka berdua tidak ada paksaan sama sekali.
"Dasar wanita murahan kamu Khanza, aku menyesal pernah mencintai mu." Ziko tanpa sadar meninju dinding kamarnya, saking emosi melihat perbuatan Khanza dan saudara sepupunya. meskipun Ziko sudah mempunyai alasan untuk memutuskan hubungan dengan Khanza, tapi tanpa disadarinya Ziko masih terbawa emosi.
__ADS_1