Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Permintaan maaf


__ADS_3

Reno segera dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, setelah mengurus semuanya. Tia kembali pulang.


Keluarga Reno syok mendapati kondisi anaknya yang mengenaskan atas pemukulan yang dilakukan Ziko, setelah mendapat pengobatan terbaik, Reno akhirnya tersadar, dengan tubuh yang terasa sangat sakit. remaja itu hanya bisa meringis, dia tidak menyangka sebelumnya jika nasibnya akan berakhir seburuk ini.


Papa Reno, juga tidak bisa menuntut CEO Tampan yang bernama Ziko tersebut. mengingat beberapa bukti cctv dan bungkusan pil perangsang yang sudah diberikan Reno pada Ayuna, yang merupakan teman satu kelasnya. sudah cukup menjadi bukti jika Reno benar-benar bersalah dalam kasus ini.


"Reno, papa sudah tidak mempunyai muka lagi dengan kelakuanmu ini. kamu benar-benar sudah mencoreng nama baik papa."


"Maafkan Reno, pa."


"Maaf...maaf...lagi, itulah kata-kata yang selalu kamu ucapakan jika sudah kesandung permasalahan seperti ini. bahkan papa sudah memindahkanmu sekolah yang sudah beberapa kali nya. semua itu agar kamu mau berubah, nak." papa Ziko mengusap kasar wajahnya, dia tidak tahu harus berbuat apa pada anak semata wayangnya yang selalu bikin masalah.


"Reno khilaf, pa."


"Khilaf katamu, jadi beberapa kasus yang sudah menjeratmu selama ini. kamu bilang kilaf juga. meskipun papa berhasil meloloskan dirimu agar tidak dipenjara. tapi kali ini papa tidak bisa berbuat banyak. mungkin jeruji besi bisa merubahmu." terang papa yang putus asa. sikap nakal dan keras kepala Reno semakin menjadi semenjak ditinggal sang mama tercinta.


"Jangan pa, Reno ngak mau dipenjara. papa harus bantuin Reno agar tidak dipenjara." memohon sambil menarik tangan papanya.


"Sekarang kita berhadapan dengan bukan orang sembarangan Reno, dia cukup berkuasa dan dapat dengan mudah menghancurkan perusahaan papa. makanya sebelum bertindak kamu harus memikirkan akibatnya, bukan kamu saja yang hancur tapi papa juga akan ikut terkena imbasnya. ingat itu."


***


Setelah kondisi Ayuna membaik, Ziko masih menahan dirinya untuk menodong sang istri dengan berbagai pertanyaan. dia masih menunggu kondisi Ayuna benar-benar pulih, dan dapat mengingat sedikit banyak kejadian yang menimpa dirinya.


Ayuna memijid pelipisnya, dia merasakan kepalanya masih sedikit pusing. namun gadis itu tetap memaksakan untuk menyeret langkah kaki menuju kamar mandi.


"Kenapa kepalaku terasa berat, dan apa yang sudah menimpa diriku semalam. bahkan mas Ziko seperti tidur sekamar lagi dengan ku malam ini, apa dia menjagaku yang mungkin demam semalam?"


Ayuna berendam mandi dengan air hangat, berharap dengan begini dia akan kembali merasa segar. sambil terus mengusap tubuh nya dengan sabun, Ayuna mencoba untuk mengingat-ingat kembali kejadian kemaren. seketika kilasan itu muncul, dimana dia dijebak oleh perempuan yang mengaku sebagai guru les dan membawa kesebuah kafe. Diana sudah menunggu Reno.


"Astagfirullah."

__ADS_1


Ayuna seketika menutup mulutnya, dua syok teringat saat Reno membohongi bahkan menjebaknya dengan membawa kesebuah klub malam.


"Ya aku ingat kejadian semalam, tapi aku tidak ingat bagaimana akhirnya. hingga aku kembali kerumah."


Ayuna segera bangkit dan membilas bersih tubuhnya, setelah itu dia segera menuju kaca besar yang terdapat dalam kamar mandinya.


"Sepertinya, tidak ada yang aneh dari tubuhku. syukurlah, Reno tidak berbuat macam-macam terhadapku yang saat itu tidak ingat apa-apa lagi." Ayuna bernafas lega, karena merasa Reno belum merenggut keperawanan nya.


"Apa mas Ziko yang telah menyelamatkan aku semalam, aku harus minta maaf sama mas Ziko. semoga dia tidak marah padaku."


Setelah kembali berpakaian, Ayuna keluar dari kamar. dia mengesankan pandangan keseliling ruangan apartemen yang terlihat kosong.


"Mana mas Ziko ya?"


Ayuna berjalan kedapur, namun juga kosong. termasuk kamar Ziko dan ruangan tengah namun dia belum melihat keberadaan suami nya itu.


"Ayuna, apa kamu mencariku?"


"Iya, mas."


"Mas Ziko, maafkan aku atas kejadian semalam."


"Ya Ayuna, untuk aku datang tepat waktu. jika tidak temanmu yang bernama Reno itu pasti sudah merusak dirimu." ucap Ziko.


Ayuna menagis, dia sangat terharu dan sangat bersyukur memiki suami seperti Ziko.


"Kenapa menangis?"


"Aku merasa bersalah mas."


"Ini bukan kesalahanmu Ayuna, untuk kedepannya jangan terlalu mudah percaya pada orang lain, meskipun dia teman kamu sendiri, karena belum tentu dia punya niat baik terhadap mu." bujuk Ziko.

__ADS_1


"Iya mas,"


Ziko merengkuh tubuh Ayuna kedalam pelukannya, membuat Ayuna merasa sangat nyaman merebahkan kepalanya didada bidang Ziko.


"Bagaimana keadaan Reno, mas. aku sekarang takut untuk bertemu dengan laki-laki itu lagi. bahkan aku ingin pindah sekolah saja, mas." ucap Ayuna merasa trauma jika bertemu dengan Reno.


"Dia masih dirumah sakit, aku menghajar nya hingga babak belur." terang Ziko yang membuat Ayuna sempat tergaga.


"Mas, aku takut kamu akan dipenjara karena kasus ini." merebahkan kembali kepala nya didada Ziko. yang dibalas elusan lembut tangan Ziko durambut panjangnya.


"Tidak Ayuna, justru aku yang akan menuntut bocah tengil itu. berdasarkan beberapa barang bukit yang berhasil didapatkan orang-orangku, ditempat kejadian."


"Mas, sepertinya ada tamu." ucap Ayuna ketika mendengar bel dari pintu masuk apartemen mereka.


"Kamu duduk saja di sofa, biar mas yang akan membukakan pintu." Ziko menuntut Ayuna untuk duduk disofa ruangan tengah, setelah itu dia membuka pintu.


"Maaf anda siapa?"


"Aku papa dari Reno, sedangkan ini Tanisa, Tantenya Reno." mereka berdua memperkenalkan diri.


"Silahkan masuk." Ziko sudah dapat menduga tujuan dua orang ini, sengaja menemuinya secara pribadi di apartemen nya.


Ziko sengaja mengajak tamunya ngobrol diruangan yang berbeda dengan Ayuna, dia tidak ingin melibatkan Ayuna lagi, karena melihat istrinya masih syok dengan kejadian semalam.


"Sekarang, apa tujuan kalian menemuiku?" ucap Ziko tanpa basa-basi lagi.


"Tuan Ziko, atas nama Reno aku ingin minta maaf, kami tahu kesalahan yang dilakukan Reno sangat besar. tapi kami mohon tolong cabut tutuntan Anda. kami janji, kejadian ini tidak akan terulang kembali." ucap papa Reno memohon.


"Apa kalian bisa menjamin, Reno akan berubah dan menyesal atas perbuatannya." ucap Ziko menatap intens.


"Ya, bahkan Reno juga sudah bersumpah atas almarhum mamanya. dia juga bersedia untuk kami pindahkan sekolah kesebuah pesantren yang ada dikampung halaman mamanya."

__ADS_1


"Baiklah, saya akan cabut tuntutan saya. tapi ingat kalian harus pegang janji dan kata-kata kalian ini. jika tidak, bukan hanya Reno yang akan aku buat hancur, tapi kamu juga, termasuk perusahaan mu yang tengah melakukan kerja sama dengan perusahaan ku, untuk sekarang aku akan membatalkan seluruh kerjasama kita. tapi jika anakmu bikin ulah lagi, aku akan menghancurkan perusahaan mu, ingat itu." ancam Ziko.


"Ya, tuan Ziko. kami sangat mengerti sekali. besok kami akan membawa Reno pergi jauh dari kota ini. hanya itu yang hanya saja kami lakukan, sekali lagi terimakasih."


__ADS_2