
"Ziko, Ayuna. malam ini kalian nginap disini ya. mama sudah meminta pelayan. buat ngerapiin kamarmu." ucap mama.
"Baiklah ma, karena sudah malam juga." jawab Ziko sambil melirik jam dipergelangan tangannya.
"Sayang, aku ingin istrahat. kita kekamar yuk sekarang." ajak Ziko. yang dianggukan kepala oleh Ayuna. mereka meninggalkan pesta yang baru saja selesai, berjalan sambil berbimbingan tangan menapaki satu persatu anak tangga.
Aldo yang kebetulan belum pulang. menatap punggung kedua pasangan dengan itu, dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
“Kutak bahagia, melihat kau bahagia dengan nya.....”
“Aku tersiksa, tak bisa dapatkan dirimu....”
“Harusnya, aku yang disana, dampingimu dan bukan nya dia.....”
“Harusnya, aku yang kau cinta dan bukan dia....”
Aldo mencoba menghafal kan bait-bait lagu, yang dia sendiri tidak hafal, kelanjutan dari lagu tersebut, sambil berlari kecil menuju mobilnya. Dan langsung meluncur meninggalkan rumah mewah kekuarga Ziko.
“Ziko kamu benar, aku mempunyai maksud tertentu. Aku sengaja mengambil simpati istri mu, Ayuna. agar aku bisa mendekatinya,” Aldo tertawa lepas, menuju Club malam. tempat yang biasa dikunjungi nya untuk minum dan bercumbu dengan wanita malam.
Sedari kecil mereka seringkali berselisih paham, karena Aldo selalu menginginkan apa pun barang-barang yang dimiliki Ziko, termasuk urusan wanita.
Bahkan Aldo berhasil merebut cinta dimasa SMA Ziko, setelah itu dia juga pernah mendekati Khanza. tapi Ziko tidak mempermasalahkan hal itu, tapi tidak untuk Ayuna. Ziko tidak akan tinggal diam juga Aldo sempat macam-macam lagi dengan nya.
***
Dikamar nya, Ziko langsung menarik tubuh Ayuna dan menguncinya dengan pelukan hangat dan erat.
“Mas, aku aku susah gerak ni.” Rengek Ayuna yang ingin melepaskan diri, detak jantungnya Mulai tidak beraturan dengan posisi seperti ini.
“Kamu Cuma susah gerak, tapi aku hampir lupa cara bernafas, begitu mengetahui kamu tidak berdaya diapartemen saat aku pulang kerja, tanpa meminta izin dariku terlebih dahulu." Ucap Ziko.
Ayuna meletakkan kedua tangannya dikedua pipi Ziko, dan mengusap nya lembut. seakan dia tidak menyadari tindakan nya ini.
__ADS_1
“Mas maafkan aku, aku benar-benar ngak sengaja untuk tidak meminta izin darimu, tapi semuanya terjadi begitu tiba-tiba, dan aku berfikir tidak punya banyak waktu lagi untuk mencari kado spesial untuk mu, meskipun mana sudah mengatur semuanya sebaik mungkin.”
“Apapun alasannya, aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi. satu lagi, jangan pernah dekat-dekat lagi dengan Aldo, dia itu bukan orang baik-baik, meskipun dia termasuk keluargaku sendiri.”
“Iya mas, maafkan aku.” Menundukkan kepalanya.
“Masih ingatkan bagaimana marahnya aku, ketika kamu ngobrol bareng dia dulu. sekarang kamu harus mendapatkan hukuman lagi dariku.” Terdengar nada suara Ziko yang dingin.
Wajah Ayuna seketika berubah, dia tidak ingin memandikan bayi besar ini lagi. cukup sudah matanya ternoda oleh tubuh polos tanpa pakaian yang dipertunjukkan Ziko tanpa rasa malu sedikit pun waktu itu.
“Sayang, kenapa wajahmu langsung berubah pucat seperti itu?”
“Aku sedang memikirkan hukuman kedua untukmu." Ziko tersenyum mesum.
"Please mas, aku belum siap jika hukuman nya seperti dulu lagi. yang lain aja ya. seperti memijidmu yang tengah capek pulang kerja." bujuk Ayuna."
“Tentu saja tidak sayang, tapi aku ingin kamu juga menikmati hukuman itu.” Tersenyum mesum dan mengajak Ayuna menuju kamar mandi.
“Sayang lepas pakaian mu, aku ingin berendam bareng kamu. Anggap saja ini sebagai kado ulang tahun yang paling spesial darimu.” Membisikkan ditelinga Ayuna, menguat gadis itu terlonjak kaget dengan permintaan suaminya itu.
"Kamu sudah sah menjadi istri ku, jadi aku berhak melihat apapun ditubuh mu, sayang."
Ziko membibing Ayuna masuk kedalam kamar mandi, mengisi bactub, dengan air aromaterapi seakan memberikan ketenangan dan gairah yang menggebu. Ziko tanpa rasa malu lagi, membuka pakaiannya bagian atasnya, lalu mendekati Ayuna yang mundur beberapa langkah kebelakang.
"Kenapa sayang, aku tidak akan pernah menyakitimu."
Ziko mendekat, Ciuman hangat mendarat di kening Ayuna. kemudian memperlakukan nya dengan lembut, sehingga Ayuna tidak menyadari jika kancing pakaiannya sudah terlepas semua.
"Cukup mas, ingat janjimu yang ingin menunggu ku sampai menyelesaikan sekolah ku terlebih dahulu." tolak Ayuna.
"Baiklah, tapi tidak ada salahnya jika aku ingin sekedar bercumbu dengan mu, setelah itu kita mandi bareng, aku janji tidak akan berbuat lebih jauh lagi." bujuk Ziko.
Ayuna terdiam, tapi dia tidak menolak ciuman Ziko seterusnya. dia yakin suaminya itu pasti akan menepati janjinya.
__ADS_1
***
Dipagi hari yang cerah, meja makan, mama dan papa memulai sarapan mereka. mereka berdua sependapat jika malam ini, anak menantunya sudah pasti melakukan tugas mereka sebagai suami istri malam ini.
“Semoga saja keinginan ku untuk memiliki seorang cucu segera terkabul.” doa mama dibalik senyuman.
“Pagi Tante, om.” Aldo tiba-tiba muncul.
“Pagi juga Aldo, tumben kamu datang pagi-pagi sekali?” Tanya Qanita.
“Kebetelun lewat Tan, Oya tumben Tante sarapan berdua bareng om. Mana Ziko dan menantu kesayangan Tante?” ucap Aldo sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang terlihat sepi.
“Tahu sendiri lah Al, mereka berdua itu masih pengantin baru. Dan semalam ulang tahun Ziko. Mungkin mereka berdua kelelahan.” Jawab Qanita yang membuat wajah Aldo berubah pias.
“Ooo, begitu ya Tante.”
“Ni sarapan dulu.” Mengambilkan makanan dan menyerahkan pada Aldo. Qanita terlihat senang, karena mempunyai ponakan berkunjung untuk menikmati sarapan bareng.
Dikamar, Ayuna baru bangun, perlahan dia membuka matanya dan menyingkirkan perlahan tubuh tangan Ziko yang tidur mendekapnya. Dia menatap wajah Ziko yang sangat tampan.
“Aku tidak menyangka memiliki suami setampan dan sekaya mas Ziko, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya olehku.” gumam Ayuna.
Rasa lapar, membuat Ayuna segera Menuju kamar mandi. setelah berpakaian rapi dia ingin segera turun. ingin membantu mama mertuanya menyiapkan sarapan, tapi terlambat. saat membuka pintu hendak turun kebawah, Ayuna melihat sosok Aldo yang tengah sarapan bareng mertuanya.
"Sebaiknya, aku kembali masuk kedalam kamar. aku tidak ingin membuat mas Ziko salah paham dan menghukum ku dengan caranya yang aneh-aneh." Ayuna kembali berbalik masuk kedalam kamar.
Dia duduk disisi ranjang, sesekali melirik Ziko yang masih tertidur pulas.
"Mas...mas Ziko bangun."
Ziko membuka matanya, saat tangannya diguncang pelan oleh Ayuna.
"Selamat pagi mas." ucap Ayuna ketika Ziko membuka mata, dan langsung tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"Pagi juga sayang."
Sesuatu yang paling membahagiakan bagi Ziko, saat dia membuka mata langsung melihat wajah cantik istri nya. bahkan Ziko sudah terlupa akan adanya Khanza yang masih mengharapkan cinta dari Ziko.